This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Social

ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN

4.50 (2 votes)
Document Description
Anthropology is about all human beings, and it is the charge of the Anthropology to tell about human story, not just the good side but also the bad. It should include not just one group of people, but others. It shouldn't illustrate just one aspect of human life, but all. The article tries to revolve around a number of general pedagogical questions such as: What do anthropologists study? How do they go about it? What perspective do they bring to their work? And what is the relation of the Anthropology with the Culture .
File Details
  • Added: October, 22nd 2010
  • Reads: 2180
  • Downloads: 71
  • File size: 272.89kb
  • Pages: 33
  • Tags: tingkah laku, kelompok, budaya
  • content preview
Submitter
  • Name: danae
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Penataan Lingkungan Sosial bagi Penderita Dimensia (Pikun) dan RTA ...

by: przemek, 12 pages

ulisan ini dapat menambah wawasan dan sangat bermanfaat khususnya bagi para mahasiswa yang tertarik untuk mendalami antropologi psikiatri ataupun bagi warga masyarakat awam dan juga bagi orang-orang ...

KEBUDAYAAN DAN KESENIAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM*)

by: katherine, 11 pages

P enulis merasa terkesan dengan apa yang diungkapkan oleh van Peursen (1976) pada bagian awal dari buku Strategi Kebudayaan , di mana ia menyatakan bahwa; Pertanyaan mengenai hakikat kebudayaan ...

Konsep Sehat, Sakit dan Penyakit dalam Konteks Sosial Budaya

by: ishaan, 11 pages

Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upayapembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat ...

Modul 1 PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI

by: monika, 11 pages

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah , yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia ...

Agama, Tradisi dan Kesenian dalam Manuskrip La Galigo

by: lian, 8 pages

Manuskrip La Galigo adalah warisan orang Bugis. Ia pada intinya mengandungi empat aspek: keagamaan, kitab suci, tradisi dan kesenian. Sebelum menganut Islam, orang Bugis mempercayai ajaran daripada ...

Kemiskinan dan desentralisasi di Kutai Barat: dampak otonomi ...

by: shayan, 60 pages

Sebagai bagian tak terpisahkan dari proyek CIFOR-BMZ Making Local Government More Responsive to the Poor: Developing Indicators and Tools to Support Sustainable Livelihood under Decentralisation ...

BAB II PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA DAN KEHIDUPAN

by: karin, 79 pages

Pembangunan bidang sosial budaya dan kehidupan beragama yang mencakup bidang-bidang kesehatan dan gizi, pendidikan, kependudukan dan keluarga berencana, perpustakaan nasional, pemuda dan olahraga, ...

KEKRISTENAN DAN NASIONALISME

by: radenka, 231 pages

Dalam kurun waktu kurang dari setengah abad sejak awal abad ke-20 ini, pergerakan nasional Indonesia berhasil membawa Indonesia kepada kemerdekaan dan kesatuan nasional. Dalam pergerakan itu ...

SUKSES PENGEMBANGAN HAM BAGI MASYARAKAT LOKAL: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI EKONOMI DAN BISNIS

by: joel, 7 pages

Pengembangan Hak Azasi Manusia pada masyarakat adat atau local di kawasan tertentu di Indonesia belum maksimal. Pelanggaran HAM makin sering terjadi, karena benturan kepentingan antara kelompok ...

CARA MENINGKATKAN BERAT BADAN, TIPS MENAIKKAN BERAT BADAN, TIPS BADAN MENJADI GEMUK, TIPS MEMBUAT BADAN GEMUK, TIPS AGAR BADAN GEMUK, TIPS DAN RESEP GEMUK, TIPS BISA GEMUK, TIPS BIAR CEPAT GEMUK, CALL: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325, BINTARO JAK

by: abrahamhandoyo, 1 pages

CARA MENINGKATKAN BERAT BADAN, TIPS MENAIKKAN BERAT BADAN, TIPS BADAN MENJADI GEMUK, TIPS MEMBUAT BADAN GEMUK, TIPS AGAR BADAN GEMUK, TIPS DAN RESEP GEMUK, TIPS BISA GEMUK, TIPS BIAR CEPAT GEMUK, ...

Content Preview





















1.


ANTROPOLOGI DAN KONSEP


KEBUDAYAAN







2. PENERAPAN ILMU ANTROPOLOGI


KESEHATAN DALAM PEMBANGUNAN


MASYARAKAT PAPUA







3. J. VAN BAAL SOSOK ETNOLOG DI




TANAH PAPUA






4. KEBUDAYAAN, KESEHATAN ORANG

PAPUA DALAM PERSPEKTIF

ANTROPOLOGI KESEHATAN






Antropologi Papua (ISSN: 1693-2099)





Volume 1. No. 1, Agustus 2002

SAMBUTAN DEKAN
Mudah-mudahan niat yang baik untuk menerbitkan jurnal “Antropologi
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Papua” ini dapat berkembang dan dipertahankan terus, sehingga dapat
UNIVERSITAS CENDERAWASIH
melengkapi kepentingan ilmiah, baik mahasiswa, dosen, serta masyarakat

sebagai wahana untuk mendokumentasikan dan mengembangkan ilmu
Antropologi umumnya dan khususnya memperkenalkan kondisi sosial budaya
Para pembaca yang terhormat,
masyarakat Papua. Dengan diterbitkannya jurnal “Antropologi Papua” ini

oleh Laboratorium Antropologi, Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan
Pertama-tama patut kami memanjatkan Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, maka bertambahlah pula sumber
atas perkenaannya, maka jurnal Antropologi Papua” dapat diluncurkan. Saya
informasi yang dapat dijadikan acuan untuk lebih mengenal IImu Antropologi.
menyambut dengan gembira penerbitan jurnal “Antropologi Papua” ini yang
Semoga jurnal “Antropologi Papua” ini mendapat sambutan yang baik dari
merupakan hasil kerjasama baik Laboratorium Antropologi, Jurusan Antropologi
kalangan masyarakat ilmiah, Pemerintah Daerah, para Peneliti di bidang Sosial
dengan pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih.
Budaya, dan khalayak luas.


Jurnal ini merupakan bagian dari komitmen Laboratorium Antropologi, Jurusan
Akhir kata, kepada para pengguna jurnal “Antropologi Papua” ini, saya
Antropologi FISIP Universitas Cenderawasih untuk mengembangkan dan
ucapkan selamat membaca.
memperkenalkan kajian-kajian antropologi secara umum, dan khususnya

kebudayaan dan masyarakat Papua. Di samping itu, ilmu antropologi sebagai salah




Jayapura, ….Agustus 2002
satu Pola Ilmiah Pokok Universitas Cenderawasih, maka jurnal ini dapat merupakan

kepentingan ilmiah, baik untuk mahasiswa, dosen, serta masyarakat sebagai wahana
Dekan,
untuk mendokumentasikan dan mengembangkan ilmu antropologi, serta dapat




Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
diaplikasikan dalam pembangunan masyarakat Papua. Pihak Laboratorium




Universitas Cenderawasih
Antropologi, Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Cenderawasih, melalui berbagai cara, ingin memberikan kontribusi yang nyata

dalam upaya ikut mengembangkan, melestarikan, mengangkat nilai-nilai ilmu




Drs. Naffi Sanggenafa, MA
antropologi secara umum, serta kondisi sosial budaya masyarakat Papua secara
khusus sehingga dapat dikenal dan dihargai oleh kelompok masyarakat yang lain,
baik di lingkungan Universitas Cenderawasih maupun di kalangan yang lebih luas.

Atas nama Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Cenderawasih, saya ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih
kepada para penulis yang telah dengan senang hati menyerahkan naskah kepada
Laboratorium Antropologi, Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Cenderawasih untuk dinilai dan ditulis kembali dalam bentuk
Jurnal “Antropologi Papua”. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh
staf redaksi jurnal “Antropologi Papua” yang membantu pihak Laboratorium
Antropologi dengan kerja keras dalam menyelesaikan jurnal ini.


Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN
Pandangan yang lain mengasosiasikan Antropologi dengan teori Evolusi dan

mengenyampingkan kerja dari Sang Pencipta dalam mempelajari
Leonard Siregar
kemunculan dan perkembangan mahluk manusia. Masyarakat yang
(Dosen Tetap di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih dan Ketua
mempunyai pandangan yang sangat keras terhadap penciptaan manusia dari
Laboratorium Antropologi Universitas Cenderawasih)
sudut agama kemudian melindungi bahkan melarang anak-anak mereka dari

Antroplogi dan doktrin-doktrinnya. Bahkan masih banyak orang awam
Abstract
yang berpikir kalau Antropologi itu bekerja atau meneliti orang-orang yang

aneh dan eksotis yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dimana mereka
Anthropology is about all human beings, and it is the charge of the Anthropology to
masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang bagi masyarakat umum
tell about human story, not just the good side but also the bad. It should include not
adalah asing.
just one group of people, but others. It shouldn’t illustrate just one aspect of human
Semua pandangan tentang ilmu Antroplogi ini pada tingkat tertentu ada
life, but all.
benarnya, tetapi seperti ada cerita tentang beberapa orang buta yang ingin

mengetahui bagaimana bentuk seekor gajah dimana masing-masing orang
The article tries to revolve around a number of general pedagogical questions such
as: What do anthropologists study? How do they go about it? What perspective do

hanya meraba bagian-bagian tertentu saja sehingga anggapan mereka
they bring to their work? And what is the relation of the Anthropology with the
tentang bentuk gajah itupun menjadi bermacam-macam, terjadi juga pada
Culture.
Antropologi. Pandangan yang berdasarkan informasi yang sepotong-

sepotong ini mengakibatkan kekurang pahaman masyarakat awam tentang
A. PENDAHULUAN
apa sebenarnya Antropologi itu.


Seorang filsuf China; Lao Chai, pernah berkata bahwa suatu perjalanan yang
Antropologi memang tertarik pada masa lampau. Mereka ingin tahu tentang
bermil-mil jauhnya dimulai dengan hanya satu langkah. Pembaca dari materi
asal-mula manusia dan perkembangannya, dan mereka juga mempelajari
ini juga baru memulai suatu langkah kedalam lapangan dari suatu bidang
masyarakat-masyarakat yang masih sederhana (sering disebut dengan
ilmu yang disebut dengan Antropologi.
primitif). Tetapi sekarang Antropologi juga mempelajari tingkah-laku

manusia di tempat-tempat umum seperti di restaurant, rumah-sakit dan di
Benda apa yang disebut dengan Antropologi itu? Beberapa atau bahkan
tempat-tempat bisnis modern lainnya. Mereka juga tertarik dengan bentuk-
banyak orang mungkin sudah pernah mendengarnya. Beberapa orang
bentuk pemerintahan atau negara modern yang ada sekarang ini sama
mungkin mempunyai ide-ide tentang Antropologi yang didapat melalui
tertariknya ketika mereka mempelajari bentuk-bentuk pemerintahan yang
berbagai media baik media cetak maupun media elektronik. Beberapa orang
sederhana yang terjadi pada masa lampau atau masih terjadi pada
lagi bahkan mungkin sudah pernah membaca literature-literature atau
masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil.
tulisan-tulisan tentang Antropologi.


B. BIDANG ILMU ANTROPOLOGI
Banyak orang berpikir bahwa para ahli Antropologi adalah ilmuwan yang

hanya tertarik pada peninggalan-peninggalan masa lalu; Antroplogi bekerja
Dalam kenyataannya, Antropologi mempelajari semua mahluk manusia
menggali sisa-sisa kehidupan masa lalu untuk mendapatkan pecahan guci-
yang pernah hidup pada semua waktu dan semua tempat yang ada di muka
guci tua, peralatan –peralatan dari batu dan kemudian mencoba memberi arti
bumi ini. Mahluk manusia ini hanyalah satu dari sekian banyak bentuk
dari apa yang ditemukannya itu.
mahluk hidup yang ada di bumi ini yang diperkirakan muncul lebih dari 4

milyar tahun yang lalu.


Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

Antropologi bukanlah satu satunya ilmu yang mempelajari manusia. Ilmu-
barang tambang mereka. Tujuannya adalah menggunakan bukti-bukti yang
ilmu lain seperti ilmu Politik yang mempelajari kehidupan politik manusia,
mereka dapatkan untuk merekonstruksi atau membentuk kembali model-
ilmu Ekonomi yang mempelajari ekonomi manusia atau ilmu Fisiologi yang
model kehidupan pada masa lampau. Dengan melihat pada bentuk
mempelajari tubuh manusia dan masih banyak lagi ilmuilmu lain, juga
kehidupan yang direnkonstruksi tersebut dapat dibuat dugaan-dugaan
mempelajari manusia. Tetapi ilmu-ilmu ini tidak mempelajari atau melihat
bagaimana masyarakat yang sisa-sisanya diteliti itu hidup atau bagaimana
manusia secara menyeluruh atau dalam ilmu Antropologi disebut dengan
mereka datang ketempat itu atau bahkan dengan siapa saja mereka itu dulu
Holistik, seperti yang dilakukan oleh Antropologi. Antropologi berusaha
berinteraksi.
untuk melihat segala aspek dari diri mahluk manusia pada semua waktu dan

di semua tempat, seperti: Apa yang secara umum dimiliki oleh semua
B.1.3. Antropologi Sosial-Budaya
manusia? Dalam hal apa saja mereka itu berbeda? Mengapa mereka

bertingkah-laku seperti itu? Ini semua adalah beberapa contoh pertanyaan
Antropologi Sosial-Budaya atau lebih sering disebut Antropologi Budaya
mendasar dalam studi-studi Antropologi.
berhubungan dengan apa yang sering disebut dengan Etnologi. Ilmu ini

mempelajari tingkah-laku manusia, baik itu tingkah-laku individu atau
B.1. Cabang-cabang dalam Ilmu Antropologi
tingkah laku kelompok. Tingkah-laku yang dipelajari disini bukan hanya

kegiatan yang bisa diamati dengan mata saja, tetapi juga apa yang ada dalam
Seperti ilmu-ilmu lain, Antropologi juga mempunyai spesialisasi atau
pikiran mereka. Pada manusia, tingkah-laku ini tergantung pada proses
pengkhususan. Secara umum ada 3 bidang spesialisasi dari Antropologi,
pembelajaran. Apa yang mereka lakukan adalah hasil dari proses belajar
yaitu Antropologi Fisik atau sering disebut juga dengan istilah Antropologi
yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya disadari atau tidak.
Ragawi. Arkeologi dan Antropologi Sosial-Budaya.
Mereka mempelajari bagaimana bertingkah-laku ini dengan cara mencontoh

atau belajar dari generasi diatasnya dan juga dari lingkungan alam dan sosial
B.1.1. Antropologi Fisik
yang ada disekelilingnya. Inilah yang oleh para ahli Antropologi disebut

dengan kebudayaan. Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia, baik
Antropologi Fisik tertarik pada sisi fisik dari manusia. Termasuk
itu kelompok kecil maupun kelompok yang sangat besar inilah yang menjadi
didalamnya mempelajari gen-gen yang menentukan struktur dari tubuh
objek spesial dari penelitian-penelitian Antropologi Sosial Budaya. Dalam
manusia. Mereka melihat perkembangan mahluk manusia sejak manusia itu
perkembangannya Antropologi Sosial-Budaya ini memecah lagi kedalam
mulai ada di bumi sampai manusia yang ada sekarang ini. Beberapa ahli
bentuk-bentuk spesialisasi atau pengkhususan disesuaikan dengan bidang
Antropologi Fisik menjadi terkenal dengan penemuan-penemuan fosil yang
kajian yang dipelajari atau diteliti. Antroplogi Hukum yang mempelajari
membantu memberikan keterangan mengenai perkembangan manusia. Ahli
bentuk-bentuk hukum pada kelompok-kelompok masyarakat atau
Antropologi Fisik yang lain menjadi terkenal karena keahlian forensiknya;
Antropologi Ekonomi yang mempelajari gejala-gejala serta bentuk-bentuk
mereka membantu dengan menyampaikan pendapat mereka pada sidang-
perekonomian pada kelompok-kelompok masyarakat adalah dua contoh dari
sidang pengadilan dan membantu pihak berwenang dalam penyelidikan
sekian banyak bentuk spesialasi dalam Antropologi Sosial-Budaya.
kasus-kasus pembunuhan.


C. KONSEP KEBUDAYAAN
B.1.2. Arkeologi


Kata Kebudayaan atau budaya adalah kata yang sering dikaitkan dengan
Ahli Arkeologi bekerja mencari benda-benda peninggalan manusia dari
Antropologi. Secara pasti, Antropologi tidak mempunyai hak eksklusif
masa lampau. Mereka akhirnya banyak melakukan penggalian untuk
untuk menggunakan istilah ini. Seniman seperti penari atau pelukis dll juga
menemukan sisa-sisa peralatan hidup atau senjata. Benda –benda ini adalah
memakai istilah ini atau diasosiasikan dengan istilah ini, bahkan pemerintah

Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

juga mempunyai departemen untuk ini. Konsep ini memang sangat sering
dalam gen mereka yang berubah secara sangat lambat dalam mengikuti
digunakan oleh Antropologi dan telah tersebar kemasyarakat luas bahwa
perubahan lingkungan di sekitarnya. Perubahan tingkah laku lebah akhirnya
Antropologi bekerja atau meneliti apa yang sering disebut dengan
harus menunggu perubahan dalam gen nya. Hasilnya adalah tingkah-laku
kebudayaan. Seringnya istilah ini digunakan oleh Antropologi dalam
lebah menjadi tidak fleksibel. Berbeda dengan manusia, tingkah laku
pekerjaan-pekerjaannya bukan berarti para ahli Antropolgi mempunyai
manusia sangat fleksibel. Hal ini terjadi karena kemampuan yang luar biasa
pengertian yang sama tentang istilah tersebut. Seorang Ahli Antropologi
dari manusia untuk belajar dari pengalamannya. Benar bahwa manusia
yang mencoba mengumpulkan definisi yang pernah dibuat mengatakan ada
tidak terlalu istimewa dalam belajar karena mahluk lainnya pun ada yang
sekitar 160 defenisi kebudayaan yang dibuat oleh para ahli Antropologi.
mampu belajar, tetapi kemampuan belajar dari manusia sangat luar-biasa
Tetapi dari sekian banyak definisi tersebut ada suatu persetujuan bersama
dan hal lain yang juga sangat penting adalah kemampuannya untuk
diantara para ahli Antropologi tentang arti dari istilah tersebut. Salah satu
beradaptasi dengan apa yang telah dipelajari itu.
definisi kebudayaan dalam Antropologi dibuat seorang ahli bernama Ralph

Linton yang memberikan defenisi kebudayaan yang berbeda dengan
C.1. Kebudayaan Diperoleh dari Belajar
pengertian kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari:


Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki dengan cara belajar.
“Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak
Dia tidak diturunkan secara bilogis atau pewarisan melalui unsur genetis.
hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi
Hal ini perlu ditegaskan untuk membedakan perilaku manusia yang
dan lebih diinginkan”.
digerakan oleh kebudayaan dengan perilaku mahluk lain yang tingkah-

lakunya digerakan oleh insting.
Jadi, kebudayaan menunjuk pada berbagai aspek kehidupan. Istilah ini

meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan
Ketika baru dilahirkan, semua tingkah laku manusia yang baru lahir tersebut
juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau
digerakkan olen insting dan naluri. Insting atau naluri ini tidak termasuk
kelompok penduduk tertentu.
dalam kebudayaan, tetapi mempengaruhi kebudayaan. Contohnya adalah

kebutuhan akan makan. Makan adalah kebutuhan dasar yang tidak termasuk
Seperti semua konsep-konsep ilmiah, konsep kebudayaan berhubungan
dalam kebudayaan. Tetapi bagaimana kebutuhan itu dipenuhi; apa yang
dengan beberapa aspek “di luar sana” yang hendak diteliti oleh seorang
dimakan, bagaimana cara memakan adalah bagian dari kebudayaan. Semua
ilmuwan. Konsep-konsep kebudayaan yang dibuat membantu peneliti dalam
manusia perlu makan, tetapi kebudayaan yang berbeda dari kelompok-
melakukan pekerjaannya sehingga ia tahu apa yang harus dipelajari. Salah
kelompoknya menyebabkan manusia melakukan kegiatan dasar itu dengan
satu hal yang diperhatikan dalam penelitian Antropologi adalah perbedaan
cara yang berbeda. Contohnya adalah cara makan yang berlaku sekarang.
dan persamaan mahluk manusia dengan mahluk bukan manusia seperti
Pada masa dulu orang makan hanya dengan menggunakan tangannya saja,
simpanse atau orang-utan yang secara fisik banyak mempunyai kesamaan-
langsung menyuapkan makanan kedalam mulutnya, tetapi cara tersebut
kesamaan. Bagaimana konsep kebudayaan membantu dalam
perlahan lahan berubah, manusia mulai menggunakan alat yang sederhana
membandingkan mahluk-mahluk ini? Isu yang sangat penting disini adalah
dari kayu untuk menyendok dan menyuapkan makanannya dan sekarang alat
kemampuan belajar dari berbagai mahluk hidup. Lebah melakukan
tersebut dibuat dari banyak bahan. Begitu juga tempat dimana manusia itu
aktifitasnya hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dalam
makan. Dulu manusia makan disembarang tempat, tetapi sekarang ada
bentuk yang sama. Setiap jenis lebah mempunyai pekerjaan yang khusus
tempat-tempat khusus dimana makanan itu dimakan. Hal ini semua terjadi
dan melakukan kegiatannya secara kontinyu tanpa memperdulikan
karena manusia mempelajari atau mencontoh sesuatu yang dilakukan oleh
perubahan lingkungan disekitarnya. Lebah pekerja terus sibuk
generasi sebelumya atau lingkungan disekitarnya yang dianggap baik dan
mengumpulkan madu untuk koloninya. Tingkah laku ini sudah terprogram
berguna dalam hidupnya.

Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002


perilaku sebenarnya karena pola-pola tersebut telah dikesampingkan oleh
Sebaliknya kelakuan yang didorong oleh insting tidak dipelajari. Semut
cara-cara yang dibiasakan oleh masyarakat.
semut yang dikatakan bersifat sosial tidak dikatakan memiliki kebudayaan,

walaupun mereka mempunyai tingkah-laku yang teratur. Mereka membagi
Pembatasan kebudayaan itu sendiri biasanya tidak selalu dirasakan oleh para
pekerjaannya, membuat sarang dan mempunyai pasukan penyerbu yang
pendukung suatu kebudayaan. Hal ini terjadi karena individu-individu
semuanya dilakukan tanpa pernah diajari atau tanpa pernah meniru dari
pendukungnya selalu mengikuti cara-cara berlaku dan cara berpikir yang
semut yang lain. Pola kelakuan seperti ini diwarisi secara genetis.
telah dituntut oleh kebudayaan itu. Pembatasan-pembatasan kebudayaan

baru terasa kekuatannya ketika dia ditentang atau dilawan. Pembatasan
C.2. Kebudayaan Milik Bersama
kebudayaan terbagi kedalam 2 jenis yaitu pembatasan kebudayaan yang

langsung dan pembatasan kebudayaan yang tidak langsung. Pembatasan
Agar dapat dikatakan sebagai suatu kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan
langsung terjadi ketika kita mencoba melakukan suatu hal yang menurut
seorang individu harus dimiliki bersama oleh suatu kelompok manusia. Para
kebiasaan dalam kebudayaan kita merupakan hal yang tidak lazim atau
ahli Antropologi membatasi diri untuk berpendapat suatu kelompok
bahkan hal yang dianggap melanggar tata kesopanan atau yang ada. Akan
mempunyai kebudayaan jika para warganya memiliki secara bersama
ada sindiran atau ejekan yang dialamatkan kepada sipelanggar kalau hal
sejumlah pola-pola berpikir dan berkelakuan yang sama yang didapat
yang dilakukannya masih dianggap tidak terlalu berlawanan dengan
melalui proses belajar.
kebiasaan yang ada, akan tetapi apabila hal yang dilakukannya tersebut

sudah dianggap melanggar tata-tertib yang berlaku dimasyarakatnya, maka
Suatu kebudayaan dapat dirumuskan sebagai seperangkat kepercayaan,
dia mungkin akan dihukum dengan aturan-aturan yang berlaku dalam
nilai-nilai dan cara berlaku atau kebiasaan yang dipelajari dan yang dimiliki
masyarakatnya. Contoh dari pembatasan langsung misalnya ketika
bersama oleh para warga dari suatu kelompok masyarakat. Pengertian
seseorang melakukan kegiatan seperti berpakaian yang tidak pantas kedalam
masyarakat sendiri dalam Antropologi adalah sekelompok orang yang
gereja. Ada sejumlah aturan dalam setiap kebudayaan yang mengatur
tinggal di suatu wilayah dan yang memakai suatu bahasa yang biasanya
tentang hal ini. Kalau si individu tersebut hanya tidak mengenakan baju saja
tidak dimengerti oleh penduduk tetangganya.
ketika ke gereja, mungkin dia hanya akan disindir atau ditegur dengan pelan.

Akan tetapi bila si individu tadi adalah seorang wanita dan dia hanya
C.3. Kebudayaan sebagai Pola
mengenakan pakaian dalam untuk ke gereja, dia mungkin akan di tangkap

oleh pihak-pihak tertentu karena dianggap mengganggu ketertiban umum.
Dalam setiap masyarakat, oleh para anggotanya dikembangkan sejumlah
Dalam pembatasan-pembatasan tidak langsung, aktifitas yang dilakukan
pola-pola budaya yang ideal dan pola-pola ini cenderung diperkuat dengan
oleh orang yang melanggar tidak dihalangi atau dibatasi secara langsung
adanya pembatasan-pembatasan kebudayaan. Pola-pola kebudayaan yang
akan tetapi kegiatan tersebut tidak akan mendapat respons atau tanggapan
ideal itu memuat hal-hal yang oleh sebagian besar dari masyarakat tersebut
dari anggota kebudayaan yang lain karena tindakan tersebut tidak dipahami
diakui sebagai kewajiban yang harus dilakukan dalam keadaan-keadaan
atau dimengerti oleh mereka. Contohnya: tidak akan ada orang yang
tertentu. Pola-pola inilah yang sering disebut dengan norma-norma,
melarang seseorang di pasar Hamadi, Jayapura untuk berbelanja dengan
Walaupun kita semua tahu bahwa tidak semua orang dalam kebudayaannya
menggunakan bahasa Polandia, akan tetapi dia tidak akan dilayani karena
selalu berbuat seperti apa yang telah mereka patokkan bersama sebagai hal
tidak ada yang memahaminya.
yang ideal tersebut. Sebab bila para warga masyarakat selalu mematuhi dan

mengikuti norma-norma yang ada pada masyarakatnya maka tidak akan ada
Pembatasan-pembatasan kebudayaan ini tidak berarti menghilangkan
apa yang disebut dengan pembatasan-pembatasan kebudayaan. Sebagian
kepribadian seseorang dalam kebudayaannya. Memang kadang-kadang
dari pola-pola yang ideal tersebut dalam kenyataannya berbeda dengan
pembatasan kebudayaaan tersebut menjadi tekanan-tekanan sosial yang

Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

mengatur tata-kehidupan yang berjalan dalam suatu kebudayaan, tetapi
hal tersebut mungkin suatu cara menyesuaikan diri pada lingkungan fisik
bukan berarti tekanan-tekanan sosial tersebut menghalangi individu-individu
dimana mereka berada. Mungkin daerah dimana mereka tinggal tidak terlalu
yang mempunyai pendirian bebas. Mereka yang mempunyai pendirian
mudah memenuhi kebutuhan makan mereka, sehingga sebagai strategi
seperti ini akan tetap mempertahankan pendapat-pendapat mereka, sekalipun
memberikan gizi yang cukup bagi anak bayi dibuatlah pantangan-pantangan
mereka mendapat tentangan dari pendapat yang mayoritas.
tersebut. Hal ini nampaknya merupakan hal yang sepele tetapi sebenarnya

merupakan suatu pencapaian luar biasa dari kelompok masyarakat tersebut
Kenyataan bahwa banyak kebudayaan dapat bertahan dan berkembang
untuk memahami lingkungannya dan berinteraksi dengan cara melakukan
menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan yang dikembangkan oleh
pantangan-pantangan tersebut. Pemahaman akan lingkungan seperti ini dan
masyarakat pendukungnya disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan
penyesuaian yang dilakukan oleh kebudayaan tersebut membutuhkan suatu
tertentu dari lingkungannya. Ini terjadi sebagai suatu strategi dari
pengamatan yang seksama dan dilakukan oleh beberapa generasi untuk
kebudayaan untuk dapat terus bertahan, karena kalau sifat-sifat budaya tidak
sampai pada suatu kebijakan yaitu melakukan pantangan tadi. Begitu juga
disesuaikan kepada beberapa keadaan tertentu, kemungkinan masyarakat
dengan penyesuaian kepada lingkungan sosial suatu masyarakat; bagi orang
untuk bertahan akan berkurang. Setiap adat yang meningkatkan ketahanan
awam mungkin akan merasa adalah suatu hal yang tidak perlu untuk
suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu biasanya merupakan adat yang
membangun kampung jauh diatas bukit atau kampung di atas air dan
dapat disesuaikan, tetapi ini bukan berarti setiap ada mode yang baru atau
sebagainya, karena akan banyak sekali kesulitan-kesulitan praktis dalam
sistim yang baru langsung diadopsi dan adat menyesuaikan diri dengan
memilih tempat-tempat seperti itu. Tetapi bila kita melihat mungkin pada
pembaruan itu. Karena dalam adat-istiadat itu ada konsep yang dikenal
hubungan-hubungan sosial yang terjadi di daerah itu, akan didapat sejumlah
dengan sistim nilai budaya yang merupakan konsep-konsep mengenai apa
alasan mengapa pilihan tersebut harus dilakukan. Mungkin mereka
yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga suatu kebudayaan
mendapat tekanan-tekanan sosial dari kelompok-kelompok masyarakat
tentang apa yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam
disekitarnya dalam bentuk yang ekstrim sehingga mereka harus
hidup, sehingga ia memberi pedoman, arah serta orientasi kepada kehidupan
mempertahankan diri dan salah satu cara terbaik dalam pilihan mereka
warga masyarakat pendukung kebudayaan tersebut.
adalah membangun kampung di puncak bukit.


C.4. Kebudayaan Bersifat Dinamis dan Adaptif
Kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat tertentu merupakan cara

penyesuaian masyarakat itu terhadap lingkungannya, akan tetapi cara
Pada umumnya kebudayaan itu dikatakan bersifat adaptif, karena
penyesuaian tidak akan selalu sama. Kelompok masyarakat yang berlainan
kebudayaan melengkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada
mungkin saja akan memilih cara-cara yang berbeda terhadap keadaan yang
kebutuhan-kebutuhan fisiologis dari badan mereka, dan penyesuaian pada
sama. Alasan mengapa masyarakat tersebut mengembangkan suatu jawaban
lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya.
terhadap suatu masalah dan bukan jawaban yang lain yang dapat dipilih
Banyak cara yang wajar dalam hubungan tertentu pada suatu kelompok
tentu mempunyai sejumlah alasan dan argumen. Alasan–alasan ini sangat
masyarakat memberi kesan janggal pada kelompok masyarakat yang lain,
banyak dan bervariasi dan ini memerlukan suatu penelitian untuk
tetapi jika dipandang dari hubungan masyarakat tersebut dengan
menjelaskannya.
lingkungannya, baru hubungan tersebut bisa dipahami. Misalnya, orang

akan heran kenapa ada pantangan-pantangan pergaulan seks pada
Tetapi harus diingat juga bahwa masyarakat itu tidak harus selalu
masyarakat tertentu pada kaum ibu sesudah melahirkan anaknya sampai
menyesuaikan diri pada suatu keadaan yang khusus. Sebab walaupun pada
anak tersebut mencapai usia tertentu. Bagi orang di luar kebudayaan
umumnya orang akan mengubah tingkah-laku mereka sebagai jawaban atau
tersebut, pantangan tersebut susah dimengerti, tetapi bagi masrakat
penyesuaian atas suatu keadaan yang baru sejalan dengan perkiraan hal itu
pendukung kebudayaan yang melakukan pantangan-pantangan seperti itu,
akan berguna bagi mereka, hal itu tidak selalu terjadi. Malahan ada

Antropologi Papua




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

masyarakat yang dengan mengembangkan nilai budaya tertentu untuk
REFERENSI
menyesuaikan diri mereka malah mengurangi ketahanan masyarakatnya

sendiri. Banyak kebudayaan yang punah karena hal-hal seperti ini. Mereka
Benedict, Ruth, Patterns of Culture. Boston: Houghton Mifflin Co., 1980.
memakai kebiasaan-kebiasaan baru sebagai bentuk penyesuaian terhadap

keadaan-keadaan baru yang masuk kedalam atau dihadapi kebudayaannya
Harris, Marvin, “Culture, People, Nature; An Introduction to General
tetapi mereka tidak sadar bahwa kebiasaan-kebiasaan yang baru yang dibuat
Anthropology”, New York, Harper and Row Publishers, 1988.
sebagai penyesuaian terhadap unsur-unsur baru yang masuk dari luar

kebudayaannya malah merugikan mereka sendiri. Disinilah pentingnya filter
Richardson, Miles, “Anthropologist-the Myth Teller,” American
atau penyaring budaya dalam suatu kelompok masyarakat. Karena sekian
Ethnologist, 2, no.3 (August 1975).
banyak aturan, norma atau adat istiadat yang ada dan berlaku pada suatu
kebudayaan bukanlah suatu hal yang baru saja dibuat atau dibuat dalam satu
dua hari saja. Kebudayaan dengan sejumlah normanya itu merupakan suatu
akumulasi dari hasil pengamatan, hasil belajar dari pendukung kebudayaan
tersebut terhadap lingkungannya selama beratus-ratus tahun dan dijalankan
hingga sekarang karena terbukti telah dapat mempertahankan kehidupan
masyarakat tersebut.

Siapa saja dalam masyakarat yang melakukan filterasi atau penyaringan ini
tergantung dari masyarakat itu sendiri. Kesadaran akan melakukan
penyaringan ini juga tidak selalu sama pada setiap masyarakat dan hasilnya
juga berbeda pada setiap masyarakat. Akan terjadi pro-kontra antara
berbagai elemen dalam masyarakat, perbedaan persepsi antara generasi tua
dan muda, terpelajar dan yang kolot dan banyak lagi lainnya.

D. PENUTUP

Benar bahwa unsur-unsur dari suatu kebudayaan tidak dapat dimasukan
kedalam kebudayaan lain tanpa mengakibatkan sejumlah perubahan pada
kebudayaan itu. Tetapi harus dingat bahwa kebudayaan itu tidak bersifat
statis, ia selalu berubah. Tanpa adanya “gangguan” dari kebudayaan lain
atau asing pun dia akan berubah dengan berlalunya waktu. Bila tidak dari
luar, akan ada individu-individu dalam kebudayaan itu sendiri yang akan
memperkenalkan variasi-variasi baru dalam tingkah-laku yang akhirnya
akan menjadi milik bersama dan dikemudian hari akan menjadi bagian dari
kebudayaannya. Dapat juga terjadi karena beberapa aspek dalam lingkungan
kebudayaan tersebut mengalami perubahan dan pada akhirnya akan
membuat kebudayaan tersebut secara lambat laun menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi tersebut.

Antropologi Papua (ISSN: 1693-2099)




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

PENERAPAN ILMU ANTROPOLOGI KESEHATAN DALAM
Pokok perhatian Kutub Biologi :
PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT PAPUA
• Pertumbuhan dan perkembangan manusia

• Peranan penyakit dalam evolusi manusia

• Paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)
Djekky R. Djoht

(Dosen Tetap di Jurusan Antropologi FISIP Universitas Cenderawasih dan Sekretaris
Pokok perhatian kutub sosial-budaya :
Laboratorium Antropologi Universitas Cenderawasih)


Sistem medis tradisional (etnomedisin)


Masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional
mereka
ABSTRACT


Tingkah laku sakit

As a branch of Anthropology, medical Anthropology studies biocultural relation
Hubungan antara dokter pasien
between human behaviour on medical aspect in the past and present, its also studies
• Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat
professional participation with their programs on improving public health by
kepada masyarakat tradisional.
understanding the relationship between the indication of biosociocultural with the

health, and the changing of healthy behaviour which is believed can improved the
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
degree of health.
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya

dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara
The author believes that with its “emik”and “ethic” perspectives, medical
keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi
Anthropology can join with others in developing the people in Papua. He argues
that with the province’s policies on developing pubic health in Papua, such as

kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).
regional development with health conception, professionalism on medical staff,

insurance on public health and desentralization is a suitable world for medical
Menurut Weaver :
Antrhropology.
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang

menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)


A. PENGERTIAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
Menurut Hasan dan Prasad :

Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita
sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran
Sarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena
(medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran
antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat
(medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-
dan pengaruh unsur budaya saja. Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari
masalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22)
itu seperti Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu antropologi

mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya (1984;76). Pengertian
Menurut Hochstrasser :
Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karya-
yang tepat karena termakutub dalam pengertian ilmu antropologi seperti
karyanya, yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan
disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson,
(Hochstrasser dan Tapp, 1970; 245).
Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit

dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.


Antropologi Papua (ISSN: 1693-2099)




Volume 1. No. 1, Agustus 2002

Menurut Lieban :
maupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum
Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,
sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren
1034)
dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial

yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat
Menurut Fabrega :
ditetapkan sebagai antropologi. Namun demikian tidak dapat dikatakan
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:
bahwa Vichrow berperan dalam pembentukan asal-usul bidang Antropologi
• Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan
Kesehatan tersebut., munculnya bidang baru memerlukan lebih dari sekedar
didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan
cetusan inspirasi yang cemerlang.
kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan

penyakit.
Tahun 1953
• Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan
Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan
terhadap pola-pola tingkahlaku. (Fabrga, 1972;167)
terdapat pada tulisan yang ditulis Caudill berjudul “Applied Anthropology

in Medicine”. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi
Dari definisi-definisi yang dibuat oleh ahli-ahli antropologi mengenai
meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan
Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan
suatu subdisiplin baru.
bahwa Antropologi Kesehatan mencakup:

1. Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam
Tahun 1963
masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku
Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul “Antropologi Kesehatan
manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan
dan Paul membicarakan “Ahli Antropologi Kesehatan” dalam suatu
penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari
artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru
pengetahuan tersebut;
ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari
2. Partisipasi profesional mereka dalam program-program yang bertujuan
penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi.
memperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar

tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan,
Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah
serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan
dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsall (1963) yang berjudul
meningkatkan kesehatan yang lebih baik.
Medical Behaviour Science yang berorientasi antropologi, sejumlah besar

(3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi
B. SEJARAH PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi.


Membicarakan sejarah munculnya dan perkembangan Antropologi
C. ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN EKOLOGI
Kesehatan, maka saya harus melihat dari awal mula munculnya istilah ini

dan penelitian-penelitian mengenai hal ini. Uraian sejarah muncul dan
1. Konsep-konsep Penting dalam Antropologi Kesehatan dan Ekologi
perkembangan antropologi kesehatan dibuat menurut urutan waktu

cetusannya:
SISTEM adalah Agregasi atau pengelompokan objek-objek yang

dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling
Tahun 1849
tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan
Rudolf Virchow, ahli patologi Jerman terkemuka, yang pada tahun 1849
sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk
menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat

Download
ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN as:

From:

To:

Share ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading