This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Environment

PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ...

0.00 (0 votes)
Document Description
Di Asia, terung ( Solanum melongena Linn.) merupakan sayuran penting dengan produksi lebih dari 86 % dari total produksi dunia. Produksi terung di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data statistik FAO pada tahun 1994, hasil terung di Indonesia sekitar 3,2 ton/ha. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil terung di Cina sebesar 16,6 ton/ha yang menempati urutan pertama (Rubatzky dan Yamaguchi, 1999). Menurut Haerah (1990), produksi terung selama tahun 1989-1993 hanya meningkat sekitar 0,29 %. Salah satu penyebab rendahnya hasil terung di Indonesia adalah serangan nematoda bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. Kerugian pada tanaman terung yang disebabkan oleh serangan nematoda parasitik berkisar 30 - 60 %. Berdasarkan kerentanannya, terung termasuk tanaman sayuran yang sangat rentan terhadap nematoda bengkak akar (Netscher dan Luc, 1974 dalam Luc et al ., 1995). Selama kurun waktu 35 tahun terakhir, pengendalian nematoda dengan menggunakan nematisida kimiawi (sintetik) masih memegang peranan penting. Hal tersebut terjadi karena cara-cara pengendalian lain belum mampu memberikan hasil yang memuaskan. Cara pengendalian nematoda dengan nematisida sintetik dapat menimbulkan dampak negatif karena beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, persisten dalam tanah, pencemaran terhadap air tanah, serta membunuh organisme lain yang bukan sasaran termasuk musuh- musuh alami nematoda seperti jamur, bakteri dan mikroorganisme lain (Mustika, 1999). Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, pengendalian nematoda diarahkan pada pengendalian secara hayati antara lain dengan menggunakan mikroorganisme antagonis (musuh alami), bahan organik, pergiliran tanaman, dan tanaman yang berkhasiat sebagai pestisida (Alam dan Jalrajpuri, 1990 dalam Mustika, 1999
File Details
  • Added: October, 21st 2010
  • Reads: 945
  • Downloads: 31
  • File size: 59.09kb
  • Pages: 12
  • Tags: bawang putih, bengkak akar, terung
  • content preview
Submitter
  • Name: theo
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Uji toksisitas ekstrak biji sirsak (annona muricata.Linn) terhadap ...

by: morela, 2 pages

Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya daya bunuh ekstrak biji Sirsak terhadap larva Aedes aegypti, pada berbagai konsentrasi sehingga diketahui konsentrasi yang efektif untuk membunuh larva Aedes ...

In Vitro Anthelmintic Activity of Allium sativum, Zingiber officinale, Curcurbita mexicana and Ficus religiosa

by: shinta, 4 pages

Methanol extracts of some commonly used plant materials of ethnoveterinary importance in Pakistan were screened for their in vitro anthelmintic activity. Results revealed that Zingiber ...

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MOJO ( Aegle marmelos L.) TERHADAP ...

by: lyyli, 7 pages

Tujuan Penelitian: 1. Tujuan Umum : Mengetahui efektivitas ekstrak daun mojo ( Aegle marmelos L. ) untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegypti instar III 2. Tujuan Khusus : a. Mengetahui ...

Inhibitory Effects of Heated Garlic on N-Ethyl-N'-nitro-N- nitrosoguanidine-induced Carcinogenesis in the Duodenum and Jejunum of C57BL/6 Mice

by: shinta, 6 pages

We examined the modifying effects of heated garlic (Allium sativum L.) on N-ethyl-N’-nitro-N-nitrosoguanidine (ENNG)-induced duodenal and jejunal carcinogenesis in mice. Heated garlic ...

garlic and your general wellbeing

by: Alam Noah, 2 pages

How can garlic help patients and even sound ones in ameliorating their wellness? Discover some elaborate abilities Allium sativum has and in what manners to get the best out of it.a

Minyak adas

by: eterisnusantara, 4 pages

Kami menjual minyak atsiri/ Essensial Oil murni tanpa campuran sebagai parfume, aroma terapi, dll. Tersedia: Minyak Adas (Feuniculli Oil) Minyak Akar Wangi (Vetiver Oil) Minyak Akasia (Cassia Oil) ...

TEMPAT BUMBU TUPPERWARE, WADAH BUMBU DAPUR, TUPPERWARE STOR N POUR, SALT N SPICE SET TUPPERWARE

by: abrahamhandoyo, 2 pages

TEMPAT BUMBU TUPPERWARE, WADAH BUMBU DAPUR, TUPPERWARE STOR N POUR, SALT N SPICE SET TUPPERWARE. PEMESANAN 082111481473 BINTARO JAKARTA http://jualtupperwaremurah.com Menyimpan bumbu dapur dan ...

The Effects of Carica papaya Linn. Latex on the Healing of Burn Wounds in Rats

by: shinta, 10 pages

This study was carried out to compare the rate of burn wound healing with the applications of the latex of Carica papaya Linn. (papaya) or of silver sulfadiazine cream ( SSD ) ...

Effects of Gamma Irradiation on Lepidium sativum

by: majeedpsh, 4 pages

A research paper, describing the effects of gamma irradiation on some growth parameters of common garden cress (Lepidium sativum L)

POTENSI EKSTRAK FLORA LAHAN RAWA SEBAGAI PESTISIDA NABATI

by: sasa, 20 pages

Penggunaan pestisida sintetik pada umumnya kurang aman karena dapat merugikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Untuk itu insektisida sintetik yang merupakan komponen penting dalam ...

Content Preview














PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH
(Allium sativum Linn.) TERHADAP PENYAKIT BENGKAK AKAR
(Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)



USULAN KEGIATAN PENELITIAN
DIKS UNIVERSITAS PADJADJARAN
TAHUN ANGGARAN 2004







Oleh :
Toto Sunarto, Ir.,MP.
Luciana Djaja, Ir.
Hersanti, Ir., MP.










FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG
Oktober, 2003

USULAN PENELITIAN
SUMBER DANA DIKS UNPAD
TAHUN ANGGARAN 2004
1. a. Judul Penelitian : Pengujian Ekstrak Bawang putih (Al ium sativum Linn.)
Terhadap Penyakit Bengkak Akar (Meloidogyne spp.)
Pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.)
b. Bidang Ilmu : Pertanian
c. Katergori Penelitian : II (Pemecahan Masalah Pembangunan)

2. Ketua Peneliti :
a. Nama Lengkap dan Gelar : Toto Sunarto, Ir.,MP.
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. Golongan Pangkat dan NIP : III d / Penata Tingkat I / 131901310
d. Jabatan Fungsional : Lektor
e. Jabatan Struktural : Staf Pengajar
f. Fakultas/Jurusan : Pertanian/Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan
g. Pusat Penelitian : Lembaga Penelitian UNPAD

3. Susunan Anggota Peneliti : 3 (tiga) orang
a. Nama Anggota Peneliti I : Luciana Djaja, Ir.
b. Nama Anggota Peneliti II : Hersanti, Ir., MP.

4. Lokasi Penelitian : Rumah kaca dan Lab. Nematologi Jurusan Ilmu Hama dan
Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UNPAD
5. Kerjasama dengan Institusi Lain :
a. Nama Institusi : -
b. Alamat : -
c. Telepon/Faks/e-mail : -

6. Lama Penelitian : 5 bulan

7. Biaya yang diperlukan : Rp. 5.000.000,00
a. Sumber dari Depdiknas : Rp.
b. Sumber Lain, sebutkan ……. : Rp.
Jumlah (Lima Juta Rupiah)
Bandung, 30 Oktober 2003
Mengetahui : Ketua Peneliti,
Dekan Fakultas Pertanian


(Prof. Dr. H. Sadeli Natasasmita, Ir.) (Toto Sunarto, Ir., MP.)
NIP. 130 367 244 NIP. 131 901 310
Menyetujui,
Ketua Lembaga Penelitian
Universitas Padjadjaran



Prof.Dr.Johan S. Masjhur,dr.,SpPD-KE.,SpKN
NIP. 130 256 894

A. JUDUL PENELITIAN : Pengujian Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn.)
Terhadap Penyakit Bengkak Akar (Meloidogyne spp.)
Pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.)

B. BIDANG ILMU
: Pertanian (Ilmu Penyakit Tanaman, Nematologi Tumbuhan)

C. PENDAHULUAN


Di Asia, terung (Solanum melongena Linn.) merupakan sayuran penting dengan
produksi lebih dari 86 % dari total produksi dunia. Produksi terung di Indonesia masih
tergolong rendah. Berdasarkan data statistik FAO pada tahun 1994, hasil terung di Indonesia
sekitar 3,2 ton/ha. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil terung di Cina
sebesar 16,6 ton/ha yang menempati urutan pertama (Rubatzky dan Yamaguchi, 1999).
Menurut Haerah (1990), produksi terung selama tahun 1989-1993 hanya meningkat sekitar
0,29 %.
Salah satu penyebab rendahnya hasil terung di Indonesia adalah serangan nematoda
bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. Kerugian pada tanaman terung yang
disebabkan oleh serangan nematoda parasitik berkisar 30 – 60 %. Berdasarkan
kerentanannya, terung termasuk tanaman sayuran yang sangat rentan terhadap nematoda
bengkak akar (Netscher dan Luc, 1974 dalam Luc et al., 1995).
Selama kurun waktu 35 tahun terakhir, pengendalian nematoda dengan menggunakan
nematisida kimiawi (sintetik) masih memegang peranan penting. Hal tersebut terjadi karena
cara-cara pengendalian lain belum mampu memberikan hasil yang memuaskan. Cara
pengendalian nematoda dengan nematisida sintetik dapat menimbulkan dampak negatif
karena beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, persisten dalam tanah, pencemaran
terhadap air tanah, serta membunuh organisme lain yang bukan sasaran termasuk musuh-
musuh alami nematoda seperti jamur, bakteri dan mikroorganisme lain (Mustika, 1999).
Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, pengendalian nematoda diarahkan pada
pengendalian secara hayati antara lain dengan menggunakan mikroorganisme antagonis
(musuh alami), bahan organik, pergiliran tanaman, dan tanaman yang berkhasiat sebagai
pestisida (Alam dan Jalrajpuri, 1990 dalam Mustika, 1999)
Salah satu jenis tanaman yang dianggap mempunyai potensi sebagai nematisida alami
adalah umbi bawang putih (A. sativum) (Novizan, 2002). A. sativum mengandung minyak
atsiri yang berbau khas. Aroma A. sativum disebabkan oleh sekelompok senyawa belerang
(sulfur). Senyawa yang mendominasi aroma A. sativum adalah allin (S-allisistein sulfoksida)
yang dihidrolisis oleh enzim alinase menjadi allisin (diallil sulfida) setelah jaringan A.
sativum
rusak (Rubatszky dan Yamaguchi, 1998) Pada saat terurai alisin akan mengambil
oksigen dari udara dan berubah menjadi bahan kimia yang kaya sulfur. Dalam setiap
penguraian, terbentuk lebih dari 70 macam senyawa sulfur org
anik yang beberapa
diantaranya bersifat stabil (Roser, 1997). Senyawa inilah yang dapat digunakan untuk
mengendalikan bakteri, jamur, serangga, dan nematoda. Sejauh ini A. sativum banyak
digunakan untuk mengendalikan serangga, bakteri, dan jamur (Rismunandar, 1986).
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk menguji pengaruh
pemberian tepung, dan larutan bawang putih terhadap penyakit bengkak akar yang
disebabkan oleh Meloidogyne spp.) pada tanaman terung.






D. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
Berapa konsentrasi ekstrak bawang putih (A. sativum) yang mampu menekan penyakit
bengkak akar (Meloidogyne spp.) dengan baik pada tanaman terung.


E. TINJAUAN PUSTAKA

1. Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.)

Meloidogyne spp. termasuk ke dalam famili Heteroderidae, ordo Tylenchida, dan
filum nematoda (Agrios, 1996). Nematoda betina dewasa bersifat endoparasit, tubuhnya
seperti buah pear,berdiameter 0,5-0,7 mm, panjang kurang lebih 0,5 mm (Dropkin, 1991).
Telur-telurnya diletakkan di luar tubuh nematoda betina dalam massa gelatin (Luc et al.,
1995). Nematoda jantan dewasa seperti cacing dengan panjang 1-2 mm dan diameter 30-36
um. Larva II ke luar dari telur berbentuk silindris dengan panjang 450 um (Luc et al., 1995).
Siklus hidup Meloidogyne spp. meliputi telur, larva (larva I, larva II, larva III, dan larva IV),
serta nematoda dewasa. Nematoda betina dewasa memproduksi telur baik setelah kawin
dengan jantan maupun tanpa kawin (partenogenesis). Jumlah telur yang dihasilkan oleh
seekor nematoda betina adalah 800-3000 butir (Semangun, 1996). Menurut Agrios (1996)
siklus hidup nematoda pada lingkunga optimum yaitu pada suhu 26 oC-27 oC adalah 21-30
hari, tetapi pada suhu 14 oC-16 oC siklus hidupnya dapat mencapai 6-6 hari.
Tanaman terung yang terserang oleh Meloidogyne spp. menimbulkan gall pada
akarnya. Ukuran dan bentuk gall tergantung pada spesies nematoda, jumlah nematoda di
dalam akar, dan umur tanaman (Luc et al., 1995). Serangan berat pada akar menyebabkan
pengangkutan air dan unsur hara terhambat, tanaman mudah layu, khususnya dalam keadaan
panas dan kering, pertumbuhan tanaman terhambat atau kerdil, dan daun mengalami klorosis
akibat defisiensi unsur hara.

2. Bawang Putih (Allium sativum L.)
Allium sativum termasuk tanaman rempah yang bernilai tinggi karena memiliki
beragam kegunaan, selain sebagai bumbu dapur juga sebagai pestisida alami (Anon, 1992).
A. sativum mengandung senyawa methylallyne-disulfida yang aromanya harum dan pedas,
juga mengandung zat allin yang bersifat sebagai pembunuh kuman dan penawar racun (Anon,
1986 dalam Kardinan dan Wikardi, 1994).
A. sativum mengandung minyak atsiri yang berbau khas. Aroma A. sativum
disebabkan oleh sekelompok senyawa belerang (sulfur). Senyawa yang mendominasi aroma
A. sativum adalah allin (S-allisistein sulfoksida) yang dihidrolisis oleh enzim alinase menjadi
allisin (diallil sulfida) setelah jaringan A. sativum rusak (Rubatszky dan Yamaguchi, 1998)
Pada saat terurai alisin akan mengambil oksigen dari udara dan berubah menjadi bahan kimia
yang kaya sulfur. Dalam setiap penguraian, terbentuk lebih dari 70 macam senyawa sulfur
organik yang beberapa diantaranya bersifat stabil (Roser, 1997). Senyawa inilah yang dapat
digunakan untuk mengendalikan bakteri, jamur, serangga, dan nematoda.


3. Tumbuhan Sebagai Sumber Bahan Organik

Bahan organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah baik
fisik, kimia, maupun biologi tanah, disamping sebagai sumber energin bagi sebagian besar
organisme tanah (Hakkim, 1986). Sebagai sumber bahan organik, bagian-bagian tanaman
dapat langsung diaplikasikan ke dalam tanah dalam bentuk segr atau masih hijau (Hasannah
et al., 1992)

Bahan organik yang bersifat nematisida yang diberikan ke dalam tanah berpengaruh
terhadap penekanan perkembangan nematoda. Hasil dekomposisi dari bahan organik yaitu
terbentuknya asam lemak seperti asam asetat, asam butirat, dan asam propionat. Asam-asam
ini pada konsentrasi tinggi berbaya bagi perkembangan nematoda (Singh dan Sitaramaiah,
1994). Pemberian bahan organik ke dalam tanah dapat menekan perkembangan nematoda,
hal ini diduga akibat dekomposisi bahan organik secara langsung bersifat racun bagi
nematoda. Bahan organik juga mempengaruhi lingkungan tanah yang menguntungkan bagi
populasi mikroorganisme kompetitor, mikroflora parasit telur nematoda (Kaplan et al., 1992
dalam Baliadi, 1997).

F. TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak bawang putih (A.
sativum) yang mampu menekan penyakit bengkak akar (Meloidogyne spp.) dengan baik pada
tanaman terung.

G. KONTRIBUSI PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah informasi tentang
kemampuan ekstrak bawang putih (A. sativum) dalam menekan penyakit bengkak akar yang
disebabkan oleh Meloidogyne spp. pada tanaman terung. Di samping itu, hasil penelitian ini
diharapkan berguna sebagai salah satu cara untuk mengendalikan nematoda bengkak akar
(Meloidogyne spp.) pada tanaman terung.

H. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) teridiri dari 6 perlakuan, diulang 4 kali. Perlakuan
tersebut adalah :
A. Konsentrasi ekstrak A. sativum 5 g / 100 ml air
B. Konsentrasi ekstrak A. sativum 10 g / 100 ml air
C. Konsentrasi ekstrak A. sativum 20 g / 100 ml air
D. Konsentrasi ekstrak A. sativum 40 g / 100 ml air
E. Nematisida Karbofuran 2 g / 2 kg tanah
F. Kontrol (tanpa ekstrak A. sativum dan tanpa nematisida)

Tiap pot perlakuan ditanami dengan satu bibit terung yang telah berumur 4 minggu setelah
semai, kemudian diinokulasi dengan 2000 larva II Meloidogyne spp.
Pengamatan dilakukan terhadap : jumlah gall pada akar tanaman terung, jumlah larva
II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah, berat basah bagian atas tanaman, berat basah akar
tanaman tomat. Pengamatan dilakukan pada saat tanaman berumur 35 hari setelah inokulasi
dengan larva Meloidogyne spp.
Data hasil percobaan dianalisis dengan menggunakan Uji F (ANOVA), sedangkan
untuk mengetahui perbedaan diantara rata-rata perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda
Duncan pada taraf 5 %.

Pelaksanaan Percobaan
Tanah dan pupuk kandang untuk media persemaian, dan media tanam tanaman terung
dipasteurisasi dengan uap panas selama 3 jam. Benih terung disemaikan dalam baki selama 4
minggu, kemudian bibit dipindahkan ke dalam pot perlakuan.
Inokulum nematoda yang digunakan adalah larva II hasil ekstraksi dari akar tanaman
tomat yang terserang Meloidogyne spp. Ekstraksi dilakukan dengan metode corong
Baermann.


Pembuatan ekstrak A. sativum sebagai berikut : A. sativum ditimbang sesuai
perlakuan, kemudian masing-masing diblender dengan 100 ml akuades steril. A. sativum
yang telah halus diaduk-aduk lalu disaring dan siap diaplikasikan. Aplikasi larutan A.
sativum
dilakukan dengan cara menyiramkan pada permukaan tanah setelah diinokulasi
dengan larva II Meloidogyne spp. Inokulasi larva II Meloidogyne spp dilakukan pada saat
pindah tanam, dengan cara inokulum dimasukkan ke dalam lubang sedalam 6 cm di sekitar
akar tanaman terung, kemudian ditutup dengan tanah.
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan gulma, pengendalian hama
dan penyakit lain pada tanaman terung.

I. JADWAL PELAKSANAAN
Jenis Kegiatan Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. Persiapan alat dan bahan xxxxxx
2. Pasteurisasi tanah x x
3. Penyemaian benih terung xxxxxxxx
4. Pembuatan tepung xxx
5. Pencampuran tanah dan tepung x
6. Penanaman bibit terung x
7. Persiapan inokulum nematoda xxx
8. Inokulasi nematoda x
9. Pemeliharaan xxxxxxxxxxxxx
10.Pengamatan xxxx
11.Penulisan Laporan xxxxxxxxxxxx


























J. PERSONALIA PENELITIAN

1. Ketua Peneliti
a. Nama Lengkap dan Gelar : Toto Sunarto, Ir., MP.
b. Golongan Pangkat dan NIP : III d / Penata Tingkat I / 131 901 310
c. Jabatan Fungsional : Lektor
d. Jabatan Struktural : Staf Pengajar
e. Fakultas/Program Studi : Pertanian/Ilmu Hama dan Penyakit tumbuhan
f. Perguruan Tinggi : Universitas Padjadjaran Bandung
g. Bidang Keahlian : Penyakit Tanaman (Nematologi Tumbuhan)
h. Waktu untuk Penelitian ini : enam jam/minggu

2. Anggota Peneliti :
Anggota Peneliti I :
a. Nama Lengkap dan Gelar : Luciana Djaja, Ir.
b. Golongan Pangkat dan NIP : III d/Penata Tingkat I/131284822
c. Jabatan Fungsional : Lektor
d. Jabatan Struktural : Staf Pengajar
e. Fakultas/Program Studi : Pertanian/Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan
f. Perguruan Tinggi : Universitas Padjadjaran Bandung
g. Bidang Keahlian : Penyakit Tanaman
h. Waktu untuk Penelitian ini : enam jam/minggu

Anggota Peneliti II :
a. Nama Lengkap dan Gelar : Hersanti, Ir.,MP.
b. Golongan Pangkat dan NIP : III d/Penata Tingkat I/131653072
c. Jabatan Fungsional : Lektor
d. Jabatan Struktural : Staf Pengajar
e. Fakultas/Program Studi : Pertanian/Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan
f. Perguruan Tinggi : Universitas Padjadjaran Bandung
g. Bidang Keahlian : Penyakit Tanaman
h. Waktu untuk Penelitian ini : enam jam/minggu

3. Tenaga Laboran/Teknisi :
a. Nama : Engkos Kosasih
b. Keahlian : Penyakit tanaman (Lab. Nematologi)

4. Pekerja Lapangan/Pencacah : -

5. Tenaga Administrasi : Usep Rokhmat











K. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN

1. Honorarium
a. Ketua Peneliti ……………………………………………………………Rp. 700.000,00
b. Anggota Peneliti 2 orang ………………………………………………. Rp. 1.200.000,00
c.Tenaga Laboran/Teknisi ………………………………………………… Rp. 200.000,00
d.Tenaga Administrasi …………………………………………………….. Rp. 150.000,00

2. Bahan dan Peralatan Penelitian
a. Bahan habis
Benih terung……………………………………………………………. Rp. 25.000,00
Nematisida Carbofuran ………………………………………………. Rp. 50.000,00
NaOCl ………………………………………………………………….. Rp. 50.000,00
Pupuk kandang ……………………………………………………….. Rp. 10.000,00

b. Alat
Saringan 750 um, 50 um, 35 um …………………………………… Rp 1.000.000,00
Tali rafia, tissue ……………………………………………………… Rp. 10.000,00
Hand counter 2 buah ………………………………………………. Rp. 50.000,00
Pot plastik 50 buah …………………………………………………. Rp. 100.000,00
Blender ………………………………………………………………. Rp. 200.000,00
Kantong plastik 2 kg ………………………………………………… Rp. 35.000,00
Ajir bambu ………………………………………………………………Rp. 20.000,00

3. Perjalanan
a. Biaya perjalanan dengan kendaraan umum pp.
Bandung-jatinangor 3 orang x 20 hari x Rp. 6.500,00 ……………. Rp. 390.000,00
b. Transportasi lokal 2 orang x 25 hari x Rp. 1.000,00 …………… Rp 50.000,00
c. Lumpsum termasuk konsumsi 5 orang x 20 hari x Rp. 5.000,00 … Rp. 500.000,00
4. Laporn Penelitian
a. Penggandaan ……………………………………………………… Rp. 150.000,00
b. Pengiriman ………………………………………………………… Rp. 10.000,00

5. Seminar
a. Konsumsi ………………………………………………………….. Rp. 150.000,00
b. Biaya Penyelenggaraan …………………………………………. Rp. 50.000,00

6. Biaya Lain-lain
a. Pasteurisasi tanah ………………………………………………… Rp. 50.000,00
b. Alat tulis ……………………………………………………………. Rp. 50.000,00
Jumlah Rp. 5.000.000,00
(Lima Juta Rupiah)









DAFTAR PUSTAKA

Agrios,G.N., 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta. 713 hal.

Anon, 1992. Bawang Putih Dataran Tinggi. Penebar Swadaya. Bogor. P. 63.

Baliadi,Y., 1997. Pengendalian Penyakit Akar Puru yang Disebabkan oleh Nematoda Meloidogyne
javanica Pada Tanaman Kedelai Secara Non Kimiawi. Balai Penelitian Tanaman Kacang-
kacangan dan Umbi-umbian. Hal. 90-102.

Dropkin,V.H., 1992. Pengantar Nematologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta.
336 hal.

Haerah, A., 1990. Development Program of Production and Seed of Vegetables. Lembang
Horticultural Research Institute (LEHRI). Bandung, P. 31-37.

Hakkim,N., 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. 488 hal.

Kardinan, A. dan Wikardi, A., 1994. Pengaruh Abu Limbah Serai Dapur dan Tepung Bawang Putih
terhadap Hama Gudang Cal osobrochus analis F. (Coleoptera : Bruchidae). Buletin
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Vol. IX No. 1. Bogor. P. 16-20.

Luc,M., R.A. Sikora dan J.Bridge, 1995. Nematoda Parasitik Tumbuhan di Pertanian Subtropik dan
Tropik . Penerjemah : Supratoyo. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta. 800 hal.

Mustika, I., 1999. Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Nematoda Parasit Tanaman. Buletin
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Vol. IX. No. 2. Bogor. P. 57.

Novizan, 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Agromedia Pustaka. P.
82.

Rismunandar, 1986. Membudidayakan Lima Jenis Bawang. Cetakan Pertama. Penerbit CV. Sinar
Baru. Bandung. P. 28-30.

Roser, D., 1997. Bawang Putih untuk Kesehatan. Bumi Aksara. Jakarta. P. 63-77.

Rubatzky, V.E. dan Yamaguchi, M., 1999. Sayuran Dunia 3. Edisi Kedua. Penerbit ITB Bandung. P.
35-40.

Semangun,H., 1996. Pengantar Ilmu Penyakit. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta. 754 hal.

Singh,R.S. and K. Sitaramaiah, 1994. The Plant Parasitic Nematodes. International Science Publisher.
New York. 340 p.







CURRICULUM VITAE


1. Nama Lengkap : Toto Sunarto, Ir.,MP.
2. Umur/Kelamin/Agama : 41 Tahun/Laki-laki/Islam
3. Alamat : Jl. Dago Elos III No. 326 Bandung
4. Pangkat/Gol./NIP. : Penata Tingkat I/III d/ 131901310
5. Jabatan Fungsionil : Lektor
6. Kesatuan/Jawatan/Dinas/
Perguruan Tinggi : Fakultas Pertanian UNPAD
7. Aalamat Kantor : Jl Raya Jatinangor-Ujungberung Bandung, 40600

8. Riwayat Pendidikan :

Macam Pendidikan
Tempat
Tahun
Titel
Bidang
Dari
Sampai
Spesifikasi
1.Sarjana Pertanian
Bandung
1982
1986
Ir.
Ilmu Penyakit
Fak. Pertanian UNPAD




Tumbuhan






2. Magister Sains UNPAD
Bandung
1997
2002
MP.
Ekofisiologi
Tanaman

9. Pengalaman Penelitian :

1). Pengaruh Isolat-Isolat Cendawan Tanah Hutan terhadap Perkembangan Nematoda Bengkak
Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Tomat (1996)

2) Pengaruh Populasi Meloidogyne spp. Terhadap Serangan Fusarium oxysporum pada Tanaman
Terung (Solanum melongena L.) (1997)

3). Interaksi Antagonistik Antara Meloidogyne spp. dan Rhizobium spp. pada Tanaman Buncis
(Phaseolus vulgaris L.) Tahap I (2000)

4). Interaksi Antagonistik Antara Meloidogyne spp. dan Rhizobium spp. pada Tanaman Buncis
(Phaseolus vulgaris L.) Tahap II (2001)

5). Aplikasi Dosis Bokashi Terhadap Serangan dan Perkembangan Nematoda Bengkak Akar
(Meloidogyne spp.) Pada Tanaman Tomat (2002)


Jatinangor, Oktober 2003




Toto Sunarto, Ir., MP.
NIP. 131901310




Download
PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ...

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ... to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ... as:

From:

To:

Share PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ....

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share PENGUJIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn.) TERHADAP ... as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading