Laporan Hasil Penelitian
CANDI JAGO DAN CERITA
KUNJARAKARNA DALAM
KONTEKS MASA KINI
Oleh Katherine Purwanto
Universitas Muhammadiyah Malang
Kerjasama dengan
Australian Consortium for In-country
Indonesian Studies
Mei 2005, MALANG
KATA PENGANTAR
Laporan ini adalah suatu studi tentang Candi Jago dan relief-relief
Kunjarakarna. Penulisan laporan ini sebagai tugas terakhir program studi di
Indonesia.
Program
studi
itu
diselenggarakan
oleh
ACICIS
(Australian
Consortium for In Country Indonesian Study) bekerjasama dengan UMM
(Universitas Muhammadiyah Malang).
Studi lapangan ini bisa diselesaikan dengan pertolongan banyak orang.
Yang terpenting adalah program ACICIS karena mereka memberi kesempatan ini
kepada saya dan menolong selama proses penelitian. Terutama Pak Tom Hunter,
Pak David Armstrong dan Ibu Lestari Widyastuti.
Dari UMM adalah Pak Habib, pembimbing saya, yang selalu menolong
kalau saya ada masalah dan dia juga membantu untuk menyesuaikan kehidupan
saya sehari-hari di Indonesia. Juga terima kasih banyak kepada Pak Wahid yang
mengurusi administrasi dan yang mencarikan informasi tentang aktivitas
ekstrakurikuler. Mereka yang juga banyak membantu saya adalah Ibu Tri, Ibu
Vina, Pak Sulismadi, Ibu Yuli dan berberapa dosen FISIP (Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik) yang lain.
Selain itu saya juga berterima kasih kepada Drs Blasius Suprapto M.Hum,
Pak Suhadi dan Rini Purwanti dari UNM (Universitas Negeri Malang), Ibu-Ibu
dan Bapak-Bapak dosen dari UNSW (University of New South Wales) yang
paling penting adalah Pak David Reeves, PSMD (Padepokan Seni Mangun
Dharmma) khususnya Ibu Karen, Pak Soleh dan mas Sohel atas bantuannya.
Yang tidak bisa dilupakan adalah keluarga saya di Indonesia, dan di
Australia, dan teman-teman (terutama anak-anak Crew 13) yang selalu
mendukung dan membetulkan bahasa Indonesia saya. Sekali lagi saya
mengucapkan terima kasih atas pertolongan mereka.
KATHERINE PURWANTO
(Mei 2005, Malang)
1
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Penelitian:
Candi Jago dan Cerita Kunjarakarna Dalam Konteks
Masa Kini.
Nama Peneliti:
Katherine Purwanto (05210541)
Nama Pembimbing:
Dr. H. Achmad Habib, MA.
Ketua Program ACICIS
Dosen Pembimbing
________________________
______________________
Dra. Tri Sulistyaningsih, M.Si
Dr. H. Achmad Habib, MA
Mengetahui:
Dekan FISIP UMM
________________________
Dra. Vina Salviana, DS., M.Si
Mei 2005, Malang
2
ABSTRAKSI
Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan sejarah budayanya,
termasuk kesenian, kesusastraan dan kepercayaan agama. Selama perkembangan
Indonesia dalam masa perbakala banyak bangunan yang berupa Candi
bermunculan. Candi-candi itu adalah satu contoh bangunan yang menyatukan
antara kesenian, kesusastraan dan kepercayaan agama. Selama penelitian ini, saya
coba menyelidiki tiga aspek budaya itu dan kaitannya dengan Candi Jago di desa
Tumpang, terutama tentang cerita Kunjarakarnanya.
Ada banyak aspek yang membuat penelitian tentang Candi Jago menarik. Dalam
konteks kesenian yang berupa relief, seperti Kunjarakarna, yang menghiasi candi
dan patung-patung untuk menghormati dewa adalah salah satu contoh kesenian
dari zaman lalu. Lagi pula relief-relief pada masa itu menggambarkan cerita
kesusastraan yang penting untuk masyarakat Majapahit. Dari peninggalan tersebut
ahli sejarah bisa mempelajari aspek budaya dan kepercayaan agama yang
mungkin akan hilang kalau tidak ada dalam relief-relief di candi.
Dari perspektif sejarah sekarang, tidak ada banyak tulisan-tulisan tentang Candi
Jago. Jadi kalau tidak ada orang yang meneliti Candi Jago ada kemungkinan
informasi yang penting untuk mempelajari zaman Majapahit hilang, karena candi
itu diterlantarkan dan dirusak. Sekarang sudah ada banyak candi yang dilupakan
dan informasinya hilang selama-lamanya. Maka penelitian tentang Candi Jago
atau peninggalan lain dari zaman lalu penting sekali untuk mengerti sejarah
perkembangan Indonesia dan pengaruhnya terhadap masyarakat masa kini.
Untuk memulai penulisan laporan studi ini saya harus memahami sejarah Candi
Jago dalam konteks Majapahit. Informasi ini didapat dari buku di banyak
perpustakaan di Malang, tetapi seperti telah dijelaskan bahwa buku-buku tersebut
tidak banyak. Kebanyakan sumber-sumber yang saya gunakan diketemukan dari
koleksi pribadi Pak Blasius Suprapto dari Universitas Negeri Malang. Seperti
biasa sumber-sumber tentang sejarah sering terdapat pandangan yang berbeda,
jadi informasi itu harus dianalisa untuk mengerti fakta yang mana mungkin lebih
benar.
Sejarah ini termasuk fungsi candi-candi dalam zaman dulu. Misalnya apakah itu
tempat pemujaan atau tempat pendharmaan, sebagai penghormatan kepada Raja
Wisnuwardhana seperti di Candi Jago. Kemudian fungsi-fungsi itu dibandingkan
dengan fungsi bagi masyarakat sekarang untuk mengerti perubahan makna, karena
perubahan sosial dan budaya dengan masyarakat yang telah maju.
Sejarah itu harus diteliti untuk memahami dasar-dasar kesenian yang digunakan
untuk menghiasi Candi Jago. Lewat hasil-hasil penelitian itu, alasan pemilihan
bentuknya,
cerita-ceritanya,
patung-patungnya
dan
lainnya akan
muncul.
Misalnya Raja Wisnuwardhana didharmakan sebagai Bodhisatwa Amoghapasha
dan karena itu kebanyakan aspek-aspek Candi Jago ada pengaruh Buddha.
Kemudian saya observasi Candi Jago dari perspektif kesenian yang berpengaruh
pada sejarah tersebut.
3
Mungkin keistemewaan kesenian yang paling menarik adalah relief-relief yang
menghiasi Candi Jago. Untuk laporan ini saya menyoroti tentang relief
Kunjarakarna. Yaitu cerita tentang seorang raksasa yang disuruh oleh Wairocara,
dewa Buddha, masuk neraka untuk mengerti hukuman kalau dia tidak mengikuti
ajaran Buddha. Saya menyelidiki salah satu versi cerita itu yaitu syair oleh Mpu
Dusun berkaitan dengan relief di Candi Jago.
Aspek yang paling penting selama penelitian ini adalah pandangan masyarakat
sekarang tentang Candi Jago dan cerita Kunjarakarna dalam konteks masa kini.
Ada tiga tema yang diutamakan. Yang pertama bagaimana pengetahuan
masyarakat sekarang tentang sejarah Candi Jago dan cerita Kunjarakarna. Kedua
apakah Candi Jago dianggap sebagai tempat suci dari orang Buddha, Hindu dan
Islam dan ketiga apa fungsi Candi Jago dan cerita Kunjarakarna dalam konteks
zaman sekarang. Informasi ini diketemukan lewat angket-angket orang biasa di
kota Malang dan di desa Tumpang dan selain itu wawancara dengan ahli sejarah.
Temuan penelitian menarik sekali. Dari angket-angket saya mengetahui
masyarakat di Malang dan di Tumpang tidak mengerti sejarah Candi Jago dan
menurut mereka fungsi Candi Jago sudah berubah. Sekarang itu hanya dianggap
tempat suci oleh orang Buddha atau Hindu. Hanya sedikit orang Islam
mengatakan itu tempat suci dan mereka berpendapat itu hanya untuk menghormati
orang yang beragama lain. Sekarang Candi Jago berfungsi sebagai tempat
pariwisata atau penelitian sejarah. Bagi masyarakat Tumpang itu hanya tempat
pacaran atau untuk anak kecil yang mau main-main. Yang menyedihkan adalah
tempat kuburan seorang Raja sekarang sudah hilang kesuciannya dan tidak
dipakai untuk upacara atau bersembayang.
4
ABSTRACT
Indonesia is a country which is famous for its rich cultural history, including art,
literature and religious practices. Throughout the development of Indonesia in
ancient times buildings called Chandis began to appear. These Chandis are one
example of buildings which combine these aspects of art, literature and religious
beliefs. During this research, I tried to investigate these three aspects of culture
and their relationship with Chandi Jago in the village of Tumpang, especially in
regards to its Kunjarakarna story.
There are many aspects which made researching Chandi Jago interesting. In an art
context such as the reliefs, like Kunjarakarna, which adorn the Chandi and the
statues that honour the gods are one example of art from the past. Also these
reliefs retell literature stories that were important to the Majapahit society. From
these artifacts historical experts are able to study aspects of culture and religious
practices which may have been lost had they not been in the reliefs of Chandis.
From a historical perspective today, there are few writings about Chandi Jago. So
if there is no-one researching Chandi Jago there is the possibility that important
information to the study of the Majapahit era will be lost because the Chandis are
abandoned and therefore destroyed. Already there are many Chandis which have
been forgotten and information lost forever. Thus research about Chandi Jago or
other ancient artifacts from the past is very important to the understanding of
Indonesia’s historical development and its influence on today’s society.
In starting this research paper I first had to understand Chandi Jagos history in
relationship to the Majapahit era. This information came from books from many
libraries around Malang but as previously mentioned there were few books on the
subject. Most of the sources I used were found in the private collection of Mr.
Blasius Suprapto from the Univeristas Negeri Malang. As usual these sources
about history often had different views and so the information had to be analyzed
to work out which facts were more correct.
This history included the function of Chandis in the past. For example were they
used as a place for prayers or as a final resting ground for someone important, as
was the case at Chandi Jago which honors King Wisnuwardhana. Then these
functions were compared to the functions of Chandis in today’s society to
understand the way their meaning has changed with the social and cultural
changes of an advancing society.
This history has to be investigated in order to understand the foundation of the art
used to decorate Chandi Jago. Through the results of this research, possible
reasons for the choice of its shape, stories, statues ect appeared. For example King
Wisnuwardhana was deified as the Buddhist Amoghapasha and because of this
many aspects of Chandi Jago have a Buddhist influence. I also carried out
observation of Chandi Jago from an art perspective in relation to the
aforementioned historical influence.
5
Probably the most interesting art feature is the reliefs which adorn Chandi Jago.
For this report I focused on the Kunjarakarna relief which is a story about a
demon who is ordered by Wairocana, a form of the God Buddha, to enter hell to
understand the punishments for not following the Buddhist law. I investigated one
version of the story, that is a poem by Mpu Dusun, and its relationship to Chandi
Jago.
The aspect which was most important throughout my research was how society
now views Chandi Jago and the Kunjarakarna story in today’s context. There
were three main themes. Firstly how much society today understands Chandi Jago
history. Secondly is Chandi Jago still considered a sacred place by Buddhist,
Hindu and Islamic people and lastly what is the function of Chandi Jago and the
Kunjarakarna story in today’s context. This information was found through
surveys of everyday people in Malang and in Tumpang and also through
interviews with historical experts.
The results of this research were very interesting. From the surveys I found out
that neither the people of Malang or Tumpang understand Chandi Jagos history
and they believe that the function of Chandi Jago has changed. Nowadays only
Buddhist and Hindu people regard Chandi Jago as sacred. Only a few Muslims
say its sacred ground and they are only of that opinion to respect people of
another religions beliefs. Today Chandi Jago’s function is as a place for tourists or
historical researchers. For Tumpang society it is just a place for dating or for
small children who want to play. Its saddening that the burial ground of a king has
lost its sacredness and is no longer used for celebration or prayers in his honor.
6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................................................1
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................................2
ABSTRAKSI.................................................................................................................................... 3
ABSTRACT.....................................................................................................................................5
DAFTAR ISI.................................................................................................................................... 7
BAB 1: .............................................................................................................................................. 9
PENDAHULUAN .....................................................................................................................9
1.1
LATAR BELAKANG .................................................................................................. 9
1.2
RUMUSAN MASALAH............................................................................................ 11
1.3
TUJUAN PENELITIAN ........................................................................................... 12
1.4
METODOLOGI .......................................................................................................13
BAB 2: ............................................................................................................................................ 14
SEJARAH CANDI JAGO........................................................................................................ 14
2.1
SEJARAH MAJAPAHIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERDIRINYA CANDI
JAGO .......................................................................................................................14
2.2
FUNGSI CANDI...................................................................................................... 17
2.3
KEUNIKAN CANDI JAGO DARI SISI KESENIAN ................................................ 19
BAB 3: ............................................................................................................................................ 23
CERITA KUNJARAKARNA DHARMAKATHANA............................................................ 23
3.1
SINOPSIS CERITA .................................................................................................. 23
3.2
TUJUAN CERITA.................................................................................................... 27
3.3
KENAPA PILIH CERITA KUNJARAKARNA UNTUK CANDI JAGO ...................29
BAB 4: ............................................................................................................................................ 31
RELEVANSI CANDI JAGO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MASA KINI.......... 31
4.1
FUNGSI CANDI JAGO DALAM KEHIDUPAN ZAMAN SEKARANG .................. 31
4.2
RELEVANSI CERITA KUNJARARAKARNA DALAM MASA KINI ........................ 36
BAB 5: ............................................................................................................................................ 38
PENUTUP................................................................................................................................38
5.1
KESIMPULAN ........................................................................................................ 38
5.2
SARAN .....................................................................................................................40
DAFTAR PUSTAKA INTERNET ..............................................................................................42
LAMPIRAN A:..............................................................................................................................43
KOMPAS- CANDI J AGO.............................................................................................................. 43
LAMPIRAN B:..............................................................................................................................46
KOMPAS- “DE-JAWANISASI” .................................................................................................... 46
7
LAMPIRAN C:..............................................................................................................................50
KOMPAS- PADEPOKANSENI MANGUN DHARMA ...................................................................... 50
LAMPIRAN D:..............................................................................................................................52
KOMPAS- PADEPOKANSENI MANGUN DHARMA ...................................................................... 52
LAMPIRAN E:..............................................................................................................................55
KOMPAS- PENCURIAN BENDA-BENDA BERSEJARAH ................................................................55
LAMPIRAN F:..............................................................................................................................56
KOMPAS- PENCURIAN BENDA-BENDA BERSEJARAH .................................................................56
LAMPIRAN G: ............................................................................................................................. 58
KOMPAS- ARSITEKTUR .............................................................................................................58
8
BAB 1:
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan sejarah budayanya,
termasuk kesenian, kesusastraan dan kepercayaan agama. Selama perkembangan
Indonesia dalam masa perbakala banyak bangunan yang berupa Candi
bermunculan. Candi-candi itu adalah satu contoh bangunan yang menyatukan
antara kesenian, kesusastraan dan kepercayaan agama. Misalnya kesenian bisa
dilihat dalam konteks struktur, gambar pahatannya dan patung-patungnya yang
dekat atau di dalam candinya. Aspek kesusastraan ada di dalam cerita-cerita yang
digunakan sebagai relief-reliefnya dan juga terdapat pengaruh agama terhadap
bentuk candi dan alasan candi itu dibangun.
Pembangunan candi-candi disebabkan oleh dua alasan. Yang pertama adalah
tempat suci untuk tempat pemujaan yang mau beribadah kepada dewanya. Yang
kedua candi-candi dahulu dibangun sebagai kuburan para raja.1 Candi-candi itu
bisa dibagi dalam tiga macam, yaitu candi Buddha, candi Hindu dan candi yang
campuran kedua agama itu. Dalam zaman dulu agama Buddha dan agama Hindu
adalah agama yang dianut oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Ada berberapa pendapat tentang cara agama-agama itu diperkenalkan di
Indonesia, contohnya dari pedagang yang berasal dari India. Bagaimanapun ada
1 Dr Slametmulyana. Negarakretagama Dan Tafsir Sejarahnya. Bhratana Karya Aksara. Jakarta
1979. h.216
9
Add New Comment