This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Personal Document

Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah

1.00 (1 votes)
Document Description
Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah
File Details
  • Added: March, 31st 2011
  • Reads: 1794
  • Downloads: 44
  • File size: 1.08mb
  • Pages: 14
  • Tags: lsm, ormas, pembinaan ormas lsm, forum komunikasi lsm
  • content preview
Submitter
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Bab II Data Lembaga Swadaya Masyarakat Data Ormas & LNL Provinsi Banten Semester I Tahun 2011

by: detriman, 107 pages

Bab II Data Lembaga Swadaya Masyarakat Data Ormas & LNL Provinsi Banten Semester I Tahun 2011

Peran Ganda Wanita Tani dalam Mencapai Ketahanan Pangan Rumah ...

by: lenora, 10 pages

Sektor pertanian dan lapangan kerja formal tidak banyak dapat menyerap tenaga kerja wanita, padahal 50% dari total penduduk Indonesia adalah wanita. Lebih dari 70% wanita (sekitar 82,6 juta orang) ...

INSTRUKSI MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 8 TAHUN 1990

by: detriman, 5 pages

PEMBINAAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

JUAL SUSU HERBALIFE, SHAKEMIX FORMULA 1,NUTRITION SHAKEMIX HERBALIFE

by: yudhisetiono, 1 pages

JUAL SUSU HERBALIFE, SHAKEMIX FORMULA 1,NUTRITION SHAKEMIX HERBALIFE,Yudhi Setiono 08176900600 Pin BB 259497C9.Komplek kostrad Jakarta selatan,kami adalah distributor herbalife Indonesia ,menyediakan ...

CARA MENJAGA BERAT BADAN DENGAN SEHAT AMAN DARI HERBALIFE. KONSULTASI DAN PEMESANAN HUBUNGI REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA

by: abrahamhandoyo, 1 pages

CARA MENJAGA BERAT BADAN DENGAN SEHAT AMAN DARI HERBALIFE. KONSULTASI DAN PEMESANAN HUBUNGI REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA Berat badan anda sudah ideal dan ingin mempertahankannya ...

PERAN KONSULTAN ISO 9001:2008 DALAM MENDEVELOP PRODUCTIVITY SYSTEM DI PERUSAHAAN.

by: abrahamhandoyo, 2 pages

PERAN KONSULTAN ISO 9001:2008 DALAM MENDEVELOP PRODUCTIVITY SYSTEM DI PERUSAHAAN. Seorang pengusaha pernah bertanya apa bedanya konsultan iso yang satu dengan yang lain? Pertanyaan yang wajar ...

JASA KONSULTAN SOP, KONSULTAN SOP, SOP CONSULTANT, PROSEDUR PERUSAHAAN, KONSULTAN SOP, PROCEDURE CONSULTANT, KONSULTAN SISTEM PROSEDUR, CONSULTANT SISTEM PROSEDUR HRD, PROSEDURE KONSULTAN, KONSULTAN PROSEDUR HR MANAJEMEN, KONSULTAN PROSEDURE MARKETING DAN

by: abrahamhandoyo, 2 pages

JASA KONSULTAN SOP, KONSULTAN SOP, SOP CONSULTANT, PROSEDUR PERUSAHAAN, KONSULTAN SOP, PROCEDURE CONSULTANT, KONSULTAN SISTEM PROSEDUR, CONSULTANT SISTEM PROSEDUR HRD, PROSEDURE KONSULTAN, KONSULTAN ...

KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ...

by: khulood, 3 pages

Seni prasi tergolong genre (aliran) kesenirupaan dua demensi sebagai ilustrasi pada lembaran darun lontar. Seni prasi ini dalam proses pemahatan pengerupak pada daun lontar, nampak sangat rumit, ...

Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ...

by: alfredina, 16 pages

Proyek Pesisir, bagian dari Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID- BAPPENAS), sedang mengembangkan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan sumberdaya pesisir yang ...

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2009

by: detriman, 14 pages

PEDOMAN KERJA SAMA DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA NIRLABA LAINNYA DALAM BIDANG KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI

Content Preview
PERAN LSM DALAM
ME

M N
E C
N I
C P
I T
P A
T K
A A
K N
A
N DA
D N
A
N ME
M N
E J
N A
J G
A A
G
STABILITAS KEAMANAN
DAERAH

1

A. PENDAHULUAN
1. UMUM.
SATU BUKTI BAHWA SUATU NEGARA DINYATAKAN MAJU (MODERN) ADALAH
BILA IA MEMILIKI MASYARAKAT YANG WARGA-NEGARANYA LEBIH BANYAK DAN LEBIH
SERING BERPARTISIPASI DALAM KEHIDUPAN KENEGARAAN. PARTISIPASI INI
TERMASUK DALAM MENCIPTAKAN DAN MENJAGA STABILITAS KEAMANAN DI DAERAH.
2. Latar Belakang Permasalahan.
Pergeseran nilai-nilai yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat secara
berangsur-angsur mengakibatkan timbulnya budaya atau kebiasaan hidup
tidak tertib, tidak jarang masyarakat melakukan tindakan-tindakan dengan
ca
c r
a a
r n
a y
n a
y se
s n
e d
n i
d r
i i
r .
i
. Kr
K i
r s
i i
s s
i di
d b
i e
b r
e b
r a
b g
a a
g i
a di
d m
i e
m n
e s
n i
s ya
y n
a g
n
g b
e
b r
e k
r e
k p
e a
p n
a j
n a
j n
a g
n a
g n
a da
d n
a be
b l
e u
l m
u
menunjukkan adanya penyelesaian yang menyeluruh merupakan tantangan
yang harus dihadapi pemerintah yang semakin ketat dalam seluruh aspek
kehidupan tetap akan menimbulkan terjadinya pelanggaran dalam upaya
menciptakan ketertiban masyarakat.
Dalam perkembangannya, LSM di Indonesia banyak mempengaruhi dalam
terciptanya stabilitas keamanan daerah maupun instabilitas keamanan
daerah, akibat dari adanya benturan kepentingan dalam organisasi LSM
tersebut terhadap kebijakan dari pemerintah daerah
2

B.
KONDISI LSM SAAT INI.
Peranan yang dimunculkan oleh LSM saat ini, diantaranya :
1. LSM diposisikan sebagai pelaku dari struktur kelompok
kepentingan yang berfungsi sebagai pengartikulasi
kepentingan masyarakat .
2. Keberadaan dan yang dikerjakan oleh LSM sangat
tergantung kepada:
Sumber dana bagi kegiatan organisasi
Pengaruh kerjasama rekrutasi ketika menjadi pimpinan
Motivasi pendirian organisasi.
3. Kedudukan LSM di daerah dapat berkedudukan sebagai
kelompok kepentingan yang berfungsi untuk memperjuangkan
kepentingan masyarakat di lingkup kerjanya masing-masing.
4. Sumber dana pembiayaan dari luar negeri. titik lemah LSM
Indonesia yang paling krusial: ketergantungan pada
lembaga dana asing
3

C.
PERMASALAHAN KEAMANAN DI PROVINSI BANTEN.
1. Permasalahan keamanan secara umum.
Secara umum permasalahan keamanan daerah di wilayah Korem 064/MY adalah
menghadapi ancaman dalam negeri dengan melihat aspek Geografi, Demografi dan
Kondisi Sosial, sebagai berikut :
a.
Aspek Geografi.
Posisi daerah Banten merupakan posisi yang strategis, karena sebagai pintu
gerbang lalu lintas Jawa dan Sumatera serta merupakan daerah yang menjadi
pertemuan kehidupan social masyarakat dari daerah-daerah yang berbatasan.
Sehingga sangat rawan digunakan untuk pelintasan pelarian kelompok-kelompok
pelaku kejahatan / kriminal baik dari Sumatera maupun dari Jakarta.
b.
Aspek D
emografi.
1)
Kondisi fisik.
Penyebaran penduduk di wilayah Provinsi Banten belum merata, sehingga
dapat menghambat dalam penyusunan komponen masyarakat.
Ketidak seimbangan antara pertambahan jumlah angkatan kerja dan jumlah
kesempatan kerja akan mengakibatkan akumulasi pengangguran di
berbagai bidang.
2)
Kondisi non fisik.
Perkembangan industri di perkotaan akan menimbulkan perubahan baru pada tata
nilai maupun budaya yang berlaku di mata masyarakat. Masalah ini apabila tidak
diantisipasi secara dini dan tepat dapat berdampak negative pada upaya
pemeliharaan keamanan di daerah.
4

c. Kondisi Sosial.
1) Bidang Ideologi.
Masih adanya kelompok-kelompok tertentu yang belum menerima
Pancasila sebagai azas tunggal Negara.
2) Bidang Politik.
Masih adanya oknum aparat pemerintah yang menyalahgunakan
wewenang.
Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan masih perlu
ditingkatkan.
3) Bidang Ekonomi. Masih terbatasnya lapangan pekerjaan.
4) Bidang Sosial Budaya.
Tingkat pendidikan di pedesaan masih rendah.
Kesadaran dalam kebersihan lingkungan masih kurang.
Masih adanya masyarakat yang mudah terkena isu-isu yang
menyesatkan.
5) Bidang Hankam.
Masih sering terjadinya tindak kejahatan.
Masih adanya masyarakat yang belum menyadari pentingnya pam
swakasa.
5

2. Ancaman militer dan non militer.
a. Ancaman militer.
Ancaman militer untuk wilayah Korem 064/MY untuk saat ini belum ada indikasi
adanya invasi dari Negara asing.
b. Ancaman non militer.
Ancaman non militer yang terjadi di wilayah Korem 064/MY diantaranya adalah :
1) Gangguan Kamtibmas.
a) Terjadinya peningkatan gangguan kriminalitas terutama kejahatan yang
disertai dengan tindakan kekerasan.
b) Masyarakat mulai rentan terhadap isu-isu dan emosi yang sulit terkendali.
c) Munculnya isu dan provokasi yang menimbulkan perkelahian antar
kelompok warga yang disertai dengan pengrusakan dan pembakaran.
2) Subversi.
a) Dalam negeri.
1) Pemanfaatan kondisi petani, buruh/pekerja oleh pihak tertentu untuk
menciptakan instabilitas nasional di daaerah dalam memperlancar
tercapainya tujuan politiknya.
2) Munculnya isu keagamaan, koreksi terhadap penyelenggaraan
pemerintah di daerah, pancingan terhadap aparat untuk berbuat represif di
daerah.
b) Luar Negeri.
1) Masuknya faham liberasisasi yang disebarkan oleh kelompok anti
kemapanan dengan dalih membela kepentingan rakyat tertindas.
2) Masuknya faham radikal yang berlatar belakang agama dengan tujuan
membentuk Negara Islam di Indonesia.
6

3.
Stake holder yang terlibat dalam Keamanan Daerah.
Perlu disebutkan disini stake holder yang terlibat dalam Keamanan
Daerah memiliki peran strategis dalam mewujudkan keamanan daerah
yang kondusif.
Pertama, Lembaga Kepolisian Daerah merupakan aktor utama dalam
hal ini, Polisi bertanggung jawab pada wilayah ancaman keamanan
yang meliputi ketertiban dan keamanan publik. Seperti kerusuhan dan
konflik yang melibatkan WNI sendiri, selama eskalasi keamanan masih
dalam batas kemampuan Polri mengatasi maka TNI t
idak perlu terlibat.
Kedua, TNI memiliki peran strategis dalam hal keamanan yang
berimplikasi kepada disintegrasi bangsa seperti gerakan separatis yang
bila telah memasuki wilayah merah atau bahaya dimana pelaku sudah
menjadi combatan maka disini TNI yang berperan.
Ketiga, Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga tidak kalah
pentingnya dalam mewujudkan stabilitas keamanan di daerah. Peran
sebagai lembaga pengontrol dan pendorong bagi terciptanya stabilitas
keamanan di daerah.
7

D. PERAN LSM YANG DIHARAPKAN.
1. LSM yang mampu menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan di
daerah. Hal tersebut dapat dilakukan, dengan cara :
a. LSM harus bisa menciptakan kondisi yang stabil dalam setiap
kegiatannya, tidak menimbulkan gejolak situasi keamanan menjadi kurang
baik.
b. Tidak mengeluarkan pernyataan atau statement yang menimbulkan
terganggunya situasi keamanan di daerah.
c. Dalam setiap kegiatan yang bersinggungan atau menyangkut instansi
pemerintah daerah, maupun instansi yang lain, hendaknya dikoordinasikan
dengan baik. Sehingga tidak menimbulkan salah pengertian, ya
y ng pada
akhirnya akan terganggunya stabilitas keamanan.
d. Tidak memaksakan tercapainya kepentingan organisasi, apabila
kepentingan itu berbenturan dengan kepentingan yang lebih besar atau
nasional.
e. Tidak berkecimpung dalam kegiatan yang dapat mengganggu stabilitas
keamanan.
f. Dalam hal pendanaan, hendaknya LSM dapat secara mandiri tidak
tergantung dengan sumber dana dari pihak lain, karena ketergantungan
tersebut akan dimanfaatkan oleh pihak pemberi dana untuk mengambil
keuntungan dari LSM yang digunakannya.
8

2. Pemberdayaan LSM.
Di era reformasi seperti sekarang ini, pemberdayaan LSM
sedang berada pada suatu situasi dan kondisi yang penuh
dengan peluang dan tantangan untuk semakin tumbuh dalam
kuantitasnya dan semakin berkembang dalam kualitas dan
ragam aktivitasnya. Pemberdayaan LSM dapat dilakukan oleh
Pemerintah sebagai pengayom, pelayan, dan pengatur; oleh
Masyarakat sebagai pembentuk, pelaku, dan pengontrol
pemerintah; oleh Masyarakat dan Pemerintah sebagai mitra
pembangun bangsa di satu sisi dan sebagai pengontrol
intervensi dunia internasional terhadap Indonesia di lain sisi.
Pemberdayaan LSM lebih dituntut pada peningkatan dan
penguatan kemandirian-profesionalitas. Mandiri dalam hal
kreativitas, aktivitas, pendanaan, sumberdaya pengelola,
pengembangan organisasi, dan seterusnya. Profesional
dalam hal kinerja, akuntabilitas publik, spesialisasi fungsional,
produktivitas, edukatif produktif, inovatif (kreatif ekonomis),
dan seterusnya.
9

E. UPAYA YANG DILAKUKAN.
1.
Pemberdayaan LSM dalam usaha bela Negara.
Dalam pasal 9 ayat 1 UU nomor 3 tahun 2002 disebutkan bahwa
“Setiap warga Negara behak dan wajib ikut serta dalam upaya bela
Negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan
Negara”. Untuk dapat mewujudkan warga Negara yang mengerti,
menghayati serta yakin untuk menunaikan hak dan kewajiban dalam
upaya bela Negara, dengan unsur sebagai berikut :
a.
Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Yaitu mengenal dan mencintai tanah air wilayah nasionalnya
sehingga selalu waspada dan siap membela tanah air terhadap
segala bentuk ancaman, t
antangan, h
ambatan dan gangguan.
b.
Bersama sama instansi terkait lainnya mengadakan
pembinaan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut serta kontinyu
agar dapat menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
c.
Bersama instansi terkait dilaksanakan pembinaan agar yakin
akan Pancasila.
d.
Membina agar rela berkorban untuk bangsa dan Negara.
e.
Membina dan melatih agar memiliki kemampuan awal bela
Negara.
10

Download
Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah as:

From:

To:

Share Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Peran Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menciptakan dan Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading