Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Arya Dirga in Case-48
Case #1 Blody Library
By: Fauzil Shin A.B.
Cast:
Main character :
(Masih dicari) as Arya Dirga
Rezky Wiranti Dhike as Dhike/Ikey
Melody Nurramdhani Laksani as Melo Laksani
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Sonya Pandarmawan as Sonya/panda
Dony Damara as Inspektur Polisi Bayu Stiawan
(Lagi di buru) as Bripda urif
(lagi ngilang) as Briptu Somad
Guest character:
Devi Kinal Putri as kinal
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Pak Hardian
Bu Mery
Pak Chandra
Bu Mega - (siapa ya yang cocok)
Pak Imron - (belum diputuskan)
Bu Rahma - (enaknya siapa ya)
Secret character:
Rica Leona as (ada deh)
Catatan:
Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan nama orang atau nama tempat, sori
banget ya, ga ada maksud apa-apa kok.
Mohon maaf sebelumnya jika seandainya para Mamber JKT48 ada yang merasa tidak
berkenan namanya digunakan dalam cerita ini, atau ada teman-teman dari fans-JKT48 yang tidak
setuju dengan dibuatnya cerita ini, saya mohon maaf sedalam-dalamnya, karena hal ini semata-
mata adalah bentuk kreatifitas saya dalam menunjukkan bahwa JKT48 telah member inspirasi
saya dalam menuliskan cerita ini.
Salam semangat dari saya buat para member JKT48.
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Tertenda:
Fauzil Shin
1.
Hujan sudah menghujam ganas sejak jam 5 pagi tadi, menurunkan membungkus kota
dengan selimut bening dan menurunkan suhu udara hingga 19 derajat celcius. Beberapa siswa
SMU Merdeka berlarian membelah derasnya guyuran hujan, kota ini semakin basah dimusim
yang tak mudah diterka. Ikey meloncat keluar dari mobil kijang om-nya, hari ini dia tak bisa
berangkat sendiri jalan kaki seperti biasanya, karena menurut om-nya naik mobil lebih efisien
dalam cuaca seperti ini. Raut mukanya masih masam dirundung kesal sejak bangun tidur, hal itu
disebabkan karena pagi pertama dia kembali ke sekolah harus berhadapan dengan musim yang
kasar dan bringas. Berteduh sebentar di depan gerbang sekolah. Ikey memperhatikan lapangan
halaman sekolahnya yang bergenangan air. Wajahnya semakin muram. Dengan memegang erat
payungnya, dia pun Berlari sambil berloncatan menghindari genangan air yang merintangi. Ikey
berhasil sampai di ambang lorong sekolah. Beberapa siswa juga sampai disana sambil melepas
atribut anti hujan mereka, payung dan jas hujan tentunya. Dengan wajah yang masih cemberut
dia membenarkan rambut pendeknya yang basah terkena tempias air hujan.
"Eh, yang baru balik dari liburan di jogja, kok cemberut" sebuah tepukan kecil
menyapanya dari belakang. Gadis manis berambut merah itu mencubit pipi Ikey yang lembut,
"Senyum dong, senyum! Kan udah empat hari ga ketemu, kangen nih!"
"Ih, kak Melo, bikin kaget aja." Wajah Ikey makin cemberut setelah mengetahui siapa
yang menegurnya itu.
Kakak kelasnya yang bernama Melo laksani ini tersenyum melihat raut wajah Ikey yang
tampak muram, niatnya yang ingin menggoda adik kelasnya itu semakin besar "Hahaha... gitu
aja kaget, biasa aja ah. Gimana liburannya dirumah tantemu, asyik?"
"Yah, lumayan sih bisa nge-refresh otak, Cuman rasanya empat hari kurang cukup."
"Ah, palingan kerjaanmu disana makan-tidur-main-jalanjalan... iya kan!"
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
"Haha kak Melo bisa aja, ga juga kok...!" senyum akhirnya mengisi wajah ikey.
"Yes, akhirnya senyum juga. Gitu dong key, kelamaan cemberut entar wajah manisnya
luntur lho, hehe..."
"Gimana ga kesel, masa hari aku kembali masuk sekolah mesti hujan gini, bikin ga mood
aja!" Ikey kambali menyerutkan wajah cemberutnya.
"Udah, jangan cemberut lagi. Senyum dong, senyum mendungnya cukup ada dilangit aja,
jangan di mukamu juga..." kata Melo menghibur, dia lalu melihat kearah jam tangannya "eh,
udah jam segini, ku masuk dulu ya."
Ikey melihat jam tangannya juga, "Iya nih, ku juga pengen ke kelas. Siang ini kita
ngumpul kan kak di klub!"
Melo berhenti sebentar "Yup, pasti dong, siap-siap ya, soalnya banyak tugas yang
menantimu disana. Hehe... dah" Melo pun berlari meninggalkan Ikey yang makin cemberut
mendengar ucapannya. Perasaan kesalnya semakin bertumpuk, tapi apa boleh buat, dia memang
masih memiliki tanggung jawab sebagai anggota klub mading yang diketuai kakak kelasnya itu.
Setelah menghembuskan napas keluhnya Ikey pun juga bergagas ke kelasnya setelah melihat jam
tangannya, jam 8.25, 5 menit lagi jam pelajaran pertama dimulai, kelas 11-B terletak di ujung
lorong lantai dua. Ikey pun bergagas lari kesana.
Tak jauh dari tempat Ikey tadi terjadi sebuah insiden, seorang murid berpakaian tidak
rapi, seragam yang dikeluarkan dari pinggang, berbadan besar dengan rambut gondrong sebahu,
di tangan dan di lehernya terdapat gelang perak dan kalung emas, dia sedang marah-marah
dengan siswa lain di sudut ruangan, rupanya ada siswa lain yang tanpa sengaja menginjak
sepatunya hingga terlepas. Pak Hardian, guru biologi yang kebetulan berada disitu mencoba
melerai, murid yang marah-marah itu pun pergi, sehingga tak ada masalah yang berkepanjangan.
***
Ikey menghela napas lega setelah sampai di kelasnya tepat waktu, diapun langsung
menuju mejanya yang berada di ujung sebelah kiri baris kedua dibelakang dekat jendela. Tiba-
tiba sebuah pelukan hangat dari belakang langsung menyergap Ikey setelah meletakkan tasnya di
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
meja, "Yee... lama ga ketemu, kangen-". Sonya atau lebih akrab dipanggil Panda, memang teman
dekatnya yang paling akrab diantara yang lain, sebab mereka sudah bersahabat sejak kelas 7
SMP. Sudah empat hari Sonya cuma bisa berhubungan dengan sahabatnya itu lewat telepon dan
SMS.
"Sama, aku juga kangen-" Ikey balik memeluk sahabatnya itu dengan lembut, "gimana
kabarmu Panda, kesepian tanpaku?" panda adalah panggilan akrabnya Ikey pada Sonya
"Banget! Kamu ga tau rasanya kalo ga ada temen yang asik diajakin becandaan ma
ngobrol kayak kamu!"
"Lho, kan kemaren udah ngobrol lewat telpon, masa mau curhat lagi."
"Tapi kan key, kalo lagi kesel ato lagi bete paling enak kan meluk kamu emmh"
"He, iya-iya! Eh, bentar lagi bel jam pertama bunyi lho, kamu bilang hari ini ada PR yang
mesti dikumpul!"
"Oh iya, aku lupa, hari ini kan PR Biologi dikumpulkan, mana jam Pertama lagi!"
"Hah, masa? Aduh, tadi malam ku Cuma bisa ngerjain setengahnya" Ikey pun kelabakan
sambil mengeluarkan bukunya dari tas. Tiba-tiba pintu kelas diketuk, "Hei, ayo semua duduk,
Jam Pelajaran pertama sudah dimulai, apa kalian ga dengar bunyi bel." siswa-siswa disana
langsung serempak duduk ke kursinya masing-masing ketika Ibu Mery salah satu guru masuk
keruangan kelas, "eh, kok bu Mery yang masuk, pak Hardian kemana?" bisik Ikey pada Sonya
yang duduk tepat disampingnya.
"Ga tau juga tuh," jawab Sonya. Ibu guru bahasa inggris yang tinggi semampai itu lalu
mengambil spidol dan menuliskan sesuatu dipapan tulis, tampak seperti halaman buku dan
nomor soal, "Hari ini Pak Hardian tidak masuk karena ada Seminar di Bogor, jadi kalian belajar
sendiri jam pelajaran pertama ini" kata bu Mery setelah menulis, pengumuman itu disambut
sorak bahagia sebagian siswa, tanpaknya beberapa dari mereka masih belum mengerjakan PR
yang diberikan Pak Hardian minggu lalu, termasuk Ikey yang meyimpulkan senyum lega. "tapi
kalian tetap harus mengumpulkan PR yang disuruh pak Hardian minggu lalu!" sambung bu
Mery, "Yaaah~" serentak semua siswa mengeluh. "Sudah-sudah, kerjakan juga soal yang ibu
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
tulis ini dari buku paket kalian, ibu mau ngajar di kelas lain dulu, jangan rebut ya meski ga ada
yang ngawasi!" ibu Mery pun menghilang dibalik pintu.
Akhirnya semua siswa berkelut dengan kesibukannya masing-masing. Perhatian Ikey
teralih sebentar pada meja kosong yang ada di belakangnya, seingatnya tak pernah ada meja dan
kursi bangku kosong dibelakangnya. Lalu dia kembali memfokuskan diri pada PR-nya yang
masih belum selesai setengahnya. Dua jam pelajaran telah dilewatkan anak-anak kelas 11-B
dengan kesibukan hingga bunyi bel istirahat pertama bordering nyaring mengiris desis percikan
hujan yang deras diluar kelas, bunyi bel ini bagai sebuah panggilan penyejuk hati yang ditunggu
semua murid ini. Meski begitu, tak semua murid pergi keluar, ada beberapa siswa yang lebih
memilih berdiam di kelas dari pada harus keluar di hari yang tidak terlalu bersahabat ini.
"Akh... akhirnya selesai juga!" ucap Sonya sambil merentangkan tangan keatas. "kamu
kenapa key" Tanya Sonya melihat Ikey melamun sambil melihat meja dibelakannya.
"Enggak, cuma seingatku dulu meja di belakangku ini ga ada deh, ini meja punya siapa
nya?" Tanya Ikey sambil menatap wajah sobatnya itu.
"Oh, itu punya murid pindahan yang datang dua hari yang lalu, masa kamu lupa key, aku
kan udah sempet cerita ke kamu lewat SMS, ada anak cowo murid pindahan dari luar negri,
Mmm... dari London... paris... atau aaa... dari mana kalo tidak salah, duh aku lupa, yang pasti
dari kota di Negara Eropa gitu deh."
"Hah Bule dong?"
"Hahaha.. bukan-bukan, orangnya asli keturunan Indonesia, cuma katanya udah lama
tinggal di luar negri"
"Kayak gimana sih orangnya?"
"Orangnya sih tinggi, lumayan kurus dan juga cool, cuma rada aneh. Kerjanya cuma diam
di sudut sambil denger musik dan ngemut permen, agak anti sosial gitu orangnya, kayaknya ga
pandai bergaul deh, soalnya tertutup banget dan jarang mau pas diajak ngumpul bareng."
Ikey memperhatikan korsi kosong itu sekali lagi, "Trus, dia ga masuk hari ini? Berani
benar anak baru udah coba-coba bolos"
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
"Kayaknya engga deh, soalnya pagi tadi dia udah datang disini sebelum aku, aneh juga
sih, tu anak kadang suka ga keliatan dan ngilang sendiri, kadang pas istirahat malahan dia pernah
ngilang pas pelajaran sedang berlangsung, aneh kan."
"Namanya?"
"Mmm... namanya... hmm aku lupa, Ah... aku ga bisa mikir kalo perutku kosong-" kata
Sonya pun memegang perutnya yang sudah meraung minta di-isi, "eh key, makan yuk... laper
nih!"
"Bentar ya, ku mau ke perpus dulu balikin buku, mau ikut!"
"Engga ah, ku mau langsung ke kantin, jumpa disana ya,"
"Yup. Kalo gitu sekalian nitip ya, pesanin nasi goreng ma jus mangga,"
"Ok, beres" merekapun berpisah di pintu kelas.
Hujan masih cukup deras mengurung sekolahan dengan arsiran air yang mendindingi
sekelilingnya, daun-daun hijau berterbangan tak mampu menopang tekanan air hujan, belum lagi
batang-batang pohon yang goyah dipeluk badai. Beberapa siswa lebih memilih duduk-duduk di
kelas atau di lorong, jam istirahat terasa membosankan ketika hujan, tak ada yang bebas ke
kantin, lapangan olahraga yang biasanya penuh dengan canda dan tawa berubah menjadi
kubangan air, tak ada yang main futsal atau basket seperti biasanya.
Letak perpustakaan agak terpisah dari gedung sekolah. Tepatnya di sebelah timur
lingkungan sekolah, dan tak ada atap yang menghubungkannya, sehingga siswa yang ingin
kesana di hari yang tak bersahabat ini mesti mengambil resiko diguyur hujan. Sebenarnya Ikey
malas untuk kesana, tapi buku yang dipinjamnya minggu lalu ini sudah melewati masa tenggat,
daripada harus bayar denda yang kian berbunga, apa boleh buat jika tak harus kesana hari ini
juga. Ikey membawa payungnya ke perpustakaan. Saat dalam perjalanan ke Pepustakaan, tiba-
tiba kilat menyambar dengan tiba-tiba, kilasan cahaya itu mengagetkan Ikey dan langsung
berteriak bersamaan dengan bunyi gemuruh petir.
Tiba-tiba sebuah kerjapan peristiwa melintas di otaknya, seolah potongan film yang
terpotong-potong, sebuah pemandagan asing tampak di pandangnya, dalam sejenak dia melihat
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
payung yang terbang bersama tiupan badai hujan dan jatuh ke aspal, lalu beralih ke seorang anak
berbuju merah yang menangis dibawah guyuran hujan, entah apa yang membuat tangis itu begitu
pilu terbungkus gemuruh petir yang turut menyambar kala itu. Seterusnya semua menjadi buram,
kabur dan sirna, yang tersisa dari pandangan dan kesadaran Ikey, hanya bunyi ketukan rintik
hujan dipayung, jalan yang basah, dan dirinya yang masih berdiri di tengah guyuran hujan.
Beberapa saat dia terkurung dalam lamunan.
Tiba-tiba sebuah tepukan di bahu mencabut paku lamunan Ikey "Hey, kamu ga apa-
apa?", rupanya pertanyaan itu berasal dari pak Chandra, kepala Staf tata usaha yang cukup
dikenali juga oleh para siswa.
"Oh, ga apa-apa pak, saya cuma kaget dengar suara guntur!" kata Ikey sambil mencoba
tersenyum, dia pun berlari ke arah perpustakaan.
Sejenak setelah sampai di pelataran perpus dan menutup payungnya, Ikey lalu memijit
dahinya, dan sambil bertanya-tanya, apa itu tadi? Siapa anak perempuan yang dilihatnya tadi,
kenapa ingatan itu ada dalam otaknya? Kenapa semua itu bisa terlintas dalam pikirannya? Sesaat
Ikey tenggelam dalam lamunannya.
Ikey pun tak mau meneruskan lamunannya, ia lalu masuk kedalam perpus dan bejalan
kearah meja pejaga perpus. Disana seorang wanita muda berperawakan agak kecil dengan wajah
bulat hidung yang kecil dan rambut hitam di ikat dibelakang sedang terbenam dibalik buku novel
yang dibacanya, Mega Utami atau dipaggil bu Mega ini merupakan penjaga perpustakaan yang
sudah 2 tahun bekerja di sini, saat itu sepertinya dia sedang asik terhanyut dalam bacaannya,
kelihatannya dia baru saja menerima stok bacaan baru untuk perpus, bisa dilihat dari buku-buku
yang masih berbungkus pelastik tipis dan ditumpuk di meja perpus. Dengan ragu-ragu Ikey pun
mendekati meja bu Mega.
"Bu, saya mau balikin buku!" kata Ikey dengan nada yang rendah namun jelas. Mega
membenarkan letak kacamata bacanya dan memperhatikan Ikey yang berdiri di depannya.
"Ya udah, taruh aja disitu!" katanya seraya kembali mengalihkan pandangannya ke novel
yang sedang dibacanya.
Generated by Foxit PDF Creator (c) Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
"Tapi, aku udah telat dua hari lho bu!" ucap Ikey jujur. Bu Mega lalu meletakkan novel
yang sedang dibacanya itu, lalu memeriksa tanggal pengembalian dari catatan di belakang buku
yang dikembalikan Ikey.
"Huh... Ya udah sini, ga papa, lain kali kembalikan tepat waktu ya!" katanya sambil
membuka kembali novel yang di tutupnya tadi.
"Eh, ee iya, trimakasih" dalam hati Ikey menggerutu, kok bisa ada penjaga perpus yang
tidak fokus dalam pekerjaannya. Seharusnya orang kalau diserahi tugas mesti berdedikasi dong
dengan pekerjaannya, bukannya sambil santai-santai baca novel. Tapi Ikey mencoba maklum,
dia lihat perpusatakaan lumayan sepi, bahkan tak terlihat siswa yang ada disitu saat itu. samar-
samar terdengar suara siulan dari jauh dan menggema di sudut ruangan, mungkin masih ada
siswa lain yang ada di situ, dilihatnya tadi di daftar masuk pun ada dua siswa yang sudah masuk
ke perpus sejak pagi ini sebelum dia.
Handphone Ikey tiba-tiba bergetar, bunyi rington Aitakatta-AKB48-nya tak terlalu
kedengaran karena derasnya hujan makin meningkat, sebuah SMS dari Sonya berbunyi "Ikey,
cepetan kemari, nasigor mu ntar dingin lho" Ikey tersenyum kecil, langsung menyambar
payungnya dan bergagas menuju kantin.
Jam istirahat sudah hampir selesai, para siswa kembali ke kelasnya masing-masing,
hampir tak semua siswa memang tak menghabiskan jam istirahatnya diluar kelas di cuaca yang
menjengkelkan ini. Jam pelajaran keempat dimulai beberapa menit lagi, Ikey tertarik pada tas
gendong yang terbuat dari kain berwarna hijau yang diletakkan di kursi kosong dibelakang
kursinya. Dia menduga jangan-jangan ini milik murid pindahan itu, tapi kok orangnya ga ada.
"Eh, Sonya, ini punya anak baru itu ya?" Tanya Ikey ke Sonya yang baru balik dari toilet.
"Mmm... kayaknya!"
"Orangnya mana, kok Cuma tas nya doing?"
Sonya lalu duduk di kursinya di samping Ikey, "duh penasaran banget, kamu naksir ya,"
"Ah, engga. Mana ada aku naksir ma orang yang belum pernah ku lihat"
Add New Comment