BIMBI
B NGAN DA
D
N KONSEL
E ING
BUTIR-BUTIR BAHAN DISKUSI
Untuk Mahasiswa Strata Satu Ma’had Aly
Persatuan Islam Cianjur
Disusun Oleh :
DJUNAEDI SAJIDIMAN
CIANJUR
-2009-
BAB I
PENDAHULUAN
Pembahasan mengenai Bimbingan dan Konseling (BK) tidak terlepas
kaitannya dengan tinjauan hakikat manusia dengan berbagai keistimewaannya
dalam konteks budaya dan kehidupannya dalam masyarakat yang berkembang.
Hal tersebut di atas merupakan titik tolak pembahasan yang berfokus pada
manusia. Jadi, pada dasarnya BK merupakan bantuan untuk mewujudkan
perkembangan manusia secara optimal baik individual maupun kelompok sesuai
dengan hakikat kemanusiaan dengan berbagai potensi, kelebihan, kekurangan,
kekuatan dan kelemahan, serta berbagai permasalahannya.
Tulisan ini merupakan ikhtisar sebagai butir-butir bahan diskusi untuk
mahasiswa strata satu di lingkungan Ma’had Aly Persatuan Islam Cianjur.
Semoga kiranya bermanfaat.
Cianjur, Agustus
2009.
Penyusun
BAB II
LATAR BELAKANG DAN PERLUNYA
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. LATAR BELAKANG
1. Tuntutan terhadap peri kehidupan manusia dan potensi yang ada pada diri
manusia.
Dalam
hal
ini
manusia
dituntut
untuk
mampu
memperkembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat. Untuk
itu manusia telah dilengkapi dengan berbagai potensi :
a. Keindahan dan ketinggian derajat kemanusiaan;
b. Memiliki empat dimensi kemanusiaan, yaitu :
1) Keindividualan (individualitas) : Antara orang yang satu dengan
orang slain terdapat berbagai perbedaan, bahkan kadang-kadang
sangat besar.
2) Kesosialan (sosialitas) : Semua orang memerlukan orang lain.
Tidak seorang pun memperoleh kehidupan yang menyenangkan/
membahagiakan jika orang tidak pernah berperanan terhadapnya.
Contoh :
1) Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Alloh Swt.
memerlukan teman, maka oleh Alloh diciptakan juga Siti Hawa;
2) Bayi manusia yang dilahirkan memerlukan orang lain agar dapat
terus hidup.
3) Kesusilaan (susilaitas/moralitas) : Kehidupan manusia tidak bersifat
acak, sembarangan, tetapi mengikuti aturan-aturan tertentu.
Manusia berbeda dengan binatang yang bebas semaunya.
4) Keberagamaan (religiusitas) : Kehidupan manusia tidak semata-
mata di dunia fana, tetapi juga menjangkau kehidupan di akhirat
setelah kematian. Kesadaran ini menimbulkan keyakinan adanya
keterkaitan antara manusia dan mahluk pada umumnya dengan
Sang Pencipta (Tuhan). Hal ini pada gilirannya akan mewaranai
peri-kehidupan manusia baik secara perorangan maupun kelompok.
Inilah yang dimaksud keberagamaan.
Kesemuanya
memungkinkan
manusia
dapat
memenuhi
tuntutan
masyarakat, karena itu perlu pengembangan individu warga masyarakat
secara serasi, selaras, dan seimbang.
2. Pengembangan manusia seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi
yang kediriannya (individualitasnya) matang, dengan kemampuan sosial
yang menyejukkan, kesusilaan yang tinggi, serta keimanan dan ketaqwaan
yang dalam.
3. Kenyataannya acap dijumpai keadaan pribadi manusia yang kurang
berkembang dan rapuh, kesosialan yang panas dan sangar, kesusilaan
yang rendah, serta keimanan dan ketaqwaan yang dangkal.
4. Dalam proses pendidikan banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh
anak-anak, remaja, dan pemuda yang menyangkut dimensi kemanusiaan
mereka, yaitu potensi mereka tidak berkembang secara optimal, misalnya :
a. Yang berbakat tidak dapat mengembangkan bakatnya;
b. Yang berkecerdasan tinggi kurang mendapat rangsangan dan fasilitas
pendidikan, dll. sehingga bakat dan kecerdasan yang merupakan
anugrah Alloh Swt. yang tidak ternilai harganya itu terbuang sia-sia,
lebih-lebih mereka yang tidak memiliki bakat dan kecerdasan.
5. Tingkat kenakalan remaja dan tawuran yang semakin meningkat
menunjukkan gejala kurang berkembangnya dimensi kesosialan dan
kesusilaan mereka. Demikian juga kurangnya penghayatan dan
pengamalan nilai-nilai ketuhanan dan praktek-praktek kehidupan yang tidak
didasarkan kaidah-kaidah agama yang benar menggambarkan kurang
mantapnya dimensi keberagamaan.
6. Contoh permasalahan yang terjadi dalam masyarakat :
a. Pertengkaran antar warga bahkan sampai terjadi tawuran;
b. Rendahnya disiplin kerja;
c. Pengangguran;
d. Pencurian, penggarongan;
e. Perjudian;
f. Perceraian;
g. Pemerkosaan;
h. Pelacuran;
i. Seks bebas;
j. Kumpul kebo;
k. Penculikan;
l. Pembunuhan, dll.
7. Sumber permasalahan yang dihadapi anak-anak, remaja, dan pemuda
terutama sekali berada di luar diri mereka sendiri, misalnya :
a. Sikap orang tua dan keluarga;
b. Keadaan keluarga secara keseluruhan;
c. Pengaruh tv, video, film, internet;
d. Suasana kekerasan dan kekurang disiplinan masyarakat;
e. Kelompok-kelompok sebaya yang menyimpang;
f. Persaingan tidak sehat;
g. Perilaku yang tidak demokratis;
h. Faktor-faktor negative lain di luar sekolah, dll.
yang kesemuanya menjegal kesehatan mental mereka.
B. URGENSI
1. Ada pernyataan bahwa bimbingan identik dengan pendidikan, karena jika
seseorang melakukan kegiatan mendidik berarti juga sedang membimbing,
atau sebaliknya, jika seseorang melakukan kegiatan pelayanan bimbingan
berarti juga sedang mendidik. Timbul pertanyaan : Mengapa BK masih
diper-lukan dalam dunia pendidikan? Mengapa pelayanan BK diperlukan
dalam proses pendidikan (di sekolah/madrosah)?
2. Sebenarnya BK bisa dilakukan dalam keluarga, masyarakat, organisasi,
industri, perusahaan dagang, termasuk dalam lembaga pendidikan, dsb.
3. Fenomena perilaku peserta didik (pelajar/siswa/mahasiswa) dewasa ini :
a. Tawuran;
b. Penyalahgunaan obat-obat terlarang dan psikotoprika;
c. Perilaku seksual menyimpang;
d. Degradasi moral;
e. Hasil belajar yang tidak memuaskan;
f. Tidak lulus ujian, dsb.
menunjukkan bahwa tujuan pendidikan yang salah satu upayanya melalui
proses pembelajaran, ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab dan
memecahkan berbagai persoalan tersebut di atas. Hal ini menunjukkan
perlunya upaya pendekatan selain proses pembelajaran guna memecahkan
berbagai persoalan perilaku tersebut. Upaya dimaksud antara lain melalui
pendekatan BK yang dilakukan di luar situasi proses pembelajaran.
4. Alasan lain mengapa pelayanan BK diperlukan dalam dunia pendidikan
terutama di sekolah dan madrosah antara lain :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang demikian
cepat menimbulkan perubahan dalam berbagai sendi kehidupan
(ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, industri, dsb.). yang
berdampak terhadap kehidupan individu. Dampak dari perkembangan
iptek dimaksud ada yang positif dan banyak juga yang negatif (berikan
contoh-contohnya!).
b. Berkaitan erat dengan makna dan fungsi pendidikan, karena
menyangkut berbagai aspek kehidupan;
c. Guru tugas dan tanggung jawab utamanya mengajar sekaligus
mendidik, membantu peserta didik untuk mencapai kedewasaan (baik
jasmani dan terutama kecerdasan rohani). Fungsi pengajar sekaligus
pembimbing terintegrasi dalam peran guru dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini guru hendaknya mengenal dan memahami tingkat
perkembangan peserta didiknya yang meliputi kebutuhan, pribadi,
kecakapan, kesehatan mental, dsb. Perilaku bijaksana akan muncul jika
guru benar-benar memahami seluruh aspek kepribadian peserta
didiknya.
d. Faktor psikologis. Dalam proses pendidikan di sekolah/madrosah, siswa
merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya.
Sebagai individu yang dinamis berada dalam proses perkembangan,
siswa memiliki kebutuhan dan dinamika dalam berinteraksi dengan
lingkungan-nya. Terdapat perbedaan individual antar siswa yang dapat
menimbulkan berbagai masalah psikologis. Upaya pemecahan masalah
dilakukan dengan pendekatan psikologis antara lain melalui BK.
e. Beberapa masalah psikologis yang menjadi latar belakang perlunya
pelayanan BK adalah :
1) Masalah perkembangan individu. Siswa berada dalam proses
perkem-bangan menuju kedewasaan, maka diperlukan asuhan yang
terarah. Asuhan guna mencapai tingkat perkembangan yang optimal
dapat dilakukan melalui proses pendidikan dan pembelajaran,
sedangkan BK merupakan bantuan individu dalam memperoleh
penyesuaian diri sesuai dengan tingkat perkembangannya.
2) Masalah perbedaan individu. Tidak ada dua orang atau lebih
individu yang sama aspek-aspek pribadinya. Ada yang cerdas, ada
yang kurang cerdas, ada yang cepat dan ada yang lambat dalam
menerima pelajaran, ada yang berbakat, kreatif, dan sebaliknya. Hal
ini mem-bawa konsekuensi dalam pelayanan pendidikan kepada
para siswa tersebut, misalnya menyangkut bahan ajar, metode,
media, evaluasi, dsb.
3) Masalah kebutuhan individu. Tingkah laku individu berkaitan dengan
upaya pemenuhan kebutuhannya, artinya, dalam memenuhi kebu-
tuhannya akan muncul perilaku tertentu dari individu tadi. Jika
individu tersebut mampu memenuhi kebutuhannya ia akan merasa
puas, sebaliknya jika tidak mampu akan menimbulkan masalah baik
bagi dirinya maupun lingkungannya.
4) Masalah penyesuaian diri. Individu harus menyesuaikan diri dengan
lingkungan baik di rumah, sekolah, maupun di tengah-tengah masya-
rakat. Jika tidak mempu menyesuaikan diri akan menimbulkan
banyak masalah.
5) Masalah belajar. Kegiatan belajar merupakan inti daripada proses
pendidikan secara keseluruhan di sekolah/madrosah. Siswa akan
banyak dihadapkan pada persoalan-persoalan belajar antara lain :
3) Pengaturan waktu belajar;
4) Memilih cara belajar yang tepat;
5) Penggunaan buku-buku/bahan pelajaran;
6) Belajat kelompok;
7) Memilih mata pelajaran yang cocok;
8) Memilih studi lanjutan;
9) Kesulitan konsentrasi;
10) Mudah lupa;
11) Mempersiapkan ujian, dsb.
C. PERLUNYA BK DI SEKOLAH/MADROSAH
1. Iptek membawa pengaruh luas dalam berbagai sendi kehidupan
masyarakat termasuk pendidikan dan kebudayaan.
2. Kebutuhan akan BK justru karena perkembangan kebudayaan yang
sangat pesat yang mempengaruhi perkembangan masyarakat secara
keseluruhan.
3. BK merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan memiliki
kontribusi terhadap keberhasilan proses pendidikan di sekolah/madrosah.
Dengan demikian proses pendidikan tidak akan berhasil jika tidak didukung
oleh penyelenggaraan BK yang baik.
4. Sekolah/madrosah memiliki tanggung jawab yang besar membantu siswa
agar berhasil dalam belajar. Untuk itu sekolah/madrosah hendaknya mem-
beri bantuan kepada siswa untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul
dalam kegiatan belajar siswa, yang tidak lain BK.
5. Masalah-masalah umum yang dihadapi siswa sehingga memerlukan
pelayanan BK antara lain :
a. Masalah pribadi;
b. Masalah yang menyangkut pembelajaran;
c. Masalah pendidikan;
d. Masalah karier atau pekerjaan;
e. Masalah penggunaan waktu senggang;
f. Masalah sosial, dsb.
BAB III
PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
A. BIMBINGAN
Istilah ‘bimbingan’ adalah terjemahan dari bahasa Inggris ‘guidance’ yang kata
dasarnya ‘guide’ yang memiliki beberapa arti :
1. Showing the way (menunjukkan jalan);
2. Leading (memimpin);
3. Giving instruction (member petunjuk);
4. Regulating (mengatur);
5. Governing (mengarahkan);
6. Giving advice (member nasihat).
Istilah
‘guidance’
juga diterjemahkan bantuan,
tuntunan,
atau
pertolongan. Jadi, secara etimologis bimbingan adalah memberi bantuan,
tuntunan, atau pertolongan. Akan tetapi tidak semua bantuan, tuntunan, atau
pertolongan dapat diartikan bimbingan. Contoh :
- Guru yang membantu siswa menjawab soal-soal ujian bukan suatu bentuk
bimbingan;
- Guru membantu siswa membayar SPP siswa juga bukan bimbingan.
Bantuan, tuntunan, atau pertolongan yang bermakna bimbingan
konteksnya sangat psikologis, dan harus memenuhi syarat-syarat :
1. Ada tujuan yang jelas untuk apa bantuan itu diberikan;
2. Harus terencana, dalam arti tidak insidental dan asal-asalan;
3. Berproses dan sistematis, dalam arti ada tahapan-tahapan tertentu;
4. Menggunakan cara-cara dan pendekatan-pendekatan tertentu;
5. Dilakukan oleh ahli, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan
tentang bimbingan;
6. Dilakukan evaluasi untuk mengetahui hasil dari pemberian bantuan,
tuntunan, atau pertolongan dimaksud.
Add New Comment