This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

Contoh Karya Ilmiah

0.00 (0 votes)
Document Description
Contoh karya ilmiah
File Details
  • Added: February, 12th 2012
  • Reads: 1994
  • Downloads: 28
  • File size: 383.03kb
  • Pages: 51
  • Tags: karya, ilmiah, contoh
  • content preview
Submitter
  • Name: afrinaldy
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Sistematika Karya Tulis Ilmiah

by: elle, 31 pages

Sistematika Karya Tulis IlmiahZulhanief MatsaniJuara III Mahasiswa Berprestasi FEUI 2009Ahad, 11 Oktober 2009Aula PPSDMS, Lt Agung, JakartaOutline

Contoh-contoh Fael

by: ujang1230, 3 pages

Risalah dalam ilmu Nahu Bahasa Arab, membincangkan contoh-contoh Fael.

Contoh Naib Fael

by: ujang1230, 3 pages

Risalah di dalam ilmu Nahu B. Arab, yang membincangkan tentang contoh-contoh Naib Fael.

Contoh-contoh Mubtada'

by: ujang1230, 5 pages

Risalah di dalam ilmu Nahu B. Arab, yang membincangkan tentang conto-contoh Mubtada'.

contoh laporan

by: freexom1991, 12 pages

contoh laporan jobcard sdifka

Contoh Resume

by: csenger, 3 pages

PERSONAL PARTICULARS Name : Nur Mohd Riduan Bin Bikri Kamal Address Tel (HP) Tel (House) New ic no Date of birth Age Place of birth Gender Nationally Marital status ...

contoh

by: warta, 4 pages

contoh warta

contoh warta-elektronik

by: warta, 8 pages

contoh warta-elektronik

Contoh penghitungan-gaji-if-pascal[1]

by: hatsuna, 1 pages

Pascal lat jko 2007 Contoh Penghitungan Gaji Ketentuan Soal : 1. Nama Di input 2. Jabatan di input , Jabatan Gaji Tunjangan ...

cONTOH Komputer Generasi Pertama

by: altea, 8 pages

Komputer Generasi Pertama Contoh mesin; ENIAC, MARK II, EDSAC, MARK III, UNIVAC I & II, IBM 650, ADVAC ENIAC MARK II EDSAC MARK III UNIVAC ...

Content Preview
KOMPETENSI PENELITIAN
PENGAWAS SEKOLAH
DAN PENGEMBANGAN
PENDIDIKAN MENENGAH
05-B6










PENULISAN KARYA ILMIAH













DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2008


KATA PENGANTAR


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007
tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan
kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan
akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah.
Standar kompetensi memuat seperangkat kemampuan yang harus dimiliki
dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok,
fungsi dan tanggung jawabnya.
Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah
yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c)
kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e)
kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari
hasil uji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas
sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi
manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan dan kompetensi peneli-
tian dan pengembangan. Untuk itu diperlukan adanya diklat peningkatan
kompetensi pengawas sekolah baik bagi pengawas sekolah dalam jabatan
terlebih lagi bagi para calon pengawas sekolah.
Materi dasar untuk semua dimensi kompetensi sengaja disiapkan agar
dapat dijadikan rujukan oleh para pelatih dalam melaksanakan diklat pening-
katan kompetensi pengawas sekolah di mana pun pelatihan tersebut dilak-
sanakan. Kepada tim penulis materi diklat kompetensi pengawas sekolah
yang terdiri atas dosen LPTK dan widya iswara dari LPMP dan P4TK kami
ucapkan terima kasih. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Jakarta, Juni 2008
Direktur Tenaga Kependidikan
Ditjen PMPTK



Surya Dharma, MPA., Ph.D

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Dimensi Kompetensi ................................................................... 1
C. Kompetensi yang Hendak Dicapai .............................................. 2
D. Indikator Pencapaian ............................................................... ..... 2
E. Alokasi Waktu .............................................................................. 2
F. Skenario Pelatihan ......................................................................... 3
BAB II KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH ........................ 4
A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah .................................................... 4
B. Persyaratan Karya Tulis Ilmiah ................................................... 6
BAB III SISTEMATIKA KARYA TULIS ILMIAH ........................... 9
A. Sistematika Laporan Penelitian .................................................... 9
B. Sistematika Makalah Seminar dari Hasil Penelitian ..................... 16
C. Sistematika Artikel Jurnal dari Hasil Penelitian ........................... 23
BAB IV KETENTUAN PENULISAN ................................................... 24
A.Notasi Ilmiah ................................................................................ 24
B.Bahasa Dalam Karya Tulis Ilmiah ................................................ 33
C.Format Karya Tulis Ilmiah ........................................................... 42
D. Lembar Kerja ................................................................................ 46
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 48







ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebuah pekarjaan dapat dikategorikan sebagai profesi apabila
memenuhi sejumlah syarat, antara lain: merupkan pelayanan yang dibutuh-
kan, dilandasi oleh suatu disiplin ilmu, pemangkunya harus melalui
pendidikan dan pelatihan yang cukup, memiliki kode etik, organi- sasi, serta
budaya profesi. Di antara syarat-syarat tersebut, keberadaan disiplin ilmu
yang melandasi pekerjaan merupakan syarat yang paling esensial. Hal ini
karena tingkatan profesionalitas sebuah pekerjaan, hakikatnya diukur dari
kompleksitas keilmuan dan teori yang mendasarinya.

Sejalan dengan perkembangan di lapangan, maka keilmuan yang
menjadi landasan suatu profesi juga dintuntut untuk terus dikembangkan.
Berbagai kegiatan ilmiah harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu. Salah
satu instrumen atau sarana penting untuk memperoleh ilmu adalah melalui
penelitian, baik yang sifatnya menggali atau memverifikasi teori. Hasilnya
kemudian harus ditulis dan dipublikasikan, selain agar tersebar juga
dimaksudkan agar diuji oleh berbagai kalangan yang kompeten. Bila
temuan/teori yang dihasilkan memiliki kebenaran dan signifikansi maka tentu
akan diadopsi dalam khasanah keilmuan profesi tersebut.

Salah satu cabang profesi di dalam dunia pendidikan, adalah
pengawas atau supervisor pendidikan. Sebagaimana uraian di atas, profesi ini
pun tentu harus didukung oleh keilmuan yang senantiasa berkembang.
Pengawas sebagai pemangku profesi ini berkewajiban untuk menggali,
menyampaikan dan menerapkan ilmu yang mendukung peningkatan
profesionalisme mereka. Oleh karena itu, maka kemampuan menyusun karya
tulis ilmiah harus dimiliki oleh setiap pengawas pendidikan. Tulisan ini
dirancang untuk maksud tersebut.

B. Dimensi Kompetensi


Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir pendi-
dikan dan pelatihan ini adalah dimensi penelitian dan pengembangan.

1

C. Kompetensi yang Hendak Dicapai

Setelah menyelesaikan materi pendidikan dan latihan ini, Pengawas
diharapkan mampu menulis karya tulis ilmiah dalam bidang pendidikan
dan/atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan
mutu pendidikan.

D. Indikator Pencapaian

Setelah mengikuti pelatihan ini, pengawas diharapkan
1. Memahami karakteristik karya tulis ilmiah
2. Memahami bentuk-bentuk karya tulis ilmiah dan sistematikanya.
3. Memahami berbagai ketentuan dalam penulisan karya ilmiah.
4. Mampu menyusun karya tulis ilmiah bagi pengembangan profesinya dan
peningkatan mutu pendidikan.

E. Alokasi Waktu
No.
Materi Diklat
Alokasi
1.
Karakteristik karya tulis ilmiah dan bentuk-bentuknya
2 jam
2.
Ketentuan-ketentuan dalam menyusun karya tulis Ilmiah 2 jam
3.
Praktik penyusunan karya ilmiah.
4 jam

F. Skenario
1. Perkenalan
2. Penjelasan tentang dimensi kompetensi, indikator, alokasi waktu dan
skenario pendidikan dan pelatihan penulisan karya ilmiah
3. Pre-test
4. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan penulisan karya ilmiah
melalui pendekatan andragogi.
5. Penyampaian Materi Diklat:
a. Menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan
pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis,
menyimpulkan, dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Peranan pelatih
lebih sebagai fasilitator.
2

b. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan penulisan karya tulis
ilmiah.
c. Praktik penulisan karya ilmiah
6. Post test.
7. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pela-
tihan.
8. Penutup



























3

BAB II
KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH


A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Mem-
bicarakan produk ilmiah, pasti kita membayangkan kegiatan yang dilakukan
untuk menghasilkan temuan baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian.
Memang temuan ilmiah dilakukan melalu penelitian, namun tidak hanya
penelitian merupakan satu-satunya karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu per-
masalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamat-
an, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis
ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis
untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang
diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan
karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang
kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut.

Karya tulis ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang
berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh
komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan yang disepakati.
Dalam karya tulis ilmiah cirri-ciri keilmiahan dari suatu karya harus dapat
dipertanggung jawabkan secara empiris dan objektif. Teknik penulisan ilmiah
mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan dalam membuat pernyataan
ilmiah serta teknik notasi dalam menyebutkan sumber pengetahuan ilmiah
yang digunakan dalam penulisan. Penulisan ilmiah harus menggunakan
bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bisa
diindentifikasikan mana yang merupakan subjek dan predikat serta hubungan
apa antara subjek dan predikat kemungkinan besar merupakan informasi
yang tidak jelas. Penggunaan kata harus dilakukan secara tepat artinya kita
harus memilih kata-kata yang sesuai dengan pesan apa yang harus
disampaikannya.

Dalam penelitian yang digunakan sebagai bahan penulisan karya tulis
ilmiah mengutip pernyataan orang lain sebagai dasar atau sebagai landasan
4

penyusunan penelitian. Pernyataan ilmiah ini digunakan untuk bermacam-
macam tujuan sesuai dengan bentuk argumentasi yang diajukan. Pernyataan
tersebut dapat digunakan sebagai definisi dalam menjelaskan suatu konsep,
atau dapat digunakan sebagai premis dalam pengambilan kesimpulan pada
suatu argumentasi.

Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan dalam tulisan harus
mencakup beberapa hal, yaitu :
1. Harus dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan
tersebut.
2. Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana
pernyataan disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar,
lokakarya dan sebagainya.
3. Harus dapat diindentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi
ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu
dilakukan. Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak diterbitkan maka
harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan
tersebut.

Cara kita mencantumkan ketiga hal tersebut dalam karya tulis ilmiah
disebut teknik notasi ilmiah. Terdapat bermacam-macam teknik notasi ilmiah
yang pada dasarnya mencerminkan hakikat dan unsur yang sama.

Buku ini memberikan contoh teknik notasi ilmiah yang menggunakan
catatan kaki (Footnote). Catatan kaki merupakan informasi dari pernyataan
yang kita kutip. Di samping itu catatan kaki dapat digunakan sebagai infor-
masi tambahan yang tidak langsung berkaitan dengan pernyataan dalam
badan tulisan.

Kutipan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ada dua jenis yaitu
kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan
pernyataan yang kita tulis dalam karya tulis ilmiah susunan kalimat aslinya
tanpa mengalami perubahan sedikit pun. Kutipan tak langsung merupakan
kutipan pendapat atau pernyataan orang lain dengan melakukan perubahan
kalimat yang dikutip disesuaikan dengan bahasa penulis itu sendiri.



5

B. Persyaratan karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah merupakan perwujudan kegiatan ilmiah yang
dikomunikasikan lewat bahasa tulisan. Karya tulis ilmiah adalah karangan
atau karya tulis yang menyajikan fakta dan ditulis dengan menggunakan
metode penulisan yang baku.
Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-
unsur yang menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gam-
bar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkan-
dung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah keba-
hasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi
(paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).


Karya ilmiah adalah suatu karya tulis yang membahas suatu permasa-
lahan.Pembahasan dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan,
pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian.

Karya tulis ilmiah harus memiliki gagasan ilmiah bahwa dalam
tulisan tersebut harus memiliki permasalahan dan pemecahan masalah yang
menggunakan suatu alur pemikiran dalam pemecahan masalah. Alur
pemikiran tersebut tertuang dalam metode penelitian. Metode penelitian
ilmiah pada hakikatnya merupakan operasionalisasi dari metode keilmuan.
Dengan kata lain bahwa struktur berpikir yang melatarbelakangi langkah-
langkah dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan.

Metode penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan pemecahan
masalah memiliki pengertian sebagai berikut:
1. Penelitian adalah usaha yang sistematik dan terorganisasi untuk
menyelidiki masalah spesifik yang memerlukan pemecahan.
2. Cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan
tertentu.
6

3. Cara ilmiah dilandasi oleh metode rasional dan metode empiris serta
metode kesisteman.
4. Penelitian meliputi proses pemeriksaan, penyelidikan, pengujian dan
eksperimen yang harus diilakukan secara sistematik, tekun, kritis,
objektif, dan logis.
5. Penelitian dapat didefinisikan sebagai pemeriksaan atau penyelidikan
ilmiah sistematik, terorganisasi didasarkan data dan kritis mengenai
masalah spesifik yang dilakukan secara objektif untuk mendapatkan
pemecahan masalah atau jawaban dari masalah tersebut.
Metode penulisan karya tulis ilmiah mengacu pada metode
pengungkapan fakta yang biasanya berasal dari hasil penelitian dengan
berbagai metode yang digunakan. Karya tulis ilmiah dapat juga disebut
sebagai laporan hasil penelitian.
Laporan hasil penelitian ditulis sesuai dengan tujuan laporan tersebut
dibuat atau ditujuan untuk keperluan yang dibutuhkan. Laporan hasil
penelitian dapat ditulis dalam dua macam, yaitu sebagai dokumentasi dan
sebagai publikasi. Perbedaan kedua karya tulis ilmiah ini terletak pada format
penulisan.
Karya tulis ilmiah sebagian besar merupakan publikasi hasil peneli-
tian. Dengan demikian format yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini
ditentukan oleh isi penelitian yang menggambarkan metode atau sistematika
penelitian. Metode penelitian secara garis besar dapat dibagi dalam empat
macam.yaitu yang disusun berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, hasil
penelitian kualitatif, hasil kajian pustaka, dan hasil kerja pengembangan.
Karya tulis ilmiah yang berupa hasil penelitian inid apat dibedakan
berdasarkan sasaran yang dituju oleh penulis. Karya tulis ilmiah untuk
kepentingan masyarakat akademik berupa skripsi, tesis, dan disertasi. Karya
tulis ilmiah untuk kepentingan masyarakat akademik bersifat teknis, berisi
apa yang diteliti secara lengkap, mengapa hal itu diteliti, cara melakukan
penelitian, hasil-hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Isinya
disajikan secara lugas dan. objektif. Karya tulis ilmiah untuk kepentingan
masyarakat umum biasanya disajikan dalam bentuk artikel yang lebih
cenderung menyajikan hasil penelitian dan aplikasi dari hasil penelitian
tersebut dalam subtansi keilmuannya.
7

Download
Contoh Karya Ilmiah

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Contoh Karya Ilmiah to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Contoh Karya Ilmiah as:

From:

To:

Share Contoh Karya Ilmiah.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Contoh Karya Ilmiah as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading