This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Others

ASPEK HUKUM REKAM MEDIS

0.00 (0 votes)
Document Description
Status hukum dan peraturan tentang catatan kesehatan harus dijaga oleh institusi pelayanan kesehatan. Istitusi kesehatan tidak memiliki hukum atau peraturan pemerintah pusat. Institusi pelayanan kesehatan harus menyimpan catatan mengenai kesehatan karena hukum atau peraturan tersebut penting sebagai kepedulian pasien dan dokumen yang syah. Status hukum minimum berisi tentang alamat pasien. Selain itu juga harus berisi tentang identitas data, ramalan penyakit, sejarah keluarga, tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, laporan konsultasi, laporan laboratorium, prosedur operasi, laporan khusus, waktu tindakan, catatan perkembangan pasien, laporan asuhan perawatan, terapi, ringkasan pasien masuk, catatan untuk menentukan diagnosis akhir, komplikasi, pemeriksaan prosedur, dan tanda tangan kehadiran dokter.
File Details
  • Added: October, 22nd 2010
  • Reads: 1058
  • Downloads: 40
  • File size: 36.81kb
  • Pages: 7
  • Tags: medis, akurat, hukum
  • content preview
Submitter
  • Name: isabel
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Bagaimana prosedur dan pengarsipan Rekam Medis di RSUD

by: wira, 75 pages

Bagaimana prosedur dan pengarsipan Rekam Medis di RSUD

ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN TINJAUAN SINGKAT UU NOMOR 8 ...

by: hakem, 24 pages

Apakah uu tentang Perlindungan Konsumen memang dibutuhkan bangsa ini? Apakah perundang-undangan yang ada tidak cukup untuk tujuan yang ingin dicapai UU ini? Apakah falsafahnya? Apakah rationya? Dalam ...

ABORTUS PROVOCATUS DAN HUKUM

by: ryan, 6 pages

A. Pendahuluan : Pengertian Abortus (aborsi). Di kalangan ahli kedokteran dikenal dua macam abortus (keguguran kandungan) yakni abortus spontan dan abortus buatan. Abortus spontan adalah merupakan ...

HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA

by: nasreddine, 13 pages

Hukum humaniter internasional memiliki sejarah yang singkat namun penuh peristiwa. Baru pada pertengahan abad XIX, Negara-Negara melakukan kesepakatan tentang peraturan-peraturan internasional untuk ...

Filsafat Hukum

by: AP Edi Atmaja, 0 pages

Makalah Fiilsafat Hukum tentang Individualisme dan Kolektivisme.

Jurnal Hukum Justissica - Vol. 5 | Juni 2011

by: justissica, 82 pages

Kumpulan artikel ilmiah bidang hukum

II. Pelanggaran Konstitusi, Hukum dan Peraturan Indonesia, dan Hak ...

by: alexandre, 378 pages

Istilah-istilah yang diuraikan dalam Daftar Istilah ini memiliki arti sebagaimana dinyatakan di sini, dan jika digunakan dalam bagian apapun dari Pembelaan memiliki makna sebagaimana didefinisikan ...

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN

by: regina, 15 pages

Masalah perlindungan konsumen yang secara tegas ditangani secara khusus, baru dikenal dan tumbuh di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, sehingga belum mengakar pada segenap lapisan dan kelompok ...

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK ANAK DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA ...

by: indiana, 11 pages

Up till now, the government is considered less capable to realize the rules on children protection. Therefore the people participation become so important to be involved,they are those parties who ...

Menyimak Pemikiran Hukum Islam Satria Effendi

by: sasa, 23 pages

The main problem that the writer tries to trace in the following article is Satria Effendi's Thought of Islamic law. One of the related problem is how to describe Satria Effendi's theoretical ...

Content Preview
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
ASPEK HUKUM REKAM MEDIS
By: Raden Sanjoyo – D3 Rekam Medis FMIPA Universitas Gadjah Mada

Status hukum dan peraturan tentang catatan kesehatan harus dijaga oleh
institusi pelayanan kesehatan. Istitusi kesehatan tidak memiliki hukum atau
peraturan pemerintah pusat. Institusi pelayanan kesehatan harus menyimpan
catatan mengenai kesehatan karena hukum atau peraturan tersebut penting sebagai
kepedulian pasien dan dokumen yang syah.
Status hukum minimum berisi tentang alamat pasien. Selain itu juga harus
berisi tentang identitas data, ramalan penyakit, sejarah keluarga, tindakan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan, laporan konsultasi, laporan laboratorium,
prosedur operasi, laporan khusus, waktu tindakan, catatan perkembangan pasien,
laporan asuhan perawatan, terapi, ringkasan pasien masuk, catatan untuk
menentukan diagnosis akhir, komplikasi, pemeriksaan prosedur, dan tanda tangan
kehadiran dokter.
Sebagai tambahan terhadap peraturan status, terdapat peraturan dan hukum
pemerintah pusat dalam keadaan tertentu. Institusi kesehatan yang menggunakan
peraturan atau hukum untuk masalah pembayaran harus melalui peraturan
pemerintah pusat untuk memelihara catatan kesehatan tersebut. Hukum
pemerintah pusat juga ada untuk fasilitas kesehatan dengan menggunakan alkohol
atau obat keras untuk program perawatan.
Aspek hukum:
1. Mempunyai nilai hukum
2. Isinya menyangkut mesalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar
keadilan dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan
tanda bukti untuk menegakkan keadilan
Rekam medis yang bermutu adalah:
1. Akurat, menggambarkan proses dan hasil akhir pelayanan yang diukur
secara benar
2. Lengkap, mencakup seluruh kekhususan pasien dan sistem yang
dibutuhkan dalam analisis hasil ukuran

1

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
3. Terpercaya, dapat digunakan dalam berbagai kepentingan
4. Valid atau sah sesuai dengan gambaran proses atau produk hasil akhir
yang diukur
5. Tepat waktu, dikaitkan dengan episode pelayanan yang terjadi
6. Dapat digunakan untuk kajian, analis, dan pengambilan keputusan
7. Seragam, batasan sebutan tentang elemen data yang dibakukan dan
konsisten penggunaaannya di dalam maupun di luar organisasi
8. Dapat dibandingkan dengan standar yang disepakati diterapkan
9. Terjamin kerahasiaannya
10. Mudah diperoleh melalui sistem komunikasi antar yang berwenang.

Beberapa kewajiban pokok yang menyangkut isi rekam medis berkaitan
dengan aspek hukum adalah:
1. Segala gejala atau peristiwa yang ditemukan harus dicatat secara akurat
dan langsung
2. Setiap tindakan yang dilakukan tetapi tidak ditulis, secara yuridis dianggap
tidak dilakukan
3. Rekam medis harus berisikan fakta dan penilaian klinis
4. Setiap tindakan yang dilakukan terhadap pasien harus dicatat dan dibubuhi
paraf
5. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca (juga oleh orang lain)
a. Kesalahan yang diperbuat oleh tenaga kesehatan lain karena salah
baca dapat berakibat fatal.
b. Tulisan yang tidak bisa dibaca, dapat menjadi bumerang bagi si
penulis, apabila rekam medis ini sampai ke pangadilan.
6. Jangan menulis tulisan yang bersifat menuduh atau mengkritik teman
sejawat atau tenaga kesehatan yang lainnya.
7. Jika salah menulis, coretlah dengan satu garis dan diparaf, sehingga yang
dicoret masih bisa dibaca.
8. Jangan melakukan penghapusan, menutup dengan tip-ex atau mencorat-
coret sehingga tidak bisa dibaca ulang.

2

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
9. Bila melakukan koreksi di komputer, diberi space untuk perbaikan tanpa
menghapus isi yang salah.
10. Jangan merubah catatan rekam medis dengan cara apapun karena bisa
dikenai pasal penipuan.

A. Kegunaan rekam medis
1. Sebagai alat komunikasi antar tenaga kesehatan
2. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan
3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan
penyakit dan pengobatan selama pasien dirawat.
4. Sebagai bahan untuk analisa, penelitian, dan evaluasi terhadap kualitas
pelayanan
5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit dan tenaga
kesehatan
6. Menyediakan data untuk penelitian dan pendidikan
7. Sebagai dasar dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medis
8. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan,
dipertanggungjawabkan dan laporan.

B. Kepemilikan rekam medis.
1. Milik rumah sakit atau tenaga kesehatan:
a. Sebagai penaggungjawab integritas dan kesinambungan pelayanan.
b. Sebagai tanda bukti rumah sakit terhadap segala upaya dalam
penyembuhan pasien
c. Rumah sakit memegang berkas rekam medis asli.
Direktur RS bertanggungjawab atas:
a. Hilangnya, rusak, atau pemalsuan rekam medis
b. Penggunaan oleh badan atau orang yang tidak berhak
2. Milik pasien, pasien memiliki hak legal maupun moral atas isi rekam
medis. Rekam medis adalah milik pasien yang harus dijaga
kerahasiaannya.

3

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
3. “Milik umum”, pihak ketiga boleh memiliki (asuransi, pengadilan, dsb)

Semua informasi yang terkandung dalam rekam medis adalah rahasia oleh
karena itu, pemaparan isi rekam medis harus seijin pasien, kecuali:
1. Keperluan hukum
2. Rujukan ke pelayanan lain untuk kepentingan pasien/keluarganya.
3. Evaluasi pelayanan di institusi sendiri
4. Riset/edukasi
5. Kontrak badan atau organisasi pelayanan.

C. Nilai informasi yang terdapat dalam rekam medis
1. Informasi yang mengandung nilai kerahasiaan
Laporan/catatan yang terdapat dalam berkas rekam medis sebagai
hasil pemeriksaan , pengobatan, observasi, atau wawancara dengan pasien.
Tidak boleh disebarluaskan kepada pihak-pihak yang tidak
berwenang karena menyangkut individu langsung si pasien.
Pemberitahuan kepada pasien.keluarga pasien harus oleh dokter
yang merawat.
2. Informasi yang tidak mengandung nilai kerahasiaan
Identitas pasien: nama, alamat.
Untuk kasus-kasus tertentu tidak boleh disebarluaskan (untuk ketenangan
dan keamanan rumah sakit)
a. orang terpandang/pejabat
b. atas permintaan pasien
c. buronan

D. Sumber-sumber yang mengikat:
1. Peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1966 Tanggal 21 Mei 1966 mengenai
Wajib Simpan Rahasia Kedokteran
Bila ada diantara petugas RS membocorkan rahasia pasien dapat
dikenakan sanksi antara lain:

4

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
KUHP 1365 sampai dengan 1367: barang siapa yang sengaja membuka
suatu rahasia yang ia wajib menyimpannya oleh karena jabatan atau
pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dulu, dihukum dengan
hukuman selama-lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya enam
ratus rupiah uang lama.

E. Rekam Medis melindungi 3 unsur
Rekam medis dapat membantu melindungi minat hukum (legal interest)
pasien, rumah sakit, dan dokter serta staff rumah sakit bila ketiga belah pihak
melengkapi kewajibannya masing-masing terhadap berkas rekam medis.
Dasar hukum rekam medis di Indonesia.
1. Peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia
Kedokteran.
2. Peraturan pemerintah No. 32 Tahun 1996 tentang Tenga Kesehatan
3. Keputusan menteri kesehatan No. 034 / Birhub / 1972 tentang Perencanaan
dan Pemeliharaan Rumah Sakit di mana rumah sakit diwajibkan:
a. Mempunyai dan merawat statistik yang up to date.
b. Membina rekam medis yang berdasarkan ketentuan yang telah
ditetapkan.
4. Peraturan menteri kesehatan No. 749a / Menkes / Per / xii / 89 tentang
Rekam Medis

F. Persetujuan Pasien
Pasien memiliki hak untuk memperoleh atau menolak pengobatan
Jenis-jenis persetujuan:
1. Ijin langsung (express consent): pasien atau wali segera menyetujui usulan
pengobatan yang ditawarkan dokter atau pihak RS (bisa lisan atau tertulis)
2. Ijin secara tidak langsung (implied consent): tindakan pengobatan
dilakukan dalam keadaan darurat yang dilakukan untuk menyelamatkan
jiwa pasien

5

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
3. Persetujuan khusus (informed consent): pasien wajib mencantumkan
pernyataan bahwa kepadanya telah diberikan penjelasan suatu informasi
terhadap apa yang akan dilakukan oleh tim medis terhadap pasien. Pada
informed consent, pasien sendiri yang harus menandatangani persetujuan
kecuali pasien tersebut tidak mampu atau mempengaruhi fungsi seksual
atau reproduksi (suami/istri).

Untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul maka sebaiknya
rumah sakit melakukan dua kali pengambilan persetujuan (apabila ternyata
kemudian ada tindakan khusus) yaitu saat pasien akan dirawat dengan dilakukan
Penandatangan dilakukan setelah pasien mendapat penjelasan dari petugas
penerima di tempat pendaftaran. Penandatanganan persetujuan disini adalah untuk
memberikan persetujuan dalam pelaksanaan prosedur diagnostik, pelayanan
rumah sakit dan pengobatan medis. Yang kedua adalah persetujuan khusus
(informed consent). Penandatanganan persetujuan ini dilakukan sebelum tindakan
medis diluar prosedur di atas, misalnya pembedahan.

G. Standar informasi dalam Berkas Rekam Medis
Rekam medis terdiri dari dua bagain, yaitu identitas dan pemeriksaan klinik.
Pemeriksaan klinik mengisahkan secara kronologis kegiatan pelayanan medis
yang diterima pasien selama berada di rumah sakit.
Rekam medis akan berguna nilainya bagi unsur administratif, hukum,
keuangan, riset, edukasi, dan pendokumentasian, apabila memenuhi unsur
akreditasi, yaitu rekam medis memiliki:
1. Identitas dan formulir persetujuan-persetujuan,
2. Riwayat penyakit pasien secara lengkap,
3. Laporan pemeriksaan fisik
4. Instruksi diagnostik dan teraupetik dengan tanda tangan dan nama terang
tenaga kesehatan yang berwenang. Intruksi per telepon dapat diterima oleh
perawat dan dicatat tetapi dalam waktu 24 jam instruksi tersebut harus
segera ditandatangani oleh dokter yang bertanggungjawab.

6

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
5. Observasi, segala laporan observasi termasuk laporan konsultasi.
6. Laporan tindakan dan penemuan, termasuk yang berasal dari penunjang
medik, yaitu laboratorium, radiologi, laporan operasi serta tanda tangan
pasien, dokter, dan sebagainya. Untuk laporan operasi harus memuat
informasi lengkap mengenai penemuan, cara operasi, benda yang
dikeluarkan dan diagnosis pasca bedah.

Rekam medis digunakan sebagai pedoman atau perlindungan hukum yang
mengikat karena di dalamnya terdapat segala catatan tentang tindakan, pelayanan,
terapi, waktu terapi, tanda tangan dokter yang merawat, tanda tangan pasien yang
bersangkutan, dan lain-lain. Dengan kata lain, rekam medis dapat memberikan
gambaran tentang standar mutu pelayanan yang dibarikan oleh fasilitas pelayanan
kesehatan maupun oleh tenaga kasehatan yang berwenang. Berkas rekam medis
juga menyediakan data untuk membantu melindungi kepentingan hukum pasien,
dokter dan penyedia fasilitas pelayanan kesehatan. Catatan ini juga menyediakan
data yang dapat melindungi kepentingan hukum pasien dalam kasus-kasus
kompensasi pekerja, kecelakaan pribadi atau malpraktek.

7

Download
ASPEK HUKUM REKAM MEDIS

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share ASPEK HUKUM REKAM MEDIS to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share ASPEK HUKUM REKAM MEDIS as:

From:

To:

Share ASPEK HUKUM REKAM MEDIS.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share ASPEK HUKUM REKAM MEDIS as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading