This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Environment

PDRB Hijau Karangasem_oke

0.00 (0 votes)
Document Description
Peran Sektor Kehutanan Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan terluas nomor 3 (tiga) di dunia setelah Brazil dan Kongo. Pada tahun 1977 luas tutupan hutan Indonesia diperkirakan sekitar 100 juta hektar. Perkiraan rendah (modest estimate) ada sekitar 20 juta orang yang mengandalkan kehidupannya langsung pada hutan. Sektor kehutanan juga merupakan penghasil devisa negara nomor 2 (dua) setelah minyak bumi dan gas alam pada periode tahun 1970-1980-an 1. Lebih dari itu sektor kehutanan merupakan sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan baik nasional maupun daerah. Hutan di samping menghasilkan kayu dan hasil hutan lainnya seperti damar, rotan, bahan obat-obatan, hutan juga memberikan jasa lingkungan seperti menampung air, menahan banjir, mengurangi erosi dan sedimentasi, sumber keanekaragaman hayati dan menyerap karbon sehingga mengurangi pencemaran udara. Oleh karena itu, hutan sangat bermanfaat untuk mendukung kehidupan dan perkembangan semua sektor-sektor ekonomi yang lain seperti sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, sektor industri, sektor perhubungan, sektor pariwisata, sektor pemukiman, dan sektor- sektor lainnya
File Details
  • Added: October, 21st 2010
  • Reads: 619
  • Downloads: 25
  • File size: 1.57mb
  • Pages: 81
  • Tags: hutan, industri, pariwisata
  • content preview
Submitter
  • Name: franciszka
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Borang Permohonan Kad Hijau

by: Irama Mantap Sdn Bhd, 1 pages

Sila Isikan dengan lengkap bagi peserta yang belum memiliki KAD HIJAU, Bayaran RM50 diserahkan semasa Pendaftaran

ACEH HIJAU

by: aldin, 21 pages

etelah pemilihan Gubernur Aceh yang bersejarah pada bulan Desember 2006 serta pelantikannya dianggap sebagai suatu pemilihan Gubernur demokratis pertama yang terjadi pada bulan Februari 2007 lalu, ...

Essay

by: Multika Lega Problema, 2 pages

Essay

JUAL TUPPERWARE MURAH | AGEN/DISTRIBUTOR RESMI TUPPERWARE | PRODUK TUPPERWARE BARU | TUPPERWARE ELEGAN/UNIK | JUAL WADAH MAKANAN AMAN | KOLEKSI TUPPERWARE | CARA BELI TUPPERWARE | KEBUTUHAN RUMAH TANGGA | 021-50112456

by: juve, 1 pages

Mari sesuaikan perlengkapan rumah Anda dengan selera Anda. Semuanya ada di Tupperware. Beli Tupperware hanya (SMS / Telp 0888 0111 4576 /021-50112456) barang langsung dikirim melalui JNE ke alamat ...

Minyak adas

by: eterisnusantara, 4 pages

Kami menjual minyak atsiri/ Essensial Oil murni tanpa campuran sebagai parfume, aroma terapi, dll. Tersedia: Minyak Adas (Feuniculli Oil) Minyak Akar Wangi (Vetiver Oil) Minyak Akasia (Cassia Oil) ...

Turun Berat Badan - Tips Mengecilkan Perut untuk Mencegah Stroke

by: abrahamhandoyo, 2 pages

Turun Berat Badan - Tips Mengecilkan Perut untuk Mencegah Stroke Stroke banyak diderita oleh masyarakat perkotaan yang pola hidupnya jarang berolahraga dan beraktivitas fisik serta pola makan buruk ...

TURUN BERAT BADAN, TIPS MENGECILKAN PERUT, DIET SEHAT MENCEGAH STROKE, DIABETES, JANTUNG. Informasi Hubungi REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 http://turunberatbadan.biz

by: abrahamhandoyo, 2 pages

Turun Berat Badan, Tips Mengecilkan Perut, Diet Sehat Mencegah Stroke, Diabetes, Jantung. Informasi Hubungi REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 http://turunberatbadan.biz Stroke banyak diderita ...

WATER DISPENSER TUPPERWARE, JUAL BELI TEMPAT MINUM TUPPERWARE, DISPENSER TUPPERWARE. PEMESANAN: 082111481473 http://jualtupperwaremurah.com BINTARO JAKARTA

by: abrahamhandoyo, 2 pages

WATER DISPENSER TUPPERWARE, JUAL BELI TEMPAT MINUM TUPPERWARE, DISPENSER TUPPERWARE. PEMESANAN: 082111481473 http://jualtupperwaremurah.com BINTARO JAKARTA Memiliiki wadah minum yang cukup besar ...

JUAL TUPPERWARE BLOSSOM COLLECTION, KOLEKSI PRODUK TUPPERWARE BLOSSOM COLLECTION. PEMESANAN 082111481473

by: jual8, 2 pages

JUAL TUPPERWARE BLOSSOM COLLECTION, KOLEKSI PRODUK TUPPERWARE BLOSSOM COLLECTION. PEMESANAN 082111481473 BINTARO JAKARTA http://jualtupperwaremurah.com Tupperware blossom collection atau koleksi ...

Content Preview


Kata Pengantar



Sejalan dengan Peraturan Presiden RI No. 7 Tahun 2005 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 yang
menetapkan penyusunan PDB Hijau sebagai kegiatan dalam Program
Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi SDA dan LH, maka kegiatan
sosialisasi dan penyempurnaan penghitungan PDRB Hijau perlu dilaksanakan.
Menyikapi keputusan tersebut Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Badan
Planologi Kehutanan, Departemen Kehutanan Republik Indonesia menyambut
positif dengan melakukan ujicoba penghitungan kontribusi hijau sektor
kehutanan terhadap PDRB. Ujicoba penghitungan kontribusi hijau sektor
kehutanan kali ini dilakukan di Pulau Bali yaitu Kabupaten Karangasem, Provinsi
Bali.

Berbagai pihak telah menyadari bahwa hutan memiliki peranan yang
sangat penting bagi keberhasilan pembangunan baik secara nasional maupun
pembangunan di daerah. Oleh sebab itu keberadaan hutan memerlukan adanya
penilaian yang lebih lengkap serta menyeluruh terhadap semua produk dan jasa
atau manfaat yang dihasilkannya. Berbagai upaya telah dirintis oleh banyak
pihak untuk memulai memperhitungkan dimensi lingkungan dalam aktifitas
kegiatan pembangunan sebagai dasar bagi keberhasilan pelaksanaan
pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah
dengan mengintegrasikan nilai-nilai depresiasi yang mencakup nilai deplesi dan
degradasi lingkungan sektor kehutanan pada nilai kontribusi sektor kehutanan
secara menyeluruh termasuk industri kayu dan hasil hutan lainnya terhadap
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kajian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya
bagi jajaran Departemen Kehutanan maupun Dinas/instansi Kehutanan di
tingkat Provinsi, maupun Kabupaten, untuk menghitung nilai kontribusi hijau
sektor kehutanan dalam arti luas dalam pembentukan PDRB di daerahnya
masing-masing. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan khususnya kepada Tim Penyusun yang dikoordinir oleh
Prof. DR. I Wayan Sudirman. SE, SU.dari Universitas Udayana. Kritik dan saran
perbaikan akan kami terima dengan senang hati dan kami ucapkan terima kasih


Denpasar, Desember 2007
Kepala Balai,



Ir. AGUS NURHAYAT, MM.
NIP. 710016597

.

DAFTAR ISI



Halaman
Kata Pengantar .................................................................................
i
Daftar Isi ..........................................................................................
ii
Daftar Tabel ......................................................................................
iv
Daftar Gambar ..................................................................................
vi
Daftar Istilah .....................................................................................
vii


BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Peran Sektor Kehutanan ..............................................
1

1.2. Kondisi Sektor Kehutanan pada Umumnya ....................
2

1.3. Pengertian PDRB .........................................................
7

1.4. Tujuan dan Manfaat ....................................................
8


1.4.1. Tujuan .............................................................
8


1.4.2. Manfaat ............................................................
9


1.5. Lokasi Studi ................................................................
9

1.6. Sasaran ......................................................................
11

1.7. Tahapan Penyelesaian Studi ........................................
11

1.8. Sistematika Pelaporan .................................................
12

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Manfaat PDB dan PDRB ...............................................
15

2.2. Munculnya PDRB Hijau ................................................
17

2.3. Pengalaman di Beberapa Kabupaten ............................
18


2.3.1. PDRB Kabupaten Kutai Kartanegara ...................
19

2.3.2. PDRB Hijau Karawang .......................................
21

2.3.3. PDRB Hijau Kabupaten Bandung ........................
23


2.3.4. Kontribusi Hijau Sektor Kehutanan pada



PDRB Kabupaten Berau .....................................
24

BAB 3 METODOLOGI PENYUSUNAN KONTRIBUSI HIJAU

SEKTOR KEHUTANAN

3.1. Cara Menghitung PDRB ...............................................
28

3.2. Cara Menghitung PDRB Semi Hijau ..............................
29

3.3. Cara menghitung PDRB Hijau ......................................
30

3.4. Kontribusi Hijau Sektor Kehutanan ...............................
30

3.5. Penghitungan Deplesi Sumberdana Hutan ....................
32


3.5.1. Prakiraan volume deplesi ...................................
32


3.5.2 Prakiraan nilai degradasi ....................................
34


3.5.3 Penghitungan kontribusi hijau sektor kehutanan ....
35

.

Halaman


3.6. Menghitung Unit Rent .................................................
36

3.7. Menghitung Degradasi Sektor Kehutanan .....................
37

3.8. Aplikasi Penghitungan Kontribusi Hijau Sektor


Kehutanan ..................................................................
38


3.8.1. Konsep penghitungan .......................................
38


3.8.2. Data yang diperlukan ........................................
40

BAB 4 GAMBARAN PEREKONOMIAN DAN SEKTOR

KEHUTANAN KABUPATEN KARANGASEM

4.1. Keadaan Umum ...........................................................
41

4.2. Penduduk ...................................................................
42

4.3. Kondisi Perekonomian .................................................
43

4.4. Sektor Kehutanan Kabupaten Karangasem ..................
49

BAB 5 KONTRIBUSI HIJAU SEKTOR KEHUTANAN PADA PDRB

5.1. Nilai Tambah Sektor Kehutanan ...................................
53

5.2. Kontribusi Sektor Kehutanan pada PDRB Coklat ............
55

5.3. Deplesi Sumberdaya Hutan ..........................................
56

5.4. Degradasi Sumberdaya Hutan ......................................
58

5.5. Total Kontribusi Hijau Sektor Kehutanan pada PDRB


Kabupaten Karangasem Provinsi Bali ............................
62

BAB 6 KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

6.1. Kesimpulan .................................................................


6.2. Implikasi Kebijakan .....................................................

















.

DAFTAR TABEL


Halaman

Tabel
2.1. Nilai Deplesi Empat Sumberdaya Alam


Kabupaten Kutai Kertanegara Tahun 1999-2000


(Rp. Juta) ...................................................................
19

Tabel
2.2. PDRB dan Pendapatan Regional Semi Hijau di


Kabupaten Kutai Kertanegara ......................................
19

Tabel
2.3. PDRB Hijau Kabupaten Kutai Kertanegara


Tahun 2000-2001 (Rp. Milyar) .....................................
20

Tabel
2.4. Produk Domestik Regional Bruto Semi Hijau Kabupaten


Karawang Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan


Usaha Tahun 2001 (Jutaan Rupiah) .............................
22

Tabel
2.5. PDRB Hijau Kabupaten Bandung Tahun 2003 ...............
24

Tabel
2.6. Kontribusi Hijau Sektor Kehutanan pada PDRB Hijau


Kabupaten Berau Tahun 2000-2003 (Rp. Milyar) ...........
25

Tabel
3.1. Forest Value of Goods and Services Loss Due


to Timber Cutting (US $/Ha) ........................................
33



Tabel
3.2. Persentase dan Nilai Jasa Hutan ..................................
35

Tabel
4.1. Luas dan Jumlah penduduk menurut Kecamatan


Di Kabupaten Karangasem Tahun 2006 ........................
43

Tabel
4.2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karangasem


Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku


Tahun 2004-2006 (Jutaan Rupiah) ................................
44

Tabel
4.3. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten


Karangasem Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga


Berlaku dalam Persentase (%) Tahun 2004-2006 .........
46

Tabel
4.4. Kontribusi Kelompok Sektor terhadap PDRB Kabupaten


Karangasem Menurut dalam Persentase (%)


Tahun 2004-2006 .......................................................
47




.

Halaman

Tabel
4.5. Luas Areal Hutan Berdasarkan Fungsinya di Kabupaten


Karangasem ...............................................................
50

Tabel
4.6. Laju Pertumbuhan Sub Sektor Pertanian pada PDRB


Kabupaten Karangasem Tahun 2004-2006 (%) .............
51

Tabel
5.1. PDRB Kabupaten Karangasem Atas Dasar Harga Berlaku


2004-2006 (jutaan) .....................................................
54

Tabel
5.2. Perhitungan Unit Rent Kabupaten Karangasem 2000-2006


(Rp/m3) .....................................................................
57

Tabel
5.3. Nilai Deplesi Sektor Kehutanan Akibat Kebakaran dan


Pencurian Kayu Hutan di Kabupaten Karangasem 2000-2006


(Rp) ..........................................................................
57

Tabel
5.4. Luas Kebakaran Hutan dan Pencurian Kayu Kabupaten


Karangasem 2000-2006 (Ha) .......................................
59

Tabel
5.5. Nilai Jasa Hutan ..........................................................
60

Tabel
5.6. Rata-rata Kurs Dolar terhadap Rupiah Tahun


2000 – 2006 ...............................................................
61

Tabel
5.7. Nilai Degradasi Hutan di Kabupaten Karangasem Tahun


2000 – 2006 (Rp. 000) ................................................
61

Tabel
5.8. PDRB Coklat, Deplesi dan Degradasi akibat Kebakaran


dan Pencurian Kayu serta PDRB Hijau di Kabupaten


Karangasem 2000-2006 (Rp. 000,-) .............................
62















.

DAFTAR GAMBAR


Halaman

Gambar 1.1. Peta Kabupaten Karangasem Provinsi Bali ....................
10

Gambar 3.1. Perhitungan Kontribusi Sektor Kegiatan Ekonomi


Terhadap PDRB ..........................................................
28

Gambar 3.2. Perhitungan Kontribusi Sektor Kegiatan Ekonomi


Terhadap PDRB Semi Hijau .........................................
29

Gambar 3.3. Perhitungan Kontribusi Sektor Kegiatan Ekonomi


Terhadap PDRB Hijau ...................................................
30

Gambar 3.4. Perhitungan Unit Rent .................................................
37

Gambar 4.1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karangasem


Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku ....
45

Gambar 4.2. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten


Karangasem Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga


Berlaku ......................................................................
46

Gambar 4.3. Distribusi PDRB Kabupaten Karangasem Menurut


Kelompok Sektor Atas Dasar Harga Berlaku ...................
48

Gambar 4.4. Laju Pertumbuhan Sub Sektor Pertanian pada PDRB


Kabupaten Karangasem ..............................................
51

Gambar 5.1. Kontribusi Sektor Kehutanan pada PDRB Coklat


Kabupaten Karangasem Tahun 2004-2006 (persen) ......
58


.

DAFTAR ISTILAH


BALAS JASA INVESTASI : Jumlah uang yang dinyatakan dalam persentase
terhadap jumlah dana yang diinvestasikan atau biaya yang
dikeluarkan untuk produksi barang yang bersangkutan. Umumnya
diperkirakan sebesar tingkat suku bunga yang berlaku di pasar (lihat
laba layak).

CONTINGENT VALUATION : Metode valuasi ekonomi terhadap jasa
lingkungan yang diberikan oleh suatu ekosistem dan tidak dijual
belikan di pasar. Metode ini biasanya melibatkan survei terhadap
responden
tentang
kesediaannya
melakukan
pembayaran
(contingent variation = CV) atau kesediaannya menerima
pembayaran (equivalent variation = EV).

DEGRADASI : Kerusakan lingkungan yang merupakan penurunan kualitas
lingkungan alami. Contoh : penurunan kesuburan tanah, rusaknya
tata air, dsb.

DEPLESI : Menunjuk pada produksi, pengambilan, pengurasan, pengurangan
volume atau jumlah sumberdaya alam. Contoh : volume
penebangan kayu, jumlah batu bara yang ditambang.


HARGA PASAR : Harga barang dan jasa yang timbul karena transaksi
permintaan dan penawaran di pasar. Pasar adalah pertemuan
antara pembeli dan penjual.


IDENTIFIKASI : Merupakan kegiatan meneliti dan mengamati macam
sumberdaya alam yang dieksploitasi atau dideplesi, maupun
sumberdaya alam dan lingkungan yang rusak atau terdegradasi.

INPUT ANTARA (Intermediate Inputs) : Bahan atau masukan atau input
yang digunakan dalam proses produksi suatu barang sehingga
menjadi produk baru. Contoh : Untuk menghasilkan kayu lapis
diperlukan bahan mentah kayu bulat, bahan pembantu lem, kanji
tapioka, dan obat pengawet. Semua bahan mentah dan bahan
pembantu yang digunakan disebut dengan input antara.

JASA BIOLOGI : Jasa suatu habitat, misalnya hutan, terumbu karang, hutan
mangrove, padang lamun, danau, sungai, dan sebagainya, yang
berupa pelayanan bagi hidup dan berkembangnya keanekaragaman
hayati termasuk flora dan fauna.


.

JASA LINGKUNGAN : Jasa yang diberikan oleh suatu habitat seperti hutan
terumbu karang, hutan mangrove, padang lamun, danau, sungai
dan sebagainya, yang berupa pelayanan seperti menyerap karbon,
menaham banjir, menjaga cadangan air, mempengaruhi tata air,
dan sebagainya.

KESEDIAAN MEMBAYAR (Willingness to Pay) : Metode untuk menentukan
nilai suatu lingkungan dengan menanyakannya kepada responden
tentang kesediaannya memberikan kontribusi dipertahankannya
suatu proyek atau untuk ditolaknya suatu proyek.

KESEDIAAN MENERIMA PEMBAYARAN (Willingness to Accept) : Metode
valuasi untuk suatu lingkungan dengan menanyakannya kepada
responden tentang kesediaannya menerima ganti rugi untuk
dipertahankannya suatu proyek atau ditolaknya suatu proyek.

KONTRIBUSI KEHUTANAN : Kontribusi atau sumbangan atau share sektor
kehutanan dalam pembentukan PDRB Konvensional atau PDRB
Hijau.

KUANTIFIKASI : Suatu langkah dalam penilaian ekonomi setelah dampak dari
suatu proyek diidentifikasi, kemudian ingin diketahui berapa besar
volume atau luasnya dampak tersebut.

LABA LAYAK : Jumlah atau persentase laba atau balas jasa yang layak
diterima oleh seorang pengusaha karena menanamkan uangnya
pada usaha tertentu. Biasanya besarnya persentase tersebut
disamakan dengan tingginya suku bunga bank yang berlaku di
pasar.

NILAI EKONOMI TOTAL : Jumlah seluruh nilai sumberdaya alam dan
lingkungan yang terdiri dari nilai atas penggunaan (use value) dan
nilai tanpa penggunaan (non-use value).

NILAI KEBERADAAN : Nilai sumberdaya alam dan lingkungan tanpa harus
adanya kontak antara seseorang dengan sumberdaya alam dan
lingkungan yang dimaksud.
NILAI PILIHAN : Nilai sumberdaya alam dan lingkungan yang timbul karena
orang memilih untuk tidak menggunakannya sekarang dan lebih
senang menggunakannya di waktu nyang akan datang.

NILAI PRODUKSI : Jumlah produk dan atau jasa yang dihasilkan oleh suatu
kegiatan dikalikan dengan harganya di pasar. Contoh : jumlah kayu
yang ditebang dalam m3 dikalikan dengan harga kayu per m3 di
pasar atau di toko kayu.


.

NILAI TAMBAH : Harga produk atau jasa di pasar atau di toko dikurangi
dengan nilai semua input antara. Contoh : Harga kayu gergajian di
perusahaan penggergajian kayu Rp. 800.000/m3. Harga kayu bulat
Rp. 400.000/m3, maka nilai tambahnya adalah Rp. 800.000 – Rp.
400.000 = Rp. 400.000,-

NON-USE VALUE : Nilai lingkungan tanpa harus menggunakan atau kontak
langsung dengan orang yang memberikan penilaian. Contoh : nilai
badak bercula satu di Ujung Kulon; nilai air terjun di Tawang Mangu
dan nilai hutan lindung.

PDB : Produk Domestik Bruto untuk tingkat nasional

PDRB : Produk Domestik Regional Bruto adalah PDB untuk tingkat daerah
provinsi, kabupaten, atau kota.

PDRB COKLAT : Produk Domestik Regional Bruto yang dihitung secara
konvensional belum memasukan nilai deplesi sumberdaya alam dan
degradasi lingkungan.

PDRB HIJAU : Produk Domestik Regional Bruto yang dihitung dengan
memasukan nilai deplesi sumberdaya alam dan degradasi
lingkungan atau nilai PDRB Coklat dikurangi dengan nilai deplesi
sumberdaya alam dan nilai degradasi lingkunga.

PDRB HIJAU KEHUTANAN : Nilai tambah yang diciptakan sektor kehutanan
dengan memasukan unsur deplesi sumberdaya hutan dan degradasi
lingkungan di sektor kehutanan.

PDRB KONVENSIONAL : Sama dengan PDRB Coklat.

PDRB SEMI HIJAU : Produk Domestik Regional Bruto yang dihitung dengan
mengurangi nilai PDRB Coklat dengan nilai deplesi sumberdaya alam
saja.

PDRB PADA HARGA BERLAKU : PDRB yang nilainya dihitung menurut harga-
harga pada tahun yang bersangkutan.

PDRB HARGA KONSTAN : PDRB yang dihitung berdasarkan pada harga tahun
tertentu. Contoh : PDRB pada harga konstan tahun 2000.

PENDAPATAN NASIONAL : Nilai PDB dikurangi penyusutan dan pajak tidak
langsung, kemudian dikurangi lagi dengan aliran pendapatan dari
faktor produksi yang ditanam atau dipekerjakan orang asing di
Indonesia, ditambah dengan aliran pendapatan dari faktor produksi
yang ditanam atau dipekerjakan orang Indonesia di luar negeri.

.

Download
PDRB Hijau Karangasem_oke

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share PDRB Hijau Karangasem_oke to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share PDRB Hijau Karangasem_oke as:

From:

To:

Share PDRB Hijau Karangasem_oke.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share PDRB Hijau Karangasem_oke as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading