This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Others

Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ...

0.00 (0 votes)
Document Description
Proyek Pesisir, bagian dari Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID- BAPPENAS), sedang mengembangkan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan sumberdaya pesisir yang berbasis-masyarakat di empat desa di Sulawesi Utara. Untuk menilai keefektifan kegiatan pengelolaan ini, Proyek Pesisir menentukan beberapa desa kontrol. Maksudnya untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat desa-desa proyek dibandingkan dengan masyarakat desa-desa kontrol yang tidak mendapatkan intervensi dari Proyek Pesisir. Makalah ini menggambarkan hasil penilaian terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Desa Talise dan desa kontrolnya antara saat kegiatan proyek pesisir dimulai tahun 1997/1998 dengan tahun 2000 yang merupakan tahun pertengahan proyek. Wawancara dengan informan kunci, pengamatan langsung, dan menyebarkan kuesioner dengan metode acak berdasarkan letak tempat tinggal merupakan metode yang digunakan dalam pengambilan data. Responden dipilih wanita dan pria untuk menggali persepsi berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Makalah ini merangkum pengetahuan, perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat, persepsi mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam, anggapan terhadap permasalahan dan kualitas hidup, dan lebih jauh lagi apakah perubahan yang ada mungkin disebabkan karena pengaruh proyek atau bukan.
File Details
Submitter
  • Name: alfredina
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

RESPON MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM PEMANFAATAN LAHAN KOSONG ...

by: raija, 5 pages

Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan pada pemerintah agar sebelum program hendaknya pemerintah mengadakan survei ke desa untuk dapat mengetahui tanaman yang paling sesuai dan yang paling ...

DIMENSI ETIS TERHADAP BUDAYA MAKAN DAN DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT

by: monika, 6 pages

Penelitian ini membahas tentang dimensi etis (etika makanan/ food ethics) terhadap pola perilaku makan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pola makan seseorang ternyata dibentuk dari latar ...

PROSES DAN IMPLIKASI SOSIAL-POLITIK PEMEKARAN:

by: mufida, 47 pages

Peningkatan jumlah daerah otonom baru pada era reformasi menunjukkan perkembangan yang menakjubkan. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2004 telah lahir tujuh provinsi, 114 kabupaten, dan 27 kota; yang ...

Literasi ICT Masyarakat Desa

by: hasyim ali imran, 23 pages

membahas ttg literasi ICT masyarakat pedesaan

EMOSI DAN EKSPRESINYA DALAM MASYARAKAT

by: raija, 23 pages

Ernosi merupak.ln aspek pentingdalam kehidupan manusia yang merupakan sumber komedi dan tragedi seper!i yang banyak terjadi di masyarakat Indonesia menjelang milenium baru. Pada dasarnya dengan ...

Perubahan Teknologi Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi ...

by: daisi, 8 pages

The decentralization era changed many aspects, including agricultural technology, especially in development and transfer systems. The research was carried out to identify the changes in agricultural ...

Proses sosial dan interaksi sosial

by: bela, 13 pages

No transcript available.

Cermin Dunia Kedokteran

by: mufida, 6 pages

Pemuda remaja yang sehat dan kreatif sangat pentingartinya bagi hari depan suatu bangsa dan negara, karena sebagai insan yang produktif, pemuda remaja merupakan kekuatan yang memiliki potensi yang ...

PENYUSUNAN STANDARD KERJA SOP MANAJEMEN RETAIL, KONSULTASI SOP RITEL, KONSULTAN MINIMARKET. Info 081389411679, 081932985325

by: abrahamhandoyo, 2 pages

PENYUSUNAN STANDARD KERJA SOP MANAJEMEN RETAIL, KONSULTASI SOP RITEL, KONSULTAN MINIMARKET. Info 081389411679, 081932985325 JAKARTA http://konsultanmanajemenbisnis.com Manajemen retail minimarket ...

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

by: rebeka, 3 pages

barat sebuah mobil, laju mobil penting untuk dapat mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan. Mobil melaju karena injakkan pedal gas pengemudinya dan berhenti kerena injakan pedal rem. Injakan pedal ...

Content Preview
1
PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT
DESA TALISE SEBAGAI DESA PROYEK PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR
BERBASIS-MASYARAKAT DI SULAWESI UTARA
Oleh:
Asep Sukmara
Brian Crawford
Proyek Pesisir Sulawesi Utara
Jl. Woltermonginsidi No. 5 Manado
Tlp: 0431 – 841671
email: crmp@manado.wasantara.net.id
asepsukmara@hotmail.com
Disampaikan pada:
Konperensi Nasional III Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia 2002

2
ABSTRAK
Proyek Pesisir, bagian dari Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID-
BAPPENAS), sedang mengembangkan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan
sumberdaya pesisir yang berbasis-masyarakat di empat desa di Sulawesi Utara. Untuk menilai
keefektifan kegiatan pengelolaan ini, Proyek Pesisir menentukan beberapa desa kontrol.
Maksudnya untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat desa-desa proyek
dibandingkan dengan masyarakat desa-desa kontrol yang tidak mendapatkan intervensi dari Proyek
Pesisir.
Makalah ini menggambarkan hasil penilaian terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku
masyarakat Desa Talise dan desa kontrolnya antara saat kegiatan proyek pesisir dimulai tahun
1997/1998 dengan tahun 2000 yang merupakan tahun pertengahan proyek. Wawancara dengan
informan kunci, pengamatan langsung, dan menyebarkan kuesioner dengan metode acak
berdasarkan letak tempat tinggal merupakan metode yang digunakan dalam pengambilan data.
Responden dipilih wanita dan pria untuk menggali persepsi berdasarkan perbedaan jenis kelamin.
Makalah ini merangkum pengetahuan, perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat,
persepsi mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam, anggapan terhadap
permasalahan dan kualitas hidup, dan lebih jauh lagi apakah perubahan yang ada mungkin
disebabkan karena pengaruh proyek atau bukan.
Di Talise, kondisi perekonomian masyarakat mengalami sedikit penurunan sedangkan persepsi
mengenai masa depan yang akan lebih baik meningkat secara signifikan. Persepsi masyarakat
mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam juga meningkat secara signifikan.
Hasil perbandingan antara Desa Talise dengan desa kontrol, hanya aspek persepsi masyarakat
mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam yang berbeda nyata. Hasil ini
menunjukkan bahwa proyek telah memiliki pengaruh yang sangat nyata dalam merubah persepsi
masyarakat Talise mengenai pengaruh-pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam.

3
PENDAHULUAN
Desa Talise merupakan salah satu desa di antara keempat desa di Sulawesi Utara yang dijadikan
sebagai desa proyek pengembangan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan sumberdaya
wilayah pesisir yang berbasis-masyarakat yang dilakukan oleh Proyek Pesisir sebagai bagian dari
Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID-BAPPENAS). Desa Talise adalah desa
pulau yang berada di ujung utara wilayah Kabupaten Minahasa. Wilayah ini meliputi dua pulau
yaitu Pulau Kinabuhutan dan sebagian Pulau Talise (lihat Gambar 1).
Proses pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis-masyarakat yang dilakukan di Desa Talise telah
berlangsung selama lebih dari empat tahun. Kegiatan ini difasilitasi dengan penempatan penyuluh
lapangan (Field Extension Officer) di desa secara full time selama lebih dari 2 tahun dengan total
tinggal di desa selama 466 hari antara Oktober 1997 sampai dengan Maret 2000. Suatu tim teknis
mendukung penyuluh lapangan dengan kegiatan-kegiatan khusus seperti pelatihan pemantauan
terumbu karang berbasis-masyarakat, studi teknis mengenai pemilihan isu-isu, pengukuran profil
pantai, dan penyusunan peraturan desa. Proyek Pesisir mengkoordinasikan perencanaan berbasis-
masyarakat dan implementasi ini melalui suatu tim kerja antar instansi dalam tingkat kabupaten,
yang lebih dikenal dengan Kabupaten Task Force (Tim Kerja Kabupaten), kelompok inti untuk
penyusunan rencana pengelolaan desa dan badan pengelola. Selama dalam kurun lebih dari dua
tahun, lebih dari 49 kegiatan formal (pertemuan-pertemuan, pelatihan, presentasi, dan pendidikan
lingkungan hidup) telah dilakukan di desa dengan total kumulatif melibatkan lebih dari 2600
peserta.
Gambar 1. Lokasi Desa Talise, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

4
Tujuan dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan
masyarakat mengenai isu-isu pengelolaan sumberdaya pesisir dan membangun kemampuan
masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Tujuan akhir kegiatan perencanaan dan
pengelolaan itu sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan juga
meningkatkan dan menjaga kelestarian sumberdaya pesisir. Beberapa kegiatan pelaksanaan awal
(pengelolaan sumberdaya, peningkatan mata pencaharian dan pengembangan masyarakat) telah
dilakukan oleh masyarakat dengan pendanaan yang disediakan oleh proyek USAID dan yang
bersumber dari pemerintah Indonesia. Pada waktu survei, banyak dari kegiatan implementasi ini
yang sedang berlangsung dan kegiatan implementasi tambahan sedang direncanakan. Dari tujuh
pelaksanaan awal yang dievaluasi, 5 dianggap sukses atau agak sukses, tidak satupun yang
dianggap tidak sukses, dan 2 dianggap terlalu awal untuk dievaluasi (Crawford dkk., 2000a).
Sejumlah capaian penting telah tercapai selama kurun waktu 3 tahun periode proyek antara 1997 –
2000. Profil sumberdaya pesisir telah disusun (Tangkilisan dkk., 1999a) oleh kelompok inti.
Kemudian diikuti dengan pembuatan rencana pembangunan dan pengelolaan sumberdaya pesisir
yang disetujui oleh masyarakat dan secara formal ditetapkan dengan peraturan desa pada tanggal 6
November 1999 (Tangkilisan dkk., 1999b). Kegiatan-kegiatan penting lainnya yaitu pembutan
daerah perlindungan laut (DPL) berbasis-masyarakat yang ditetapkan pada tanggal 25 Agustus
2000, pembangunan tanggul pencegah banjir, kegiatan sertifikasi tanah pekarangan untuk 220
rumah tangga, pembentukan badan pengelola desa sebagai badan yang mengimplementasikan
rencana pembangunan dan pengelolaan desa, dan organisasi-organisasi tingkat desa yang
berhubungan dengan proses pembangunan dan pengelolaan. Organisasi-organisasi yang telah
terbentuk yaitu kelompok agroforestry, kelompok pengelola daerah perlindungan laut, kelompok
katinting, kelompok manta tow, dan kelompok penanaman pohon bakau. Proses perencanaan
partisipatif secara lebih rinci dapat dilihat dalam Tulungen dkk., (1999). Pada waktu bersamaan
yaitu ketika proses perencanaan partisipatif dan penerapannya sedang berlangsung, proyek
menyelenggarakan beberapa studi dasar tentang sosial ekonomi dan lingkungan (Manjoro, 1997;
Crawford dkk., 1999; Kusen dkk., 1999; Lee and Kussoy, 1999)
Salah satu bagian penting dari strategi proyek adalah melibatkan masyarakat dalam kegiatan-
kegiatan proyek. Berdasarkan pengalaman dari pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis-
masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya di seluruh dunia menunjukkan betapa pentingnya
keterlibatan/peran serta masyarakat dalam setiap tahapan proses kegiatan. Perbedaan jenis kelamin
merupakan bagian yang penting dari strategi keperansertaan, khususnya keterlibatan anggota

5
masyarakat wanita dalam semua kegiatan proyek. Oleh karena itu dalam pelaksanaan proses
pembangunan dan pengelolaan di Desa Talise peran serta masyarakat berdasarkan perbedaan jenis
kelamin senantiasa menjadi suatu perhatian.
Makalah ini merangkum partisipasi dan pengetahuan masyarakat berdasarkan perbedaan jenis
kelamin dalam kegiatan proyek, perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat, persepsi
masyarakat mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam, anggapan terhadap
permasalahan dan kualitas hidup, dan lebih jauh lagi apakah perubahan yang ada mungkin
disebabkan karena pengaruh proyek atau bukan. Makalah ini merupakan rangkuman dari penilaian
sementara yang dilakukan pada tahun 2000 (Sukmara dkk., 2001).
METODE
Wawancara dengan informan kunci, pengamatan langsung, dan menyebarkan kuesioner dengan
menggunakan metode acak berdasarkan letak tempat tinggal merupakan metode yang digunakan
dalam pengambilan data. Kuesioner disebarkan terhadap 140 responden (70 rumah tangga) di Desa
Talise dan 120 responden (60 rumah tangga) di desa kontrolnya, yaitu desa yang bertetangga paling
dekat dengan Desa Talise (Desa Kahuku dan Desa Aerbanua). Pada survei pertama, tahun
1997/1998, responden di Desa Talise sebanyak 224 (112 rumah tangga) dan di desa kontrol
sebanyak 120 responden (60 rumah tangga). Responden dipilih sebagian wanita dan sebagian lagi
pria dengan tujuan untuk menggali persepsi berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Responden tahun
2000 kemungkinan ada yang sama dengan responden tahun 1997/1998 mengingat penyebaran
kuesioner menggunakan metode acak.
Pertanyaan yang diajukan terhadap responden sebanyak 38 pertanyaan yang terdiri dari bagian
pekerjaan produktif, indikator kemakmuran rumah tangga, penjajakan sikap individual, pertanyaan
tentang proyek, dan pertanyaan demografi. Pertanyaan tentang proyek tidak dilakukan di desa
kontrol. Semua pertanyaan disusun oleh Dr. Pollnac dari CRC-University of Rhode Island dan
daftar pertanyaan (questionnaire) yang digunakan selama survei dan petunjuknya dapat dilihat pada
laporan yang disusun oleh Crawford dkk. (2000b). Pertanyaan yang diajukan pada survei tahun
2000 adalah sama dengan yang diajukan pada tahun 1997/1998 kecuali pada bagian pengetahuan
proyek yang mana pada tahun 1997/1998 tidak diajukan dan terdapat beberapa pertanyaan
tambahan pada bagian penjajakan sikap individual.

6
Survei dilakukan selama 9 hari dengan melibatkan 6 orang pewawancara sedangkan pada tahun
1997/1998 survei melibatkan 9 pewawancara dengan lama 7 hari di Desa Talise dan melibatkan 5
pewawancara dengan lama 6 hari di desa kontrol. Semua pewawancara berasal dari luar desa.
Hasil survei pada tahun 2000 ini kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada tahun
1997/1998. Nilai-nilai variabel yang ada kemudian diuji dengan uji statistik dua arah untuk
melihat sejauh mana perubahan-perubahan yang ada, apakah signifikan atau tidak. Untuk melihat
apakah perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya pengaruh proyek atau tidak, maka nilai
variabel tahun 2000 antara Desa Talise dengan desa kontrol diuji pula dengan uji statistik dua arah.
Untuk aspek gaya hidup materi dan persepsi masyarakat mengenai pengaruh kegiatan manusia
terhadap sumberdaya alam selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis komponen utama
(PCA, principal component analysis) dan rotasi ragam maksimum. Uji Scree digunakan untuk
menentukan nilai optimal dari faktor-faktor untuk dirotasikan (Cattell, 1966).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan dibagi ke dalam 4 bagian yang terdiri dari; 1) Pengetahuan, partisipasi dan
jenis kelamin; 2) Perubahan sosial ekonomi; 3) Perubahan persepsi masyarakat terhadap masalah
dan kualitas hidup; dan 4) Perubahan persepsi pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya
alam.
A. Hasil
1. Pengetahuan, Partisipasi dan Jenis Kelamin
Gambaran mengenai
Tabel 1. Sebaran persentase pengetahuan dan partisipasi responden berdasarkan
pengetahuan dan
jenis kelamin
Tanggapan
Pria
Wanita
Total
Berbeda
N
peran serta responden
(%)
(%)
(%)
nyata
berdasarkan jenis
Tahu proyek
82
82
82
Tidak
140
Partisipasi dalam kegiatan proyek
76
52
64
Ya
140
kelamin terlihat pada
Partisipasi dalam penyusunan
82
92
87
Tidak
140
rencana pengelolaan
Tabel 1. Terdapat
Tahu bahwa rencana pengelolaan
72
70
71
Tidak
140
telah disetujui
tingkat pengetahuan
Tahu tujuan DPL
50
28
39
Ya
140
Tahu isi peraturan DPL
60
32
54
Ya
140
dan partisipasi yang
Turut dalam organisasi proyek
23
3
13
Ya
140
tinggi dari masyarakat
dalam kegiatan-kegiatan proyek kecuali dalam hal peran serta dalam organisasi proyek. Hanya 13
persen responden yang menyatakan bahwa mereka terlibat dalam organisasi proyek.

7
2. Perubahan Ekonomi
Selama periode 1997 sampai dengan 2000, jumlah penduduk Desa Talise mengalami peningkatan
dengan rata-rata laju pertumbuhan setiap tahunnya sebesar 6,56 persen. Angka ini jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan
Tabel 2. Perubahan jumlah penduduk di desa proyek dan desa kontrol.
laju pertumbuhan
Lokasi
Tahun
Persen
Laju Pertumbuhan
1997
2000
Perubahan
Tahunan (%)
penduduk di desa-desa
Desa Proyek
Talise
1869
2237
19,69
6,56
kontrol dimana rata-
Desa Kontrol
Kahuku
1048
1100
4,96
1,65
rata laju pertumbuhan
Aerbanua
801
853
6,49
2,16
Sumber: Informan kunci di desa, profil desa, dan Biro Pusat Statistik, Sulawesi Utara.
tiap tahunnya adalah
1,65 persen di Kahuku dan 2,16 persen di Aerbanua (Tabel 2).
Kegiatan produktif utama masyarakat Desa Talise adalah di bidang perikanan dan pertanian. Pada
tahun 2000, perikanan merupakan kegiatan produktif yang paling utama (49 %) di Desa Talise,
diikuti oleh kegiatan-kegiatan lainnya seperti terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Distribusi persentase kegiatan produktif utama di Talise dan di desa kontrol (Kahuku dan
Aerbanua).
Kegiatan
1997
Total
2000
Total
Produktif
1
2
3
4
5
(1997)
1
2
3
4
5
(2000)
Talise
Perikanan
33
27
8
-
1
69
49
16
14
4
-
83
Pertanian
6
33
27
8
3
77
13
40
17
4
-
74
Budidaya mutiara
10
3
-
-
-
13
11
3
1
-
-
15
Lain-lain
51
35
39
42
15
27
36
31
20
5
Total
100
98
74
50
19
100
95
63
28
5
Desa Kontrol (Kahuku dan Aerbanua)
Pertanian
22
30
33
8
3
96
25
32
30
8
3
98
Perikanan
43
28
7
-
2
80
40
25
12
5
-
82
Perkebunan kelapa
10
5
-
5
-
20
10
3
-
-
-
13
Lain-lain
25
34
33
27
15
25
37
38
29
8
Total
100
97
73
40
17
100
97
80
42
11
* Lain-lain adalah kategori untuk yang kurang dari 10% dari responden dalam kegiatan produktif utama.
Di desa kontrol, sejak tahun 1997 sampai tahun 2000 kegiatan produktif utama penduduknya adalah
tetap di bidang perikanan diikuti bidang-bidang lainnya. Kebalikan dengan Desa Talise, persentase
rumah tangga yang mata pencaharian paling utamanya di bidang perikanan mengalami penurunan.
Karakteristik rumah tangga secara fisik digunakan sebagai ukuran kesejahteraan sosial-ekonomi
masyarakat. Untuk melihat perubahan ekonomi yang terjadi pada tiap rumah tangga, maka skala
MSL (Material Style of Life) digunakan. Skala ini menggunakan 28 karakteristik rumah tangga

8
yang disurvei yang meliputi struktur rumah tangga seperti jendela, dinding, atap; juga fasilitas
rumah tangga seperti air ledeng, WC dan listrik; dan perabotan rumah tangga seperti kompor,
televisi, lemari dan sebagainya. Tabel 4 memperlihatkan bahwa nilai-nilai MSL menunjukkan
sedikit perubahan di Desa Talise. Komponen rumah dan perabotan mengalami peningkatan
sedangkan komponen fasilitas dan struktur bangunan rumah tangga mengalami penurunan.
Sementara di desa kontrol, komponen rumah dan perabotan meningkat secara nyata (P<0,01),
komponen fasilitas
Tabel 4. Nilai rata-rata gaya hidup materi di desa Talise dan desa kontrol untuk 2
periode waktu.
mengalami sedikit
Desa Talise
Desa Kontrol
penurunan dan
1997
2000
t-test
1998
2000
t-test
Rumah & Perabotan
-0,248
-0,010
1,440
-0,157
0,350
2,837*
komponen struktur
Fasilitas
-0,016
-0,036
0,166
-0,103
-0,121
0,131
Struktur
0,450
0,439
0,113
0,182
0,442
1,977
bangunan rumah
N
112
70
60
60
tangga mengalami
* = P < 0,01 (berbeda nyata)
sedikit peningkatan.
Lewat fasilitasi dari proyek Pesisir sebagian masyarakat Talise (220 KK) kini telah memiliki
sertifikat kepemilikan tanah.
Tabel 5. Distribusi persentase tanggapan mengenai perubahan sikap
masyarakat setelah mendapat sertifikat: tanggapan pertama.
Walaupun mereka baru
Tanggapan
Talise
mendapatkan sertifikat untuk
(Urutan menurut persentase tertinggi)
(persen*)
Pria
Wanita
Total
tanah pekarangan namun hal
Tidak takut lagi membangun rumah
44
26
35
ini sangat membantu. Seperti
Sudah merasa senang dan tidak khawatir
24
16
20
Tidak ada komentar
0
16
8
terlihat pada Tabel 5, mereka
Ingin memperbaiki rumah
6
10
8
Tidak takut digusur
4
10
7
sudah tidak takut lagi
Merasa aman
6
6
6
Lain lain
18
16
17
membangun rumah, merasa
N
30
30
60
* Jumlah persen kolom mungkin tidak sama dengan 100 karena pembulatan.
senang dan tidak khawatir
** Tanggapan yang kurang dari 5% digabung dalam lain-lain.
lagi, dan lain-lainnya.
3. Perubahan Persepsi Masyarakat Terhadap Masalah dan Kualitas Hidup
Tabel 6 berisikan tanggapan responden yang berhubungan dengan persepsi responden terhadap
kesejahteraan, “Apakah keadaan rumah tangga anda lebih baik, lebih buruk atau sama saja
dibandingkan dengan lima tahun yang lalu”. Di Talise, terdapat peningkatan jumlah responden
yang menyatakan bahwa keadaan rumah tangga mereka lebih baik dibandingan lima tahun yang
lalu. Pada tahun 1997 jumlah responden yang menyatakan hal tersebut sebesar 54 persen dan pada
tahun 2000 meningkat menjadi 64 persen. Perubahan persepsi antara tahun 1997 dengan tahun 2000
tersebut berbeda nyata (Chi square “Yates corrected” = 4,67 dan P = 0,03). Persepsi responden di

9
desa-desa kontrol juga
Tabel 6. Distribusi persentase respon yang berhubungan dengan keadaan
mengalami peningkatan.
rumah tangga saat ini dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.
Respon (persen)
Responden yang
Desa
Tahun
Lebih
Masih
Lebih
Tidak
N
menyatakan mereka lebih
Buruk
Sama
Baik
Tahu
Desa Proyek
baik pada tahun 1997
Talise
2000
10
26
64
1
140
Talise
1997
18
26
54
2
224
sebesar 20 persen dan
Desa Kontrol
Kahuku – Aerbanua
2000
18
26
54
2
120
tahun 2000 meningkat
Kahuku – Aerbanua
1998
43
35
20
3
120
menjadi 54 persen.
Perubahan persepsi tersebut berbeda nyata (Chi square “Yates corrected” = 27,98 dan P < 0,001).
Meskipun persentase persepsi “lebih baik”di Desa Talise lebih tinggi (64 %) dibandingkan dengan
desa kontrol (54 %), namun hasil tersebut tidak berbeda nyata.
Persepsi responden di Desa
Tabel 7. Distribusi persentase respon yang berhubungan dengan keadaan
Talise pada tahun 2000 yang
rumah tangga saat ini dibandingkan dengan lima tahun yang
akan datang.

menyatakan bahwa keadaan
Respon (persen)
Desa
Tahun
rumah tangga mereka akan
Lebih
Masih
Lebih
Tidak
N
Buruk
Sama
Baik
Tahu
lebih baik untuk lima tahun
Desa Proyek
Talise
2000
-
3
79
19
140
mendatang cukup tinggi,
Talise
1997
4
8
54
34
224
Desa Kontrol
yaitu 79 persen (lihat Tabel
Kahuku – Aerbanua
2000
-
3
75
23
120
Kahuku – Aerbanua
1998
1
8
43
48
120
7). Perubahan persepsi ini
* Jumlah persen baris mungkin tidak sama dengan 100 karena pembulatan.
meningkat cukup tinggi jika
dibandingkan dengan tahun 1997 yang sebesar 54 persen. Perubahan persepsi ini berbeda nyata
(Chi square = 14,34 dan P < 0.001). Sementara itu untuk desa kontrol pada tahun 2000, responden
yang menyatakan bahwa rumah tangga mereka akan lebih baik untuk lima tahun mendatang cukup
tinggi pula, yaitu 75 persen. Responden yang menyatakan hal tersebut mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan persepsi yang sama pada tahun 1998 (43 %). Perubahan persepsi responden
ini berbeda nyata (Chi square = 21,28 dan P < 0,001).
Alasan ekonomi merupakan alasan pertama yang paling banyak dikemukakan responden, dalam hal
perubahan persepsi untuk kesejahteraan rumah tangga mereka, pada tanggapan pertama tahun 1997.
Alasan ekonomi ini mengalami penurunan pada tahun 2000. Namun demikian, alasan ekonomi ini
tetap merupakan alasan yang paling banyak dikemukakan responden. Alasan karena inflasi
mengalami peningkatan yang cukup besar. Alasan inflasi ini merupakan alasan kedua yang paling
banyak dikemukan responden Desa Talise pada tahun 2000.

10
Tanggapan terhadap
Tabel 8. Anggapan terhadap masalah: alasan pertama.
pertanyaan mengenai
Persen*
Talise
Talise
Kontrol
Kontrol
Alasan
anggapan responden
1997
2000
1998
2000
6
55
9
48
Tidak ada masalah
menyangkut masalah hidup
12
12
17
14
Pendapatan
8
10
3
8
Prasarana
dapat dilihat pada Tabel 8.
2
4
0
9
Kesehatan
8
3
37
7
Ekonomi
Di Desa Talise dan desa
8
1
13
0
Pemenuhan kebutuhan hidup
8
1
0
0
kontrol, responden yang
Cuaca/penyakit tanaman
5
1
1
2
Pekerjaan
menyatakan “Tidak ada
5
1
1
1
Kepemilikan tanah
4
1
15
4
Pendidikan/biaya pendidikan
masalah” mengalami
15
0
0
1
Akses pada sumberdaya
15
10
2
7
Lain-lain
peningkatan yang besar. Di
224
140
120
120
N
* Jumlah persen kolom mungkin tidak sama dengan 100 karena pembulatan.
Desa Talise, alasan akses
pada sumberdaya merupakan alasan yang paling banyak dikemukakan pada tahun 1997 dan pada
tahun 2000 alasan tersebut tidak ada lagi.
4. Perubahan Persepsi Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Sumberdaya Alam
Hasil analisis terhadap sembilan pernyataan yang berisikan persepsi mengenai hubungan antara
sumberdaya pesisir dan aktivitas manusia menghasilkan dua komponen utama. Komponen pertama
berisikan persepsi dari ketiadaan kontrol manusia (Tuhan akan menjaganya), ketidak habisan
(persediaan ikan yang tidak akan habis-habisnya) dan keluasan lautan (dapat menampung semua
sampah). Komponen kedua berisikan kemanjuran dari aksi-aksi manusia (kita harus menjaga,
melindungi, tidak mengambil karang, dan bekerja sama) yang berkenaan dengan kesehatan
sumberdaya. Komponen pertama dinamai “Keluasan” (vastness) dan yang kedua dinamai
“Kemanjuran” (efficacy).
Hasil analisis lebih lanjut terhadap pernyataan yang diajukan kepada para responden dapat dilihat
pada Tabel 9.
Tabel 9. Skor rata-rata komponen persepsi terhadap sumberdaya di Desa Talise
Hasil analisis
dan desa kontrol untuk 2 periode waktu.
Desa Talise
Desa Kontrol
menunjukkan
1997
2000
t-test
1998
2000
t-test
komponen
Keluasan
-0,189
-0,113
0,776
0,131
-0,335
3,786**
Kemanjuran
-0,311
0,365
6,771**
0,015
0,210
1,673
“Kemanjuran
N
224
140
120
120
** = P < 0.001 (berbeda nyata)
(efficacy)”

Download
Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ...

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ... to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ... as:

From:

To:

Share Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ....

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat Desa ... as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading