This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam

0.00 (0 votes)
Document Description
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang memegang tanggung jawab mendidik anak dan mempersiapkannya untuk memasuki kehidupan bermasya-rakat, supaya menjadi insan yang baik dan dapat memainkan peran positif demi kelangsungan masyarakat tersebut dengan aktifitas dan kreatifitasnya. Keluarga merupakan tempat pertama yang berpengaruh dalam mencetak insan masa depan. Karena itulah, Islam meberikan perhatiannya yang sangat besar terhadapnya dengan menentukan batas dan hukum-hukumnya demi terciptanya sebuah keluarga yang harmonis, termasuk di dalamnya yang menyangkut masalah pendidikan anak, baik sisi pengembangan nalar, emosi maupun perilakunya. Islam memerintahkan kita untuk menjaga keutuhan keluarga dan menjauhi segala hal yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatannya dan apa-apa yang menciptakan suasana tidak harmonis dan ketegangan dalam keluarga, karena anaklah yang akan menanggung dampak negatif dari keretakan sebuah keluarga yang semestinya melindungi dan mempersiapkannya untuk menjadi insan berguna di masa mendatang. Islam mengajarkan bagaimana kiat terbaik untuk menciptakan suasana harmonis dalam keluarga agar anak dapat melewati masa pertumbuhan jasmani, pikiran, emosi dan perilakunya dengan baik sehingga kelak ia menajdi manusia yang siap menanggung semua beban dan kesulitan hidupnya di masa mendatang
File Details
  • Added: October, 24th 2010
  • Reads: 960
  • Downloads: 48
  • File size: 519.53kb
  • Pages: 98
  • Tags: islam, pendidikan anak, pengembangan nalar, emosi, perilakunya
  • content preview
Submitter
  • Name: jayden
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

PARADIGMA TASAWUF AKHLAKI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ...

by: heidi, 17 pages

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) hakikat tasawuf akhlaki; 2) hakikat pendidikan moral dan manusia modern; 3) Relevansi tasawuf akhlaki sebagai paradigma alternatif pendidikan moral ...

Kurikulum Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi Universitas ...

by: raija, 18 pages

Kehidupan sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat termasuk umat Islam selama ini telah banyak terjadi pelanggaran dan meninggalkan nilai-nilai atau ajaran agama dalam hal ini Islam. Ajaran-ajaran ...

Strategi Dakwah Dalam Merespon Problematika Umat Miftahuddin

by: isabel, 6 pages

slam adalah agama dakwah, artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah, bahkan maju mundurnya umat Islam sangat bergantung dan berkaitan erat dengan ...

Keunggulan Sistem Pendidikan Islam

by: hanbal, 15 pages

KEUNGGULAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DENNY KODRAT Faktual Akar Masalah Solusi Fundamental KRISIS KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL (kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, kemerosotan moral, ...

Islam Saja - Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

by: Rizky, 140 pages

Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Sejarah pendidikan islam di indonesia

by: lenora, 4 pages

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIAOlehMuhamadSiswantoTugaskelompokKel. 1 SejarahMadrasahdi IndonesiaKel. 2 pesantrensebagailembagapendidikan Islam

VIDEO SHOOTING ACARA ULANG TAHUN ANAK ANAK DAN PESTA ULANG TAHUN PERKAWINAN.INFORMASI HUBUNGI: REKO HANDOYO 085319906869 ;081932985325 http://jasavideoshootingmurah.com

by: abrahamhandoyo, 2 pages

VIDEO SHOOTING ACARA ULANG TAHUN ANAK ANAK DAN PESTA ULANG TAHUN PERKAWINAN.INFORMASI HUBUNGI: REKO HANDOYO 085319906869 ;081932985325 http://jasavideoshootingmurah.com Meriahkan acara ulang tahun ...

A Brief Illustrated Guide To Understanding Islam

by: williamstt, 80 pages

This book is a brief guide to understanding Islam. It consists of three chapters. The first chapter, “Some Evidence for the Truth of Islam,” answers some important questions ...

Questions about Islam?

by: marc, 2 pages

Islam comes from the root word ‘salaam’, meaning peace. When our individual and collective lives are in harmony with nature and with the will of the Creator, peace is inevitable. Islam, ...

Sufism: The Mystical Side of Islam

by: marc, 13 pages

During the eighth and ninth centuries A.D., a new emphasis began to develop within the religion of Islam. This emphasis was a reaction against the prevailing impersonal and formal nature of Islam. ...

Content Preview


Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam
Penerjemah : Ahmad Hafizh Alkaf

DAFTAR ISI
Prakata Penyusun
Pembukaan
Pengantar
Bagian Pertama
Pendidikan dalam keluarga
Keterpaduan Program Pendidikan
Hubungan Kasih Sayang
Menjaga Hak dan Kewajiban
Menghindari Perselisihan
Ancaman Perceraian
Bagian Kedua
Fase Pertama: Masa Pernikahan, Prahamil dan Kehamilan
Masa Pernikahan

Memilih Istri
Memilih Suami
Masa Prahamil
Masa kehamilan
Pembentukan Janin
Lingkungan Pertama Anak
Perhatian terhadap Makanan Ibu
Perhatian terhadap Kondisi Kejiwaan Ibu Hamil
Bagian Ketiga
Fase Kedua :Setelah Anak Lahir
Acara Syukuran
Perhatian terhadap ASI
Bagian Keempat
Fase Ketiga : Masa Kanak-kanak
Mengenalkan Anak kepada Allah SWT
Menanamkan Cinta kepada Nabi SAWW dan Ahlul Bayt a.s.
Mendidik Anak untuk Taat kepada Orang Tua
Menghormati Anak
Antara Sikap Lembut dan Keras
Sikap Adil terhadap Semua Anak
Kebebasan Bermain
Anak dan Problema Seksual

Mengembangkan Emosi Anak
Memperhatikan Anak Yatim
Bagian Kelima
Fase Keempat : Masa Remaja
Pendidikan Ekstra Ketat
Dorongan untuk Belajar
Pengawasan Anak
Pencegahan atas Perilaku Asusila
Menciptakan Hubungan dengan Teladan yang Baik

PRAKATA PENYUSUN
Sejak beberapa dekade yang lalu, para ahli telah berusaha untuk mendapatkan metode
yang sempurna dalam membimbing anak melewati masa kanak-kanaknya. Banyak riset
dan penelitian yang telah mereka lakukan yang menghasilkan beberapa hal penting yang
sedikit banyak bermanfaat dalam program pendidikan anak. Namun, tidak dapat
dikatakan bahwa mereka telah berhasil merumuskan konsep yang dapat menjawab semua
masalah yang berhubungan dengan pendidikan anak. Terlebih lagi, masalah yang
dihadapi para pendidik hari demi hari semakin banyak dan rumit.
Hal yang amat disayangkan adalah bahwa sebagian besar kaum muslimin menengok ke
dunia pendidikan Barat dalam mengatasi problem yang mereka hadapi. Mereka lupa
bahwa agama yang mereka peluk adalah agama sempurna yang memiliki metode jitu
dalam mengatasi segala kesulitan termasuk yang menyangkut masalah pendidikan anak.
Bahkan, kehidupan Rasulullah SAWW dan Ahlul Baitnya a.s. sangat sarat dengan
petuah, ajaran, dan bimbingan untuk seluruh umat manusia, yang sangat bermanfaat bagi
dunia pendidikan. Jika semua bimbingan hidup yang kita dapatkan dari mereka
diterapkan dalam kehidupan kita maka kita akan dapat menciptakan manusia-manusia
yang bermanfaat bagi masyarakat.
Konsep pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAWW dan hadis para
Imam Ma’shum ini bertujuan menciptakan manusia yang sempurna di masa mendatang.
Dalam konsep ini, pendidikan dimulai sejak dari masa prahamil hingga ketika anak
sedang melewati masa remajanya.

Buku yang ada di tangan Anda ini mampu mengajak Anda untuk menelaah konsep
pendidikan yang ada dalam Islam, dalam rangka mendidik anak agar menjadi manusia
yang matang dalam berperilaku, berpikir, dan memiliki jiwa yang sehat. Pembahasan
masalah dalam buku ini didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Rasulullah SAWW
dan para Imam Ma’shum, serta riset yang telah dilakukan oleh para pakar psikologi dan
pendidikan.
Kami merasa berbahagia karena berhasil memberikan sumbangsih yang dapat membantu
para orang tua dan tenaga pendidik dalam mendidik anak. Semoga isi buku ini dapat
diterapkan dalam usaha membuat anak menjadi insan yang bermanfaat di masa
mendatang.
Wabillahi taufiq wal hidayah

Penyusun
Markaz Al-Risalah

Pembukaan
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang memegang tanggung jawab
mendidik anak dan mempersiapkannya untuk memasuki kehidupan bermasya-rakat,
supaya menjadi insan yang baik dan dapat memainkan peran positif demi kelangsungan
masyarakat tersebut dengan aktifitas dan kreatifitasnya. Keluarga merupakan tempat
pertama yang berpengaruh dalam mencetak insan masa depan. Karena itulah, Islam
meberikan perhatiannya yang sangat besar terhadapnya dengan menentukan batas dan
hukum-hukumnya demi terciptanya sebuah keluarga yang harmonis, termasuk di
dalamnya yang menyangkut masalah pendidikan anak, baik sisi pengembangan nalar,
emosi maupun perilakunya.
Islam memerintahkan kita untuk menjaga keutuhan keluarga dan menjauhi segala hal
yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatannya dan apa-apa yang menciptakan
suasana tidak harmonis dan ketegangan dalam keluarga, karena anaklah yang akan
menanggung dampak negatif dari keretakan sebuah keluarga yang semestinya melindungi
dan mempersiapkannya untuk menjadi insan berguna di masa mendatang. Islam
mengajarkan bagaimana kiat terbaik untuk menciptakan suasana harmonis dalam
keluarga agar anak dapat melewati masa pertumbuhan jasmani, pikiran, emosi dan
perilakunya dengan baik sehingga kelak ia menajdi manusia yang siap menanggung
semua beban dan kesulitan hidupnya di masa mendatang.
Islam melihat bahwa masalah pendidikan sebaiknya sebaiknya dilakukan dari sejak
dini, yaitu dimulai dari masa pranikah, lalu masa kehamilan, kemudian masa kelahiran
dan masa menyusui, seterusnya masa kanak-kanak dan terakhir masa remaja yang

merupakan fase terakhir masa pendidikannya dimana anak telah memiliki kebebasan
dalam menentukan sikap dan bertindak setelah rasa percaya dirinya tumbuh dengan
sempurna.
Karenanya, buku kecil ini yang merupakan satu upaya dari kami untuk mengupas
masalah pendidikan anak sesuai dengan ajaran Islam kami bagi dalam beberapa bagian.
Bagian pertama mengenai konsep umum pendidikan dalam sebuah keluarga. Di bagian
kedua, kami kupas fase pertama pendidikan yaitu masa pranikah dan masa kehamilan.
Bagian ketiga adalah bagian di mana kami membicarakan fase kedua, yaitu masa
kelahiran dan awal kehidupan anak. Setelah itu kami bahas masalah fase ketiga, yaitu
masa kanak-kanak di bagian keempat. Pada bagian kelima atau bagian akhir, kami
ketengahkan masalah yang menyangkut dengan masa remaja anak. Seluruh topik bahasan
ini didasarkan pada ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits Rasulullah
SAWW dan para imam ma’sum a.s. dan didukung dengan komentar para ahli psikologi.
Hanya dari Allahlah kami memohon pertolongan dan kebenaran.

Pengantar
Sistem pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang bersumber dari norma-norma
tinggi insani wahyu yang berasal dari Allah swt yang telah mencetak pribadi agung
Rasulullah SAWW, seperti yang beliau sabdakan:
ﻲـﺒﯾدﺄﺗ ﻦﺴﺣﺄﻓ ﻲﺑر ﻲﻨﺑدأ
“ Tuhanku telah mendidikku dengan pendidikan yang sangat sempurna”
Padahal masyarakat tempat Nabi Muhammad SAWW dibangkitkan adalah masyarakat
jahiliyyah yang tidak mengenal nilai maknawi dan norma insani sama sekali. Dari
masyarakat seperti itu, Rasulullah SAWW bangkit dan dalam tempo yang relatif singkat
mencetak manusia-manusia pilihan yang mendapat gelar umat terbaik.
Salah satau sarana yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAWW dalam menjalankan
tugas Tuhannya ini adalah akhlaq beliau yang sangat luhur dan loyalitas beliau pada
norma-norma insani, sehingga Allah swt menyebutnya dengan
ﻢﯿﻈﻋ ﻖﻠﺧ ﻰﻠﻌﻟ ﻚﻧإو
“ Sungguh engkau memiliki akhlaq yang sangat tinggi”
Jika kita dengan seksama memperhatikan sabda dan ajaran yang beliau berikan, maka
kita akan dengan mantap mengatakan bahwa sabda dan ajaran beliau merupakan ajaran
terbaik yang dapat dijadikan pegangan hidup dan pedoman dalam mencetak generasi
teladan.

Dalam sebuah hadis beliau bersabda:
ﺔﻨﺠﻟا ﻦﯿﺣﺎﯾر ﻦﻣ ﺔﻧﺎﺤﯾر ﺢﻟﺎﺼﻟا ﺪﻟﻮﻟا
“ Anak yang shaleh adalah bunga surga”
Hadis beliau yang lain:
ﻦﻣ ءﻲﻀﯾ ﻦﯿﺘّﻠﺣ نﺎﯿﺴﻜﯿﻓ ﻦﯾﻮﺑﻷﺎﺑ ﻲﻋد نآﺮﻘﻟا ّﻠﻋ
ﮫﻤ ﻦ
ﻣو
... ﺔﻨﺴﺣ ﮫﻟ ّﻞﺟوّﺰﻋ ﷲا ﺐﺘﻛ هﺪﻟو ﻞّﺒﻗ ﻦﻣ
ﺔّﻨﺠﻟا ﻞھأ ﺎﻤھرﻮﻧ
“ Orang yang mencium anaknya akan diberi oleh Allah satu kebajikan… Orang yang
mengajarkan kepada anaknya Al-Qur’an maka kelak di hari kiamat ia akan dipanggil
dan diberi dua helai pakaian yang memancarkan cahaya kepada seluruh penghuni
surga”

Dari kedua hadis di atas dan hadis-hadis lainnya, kita saksikan betapa kata-kata beliau
SAWW menebarkan rasa kasih sayang dan cinta yang sangat dibutuhkan oleh seorang
anak dalam masa perkembangannya agar kelak menjadi insan yang ideal dan teladan di
tengah masyarakat.
Dari sini, yayasan Imam Ali a.s. dengan mempersem-bahkan kepada pembaca buku kecil
yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini, berharap agar buku ini dapat
menjadi petunjuk untuk mengkaji sistem pendidikan dalam agama Islam, sebagai bentuk
dari pelaksanaan tugas agung yang diemban oleh yayasan dalam menyebarkan ilmu-ilmu
Islam dengan sebaik-baiknya.
Yayasan Imam Ali as

BAGIAN PERTAMA
Pendidikan dalam Keluarga
Hubungan antar individu dalam lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kejiwaan
anak dan dampaknya akan terlihat sampai kelak ketika ia menginjak usia dewasa.
Suasana yang penuh kasih sayang dan kondusif bagi pengembangan intelektual yang
berhasil dibangun dalam sebuah keluarga akan membuat seorang anak mampu
beradaptasi dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya dan dengan masyarakat
sekitarnya.
Oleh karena itu, dalam proses pembentukan sebuah keluarga diperlukan adanya sebuah
program pendidikan yang terpadu dan terarah. Program pendidikan dalam keluarga ini
harus pula mampu memberikan deskripsi kerja yang jelas bagi tiap individu dalam

keluarga sehingga masing-masing dapat melakukan peran yang berkesinambungan demi
terciptanya sebuah lingkungan keluarga yang kondusif untuk mendidik anak secara
maksimal.
Dalam bagian pertama buku ini akan kami paparkan beberapa faktor yang signifikan
dalam garis-garis besar pendidikan keluarga menurut ajaran Islam, yaitu sebagai berikut.
1. Keterpaduan Program Pendidikan
Keberadaan sebuah program yang jelas dalam menjalani kehidupan akan memberikan
pengaruh yang positif terhadap perilaku seseorang. Jika kita benar-benar yakin pada nilai
positif program tersebut dan menjalankannya dengan konsekuen, sebuah karakter positif
dalam perilaku kita akan terbentuk. Adanya program hidup yang sama, akan
menghasilkan perilaku yang sama pula. Oleh karena itu, program tunggal dapat dijadikan
parameter untuk mengetahui sejauh mana tindakan dan perilaku kita sesuai dengan
program itu.
Suami isteri harus bersepakat untuk menentukan satu program yang dengan jelas
menerangkan hak-hak dan kewajiban masing-masing dalam keluarga. Islam dengan
keterpaduan ajaran-ajarannya menawarkan sebuah konsep dalam membangun keluarga
muslim.
Konsep ini adalah konsep rabbani yang diturunkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha
mengetahui. Dialah yang menciptakan manusia dan Dia pulalah yang paling mengetahui
kompleksitas kehidupan manusia. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa konsep
yang ditawarkan oleh Islam adalah satu-satunya konsep dan program hidup yang sesuai
dengan fitrah manusia.
Konsep Islam adalah sebuah konsep yang secara jelas dan seimbang mendistribusikan
tugas-tugas kemanusiaan. Islam tidak pernah memberikan tugas yang tidak dapat
dilakukan oleh seorang manusia dengan segala keterbatasannya. Konsep ini tidak akan
pernah salah, tidak memiliki keterbatasan, dan tidak mungkin mengandung perintah dan
tugas yang tidak dapat dilakukan. Penyebabnya tentu saja, karena konseptornya adalah
Allah SWT.
Konsep keluarga Islami memberikan prinsip-prinsip dasar yang secara umum
menjelaskan hubungan antaranggota keluarga dan tugas mereka masing-masing.
Sementara itu, cara pengaplikasian prinsip-prinsip dasar ini bersifat kondisional. Artinya,
amat bergantung pada kondisi dan situasi dalam sebuah keluarga dan dapat berubah
sesuai dengan keadaan.
Oleh karena itu, kedua orang tua harus bersepakat dalam merumuskan detail
pengaplikasian konsep dan program pendidikan yang ingin mereka terapkan sesuai
dengan garis-garis besar konsep keluarga Islami. Kesepakatan antara kedua orang tua
dalam perumusan ini akan menciptakan keselarasan dalam pola hubungan antara mereka
berdua dan antara mereka dengan anak-anak.

Keselarasan ini menjadi amat penting karena akan menghindarkan ketidakjelasan arah
yang mesti diikuti oleh anak dalam pendidikannya. Jika ketidakjelasan arah itu terjadi,
anak akan berusaha untuk memuaskan hati ayah dengan sesuatu yang kadang
bertentangan dengan kehendak ibu atau sebaliknya. Anak akan memiliki dua tindakan
yang berbeda dalam satu waktu. Hal itu dapat membuahkan ketidakstabilan mental,
perasaan, dan tingkah laku.
Riset para ahli membuktikan bahwa anak-anak yang dibesarkan di sebuah rumah tanpa
pengawasan kedua orang tua sekaligus lebih banyak bermasalah dibandingkan dengan
anak-anak yang mendapatkan pengawasan bersama dari kedua orang tuanya.[1]
2. Hubungan Kasih Sayang
Salah satu kewajiban orang tua adalah menanamkan kasih sayang, ketenteraman, dan
ketenangan di dalam rumah. Allah SWT berfirman,
.. ﺔﻤﺣرو ةدﻮﻣ ﻢﻜﻨﯿﺑ ﻞﻌﺟ و ﺎﮭﯿﻟإ اﻮﻨﻜﺴﺘﻟ ﺎﺟاوزأ ﻢﻜﺴﻔﻧأ ﻦﻣ ﻢﻜﻟ ﻖﻠﺧ نأ ﮫﺗﺎﯾآ ﻦﻣ و
Artinya: Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Ia menciptakan untuk kalian
isteri-isteri dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tentram dengan mereka.
Dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.
[2]
Hubungan antara suami dan isteri atau kedua orang tua adalah hubungan kasih sayang.
Hubungan ini dapat menciptakan ketenteraman hati, ketenangan pikiran, kebahagiaan
jiwa, dan kesenangan jasmaniah. Hubungan kasih sayang ini dapat memperkuat rasa
kebersamaan antaranggota keluarga, kekokohan pondasi keluarga, dan menjaga
keutuhannya. Cinta dan kasih sayang dapat menciptakan rasa saling menghormati dan
saling bekerja sama, bahu-membahu dalam menyelesaikan setiap problem yang datang
menghadang perjalanan kehidupan mereka. Hal ini sangat berperan dalam menciptakan
keseimbangan mental anak.
Dr Spock berpendapat sebagai berikut.
“Keseimbangan mental anak sangat dipengaruhi oleh keakraban hubungan kedua orang
tuanya dan kebersamaan mereka dalam menyelesaikan setiap masalah kehidupan yang
mereka hadapi”.[3]
Suami isteri harus berusaha memperkuat tali kasih di antara diri mereka berdua dalam
semua periode kehidupan mereka, baik sebelum masa kelahiran anak mereka maupun
setelahnya.
Memperkuat rasa cinta dan kasih sayang merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh
Allah SWT. Karena itu, menjaga keutuhan kasih sayang termasuk dalam perintah Allah
dan merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya. Imam Ali bin Al-Husain
Zainal Abidin a.s. mengatakan,

ﺪﺣاو ّﻞﻛ ﻚﻟﺬ ,
ﻛو ﺔﯿﻗاوو ﺎﺴﻧأو ﺎﺣاﺮﺘﺴﻣو ﺎﻨﻜﺳ ﺎﮭﻠﻌﺟ ﷲا ّنأ ﻢﻠﻌﺗ ن ,
ﺄﻓ حﺎﻜﻨﻟا ﻚﻠﻤﺑ ﻚﺘﯿﻋر ّﻖﺣ ﺎﻣأو
ﷲا ﺔﻤﻌﻧ ﺔﺒﺤﺻ ﻦﺴﺤﯾ نأ ﺐﺟوو
, ﮫﯿﻠﻋ ﮫﻨﻣ ﺔﻤﻌﻧ ﻚﻟذ نأ ﻢﻠﻌﯾ و
, ﮫﺒﺣﺎﺻ ﻰﻠﻋ ﷲا ﺪﻤﺤﯾ نأ ﺐﺠﯾ ﺎﻤﻜﻨﻣ
ﺔﯿﺼﻌﻣ ﻦﻜﺗ ﻢﻟ ﺎﻣ ﺖھﺮﻛو ﺖﺒﺒﺣأ ﺎﻤﯿﻓ مﺰﻟأ ﺎﮭﺑ ﻚﺘﻋﺎﻃو ﻆﻠﻏأ ﺎﮭﯿﻠﻋ ﻚﻘﺣ نﺎﻛ ن ,
إو ﺎﮭﺑ ﻖﻓﺮﯾو ﺎﮭﻣﺮﻜﯾو
ﻢﯿﻈﻋ ﻚﻟذو ﺎﮭﺋﺎﻀﻗ ﻦﻣ ّﺪﺑﻻ ﻲﺘﻟا ةﺬﻠﻟا ءﺎﻀﻗ ﺎﮭﯿﻟإ نﻮﻜﺴﻟا ﻊﺿﻮﻣو ﺔﺴﻧاﺆﻤﻟاو ﺔﻤﺣﺮﻟا ﻖﺣ ﺎﮭﻟ ن ,
ﺈﻓ
Artinya: Hak wanita yang engkau nikahi adalah engkau harus tahu bahwa Allah telah
menjadikannya sebagai sumber ketenangan dan ketentraman bagimu serta sebagai
penjaga harta dan kehormatanmu. Kalian berdua haruslah memanjatkan puji syukur ke
hadirat Allah atas anugerah yang Dia berikan berupa pasangan kalian. Engkau harus
tahu bahwa itu semua adalah nikmat Allah atasmu. Karena itu, suami harus
memperlakukan isterinya dengan baik, menghormatinya, dan berlemah-lembut
terhadapnya, meskipun hak-haknya atas sang isteri lebih besar.Isteri harus menaati
suaminya jika ia memerintahkan sesuatu, selama tidak berupa maksiat kepada Allah.

Isteri berhak untuk mendapatkan kasih sayang dan kelemah-lembutan karena dialah
yang memberikan ketenangan hati bagi suami. Isterilah yang dapat memuaskan
kebutuhan biologis suami yang memang harus disalurkan, dan hal itu adalah sesuatu
yang agung.[4]

Ahlul Bait a.s. memberikan perhatian yang sangat besar terhadap keutuhan cinta kasih
dalam sebuah keluarga. Anjuran-anjuran mereka berikut ini ditujukan kepada kedua
pihak, suami dan isteri.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAWW bersabda,
ﻲﺋﺎﺴﻨﻟ ﻢﻛﺮﯿﺧ ﺎﻧأو ﮫﺋﺎﺴﻨﻟ ﻢﻛﺮﯿﺧ ﻢﻛﺮﯿﺧ
Artinya: Lelaki terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap
isterinya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteri.
[5]
Imam Ja’far bin Muhammad Shadiq a.s. dalam sebuah hadis mengatakan,
ﮫﺘﺟوز ﻦﯿﺑو ﮫﻨﯿﺑ ﺎﻤﯿﻓ ﻦﺴﺣأ اﺪﺒﻋ ﷲا ﻢﺣر
Artinya:Semoga Allah merahmati orang yang bersikap baik terhadap isterinya.[6]
Rasulullah SAWW bersabda,
ﺎﮭﻣﺮﻜﯿﻠـﻓ ﺔﺟوز ﺬﺨـﺗا ﻦﻤﻓ
Artinya: Jika seseorang menikahi seorang wanita,ia harus berbuat baik kepadanya. [7]
Beliau juga bersabda,
ﺔﻨﯿﺒﻣ ﺔﺸﺣﺎﻓ ﻦﻣ ﻻإ ﺎﮭﻗﻼﻃ ﻲﻐﺒﻨﯾ ﻻ ﮫﻧأ ﺖﻨﻨﻇ ﻰﺘﺣ ةأﺮﻤﻟﺎﺑ مﻼﺴﻟا ﮫﯿﻠﻋ ﻞﯿﺋﺮﺒﺟ ﻲﻧﺎﺻوأ

Artinya: Jibril sering berpesan kepadaku tentang wanita, sampai-sampai aku merasa
bahwa wanita tidak berhak untuk diceraikan kecuali jika telah melakukan zina dengan
terang-terangan.[8]

Anjuran-anjuran dan arahan yang diberikan oleh Nabi SAWW dan Ahlul Bait a.s.
mengenai sikap baik dan penghormatan terhadap istri ini merupakan acuan penting yang
harus diterapkan dalam rangka menciptakan kelanggengan hubungan cinta dan kasih
sayang antara keduanya di dalam keluarga.
Di lain pihak, Ahlul Bait a.s. juga berpesan kepada kaum wanita untuk melakukan segala
hal yang dapat menumbuhkan dan menjaga cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga.
Rasulullah Muhammad SAWW dalam hal ini bersabda,
ﺔﻨﺠﻟا باﻮﺑأ يأ ﻦﻣ ﻞﺧﺪﺘﻠﻓ ﺎﮭﻠﻌﺑ ﺖﻋﺎﻃأو ﺎﮭﺟﺮﻓ ﺖﻨﺼﺣأو ﺎھﺮﮭﺷ ﺖﻣﺎﺻو ﺎﮭﺴﻤﺧ ةأﺮﻤﻟا ﺖّﻠﺻ اذإ
تءﺎﺷ
Artinya: Jika seorang wanita telah melakukan kewajibannya shalat lima waktu, berpuasa
sebulan penuh pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya,
maka ia berhak untuk masuk ke dalam surga melalui pintu manapun yang ia sukai.[9]

Selain itu beliau juga bersabda,
ﮫﻈﻔﺤﺗو ﺎھﺮﻣأ اذإ ﮫﻌﯿﻄﺗو ﺎﮭﯿﻟإ ﺮﻈﻧ اذإ هّﺮﺴﺗ ﺔﻤﻠﺴﻣ ﺔﺟوز ﻦﻣ ﻞﻀﻓأ مﻼﺳﻹا ﺪﻌﺑ ةﺪﺋﺎﻓ ؤﺮﻣا دﺎﻔﺘﺳا ﺎﻣ
ﮫﻟﺎﻣو ﺎﮭﺴﻔﻧ ﻲﻓ ﺎﮭﻨﻋ بﺎﻏ اذإ
Artinya: Setelah nikmat Islam, tak ada satupun nikmat yang melebihi isteri muslimah
yang shalihah, yaitu isteri yang membuat suami senang saat memandangnya, patuh
padanya saat ia menyuruhnya melakukan sesuatu, dan menjaga dirinya dan harta
suaminya di saat sang suami tidak berada di rumah.[10]

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mendatangi Rasulullah dan berkata, “Ya
Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan
mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung ia selalu menyapaku
dan mengatakan, ‘Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika kau risau akan
rezekimu, ketahuilah bahwa rezekimu ada di tangan Allah. Tapi jika kerisauanmu karena
urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu itu.’”
Setelah mendengar cerita sahabat beliau tersebut, Rasulullah SAWW bersabda,
نإ - ﺔﯾاور

ﻲﻓو -
, اﺪﯿﮭﺷ ﻦﯿﻌﺒﺳ ﺮﺟأ مﻮﯾ ّﻞﻛ ﻲﻓ ﻚﻟو ﷲا لﺎّﻤﻋ ﻦﻣ ﺔﻠﻣﺎﻋ ﻚﻧإ
: ﺎﮭﻟ ﻞﻗو ﺔّﻨﺠﻟﺎﺑ ﺎھﺮّﺸﺑ
ﺪﯿﮭﺸﻟا ﺮﺟأ ﻒﺼﻧ ﺎﮭﻟ
, ﮫﻟﺎّﻤﻋ ﻦﻣ هﺬھو ﻻّﺎﻤﻋ ﻞﺟو ّﺰﻋ ﷲ
Artinya: Berilah kabar gembira kepadanya tentang surga yang tengah menantinya! Dan
katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah SWT menuliskan
baginya setiap hari pahala tujuh puluh orang yang gugur di jalan Allah. (dalam riwayat


Download
Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam as:

From:

To:

Share Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading