tujuannya agar engkau menjelaskannya kepada manusia terhadap
apa yang diturunkan kepada mereka (An Nahl 44)
Menyambut Ramadhan 1433 H (edisi revisi)
Penjelasan Alquran, dapat berupa ucapan ataupun perbuatan
Untuk Pengurus Masjid, Panitia Ramadhan, dan kaum Muslimin
Nabi Sholallohu'alaihi wasallam
Mengapa kita harus senantiasa melihat sikap/pengamalan
Apa saja kah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
Nabi Sholallohu'alaihi wasallam didalam setiap ibadah kita ?
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
Karena apabila kita hanya berdasarkan akal dan tanpa
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
petunjuk/tuntunan Nabi Sholallohu'alaihi wasallam didalam
penafsiran ayat, maka akan tersesat dan keliru, sebagian kecil
(7) Berpuasalah karena rukyah hilal dan berbukalah karena rukyah
contoh saja, Alloh Subhanahu wata'ala berfirman :
hilal (HR Bukhori 1909)
" & " & & & & & & &3& &
Rukyah = melihat dengan mata,asal katanya ro'a yaitu melihat
(1) Wahai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir
(bisa dilihat dikamus/ditanyakan kepada orang arob).
disekitarmu (At Taubah 123)
:
Lalu apakah kita memahami membunuh/memerangi semua orang
Nabi tidak bersabda : Berpuasalah karena hisab dan berbukalah
kafir tanpa kecuali ? Siapa saja orang kafir yang boleh diperangi ?
karena hisab
tentunya didalam memahami ayat diatas ataupun ayat-ayat
Hisab = menghitung dan memprediksi posisi/letak benda langit
lainnya, wajib bagi kita
Faidah :
memahaminya sebagaimana yang dipahamkan oleh Nabi
Karena puasa adalah ibadah dan ibadah tidaklah sah kecuali
Sholallohu'alaihi wasallam kepada kita. Karena kenyataannya Nabi
sesuai dengan tuntunan Nabi Sholallohu'alaihi wasallam, maka
Sholallohu'alaihi wasallam tidak membunuh semua orang kafir.
menentukan sudah masuk atau belum bulan ramadhan adalah
bagian dari ibadah puasa dan harus sesuai dengan
Mengapa harus senantiasa memperhatikan praktek dan
tuntunannya, yaitu dengan rukyah (melihat langsung)
penerapan Nabi Sholallohu'alaihi wasallam didalam
memahami Alquran ?
Apa saja kah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
Karena semua tindak tanduk dan perbuatan keseharian beliau
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
Sholallohu'alaihi wasallam adalah merupakan penerapan Alquran
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
dan beliau senantiasa dalam penjagaan Alloh ta'ala,
W
(2) Bahwasannya akhlak beliau adalah Alquran
(8) Dua orang datang kepada Nabi Sholallohu'alaihi wasallam
(Shohih, HR Ahmad Shohih dari Aisyah Rodhiyallohu'anhu)
disiang hari pada 29 Romadhon (saat itu beliau berpuasa), dan
dua orang tersebut mempersaksikan bahwa mereka berdua
Apakah Nabi Sholallohu'alaihi wasallam tahu yang Ghoib
melihat hilal kemarin, maka kemudian
(teknologi satelit, teropong dll) ?
beliau berbuka dan memerintahkan manusia untuk berbuka
Beliau tidaklah mengetahui perkara yang akan terjadi, termasuk
(karena hari ini 1 Syawal bukan 29 Ramadhan), dan menunaikan
adanya teknologi satelit, teropong dan yang lainnya. Beliau tidak
sholat id keesokan paginya (2 Syawal) (Shohih, HR Abu Daud
mengetahui akan yang terjadi kecuali setelah diberitahukan oleh
2339)
Dzat Yang Maha Mengetahui yaitu Alloh Ta'ala. Semua yang
Faidah :
diucapkan Nabi Sholallohu'alaihi wasallam, adalah wahyu
1. Berbuka/beridul fitri karena rukyah/melihat bulan dengan 2
yang diwahyukan Alloh Ta'ala yang diwahyukan Dzat Yang
orang saksi
Maha Mengetahui apa yang akan terjadi, belum terjadi, telah
2. Dan tidak memulai berbuka hingga Nabi/Pimpinan negri
terjadi.
memerintahkannya kepada kaum muslimin
& H " & & " &&" & "& & &
3. Setelah melihat/rukyah bulan, tidak serta merta
(3) Dan tidaklah setiap ucapan Nabi itu muncul dari hawa
mengumumkan, akan tetapi segera melaporkan kepada
nafsunya, akan tetapi semua ucapan Nabi adalah wahyu yang
pimpinan negri
diwahyukan Alloh kepadanya (AnNajm 3, 4)
4. Menunaikan sholat id pagi keesokan harinya apabila dia
mengetahuinya setelah masuk siang hari
Memang Nabi tidak mengetahui akan adanya teknologi canggih
5. Sholat idnya tetap sah walaupun dilakukan keesokan
masa depan, akan tetapi Nabi telah diwahyukan oleh Alloh
harinya,
untuk mengeluarkan pernyataan/ ucapan/ perintah/ sikap-nya
6. Orang yang berpuasa pada hari id, disebabkan mengikuti
guna mengatasi permasalahan ummat di saat itu dan di masa
perintah Penguasa/Pemerintah dan dalam keadaan dia tidak
depan (perkara goib)
tahu bahwa hari tersebut adalah hari id, tidak ada dosa
S & " && " & W && "& && " & "&" &
baginya, sebagaimana hadits diatas.
(4) Dia-lah yang Maha Mengetahui yang Goib, maka Dia tidak
7. Walaupun para sahabat mengetahui ada orang yang melihat
memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu.
hilal sehingga hari itu dihukumi hari idulfithri (tidak boleh
Kecuali kepada rasul yang diridhoi-Nya (Al Jin 26, 27).
berpuasa), akan tetapi para sahabat tetap berpuasa,
sebagaimana perintah Penguasa
8. Para sahabat tidak langsung berbuka (beridul fithri)
Dan Kitab Alquran tidak akan diturunkan kecuali beserta
ketika mengetahui ada yang telah melihat hilal, akan tetapi
penjelasannya, sehingga wajib bagi kita mengambil Alquran
tetap bersabar dan menunggu perintah Penguasa, dan inilah
berikut penjelasannya dari Assunnah
tuntunan Islam
& &b& &&" &"&& &" && & &
9. Nabi Sholallohu'alaihi wasallam membenarkan dan tidak
(5) Dan tidaklah kami turunkan Alquran kecuali tujuannya agar
menyalahkan sikap para sahabat tersebut, dan inilah yang
engkau (Muhammad) menjelaskannya kepada mereka (An Nahl
dinamakan taqrir Nabi (Sunnah Nabi).
64)
10. Alloh ta'ala tidak menyalahkan sikap para sahabat, dalam
""& & b & &b& &"b &"& &" && &
keadaan Alloh ta'ala mengetahui apa yang mereka lakukan,
(6) Dan kami menurunkan Alquran kepadamu (Muhammad),
Halaman 1
sedangkan setiap kesalahan dan itu terjadi di zaman Nabi,
Apa sajakah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
maka kemudia Alloh ta'ala pasti segera mewahyukan Rosul-
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
NYA untuk menegur sikap para sahabat jika ada yang salah
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
Apa sajakah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
(12) Janganlah kalian sekali-kali berpuasa hingga engkau melihat
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
hilal, dan (akhirilah) puasa kalian hingga engkau melihat hilal, dan
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
apabila kondisi hilal rendah dan tertutup/tidak tampak, maka
sempurnakanlah bilangan bulan hingga 30 hari (Shohih HR Abu
(9) Kami (orang-orang yang beriman) diperintahkan Nabi
Daud 2329)
Sholallohu'alaihi wasallam untuk berpuasa disebabkan melihat
Faidah :
Hilal dan Nabi Sholallohu'alaihi wasallam memerintahkan kami
1. Metode Nabi Sholallohu'alaihi wasallam didalam memulai
untuk berbuka/beridul fithri karena melihat
berpuasa ataupun mengakhirkan adalah dengan melihat
Hilal, dan apabila Hilal tertutup/tidak tampak maka kami
2. Hadits diatas tidak menunjukan kita boleh berpuasa/tidak
diperintahkan untuk menggenapkan hitungan bulan hingga 30 hari
berpuasa semata-mata dikarenakan penglihatan/rukyah orang
(Shohih, HR Albaihaqi 8443)
lain,
Faidah :
3. Hadits diatas menunjukan kita boleh berpuasa/tidak
1. Wajib Berbuka/beridul fitri karena rukyah/melihat bulan,
berpuasa karena penglihatan/rukyah kita sendiri, kita sendiri
karena ini adalah perintah Nabi, hukum asal perintah adalah
yang melihat/rukyah dengan mata kita bukan dengan mata
wajib
orang lain, perhatikan hadits no (13) Faidah ke 4
2. Wajib menggenapkan hitungan bulan ke 30 hari jika tidak
4. Jika kita tidak mampu melihat/merukyah hilal, maka
terlihat, walaupun hilal telah berada diketinggian sekian derajat
perhatikan tantunan di hadits berikutnya
yang secara teori dapat dilihat, akan tetapi selama dia tidak
5. Kesalahan sebagian orang yang hanya bersandar semata-
terlihat maka tuntunan Nabi adalah menggenapkan hitungan
mata dengan metode hisab tanpa dibuktikan dengan rukyah
bulan hingga 30 hari. Selama dia tidak terlihat oleh mata, maka
dan telah menetapkan lebih dahulu sebelum melihat/rukyah,
wajib bagi kita untuk mengambil metode Nabi yaitu : dengan
karena hal ini bertentangan dengan perintah Nabi yang
menggenapkan bulan hingga 30 hari.
perintah tersebut adalah wahyu Alloh kepada Nabi-NYA
3. Kesalahan sebagian orang yang hanya bersandar semata-
mata dengan metode hisab tanpa dibuktikan dengan rukyah
Apa sajakah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
dan telah menetapkan lebih dahulu sebelum melihat/rukyah,
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
karena bertentangan dengan perintah Nabi yang perintah
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
tersebut tersebut adalah wahyu Alloh kepada Nabi-NYA
W
Apa sajakah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
(13) Seorang A'robiy telah datang dan bersaksi bahwa dia telah
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
melihat hilal romadhon tatkala dia dijalan menuju Madinah, maka
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
kemudian Nabi Sholallohu'alaihi wasallam memerintahkan Bilal
untuk menyeru manusia berpuasa. (Shohih, HR Abu Daud 2340,
(10) Dan apabila Hilal tertutup atas kalian, maka taqdirkanlah
At Tirmidzi 691, Ibnu Majah 1652)
untuknya (HR Bukhori 1900, Malik 631)
Faidah :
Apa itu maksud "taqdirkanlah", maka bisa dilihat dalam perintah
1. Wajib berpuasa karena rukyah/melihat bulan
beliau berikutnya,
2. Dan tidak memulai berpuasa hingga Nabi/Pimpinan negri
memerintahkannya kepada kaum muslimin, karena tidak
(11) Dan apabila Hilal tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah
pernah dilakukan di zaman Nabi ataupun setelahnya bahwa
!! bilangannya menjadi 30 hari.
masing-masing orang merukyah dan mereka berpuasa sesuai
(HR Bukhori 19007, Malik 632)
dengan pendapat masing-masing.
Faidah :
3. Setelah melihat/rukyah bulan, tidak serta merta
1. Metode Nabi Sholallohu'alaihi wasallam didalam melihat hilal
mengumumkan di masjid-masijd, akan tetapi segera
2. Perintah Nabi Sholallohu'alaihi wasallam untuk
melaporkan kepada pimpinan negri. Jika rukyahnya diterima,
menyempurnakan bulan menjadi 30 hari apabila tidak terlihat
walhamdulillah, jika rukyahnya tidak diterima, maka baginya
Hilal, hukum asal perintah adalah wajib. Hal ini diambil dari
ada dua pilihan : yaitu mengikuti keputusan Pemerintah
ucapan beliau "Sempurnakanlah !! "
ataukah dia melaksanakan sesuai rukyahnya dengan tidak
3. Dan apabila hilal tidak terlihat, Nabi Sholallohu'alaihi
terang-terangan, dengan sembunyi-sembunyi
wasallam tidak memerintahkan untuk bertanya kepada ahli
4. Hukum orang yang melihat hilal berbeda dengan hukum
nujum/pakar astronomi, (walaupun saat itu sudah ada ahli
orang yang tidak melihat.
astronomi) akan tetapi Nabi Sholallohu'alaihi wasallam
a) Orang yang melihat hilal, langsung lapor kepada
memerintahkan untuk menggenapkan hitungan bulan menjadi
penguasa/pemerintah kaum muslimin,
30
b) Orang yang tidak melihat hilal langsung (mayoritas kaum
4. Perintah Nabi Sholallohu'alaihi wasallam untuk
muslimin, seperti saya sendiri), menunggu perintah dari
menyempurnakan bulan menjadi 30 hari, apabila tidak terlihat
penguasa, jika diperintahkan berpuasa/berhariraya maka kita
Hilal. Walaupun secara teori bulan dapat terlihat di ketinggian
ikuti, jika Pemerintah tidak menerima rukyah orang tersebut
sekian derajat
karena berbagai alasan (misalnya: orang tersebut bukan
5. Kesalahan sebagian orang yang hanya bersandar semata-
seorang muslim, orang tersebut jarang melaksanakan solat 5
mata dengan metode hisab tanpa dibuktikan dengan rukyah
waktu di Masjid, orang tersebut diragukan keahliannya dalam
dan telah menetapkan lebih dahulu sebelum melihat/rukyah,
melihat hilal, dll) maka kita mengikuti apa yang menjadi
karena bertentangan dengan perintah Nabi yang perintah
keputusan Pemerintah sebagaimana hadits diatas.
tersebut tersebut adalah wahyu Alloh kepada Nabi-NYA
Biasanya, orang yang jenis kedua ini (orang yang tidak
melihat secara langsung) "yang malah lebih ramai" dari pada
Halaman 2
orang yang melihat, dan bagaimana mungkin si B yakin
oleh Nabi Sholallohu'alaihi wasallam
melihat hilal sedangkan dia sendiri tidak melihat dengan
5. Persatuan adalah rahmat dan kasih sayang oleh
matanya, dan yang melihat adalah si A ??
karenanya Alloh melarang berselisih dan berpecah belah,
Oleh karenanya bersabar, jagalah lisan dan perhatikanlah
barangsiapa yang menyatakan sebaliknya, yaitu :
tuntunan dan praktek Nabi.
perselisihan/perbedaan adalah rahmat maka dia telah
5. Para sahabat tidak langsung mengambil keputusan untuk
menyelisihi firman-NYA dan tuntunan Nabi Sholallohu'alaihi
berbuka (beridul fithri), walaupun mengetahui telah ada orang
wasallam tidak mungkin bertentangan dengan perintah Alloh
yang melihat hilal Syawal, akan tetapi mereka tetap menunggu
ta'ala,
keputusan dari pemerintah dengan tetap berpuasa.
H
& H&& " & && " & &b&" & & "& " && " & " && && " & & &
Mengapa harus mengikuti cara beragamanya para Sahabat
(16) Dan janganlah (baca: larangan=harom) kalian menjadi
? Karena Alloh ta'ala meridhoinya dan Rosul-NYA
seperti orang yang berpecah belah dan berselisih setelah
memerintahkan mengikuti mereka, sebagian firman-NYA,
penjelasan AlHaq datang kepada mereka. Maka mereka (yang
" "& & & S& " " & & &&" & && " & & & &
sengaja memisahkan diri dan berpecah) bagi mereka azab
W&& & & & &" && "& "& S & " & && & "& & &
yang pedih (Ali Imron 105)
(14)...para sahabat dan orang yang mengikuti para sahabat
&
"& " " & & & & "& " "& && - - b & &&"& & "&
dengan baik, maka Alloh meridhoi mereka dan merekapun
& "
ridho terhadap (syari'at) Alloh, dan Alloh menyediakan bagi
(17) Dari Abi Huroiroh rodhiyallohu'anhu, dari Nabi
mereka Jannah (yang mengalir dibawahnya sungai-sungai)
Sholallohu'alaihi wasallam bersabda : Berpuasalah kalian
mereka kekal didalamnya selamanya (At Taubah 100)
dihari bersamaan dengan mayoritas kaum muslimin berpuasa
(yakni: Pemerintah), dan berbukalah (beridhul fithri) dihari
Dan wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunnahku
bersamaan dengan mayoritas kaum muslimin beridhulfithri (HR
(jalan/metode yang ditempuh Nabi) dan sunnahnya
Daruquthni 2205). NB: perlu diketahu, bahwa mayoritas dalam hal
khulafaurrosyidin (yakni: para sahabat) (Shohih HR Abu Daud
ini (yakni Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah) adalah yang mengikuti
4609, AtTobroni 66)
Pemerintah dan kurang dari 5% yang menyengaja menyelisihi
6. Di zaman Nabi Sholallohu'alaihi wasallam dan juga
Pemerintah dan kaum muslimin
zamannya para sahabat, tabi'in, dan tabiut-tabi'in mereka
tidaklah berpuasa kecuali diperintahkan oleh Pemerintah
Apa saja kah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
disebabkan ada yang melihat hilal ataupun tidak melihat
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang Alloh
(dengan menggenapkan bulan). Ikutilah pemahaman
wahyukan kepada Nabi-NYA), masih banyak yang lainnya, akan
tetapi kami cukupkan sampai disini.
agamanya ummat terbaik yang direkomendasikan
Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam,
Apakah resikonya jika kita menyengaja meninggalkan
" & & & " & & & "& " &
ajaran yang telah diajarkan/diperintahkan dan
(14.a) Manusia terbaik adalah yang sezaman denganku (para
sahabat), kemudian orang-orang berikutnya yang mengikuti
dituntunkan Nabi Sholal ohu'alaihi wasallam ?
mereka (tabi'in), kemudian orang-orang berikutnya yang
Setiap orang wajib untuk senantiasa mengikuti tuntunan Nabi
mengikuti mereka (tabi'ut tabi'in) (Sohih HR Bukhori 2652)
Sholallohu'alaihi wasallam didalam kehidupannya, terlebih lagi
" &
tatkala Nabi Sholallohu'alaihi wasallam telah mengajarkan dan
(14.b) Dan riwayat lain, sebaik-baik ummat .... sama seperti
menuntunkan kepada kita terhadap perkara-perkara yang telah
diatas (Sohih HR Bukhori 3650)
jelas Nabi Sholallohu'alaihi wasallam tuntunkan, melalui lisan dan
7. Di zaman Nabi Sholallohu'alaihi wasallam dan juga
perbuatan beliau.
zamannya para sahabat, tabi'in, dan tabiut-tabi'in mereka tidak
"& & ""& " &&" & & & "& W"& & & && & S& " & & S " && & &
berpuasa sendiri memisahkan diri dari Pemerintah mengikuti
W W && & "&& & & & & "&
rukyah ataupun pendapat masing-masing kelompok.
(18) Dan tidaklah dikatakan beriman bagi pria/wanita, tatkala Alloh
dan Rosul-Nya telah menetapkan/mengajarkan suatu
Apa saja kah yang diucapkan dan dituntunkan Nabi
urusan/perintah, kemudian dia mencari-cari (solusi) selain dari
Sholallohu'alaihi wasallam (yang itu adalah wahyu yang
yang telah dituntunkan (Alloh dan Rosul-NYA). Dan barangsiapa
bermaksiat/ menyelisihi Alloh dan Rosul-Nya, maka dia sungguh
Alloh wahyukan kepada Nabi-NYA) ? Diantaranya:
telah sesat dengan kesesatan yang sangat nyata. (Al Ahzab 36).
Resiko lainnya (bagi yang menyelisihi tuntunan Nabi
(15) Berpuasalah kalian dihari bersamaan dengan mayoritas kaum
muslimin berpuasa (yaitu: Pemerintah), dan beridhuladhalah
Sholallohu'alaihi wasal am) diantaranya :
bersama dengan kaum muslimin (mayoritas)
H
& H&& " & "& H&" " & & "& "& & & & & "&"&
(Shohih HR Abu Daud, Al Baihaqi 8208)
(19) Maka berhati-hatilah bagi kalian yang menyelisihi/yang
Faidah :
berbeda terhadap suatu perintah/tuntunan Nabi, karena akan
1. Wajib berpuasa (termasuk beridulfithri) dan beridhuladha
tertimpa fitnah (kemunafikan dan penyakit hati) atau Alloh ta'ala
bersama dengan kaum muslimin mayoritas yaitu bersama
akan menimpakan Azab yang pedih bagi
Pemerintah kaum muslimin, karena yang menyelesihi
kalian (An Nur 63)
Pemerintah dalam perkara ini tidak lebih dari 5% ummat
Islam Indonesia
Al Imam AsySyafi'i rahimahulloh berkata:
2. Terlarangnya bagi orang yang tidak melihat rukyah dengan
&&
matanya sendiri, kemudian dia menyelisihi keputusan
mayoritas muslimin yakni Pemerintah,
(20) Seluruh para sahabat dan para ulama sepakat bahwa:
3. Perintah untuk tidak menampakkan perbedaan (dalam hal
barangsiapa yang telah jelas baginya Sunnah (tuntunan)
memulai puasa/ibudlfithri/idhuladhha) ditengah mayoritas kaum
Rosululloh sholallohu'alai wasallam maka terlarang baginya untuk
muslimin,
meninggalkannya disebabkan mengikuti ucapan seseorang/ormas.
4. Perintah untuk bersatu didalam melaksanakan Puasa/Idul
Al Imam Malik rahimahulloh berkata :
Fithri dan Idhul Adha, dan hal ini yang diterapkan/dituntunkan
3 Z
(21) Semua ucapan (para ulama) bisa diambil dan dibuang, kecuali
Halaman 3
ucapan (yang keluar dari lisan) Rosululloh sholallohu'alai wasallam
J: InsyaAlloh boleh karena sholat tarawih adalah sholat
(yaitu berupa Alquran dan Assunnah).
lail/tahajjud, akan tetapi jika sikap keikutsertaan dia menimbulkan
kebingungan ummat dan perpecahan maka hendaklah dia sholat
Janganlah kalian meninggalkan ucapan Nabi sholallohu'alai wasallam,
lail di rumahnya, wallohu a'lam
hanya karena mengikuti tradisi/kebanyakan orang disekitar.
Ikutilah dan ambillah tuntunan Nabi sholallohu'alai wasallam, jika engkau
mengaku pengikutnya
T: Bagaimana sikap pengurus masjid, kami takut
Ikutilah dan ambillah tuntunan Nabi sholallohu'alai wasallam, jika engkau
dengan manusia (jama'ah), bolehkah kami bersikap
mengaku ummatnya.
agar diridhoi manusia ? Atau dengan bahasa lain,
Tanya Jawab:
bagaimana jika kita mengikuti kebiasaan lingkungan
sekitar (yang keliru)?
T: Seperti garis gawang, kalau bola (hilal) lewat garis sedikit saja
maka sudah gool.
J: Pengurus masjid/panitia ramadhan sangat
J: Agama tidak diqiyaskan dengan permainan, agama dibangun
bertanggungjawab atas keputusannya, karena biasanya
diatas dalil, tuntunan Rosululloh sholallohu'alai wasallam, lihat (21)
akan di kuti oleh para jama'ah sekitarnya.
dan perhatikanlah lagi dalil-dalil tentang perintah untuk rukyah dan
Janganlah memilih sikap untuk mengikuti kemurkaan Al oh
bersatu (7) sd (17)
dan membenci keridhoan Al oh, agar manusia senang
T: Rukyah hilal bukannya seperti azan sholat ? kalau sudah masuk
kepada kita atau karena alasan hal ini sudah
waktu sholat segera azan, kalau sudah ada yang lihat langsung
keputusan/kebiasaan manusia dan sebagainya. Karena
diumumkan ?
menyengaja memilih mengikuti kemurkaan Alloh
J: Yakin anda berpegang dengan rukyat bukan hisab? Yakin Anda
dan meninggalkan keridhoan-NYA adalah salah
tidak menentukan hari-H sebelum melihat hilal ? baiklah,
perhatikan no (13), apakah Anda termasuk orang yang melihat
satu bentuk kekufuran dan pembatal keimanan,
secara langsung ataukah termasuk orang yang tidak melihat hilal ?
waspadalah. Diantara dalilnya :
Pengumuman puasa beda dengan pengumuman sholat, untuk
sholat begitu lihat matahari dan masuk waktu sholat maka segera
(21) Yang demikian karena mereka mengikuti kemurkaan Alloh dan
Adzan, ajaklah diri Anda dan kaum muslimin untuk Sholat di Masjid
membenci keridhoan Alloh, maka Alloh hapuskan seluruh amal
berjama'ah (bahkan yang meninggalkan sholat berjama'ah di
kebaikan mereka (Muhammad 28)
Masjid di zaman Nabi, hanyalah orang-orang munafik yang sangat
Kemurkaan Alloh adalah tidak mentaati Utusan Alloh, Keridhoan
jelas kemunafikannya).
Alloh adalah bersatu dengan kaum muslimin dan mentaati serta
Sedangkan pengumuman puasa tidak dilakukan kecuali setelah
mengikuti Utusan Alloh.
Nabi/Penguasa memerintahkan untuk berpuasa bersama-sama,
perhatikan kembali no (7) sd (17)
Teknik menentukan masuk waktu sholat beda dengan
(22) Dari Aisyah, sesungguhnya Utusan Al oh (Rosulul oh)
puasa/idhulfithri/idhuladha, untuk sholat dengan melihat
Sholal ohu 'alaihi wasal am bersabda: Barang siapa yang
bayangan/cahaya dari sinar matahari dan selisih waktu sholat jika
mencari keridhoan Al oh walaupun manusia tidak suka,
ada perbedaan pandangan adalah hanya beberapa menit.
maka Al oh pasti meridhoinya dan Al oh akan membuat
Sedangkan teknik menentukan masuk ramadhan/
manusia ridho terhadapnya. Dan barang siapa yang
idhulfithri/ idhuladha adalah dengan melihat Hilal dan jika
mencari keridhoan manusia dengan melaksanakan
tidak terlihat maka selisihnya bukan 4 menit bukan 40
kemurkaan Alloh, maka Al oh murka kepadanya dan
menit dan bukan pula 4 jam, akan tetapi perintah Nabi
manusiapun akan murka kepadanya (Shohih HR Ibnu
adalah menggenapkan 24 jam, selisihnya 1 hari.
Hibban)
Ditambah lagi, setelah orang tersebut melihat/rukyah hilal, maka
tuntunannya tidak mengumumkan kepada khalayak, akan tetapi
T: Biasanya kami ikut ormas tertentu, bagaimanakah sebaiknya ?
melaporkan kepada Penguasa. Perhatikan kembali no (7) sd (17)
J: Kebiasaan mengikuti ormas/kiyai hendaklah ditinggalkan,
ikutilah Nabi sholallohu'alai wasallam, jika engkau memang
T: Kalau hilal diatas 2 derajat apakah sudah pasti
mencinai Alloh ta'ala dan mengharapkan ampunannya.
besok puasa ?
" & " & " "& & " " & & &3 " " "
(23) Jika kalian mencintai Alloh, maka ikutilah aku (Muhammad),
J: Perhatikan kembali no (7) sd (17), hilal berapapun
maka niscaya Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-
derajatnya, jika dia tidak terlihat, maka wajib
dosa kalian (Al Imron 31)
menggenapkan bulan menjadi 30 hari, ini adalah Perintah
Apabila kita tidak tahu dalilnya, maka tanyalah kepada
Rosulullohi, ini adalah Syari'at Islam yang dibawa oleh Nabi-NYA.
Ustadz/Ulama yang dia itu juga mengikuti dan berjalan diatas
Tidakkah engkau takut akan azab Alloh tatkala menolak apa yang
tuntunan Nabi sholallohu'alai wasallam, dan tanyakan pula dalilnya
datang dari Rosul-NYA ?
kepada mereka.
&" & & & & &"& "& " && & & & & & &
Apa yang dibawa Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa
T: Bagaimana jika saya lebih yakin dengan hisab, tanpa harus
yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan takutlah kepada
melihat/rukyah sama sekali ?
Alloh. Sesungguhnya Alloh sangat keras hukuman-Nya (Al Hasyr
J: Hendaklah bertaubat karena sikap itu berarti ingkar/ kufur/
7). Dan kalaupun hilal terlihat maka wajib bagi dia untuk melapor
menolak terhadap tuntunan yang beliau sholallohu'alai wasallam
kepada Penguasa dan tidak mengumumkan kepada khalayak
ajarkan, wahyu Alloh, karena ucapan Nabi adalah berdasarkan
sebagaimana tuntunan Nabi.
wahyu dari-NYA , lihat no (3)
T: Bolehkah ikut sholat tarawih 1 hari sebelum ketetapan
T: Bagaimanakah dengan tafsir surat ini dan itu, bukankah itu
Pemerintah ?
menunjukan adanya Hisab ?
Halaman 4
J: Ya, adanya hisab dan diakuinya didalam Alquran, bukan berarti
jam maka keesokannya tidak juga disebut sebagai hari selasa ?
membolehkan menggantikan metode penentuan
Dan bisakah hal ini diqiyaskan dengan bulan ramadhan/syawal?
romadhon/idul fithri/idhul adha dengan rukyah hilal yang
Maksudnya, walaupun hilal tertutup awan, jika hilal sudah terbit
dibawa oleh Nabi sholal ohu'alaihi wasal am, perhatikan no
maka sudah masuk ramadhan/syawal ?
(03),dan bukan berarti boleh menolak apa yang dibawa
J: Untuk permasalahan hari, berbeda, tidak bisa diqiyaskan tatkala
telah jelas dalil shohih nyata dan terang dihadapan kita tentang
oleh Nabi-NYA. Alloh ta'ala Mengetahui Perkara Ghoib termasuk
metode penentuan bulan hijriyah, maka kita tidak boleh
akan adanya metode hisab yang paling canggih dan mutakhir
mendahulukan akal kita terhadap tuntunan, ini adalah termasuk
sekalipun, akan tetapi Alloh ta'ala mewahyukan Rosul-NYA dengan
dosa besar, diantara larangannya:
rukyah dan memerintahkan ummatnya untuk menggunakan
&
& & & && &"& b& & & &3& &
rukyah, bukan hisab (7) sd (17)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Alloh
dan Rasul-Nya dan takullah kepada azab Alloh. (Al Hujurot 1)
T: Apakah rukyah itu juga bisa diartikan melihat dengan ilmu ?
yakni : lebih mengedepankan pendapat selain Alloh dan Rosul-
J: Itu pemahaman darimanakah? Dalam bahasa arob (silakan
NYA,
tanya orang arob dan kamus hadits/arob), bahwa rukyah adalah
Untuk masalah masuknya bulan ramadhan/syawal/dzulhijjah,
melihat dengan mata, adapun istilah Anda "rukyah dengan ilmu"
apakah dia sudah masuk/belum ? Ini berbeda antara definisi
dalam bahasa arob namanya: hisab. Dan pemahaman tersebut
syariat Islam yang diajarkan Nabi-NYA dengan definisi teori
menyelisihi sabda beliau (9) (10) (11) (12)
astronomi (yang mayoritas diambil dari pendapat orang-orang
kuffar). Bagi teori astronomi, jika Hilal sudah terbit, walaupun
T: Jadi kita tidak boleh pakai hisab sama sekali ?
tertutup awan dan tidak terlihat, maka esoknya adalah masuk
J: Silakan pakai hisab, akan tetapi menetapkan besok tanggal 1
bulan baru. Sedangkan menurut syari'at Islam yang
ataukah masih tanggal 30, tetap harus menggunakan
dibawa oleh Rosul-NYA, walaupun secara teori
rukyah/melihat dengan mata, sebagaimana yang diajarkan Rosul-
astronomi bulan itu telah terbit (ketinggian sekian
NYA
derajat), akan tetapi apabila hilal tidak dapat dilihat maka
syari'at Islam mengajarkan agar menggenapkan bilangan
T: Bagaimana dengan hisab sholat 5 waktu ?
J: Ini sebenarnya melebar pembahasannya, silakan pakai hisab,
bulan sebelumnya menjadi 30.
akan tetapi tetap didalam menentukan kesehariannya dengan
melihat posisi/cahaya matahari. Oleh karenanya seorang
T: Terimakasih atas penjelasannya, saya lebih tenang dan selamat
muadzin wajib menguasai ilmu rukyah matahari. Jika saat itu
dengan mengikuti tuntunan Nabi sholallohu'alai wasallam dan
mendung, maka kita bisa perkiraakan dengan alat bantu, misalnya
mengikuti para sahabat yang semoga dengan mengikuti mereka,
jam tangan atau jam pasir .Contoh: magrib kemarin jam 17.45 wib,
kita termasuk orang yang diridhoi-NYA.
maka tatkala keesokannya mendung/matahari terhalang awan
J: Benar, sudah dijelaskan di (23) bagi yang mengikuti Nabi, maka
tebal/hujan, kita bisa memperkirakannya sekitar 17.47 wib dan
Alloh akan mencintainya dan akan diampuniNya, berlaku hukum
seterusnya.
sebaliknya. Juga sudah dijelaskan no (14) bagi yang benar-benar
mengikuti (pemahaman) para sahabat dengan baik maka Alloh
T: Bagaimana kalau saya tetap bersikukuh dengan hisab lebih sah
akan meridhoinya dan dimasukkan ke dalam Jannah.
berpuasanya termasuk dalam pelaksanaan HAJI di Arab Saudi ?
J: Perhatikan dalil diatas tentang nasib orang yang menyengaja
T: Berarti rukyah berlaku untuk setiap bulan hijriyah ?
menyelisihi ajaran yang diajarkan Nabi sholallohu'alai wasallam
J : Iya, dan ini sekaligus sebagai Nasihat kepada penguasa, agar
tatkala telah jelas datang kepadanya penjelasan (18) (19) (20)
melakukannya setiap bulan hijriyah dan menginformasikannya
(21). Jika didalam HAJI Anda juga bersikukuh mau pakai HISAB,
melalui website Kemenag, atau yang paling minimalnya pada 4
silakan Anda tentukan waktu 9 Dzulhijjah sebelum berangkat
bulan penting, yaitu : Muharrom (karena ada syariat puasa asyuro,
dengan HISAB (misalnya 24 Oktober). Dan jika kemudian
tanggal 9, 10), Romadhon (karena ada syariat puasa wajib),
Pemerintah Saudi berbeda dengan HISAB Anda (misalnya saudi
Syawal (karena ada syariat larangan berpuasa di hari id dan zakat
25 Oktober), maka silakan Anda mempersiapkan diri untuk wukuf
fithri), Dzulhijjah (karena ada syariat puasa arofah tanggal 9 ,
sendiri di Arofah (9 Dzulhijjah), ke Muzdalifah, dan lempar jumroh
menyembelih kurban tanggal 10). Walhamdulillah setahu kami, hal
Aqobah (10 Dzulhijjah). Karena Pemerintah Saudi menggunakan
ini sudah dilakukan Pemerintah.
metode rukyah hilal bukan hisab. Sudahkah hal ini anda terapkan?
T : Bolehkah artikel ini difotokopi dan disebar ?
T: Bagaimana dengan Idhul Adha dan sembelihan saya jika saya
J: Silakan dan semoga kita termasuk ke dalam hadits
di Indonesia ?
& "& " && S"& && & "&
Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala
J: Sudah dijelaskan diatas (15), idhul Adha-nya orang Indonesia
semisal dengan pelaku kebaikan tersebut (Shohih, HR Muslim 5007)
yang berada di Indonesia adalah mengikuti keputusan pemerintah
bersama mayoritas kaum musimin di negri tersebut. Maka jika ada
T : Bagaimana hukum lewat dihadapan orang sholat ?
perselisihan tanggal 10 Dzulhijjah, maka saran kami khususnya
J: InsyaAlloh dilain waktu dijelaskan, atau bisa kirim pertanyaan agama ke
kepada Takmir Masjid -yang beridhuladha lebih awal (yang
email gsmyemen@gmail.com
menyelisihi keputusan Pemerintah)-, janganlah disembelih hewan
kurban semuanya dihari tersebut, karena bisa jadi sebagian
T: Bolehkah kulit kurban dijual oleh wakil shohibul kurban dengan
pemilik Hewan kurban tersebut meyakini bahwa idhul adha/tanggal
persetujuan shohibul kurban ?
J: Jawabannya tidak boleh, karena tidak sah kurban orang tersebut.
10 dzulhijjah-nya keesokan harinya, sehingga jika disembelih hari
InsyaAlloh dilain waktu dijelaskan dalilnya, atau bisa kirim pertanyaan
itu, maka tidak sah sembelihannya dan pihak penyembelih wajib
agama ke email gsmyemen@gmail.com
menggantikan hewan yang semisal dengannya.
Semoga bermanfaat. Billahittaufiq
T: Hari berganti hari, misalnya saat ini senin apakah keesokan
harinya jika matahari terbit di timur dan tertutup awan selama 2
Halaman 5
Add New Comment