This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ...

1.00 (1 votes)
Document Description
Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disosialisasikan sejak 1999, seiring wacana perubahan lainnya yang memang bergemuruh dalam berbagai bidang di negeri ini. Pelaksanaan KBK pada dasarnya adalah desentralisasi dan otonomi institusi pendidikan untuk menyiapkan output (lulusan) yang benar-benar menjawab kebutuhan user , baik dunia usaha maupun masyarakat. Dalam hubungan itu, KBK juga diterapkan pada pendidikan agama mengingat orientasi pendidikan agama adalah untuk membangun karakter anak didik yang sesuai dengan norma-norma agama, sehingga ia menjadi anak yang berakhlak. Pelaksanaan KBK di MAN 2 Mataram telah 2 (dua) tahun ini berlangsung dengan dukungan penuh dari pihak Kepala Madrasah. Dari segi persiapan yang dilakukan, para guru PAI itu telah menyusun persiapan, meskipun belum sepenuhnya mengacu pada model pengembangan silabus sesuai tuntutan KBK. Dari segi praktek, implementasi bidang studi PAI dalam pembelajaran sudah mendekati model KBK. Hanya saja penggunaan metode dan evaluasi yang diterapkan umumnya masih konvensional seperti evaluasi model portofolio belum mereka gunakan. Berdasarkan kenyataan tersebut, ke depan perlu ada usaha serius untuk meningkatkan profesionalisme guru bidang studi PAI agar pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif dan menarik.
File Details
  • Added: October, 24th 2010
  • Reads: 1585
  • Downloads: 33
  • File size: 154.63kb
  • Pages: 18
  • Tags: kurikulum, kompetensi, desentralisasi, pendidikan agama
  • content preview
Submitter
  • Name: birgit
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi

by: bela, 15 pages

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ASPEK YANG BERBEDA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS ...

Kurikulum berbasis kompetensi

by: edmee, 14 pages

MANAJEMEN PELAKSANAAN KBK PENGERTIAN MANAJEMEN PEL. KBK: PEMBERDAYAAN DAN PEMANFAATAN SECARA OPTIMAL POTENSI SEKOLAH SUPAYA KBK EFEKTIF, ...

Piano di studi laurea triennale scienze naturali

by: Francesco, 9 pages

Piano degli Studi del Corso di Laurea in Scienze della Natura (Classe L-32)

Piano di studi laurea magistrale scienze della natura

by: Francesco, 6 pages

Piano degli Studi del Corso di Laurea Magistrale in Scienze della Natura (Classe LM-60)

PROGRAM KERJA TAHUNAN BIDANG KURIKULUM SMPN 4 MALANG TAHUN 2007/2008

by: radenka, 19 pages

Malang sebagai kota pendidikan mempunyai banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat taman kanak kanak sampai perguruan tinggi yang bervariasi bentuk maupun tingkat kemajuannya, sehingga banyak ...

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SMP/MTs

by: budiraspati, 4 pages

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SMP/MTs

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SMA/SMK

by: budiraspati, 4 pages

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SMA/SMK

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SD/MI

by: budiraspati, 3 pages

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MAENPO CIKALONG UNTUK SD/MI

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Muatan Lokal Maenpo Cikalong

by: budiraspati, 12 pages

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Muatan Lokal Maenpo Cikalong

Università Studi Catania Parmalat Latte Sole: Il Latte oggi Nuove Conoscenze e Legislazione

by: 20taskforceitaly, 2 pages

Convegno organizzato dall’ Università degli Studi di Catania in collaborazione con Parmalat e Latte Sole per presentare le ultime ricerche sul latte e i risultati del progetto ...

Content Preview
Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ..... (Maimun)



IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
(KBK) BIDANG STUDI AGAMA DI MAN 2 MATARAM
Maimun
Abstrak:
Kurikulum
berbasis
kompetensi
(KBK)
disosialisasikan sejak 1999, seiring wacana perubahan lainnya
yang memang bergemuruh dalam berbagai bidang di negeri
ini. Pelaksanaan KBK pada dasarnya adalah desentralisasi dan
otonomi institusi pendidikan untuk menyiapkan output
(lulusan) yang benar-benar menjawab kebutuhan user, baik
dunia usaha maupun masyarakat. Dalam hubungan itu, KBK
juga diterapkan pada pendidikan agama mengingat orientasi
pendidikan agama adalah untuk membangun karakter anak
didik yang sesuai dengan norma-norma agama, sehingga ia
menjadi anak yang berakhlak. Pelaksanaan KBK di MAN 2
Mataram telah 2 (dua) tahun ini berlangsung dengan
dukungan penuh dari pihak Kepala Madrasah. Dari segi
persiapan yang dilakukan, para guru PAI itu telah menyusun
persiapan, meskipun belum sepenuhnya mengacu pada model
pengembangan silabus sesuai tuntutan KBK. Dari segi
praktek, implementasi bidang studi PAI dalam pembelajaran
sudah mendekati model KBK. Hanya saja penggunaan metode
dan evaluasi yang diterapkan umumnya masih konvensional
seperti evaluasi model portofolio belum mereka gunakan.
Berdasarkan kenyataan tersebut, ke depan perlu ada usaha
serius untuk meningkatkan profesionalisme guru bidang studi
PAI agar pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif
dan menarik.



Kata Kunci:
kurikulum, kompetensi, desentralisasi, pendidikan
agama

∗ Penulis adalah dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram

1

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 2, No.1, Desember 2005: 1-....
PENDAHULUAN
Dewasa ini kehidupan manusia dengan cepat berubah dari
waktu ke waktu. Kehidupan keluarga, termasuk anak-anak sekarang
memberikan banyak kebebasan dan banyak dipengaruhi oleh faktor
dari luar. Sekarang ini kehidupan kita senantiasa dibayangi oleh
perkembangan IPTEKS (baca: Ilmu, Teknologi dan Seni) dengan
akselerasi laju yang luar biasa, yang menyebabkan terjadinya
"ledakan informasi". Pertumbuhan pengetahuan pada tahun 80-an
saja berjalan dengan kecepatan 13% per tahun. Ini berarti bahwa
pengetahuan yang ada akan berkembang menjadi dua kali lipat
hanya dalam tempo kira-kira 5,5 tahun. Akibatnya pengetahuan
dalam bidang tertentu menjadi "kadaluwarsa" hanya dalam tempo
kira-kira 2,5 tahun.1
Era globalisasi banyak dikatakan sebagai era persaingan mutu
atau kualitas. Di saat tantangan global sudah menjadi keniscayaan
tak terelakkan, di situlah banyak kalangan memandang bahwa dunia
pendidikan sebagai centre of excellence diharapkan semakin
menunjukkan fungsi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM)
berkualitas. Persoalannya, di saat Indonesia dihadapkan pada
tantangan global yang sudah taken for granted (niscaya) itu, secara
internal negeri ini tengah bergulat dengan beragam krisis
multidimensional.
Rentetan krisis ekonomi yang berimbas juga kepada krisis
politik, membuat tantangan yang dihadapi itu semakin berat. Tak
semudah membalikkan telapak tangan melakukan perubahan
signifikan terhadap kultur politik yang sedemikian sentralistik di
masa lalu. Pendidikan di Indonesia sudah sekian lama terkooptasi
oleh kondisi sosial politik. Hal itu membuat pendidikan kehilangan
karakter mendasar dan hakikatnya untuk mengembangkan manusia.
Mulai tahun ajaran 2004/2005, kurikulum pendidikan di
Indonesia berubah. Kurikulum berlabel kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) secara bertahap mulai diterapkan secara efektif
pada tahun ajaran tersebut. Kurikulum baru ini disosialisasikan sejak
1999 lalu, seiring wacana perubahan lainnya yang memang
bergemuruh dalam berbagai bidang di negeri ini.
Merujuk historisitas pendidikan Indonesia, perubahan
kurikulum sejatinya bukan wacana baru. Setidaknya, sudah empat

1Miguel Ma.Varela, Education for Tomorrow (Bangkok: APEID-Unesco,
1990), hal. 17.
2

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ..... (Maimun)
kali terjadi perubahan kurikulum pendidikan yang diberlakukan di
negeri ini, yakni kurikulum 1968, kurikulum 1974, kurikulum 1984,
dan kurikulum 1994. Toh, semua perubahan kurikulum itu tak serta-
merta membawa perbaikan signifikan terhadap kualitas pendidikan
di negeri ini. Buktinya, selain telah banyak komentar skeptis dan
sorotan tajam tentang rendahnya standar pendidikan Indonesia dari
berbagai pakar, bukti shahih tentang posisi tawar pendidikan
Indonesia yang rendah di percaturan global juga sudah sering
diungkapkan.
Bisa dipahami jika akhirnya skeptisisme sebagian kalangan
soal efektivitas KBK ini, juga kencang dikedepankan. Pengalaman
masa saat wacana perubahan kerap kali hanya berupa ”jargon”
belaka tanpa implementasi nyata di lapangan, agaknya menjadi
peletup ketidakyakinan itu. Apalagi kebijakan pemerintah di masa
lalu lebih sering bermakna politis ketimbang strategis. Makin bisa
dimafhumilah istilah ”ganti menteri, ganti kebijakan atau
kurikulum” yang menggejala di sebagian masyarakat kita.2
Kendati demikian, secara objektif tetap harus diungkapkan
bahwa pada KBK, proses penyiapan dan rencana implementasinya
relatif lebih terbuka. Dalam pengertian, informasi lengkap soal ini
bisa diakses khalayak. Bahkan, sebelum kurikulum ini dilaksanakan,
pemerintah terlebih dahulu melakukan serangkaian uji coba secara
terbuka dan bertahap di sejumlah sekolah pada beberapa daerah. Hal
itu memang berbeda dengan kecenderungan di masa lalu ketika
sebuah kebijakan lebih menebalkan makna ”koersif” alih-alih
memuarakan kebebasan ruang untuk berpikir dan berkreasi.
Pelaksanaan KBK pada dasarnya adalah desentralisasi dan
otonomi institusi pendidikan untuk menyiapkan output (lulusan)
yang benar-benar menjawab kebutuhan user, baik dunia usaha
maupun masyarakat. Dengan demikian, kurikulum harus ada
relevansinya dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat menentukan
bentuk pendidikan yang akan dilaksanakan, sebaliknya sistem
pendididikan atau jenis kurikulum dapat memecahkan problema
kemasyarakatan.
Pendidikan
berbasis
kompetensi
menekankan
pada
kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang
pendidikan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar
kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai

2 Lihat Kompas, tanggal 1 Nopember 2004.

3

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 2, No.1, Desember 2005: 1-....
lulusan. Kompetensi adalah "pernyataan yang menggambarkan
penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan
perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati
dan diukur".3 Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal
utama untuk bersaing di tingkat global, karena persaingan yang
terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena
itu, penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan
menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global.
Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan
silabus dan sistem penilaian berbasiskan kompetensi.
Sepintas banyak kalangan mengidentikkan KBK dengan
pendidikan vocational (kejuruan) yang memang berkaitan dengan
program studi yang lebih menekankan aspek skill (keterampilan) dan
penguasaan teknologi. KBK menekankan aspek penguasaan secara
komprehensif pada sebuah program sehingga relevan dengan
kebutuhan masyarakat. Yang menjadi titik berat KBK adalah
memunculkan sosok profesionalisme pada bidangnya masing-
masing. Pada kaitan inilah KBK memberi penekanan yang dominan
pada berbagai kompetensi yang harus dikuasai seseorang dalam
setiap program studi pada setiap jenjang pendidikan.
Penarapan KBK berimplikasi pada terjadi pergeseran, dari
penguasaan pengetahuan (kognisi) atau dominasi kognitif menuju
kepada penguasaan kompetensi tertentu sesuai program studi
masing-masing. Oleh karena itu, inti KBK ini sebenarnya adalah
output pendidikan yang benar-benar profesional di bidangnya.
Menurut Tresna D. Kunaefi, karena KBK menggunakan pendekatan
penguasaan
kompetensi
tertentu,
materinya
sedikit
tetapi
mendalam.4
Dalam hubungan itu, KBK juga diterapkan pada pendidikan
agama. Sebagaimana kita maklumi, orientasi pendidikan agama
adalah untuk membangun karaktek anak didik yang sesuai dengan
norma-norma agama sehingga ia menjadi anak yang berakhlak.
Pendidikan agama juga dituntut memberikan bekal-keterampilan
amaliyah nyata sehingga anak didik dapat menjadi insan yang

3Lihat Thomas Lickona, Educating for Character How Our School Can
Teach Respect and Responsibility (New York: Bantam Books, 1992).
4Harian Pikiran Rakyat, 28 Agustus 2004.
4

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ..... (Maimun)
bertaqwa. Bahkan, pendidikan agama juga harus berorientasi sosial
dalam rangka menanamkan nilai-nilai humanisme.5
Dalam prakteknya, pendidikan agama di madrasah terkadang
belum menunjukkan contoh nyata. Misalnya, di madrasah sering
diajarkan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis tentang keutamaan
membantu sesama manusia. Hanya saja, model pengajarannya masih
normative-doktriner, belum mengacu pada model pembelajaran yang
dapat membangkitkan gairah membantu. Kadangkala pun di
lingkungan madrasah sendiri, nilai-nilai semacam itu juga mulai
kendor.
Dalam hubungan itu, keberadaan MAN 2 Mataram sebagai
madrasah aliyah model di Lombok patut mendapat perhatian. Satu
sisi, di madrsah ini banyak melakukan inovasi, termasuk dalam
aspek pembelajaran. Hanya saja, bentuk kemajuan yang terlihat
nyata baru pada tahap fisik, sementara untuk pengembangan
kompetensi lulusan belum ada penilaian secara serius. Termasuk
dalam rangka penerapan KBK yang sudah mulai diterapkan untuk
level kelas I, sejauh ini belum ada penelitian yang mencermati secara
utuh pola pelaksanaannya, apakah sudah sesuai dengan semangat
KBK atau belum. Lebih-lebih karena ini madrasah, fokus penelitian
ini akan diarahkan pada salah satu bidang studi agama yang
dipandang paling besar kemungkinan untuk direalisasi berdasarkan
kurikulum berbasisi kompetensi.
Sekaitan dengan hal tersebut di atas, maka masalah yang
hendak ditelusuri berkisar pada: Persiapan guru bidang studi agama
dalam menyusun silabus dan perangkat pembelajaran berbasis KBK,
implementasi sistem pembelajaran KBK, dan evaluasi yang
diterapkan guru bidang studi agama untuk menilai peserta didiknya.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif
analitis dengan pendekatan kajian sosio-antropologis. Disebut
deskriptif, karena ia menggambarkan fenomena apa adanya,
perkembangan yang tengah terjadi, trend yang mengemuka, dan
pendapat yang muncul, baik yang berhubungan dengan masa
sebelumnya maupun masa sekarang.6 Sedangkan pendekatan

5A. Qodri Azizy, Pendidikan Agama untuk Membangun Etika Sosial
(Semarang: Aneka Ilmu, 2003), 69.
6Lihat Nawawi, Hadari, Metodologi Penelitian Bidang Sosial (Yogyakarta:
UGM Press, 1995), 79.

5

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 2, No.1, Desember 2005: 1-....
kualitatif dipakai karena obyek penelitian berupa gejala atau proses
yang sulit diangkakan, yang mana lebih mudah dijelaskan dengan
deskripsi kata-kata sehingga dinamikanya dapat ditangkap secara
lebih utuh. Jadi melalui pendekatan kualitatif, peneliti akan mengkaji
setiap peristiwa yang terjadi dan konsep-konsep tentang praktek
pembelajaran KBK secara mendalam untuk mendalami fokus yang
diteliti dan menyajikan secara detail. Dengan pendekatan sosiologis,
akan dapat dilihat kaitan satu pihak dengan lainnya, dan peneliti
berusaha untuk mengamati dan memahami secara mendalam
terhadap subyek penelitian dimana peneliti bertindak sebagai
instrumen utama, yakni memainkan peranan sebagai instrumen
kreatif, memburu informasi dengan menggunakan teknik snowball
sampling.

Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi (1) observasi langsung untuk melihat dari
dekat fakta-fakta dan bentuk-bentuk persiapan yang dilakukan para
guru sebelum mengajar sampai pada penerapan sistem mengajarnya
di kelas. (2) Wawancara mendalam dipakai untuk melengkapi
metode observasi, dalam hubungan ini teknis wawancara tak-
berstruktur akan digunakan untuk lebih bebas dan leluasa dalam
mengungkap
pandangan
dan
pengalaman
para
guru.
(3) dokumentasi dimaksud meliputi dokumen karya yang sudah
tercetak, arsip, majalah, dan lainnya yang terkait dengan dinamika
sistem pembelajaran khususnya tentang sistem KBK yang tengah
diterapkan.
Data yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, wawancara
dan obeservasi di atas segera dibuat pemetaan sesuai tiga pokok
masalah yang ada dengan analisis reflektif. Berikutnya menganalisis
dengan metode induktif, deduktif dan komparatif

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini, yang dijadikan indikator adalah
bagaimana persiapan guru bidang studi agama dalam menyusun
silabus
dan
perangkat
pembelajaran,
implementasi
sistem
pembelajaran, dan evaluasi yang diterapkan guru bidang studi
pendidikan agama. Sehubungan dengan indikator di atas, kepala
MAN 2 Mataram menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun ke-
2 penerapan KBK sebagai salah satu pendekatan pembelajaran di
MAN 2 Mataram dan terbukti persiapan mengajar yang disusun oleh
semua guru telah menggunakan pendekatan KBK, metode
6

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ..... (Maimun)
pembelajarannya pun menggunakan metode yang bervariasi, seperti
diskusi, penugasan, demonstrasi dan sebagainya.7
Hasil wawancara di atas dibuktikan dengan observasi peneliti
terhadap penerapan KBK di MAN 2 Mataram, melalui pengamatan
langsung pada guru bidang studi Aqidah Akhlak di kelas IIB, proses
belajar mengajar yang dilakukan gurunya telah menerapkan
pendekatan KBK. Pada saat itu guru Aqidah Akhlak sedang
mengajar dengan menggunakan metode diskusi, di mana guru
memberikan pengantar tentang topik diskusi, lalu kelompok yang
bertugas maju ke depan kelas mempresentasikan makalahnya,
kemudian di akhir diskusi guru memberikan tugas kepada siswa
untuk menulis rangkuman hasil diskusi.8
Selanjutnya untuk lebih memantapkan pemahaman dan
pelaksanaan KBK di MAN 2 Mataram, dilakukan kerja sama dengan
SMA Negeri 1 Mataram.9 Hasil kerjasama yang dibangun MAN 2
Mataram dengan SMA 1 Mataram menurut Kepala Madrasah bahwa
guru-guru di MAN 2 Mataram tambah kreatif, terutama cara
mengajar. Jadi ada perbaikan (peningkatan) dalam pengelolaan kelas
dan pengelolaan pembelajaran dari yang biasanya waktu belajar di
kelas dimonopoli oleh guru, sekarang terlihat siswa lebih aktif dan
kreatif10.
Dari penjelasan di atas bahwa pelaksanaan KBK di MAN 2
Mataram baru seumur jagung, alias masih muda sekali. Tahun ini
baru memasuki tahun kedua, yang berarti baru kelas I dan II saja
yang mengimplementasikan KBK. Sementara kelas III tetap
menggunakan kurikulum lama tahun 1994. Ada perbedaan mendasar
antara kurikulum 1994 dengan KBK. Jika kurikulum 1994 dan
kurikulum sebelumnya mulai dilaksanakan bersama dengan
penetapan kurikulum yang bersangkutan, tetapi KBK diujicobakan
dahulu sebelum dilaksanakan. Ujicoba KBK tersebut berupa pilot
mini di beberapa provinsi di Indonesia, itupun hanya untuk sekolah
tertentu saja, yang mana sudah dimulai sejak 2000/2001. Ujicoba

7Wawancara tanggal, 11 Oktober 2005
8Observasi hari kamis 13 Oktober 2005, jam 09.15-10.10 Wita
9Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan tentang
implementasi KBK bagi semua guru MAN 2 Mataram yang ditutori oleh beberapa
orang guru SMA 1 Mataram selama 3 hari, mulai dari pengenalan dan pemahaman
tentang konsep KBK, persiapan mengajar, analisis silabus sampai kepada
implementasi di kelas dengan beberapa metode dan cara evaluasi.
10Wawancara tanggal 11 Oktober 2005

7

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 2, No.1, Desember 2005: 1-....
tersebut masih menggunana kurikulum 1994 dan suplemen
kurikulum 1999, tetapi dengan metode KBK. Dalam konteks NTB dan
Mataram khususnya, SMAN 1 Mataram adalah termasuk yang ikut
ujicoba itu. Karena itu sudah merupakan langkah tepat manakala
kepala MAN 2 Mataram telah mendekati pihak SMAN 1 untuk
belajar lebih jauh model implementasi KBK.
Kemudian acuan yang digunakan dalam implementasi KBK
bagi guru MAN 2 Mataram, menurut kepala madrasah berpedoman
kepada petunjuk-petunjuk tentang KBK yang dikeluarkan oleh
Diknas dan sesuai hasil pelatihan dengan guru SMA 1 Mataram. Jadi
guru-guru dalam menerapkan KBK tidak lepas dari petunjuk yang
diberikan
pemerintah,
sehingga
pelaksanaannya
menurut
pengamatan peneliti benar-benar sesuai dengan aturan dan petunjuk
yang
ada.
Di
samping
itu
guru-guru
juga
melengkapi
pembelajarannya dengan media yang peneliti nilai sangat efektif.
Contohnya untuk pelajaran SKI sudah dipersiapkna seperangkat alat
multimedia, CD dan sebagainya. Jadi suasana kelas sudah berubah
lebih hidup, dan guru-gurunya tidak terlalu lelah, dan juga siswa
tidak jenuh.11
Tentang persiapan guru dalam mendesain pembelajaran,
umumnya mereka mengaku sudah membuat persiapan. Dari hasil
observasi juga diketemukan fakta bahwa mereka telah membuat
persiapan. Sebagai madrasah induk, MAN 2 telah begitu lama
mentradisikan tertib administrasi dari segi persiapan guru sebelum
masuk kelas. Kepala madrasah mengakuinya dengan bukti setiap
kali rapat rutin dewan guru, dia selalu menekankan pentingnya
tugas-tugas keguruan itu. Namun demikian halnya, patut dicermati
sejauhmana guru PAI telah melakukan persiapan? Di sini tampaknya
mereka membuat persiapan seperti pola dahulu yang telah biasa
mereka lakukan. Format SP yang mereka buat berbeda dengan yang
umumnya dipakai dalam pembuatan SP pada kurikulum berbasis
kompetensi. Hal ini terjadi karena secara teknis mereka tidak pernah
dilatih untuk itu. Sebenarnya hal itu bisa di atasi manakala ada
inisiatif dari pimpinan atau inisiatif dari kelompok kerja guru PAI
sendiri untuk mengadakan semacam “lokakarya” kecil-kecilan yang
membahas secara khusus penyusunan silabi dan pembuatan
perangkat pembelajaran sesuai pola KBK. Tampaknya hal ini terjadi
karena rutinitas dan kesibukan sehingga seolah aspek perangkat

11Ibid
8

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ..... (Maimun)
pembelajaran menjadi tidak begitu dipentingkan lagi, inilah salah
satu problem sekaligus kelemahannya. Namun ada juga segi
positifnya, yaitu para guru dengan system KBK ini merasa tertuntut
untuk memiliki/menguasai banyak referensi.

Implementasi KBK Bidang Studi Fiqh
Sesuai indikator penelitian tentang implementasi KBK, di
dalam penelitian ini diungkap beberapa hal penting, seperti
pedoman dalam penerapan KBK, pembuatan persiapan dan silabus
pembelajaran, metode yang digunakan, media pembelajaran, dan
penilaian.
Dalam hal pedoman pelaksanaan KBK bidang studi Fiqh,
peneliti tidak menemukan adanya pedoman yang jelas dari
pemerintah (Dep. Agama), sebagaimana dijelaskan oleh guru bidang
studi Fiqh bahwa, pedoman dari Departemen Agama tentang
penerapan KBK tidak ada, kurikulum yang disediakan hanya satu
untuk setiap mata pelajaran PAI. Dalam menerapkan KBK bidang
studi Fiqh mereka meniru cara-cara yang dipakai oleh guru-guru
bidang studi umum, yang mana kurikulumnya mereka sesuaikan.
Adapun guru-guru bidang studi umum yang mereka tirukan adalah
guru SMA Negeri 1 Mataram yang pernah datang mendampingi
walau hanya sekali, dan cara yang disampaikan oleh guru SMA 1
itulah yang mereka tiru.12
Jadi patut disayangkan adalah kurangnya perhatian
Departemen Agama sendiri untuk menyelenggarakan program
pelatihan KBK khusus bidang studi PAI. Hasil wawancara di
lapangan menunjukkan bahwa para guru PAI tidak ada yang pernah
diundang untuk mengikuti pelatihan. Hal ini juga diakui oleh pihak
Kepala Madrasah. Hal demikian mencerminkan lemahnya program
di lingkungan Depag (baik pusat atau daerah) dalam merespon
tuntutan revolusi belajar.
Hasil
studi
dokumentasi,
yang
dilakukan
peneliti
membuktikan adanya persiapan dan pembuatan silabus KBK dalam
mata pelajaran Fiqh yang disusun oleh guru bidang studinya,
memiliki bentuknya masih sangat sederhana dalam artian belum
sepenuhnya memenuhi standar KBK. Hasil dokumentasi ini
diperkuat oleh penjelasan guru fiqh, yang menjelaskan bahwa,
persiapan dan analisis silabus yang mereka lakukan yakni dengan
cara meniru dan melihat model persiapan pembuatan silabus yang

12Wawancara tanggal, 11 Oktober 2005

9

Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 2, No.1, Desember 2005: 1-....
telah dilakukan oleh guru-guru bidang studi umum. Adapun buku
paket yang khusus yang dikan olehnya sebagai pedoman juga belum
ada, sebagai solusinya mereka mengambil materi dari sejumlah buku
yang ada bahasan tentang materi yang mesti ajarkan.13
Mengenai metode yang diterapkan di kelas,dari hasil
observasi peneliti pada waktu guru bidang studi Fiqh menyajikan
materinya,
pembelajaran
dilakukan
dengan
menggunakan
pendekatan dan metode ceramah, yang saat itu menyampaikan
materi tentang shalat janazah. Penyampaian meteri dilakukan
dengan metode ceramah dan didemonstrasikan oleh beberapa siswa
di depan kelas, dengan dituntun oleh guru bidang studi.14
Sedangkan yang berkaitan dengan penilaian pembelajaran di
kelas, sebagaimana dijelaskan oleh guru fiqh “bahwa penilaian kami
lakukan melalui ulangan harian dan praktik. Kalau tidak bisa tuntas
dengan ujian blok (per pokok bahasan), maka kami lakukan
remedial.”15 Mengenai evaluasi portofolio, kadang mereka
praktikkan, tetapi tidak maksimal dan tidak efektif, karena
banyaknya kelas yang harus mereka pegang. Dalam satu kelas saja
isinya antara 40 – 42 siswa (kelas gemuk).16
Adapun kendala yang dirasakan selama menerapkan KBK,
oleh guru guru fiqh yakni, terkait dengan buku pelajaran atau buku
pegangan guru dan pegangan siswa yang belum ada di sekolah.
Mereka harus mencari sendiri, hal tersebut cukup memberatkan dan
merepotkan mereka. Kesulitan lainnya adalah para siswa hanya
memiliki LKS yang berisi materi singkat sehingga harus diberikan
catatan, padahal KBK tidak boleh ada catatan, jika tidak diberi
catatan, para siswa tidak memiliki catatan untuk dipelajari di
rumah.17
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa implementasi
KBK pada bidang studi Fiqh terutama pada pembuatan persiapan
dilakukan dengan meniru persiapan pada guru mata pelajaran
umum, karena panduan atau pedoman yang jelas tentang penerapan
KBK bagi mata pelajaran PAI tidak ada, hanya saja guru-guru MAN
2 Mataram seperti yang dijelaskan oleh Kepala madrasah dan guru
bidang studi fiqh dilatih untuk bisa menerapkan KBK dengan

13Ibid
14Observasi tanggal 12 Oktober 2005 jam 10.30-11.10 Wita
15Wawancara tanggal 11 Oktober 2005
16Ibid
17Wawancara tanggal 13 Oktober 2005
10

Download
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ...

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ... to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ... as:

From:

To:

Share IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ....

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BIDANG STUDI ... as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading