This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ...

0.00 (0 votes)
Document Description
Seni prasi tergolong genre (aliran) kesenirupaan dua demensi sebagai ilustrasi pada lembaran darun lontar. Seni prasi ini dalam proses pemahatan pengerupak pada daun lontar, nampak sangat rumit, pelik dan didukung dengan perasaan yang sabar. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini, tema-tema ceritera yang diilustrasikan oleh para seniman pemrasi (pemahat) daun lontar dengan pola dasar lukisan wayang gaya-Kamasan dari Klungkung; makna simbolik seni prasi sebagai pengejawantahan agama, khusus agama Hindu yang membentuk struktur dan identitas budaya Bali. Tujuan penelitian ini, secara teoritis untuk menelaah bentuk dan makna simbolik seni prasi sebagai salah satu aspek membingkai dalam kehidupan sosio-kultural masyarakat Bali. Tujuan praktis untuk memberikan gambaran secara komprehensif terhadap masyarakat tentang bentuk dan makna simbolik seni prasi dalam kehidupan masyarakat Bali. Data ini digali dari para informan sebagai unit analisis perajin seni prasi (pemahat daun lontar) sebanyak 20 orang perajin seni prasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam ( depth interview ) berlandaskan pada pedoman wawancara ( interview guide ). Data lapangan yang telah terkumpul diklasifikasikan, diolah dan dianalisis. Analisis data yang melandasi penelitian ini, adalah analisis kualitatif, yaitu menekankan pada analisis tafsir kebudayaan ( cultural interpretif analysis ) dan analisis simbolik ( symbolic analysis ) Tema-tema ceritera diilustrasikan pada lembaran daun lontar, sebagai sebuah teks. Isi teks itu menurut Geertz ditasirkan (interpretif) konteksnya dengan kehidupan sosio-kultural masyarakat Bali. Mengingat manusia sebagai animal symbolicum yang terjaring dalam jaringan makna yang dirajut sendiri. Begitu pula penasiran terhadap teks dapat dilakukan secara bebas, namun tidak semena-mena dari berbagai sudut pandang, baik itu dilakukan oleh seniman pemrasi (pemahat) yang mengilustrasikan karya seninya pada lembaran daun lontar maupun masyarakat sebagai penikmat keindahan seni. Penaksiran karya seni prasi sebagai sebuah teks, dapat dilakukan berlapis-lapis, untuk mencegah penaksiran yang subyektivitas, sehingga dapat menghasilkan penaksiran obyektif. Pada seni prasi yang diilustrasikan itu tentang wayang, karena wayang mengandung nilai filosofis yang amat dalam mengenai ajaran agama Hindu. Ajaran agama Hindu dengan ketiga kerangka dasarnya, yaitu (1) tattwa (fisafat keagamaan); (2) susila (moral keagamaan) dan (3) ritual (upacara keagamaan). Ketiga kerangka ini melandasi keseluruhan aspek kehidupan masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali. Selanjutnya ilustrasi wayang yang digarap para seniman pemrasi pada daun lontar itu, sebagai suatu bayangan tentang alam dewa atau Tuhan ( Swah ), alam jagat raya atau makrokosmos ( Bhuah ) dan alam manusia atau mikrokosmos ( Bhur ). Dalam konteks kajian ini lebih memfokuskan pada susila (moral manusia) yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Sesuai dengan tema-tema ceritera yang diilustrasikan pada daun lontar, tentang wiracaritera epos Ramayana dan Mahabharata. Tersirat dalam teks ceritera itu, tentang satua (folktale), tutur (tuntunan atau nasehat), kepahlawanan , legenda , sasana (aturan-aturan) , etika yang bersumber dari sastra-agama , seperti kidung, kekawin, parwa, tantri, geguritan dan ceritera rakyat ( foklor ). Inti utama dari agama Hindu, menegakkan dharma (kebenaran), bukan sebaliknya adharna (kejahatan). Inilah sebenarnya yang diilustrasikan pada seni prasi, sehingga pemaknaan simbolik sikap prilaku perbuatan manusia yang dinamakan "trikaya perisudha" dibingkai oleh simbol dharma (kebenaran) dan adharma (kejahatan) yang dikenal rwabhineda (sifat-sifat yang memposisikan berlawanan, baik-buruk, benar-salah, laki-perempuan dan sebagainya)
File Details
Submitter
  • Name: khulood
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Repong damar: kajian tentang pengambilan keputusan dalam ...

by: rajna, 22 pages

Proses pengelolaan hutan di pesisir Krui, Lampung Barat, biasanya terdiri dari tiga tahapan, yaitu dimulai dari ladang, kebun dan berakhir dengan repong damar . Kajian ini menunjukkan peranan ...

Pembuktian Dan Penentuan Sengketa Hak Milik Dalam Perkara Waris ...

by: tomas, 7 pages

Eksistensi Pengadilan Agama sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (2) Undang-undang Dasar 1945 dinyatakan , bahwa Pengadilan Agama merupakan salah satu lingkungan Peradilan yang berada di bawah ...

PERKEMBANGAN SENI MUZIK DALAM PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA

by: mandy, 20 pages

This article aims to expose the status of music in a country where majority of its people follow the Islamic faith. Music in this country does not hold a great position and this indicates that ...

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SENI BUDAYA

by: ting, 27 pages

Seringnya perubahan nama pada mata pelajaran Pendidikan Seni menimbulkan banyak kebingungan, karena sebelum nama Seni Budaya, bernama Mata Pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian, Pendidikan Seni, ...

SENI DALAM ISLAM

by: ufuk, 14 pages

KONSEP SENI Dari segi makna literal, seni ialah halus, indah atau permai. Dari segi istilah, seni ialah segala yang halus dan indah lagi menyenangkan hati serta perasaan manusia. Dalam pengertian ...

BAGAIMANA CARA DIET YANG BAIK DAN BENAR? Gunakan Herbalife Produk. http://makananakesehatananda.blogspot.com 081389411679 (Reko Handoyo)

by: abrahamhandoyo, 2 pages

BAGAIMANA CARA DIET YANG BAIK DAN BENAR? Gunakan Herbalife Produk. http://makananakesehatananda.blogspot.com 081389411679 (Reko Handoyo) Mendapatkan tubuh indah, langsing tanpa selulit, dan kencang ...

AJARAN SESAT DAN BAHAYANYA TERHADAP AGAMA DAN NEGARA1

by: erin, 23 pages

Fenomena kemunculan ajaran sesat seringkali berlaku. Kewujudannya merentasi masa, tempat dan keadaan. Sama ada di zaman awal peradaban Islam3 di alaf millenium mahupun akan datang. Paparan isu ...

Pemetaan Objek Penelitian Mahasiswa Fakultas Ushuluddin lain Antasari BanJarmasin Berdasarkanjudul Skripsi Tahun 1980 - 2006

by: nusreta, 13 pages

ulisan ini mencoba mcndeskripsikan dan memetakan objek pcnelitian mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari dari tahun 1980 sampai 2006 ke dalam beberapa wilayah kajiau baik bempa ide (wahyu tuhan ...

DI ANTARA AGAMA DAN BUDAYA :

by: jayden, 33 pages

Penyelidikan ini berusaha untuk memahami upacara Peusijuek dalam masyarakat Aceh dari perspektif agama dan budaya. Soalan utama kajian ialah adakah peusijuek itu amalan budaya atau amalan agama? ...

DOKUMEN ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN ...

by: bailey, 87 pages

Bencana alam tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 dan gempa bumi 28 Maret 2005 di Kabupaten Nias bukan saja merusak infrastruktur, permukiman, sarana dan prasarana publik, tapi juga ...

Content Preview
KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK
SENI PRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL
MASYARAKAT BALI


TESIS
Untuk memenuhi persyaratan
mencapai derajat sarjana S2

Program Studi Antropologi
Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora




Diajukan Oleh:
KETUT DARMANA
NIM: 16743/IV-4/1249/01






Kepada
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2004

INTISARI
Seni prasi tergolong genre (aliran) kesenirupaan dua demensi sebagai ilustrasi pada
lembaran darun lontar. Seni prasi ini dalam proses pemahatan pengerupak pada daun lontar,
nampak sangat rumit, pelik dan didukung dengan perasaan yang sabar. Masalah yang dikaji dalam
penelitian ini, tema-tema ceritera yang diilustrasikan oleh para seniman pemrasi (pemahat) daun
lontar dengan pola dasar lukisan wayang gaya-Kamasan dari Klungkung; makna simbolik seni
prasi sebagai pengejawantahan agama, khusus agama Hindu yang membentuk struktur dan
identitas budaya Bali.
Tujuan penelitian ini, secara teoritis untuk menelaah bentuk dan makna simbolik seni prasi
sebagai salah satu aspek membingkai dalam kehidupan sosio-kultural masyarakat Bali. Tujuan
praktis untuk memberikan gambaran secara komprehensif terhadap masyarakat tentang bentuk dan
makna simbolik seni prasi dalam kehidupan masyarakat Bali. Data ini digali dari para informan
sebagai unit analisis perajin seni prasi (pemahat daun lontar) sebanyak 20 orang perajin seni prasi.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam (depth
interview
) berlandaskan pada pedoman wawancara (interview guide). Data lapangan yang telah
terkumpul diklasifikasikan, diolah dan dianalisis. Analisis data yang melandasi penelitian ini,
adalah analisis kualitatif, yaitu menekankan pada analisis tafsir kebudayaan (cultural interpretif
analysis
) dan analisis simbolik (symbolic analysis)
Tema-tema ceritera diilustrasikan pada lembaran daun lontar, sebagai sebuah teks. Isi teks
itu menurut Geertz ditasirkan (interpretif) konteksnya dengan kehidupan sosio-kultural masyarakat
Bali. Mengingat manusia sebagai animal symbolicum yang terjaring dalam jaringan makna yang
dirajut sendiri. Begitu pula penasiran terhadap teks dapat dilakukan secara bebas, namun tidak
semena-mena dari berbagai sudut pandang, baik itu dilakukan oleh seniman pemrasi (pemahat)
yang mengilustrasikan karya seninya pada lembaran daun lontar maupun masyarakat sebagai
penikmat keindahan seni. Penaksiran karya seni prasi sebagai sebuah teks, dapat dilakukan
berlapis-lapis, untuk mencegah penaksiran yang subyektivitas, sehingga dapat menghasilkan
penaksiran obyektif.
Pada seni prasi yang diilustrasikan itu tentang wayang, karena wayang mengandung nilai
filosofis yang amat dalam mengenai ajaran agama Hindu. Ajaran agama Hindu dengan ketiga
kerangka dasarnya, yaitu (1) tattwa (fisafat keagamaan); (2) susila (moral keagamaan) dan (3)
ritual (upacara keagamaan). Ketiga kerangka ini melandasi keseluruhan aspek kehidupan
masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali. Selanjutnya ilustrasi wayang yang digarap para
seniman pemrasi pada daun lontar itu, sebagai suatu bayangan tentang alam dewa atau Tuhan
(Swah), alam jagat raya atau makrokosmos (Bhuah) dan alam manusia atau mikrokosmos (Bhur).
Dalam konteks kajian ini lebih memfokuskan pada susila (moral manusia) yang berkaitan dengan
kehidupan manusia. Sesuai dengan tema-tema ceritera yang diilustrasikan pada daun lontar,
tentang wiracaritera epos Ramayana dan Mahabharata. Tersirat dalam teks ceritera itu, tentang
satua (folktale), tutur (tuntunan atau nasehat), kepahlawanan, legenda, sasana (aturan-aturan),
etika yang bersumber dari sastra-agama, seperti kidung, kekawin, parwa, tantri, geguritan dan
ceritera rakyat (foklor).
Inti utama dari agama Hindu, menegakkan dharma (kebenaran), bukan sebaliknya adharna
(kejahatan). Inilah sebenarnya yang diilustrasikan pada seni prasi, sehingga pemaknaan simbolik
sikap prilaku perbuatan manusia yang dinamakan “trikaya perisudha” dibingkai oleh simbol
dharma (kebenaran) dan adharma (kejahatan) yang dikenal rwabhineda (sifat-sifat yang
memposisikan berlawanan, baik-buruk, benar-salah, laki-perempuan dan sebagainya).

Kata-kata kunci :Prasi, Bentuk dan Makna Simbolik.

xiv

ABSTRACT

Prasi art, takes form as illustrations engraved on Palmyra palm leaves, belongs
to the genre of two-dimension plastic art. The engraving process that uses pengerupak
(a little knife) is very complicated that it needs perseverance and patience. The
research studied the themes of the illustrations (with wayang drawing of Kamasan-
style from Klungkung as its basic patterns and its symbolic meaning) that are a
manifestation of religion, in this case is Hinduism that shapes the structure and
identity of Balinese culture.
The research theoretically aimed to gain understanding on the form and
symbolic meaning of this Prasi art as one of many aspects that contribute to the
shaping of the socio-cultural life of Balinese people and practically wanted to give
better understanding about Prasi art (its form and symbolic meaning) to Balinese
people. The data was taken from twenty informants, who are the engravers of Prasi
art, as a unit of analysis. Data gathering was done by participation observation and
depth interview based on the interview guide. Field data collection was then being
classified, processed, and analyzed. The research applied the qualitative analysis that
stresses cultural interpretive and symbolic analyses as its basis of data analyzing.
The engraved illustrations on Palmyra palm leaves are considered as a text.
Geertz interpreted the context of the text’s substance as the socio-cultural life of
Balinese people because of the basic understanding on human beings as animal
symbolicum
trapped in the web of meanings they have made themselves. Actually, it
is possible to interpret the text by using any viewpoints but not arbitrarily by the artist
who does the engraving or society as art lovers. The act of interpreting the text in
layers can be done in getting objective interpretation and avoiding the subjective one.
The wayang drawings found in the Prasi art embody a profound philosophical
value on the doctrine of Hinduism. Hinduism with its three basic principals, namely
tattwa (religious philosophy), susila (religious morality), and ritual base the whole
aspects of societal life of Hindu people in Bali. The wayang drawings then, illustrate
God or gods’ world (Swah), universe or macrocosm (Bhuah), and human world or
microcosm (Bhur). The research focused the study on susila (religious morality)
relates to human life. The themes implied in the illustrations, which are in accordance
with the great epics of Ramayana and Mahabharata, are satua (folktale), tutur
(guidance), heroism, legend, sasana (directions), ethics (from poetic literature,
namely kidung, kekawin, parwa, tantri, geguritan) and folklore.
The core of Hinduism is establishing Dharma (Way of Truth) and not Adharma
(Way of Evil). This is truly what has been illustrated in Prasi art that the symbolic
interpretation of human behavior named “trikaya perisudha” is framed by the
symbols of Dharma and Adharma which are known as rwabhineda (oppositional
categories such as good-evil, right-wrong, male-female, etc.).

Key Words: Prasi,Form and Symbolic Meaning



xv

Document Outline

  • Halaman Judul
  • Intisari
  • Abstract

Download
KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ...

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ... to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ... as:

From:

To:

Share KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ....

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share KAJIAN TENTANG BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK SENI PRASI DALAM ... as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading