Salam sejahtera untuk Kami dan Kalian semuanya !
Sudah 8 tahun lebih saya mengenal kampus ini sebagai kampus terbaik yang memiliki
sejarah kemahasiswaan yang tak kunjung reda. Kegiatan yang penuh dengan nilai tri dharma
perguruan tinggi seperti yang dicetuskan oleh Moh. Hatta telah mampu teraplikasikan di
kampus Ganesha. Saya bangga begitu saya menjadi bagian dari civitas academia di ITB. Saya
melihat banyak sekali warna yang mewarnai kegiatan mahasiswa oleh para mahasiswa dari
keilmuwan yang berbeda-beda. Tetapi, entah mengapa saya merasa di kampus ini ada yang
berbeda. Ya, kemahasiswaaan yang dulu sangat dipuja dan sebagai pencetus kemahasiswaan
di kampus lain di seluruh Indonesia sekarang sudah mulai pudar.
Saya mulai tidak menyukai dengan keadaan kampus ini. Kampus yang sudah mulai
kehilangan nilai kemahasiswaannya seiring dengan berjalannya waktu. Mahasiswanya yang
membuat sebuah agama menjadi bentuk pergerakan politik dominasi. Mahasiswanya yang
membuat ilmu kemasyarakatan menjadi ilmu kampus semata. Mahasiswanya yang membuat
perkumpulan mahasiswa satu jurusan menjadi arogan dan menyombongkan diri mereka
dengan bergerak horizontal sesuai dengan ilmu mereka, meskipun mereka tahu bahwa belum
waktunya mereka berbuat seperti itu. Satu hal yang membuat saya kesal adalah saat
kelompok-kelompok yang memiliki minat yang sama menjadi sebuah dinding pemisah
persatuan kemahasiswaan.
Mereka yang hanya memiliki nilai dangkal berani menamakan dirinya sebagai aktivis
kampus. Mereka yang terdiri dari para mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai yang sudah
ada sejak dulu. Padahal, saya yakin mereka sendiri juga tidak tahu nilai yang sudah tertuang
di atas lembar sejarah kampus ini, bahkan dengan darah dan air mata. Mereka yang
menyombongkan dirinya sebagai pelopor pergerakan bangsa. Namun, saya melihat adanya
otak dan hati yang tumpul dan kecil dari diri mereka. Saya menemukan banyak korban dari
pelecehan mereka hanya karena mahasiswa lain tidak mau berkontribusi dengan gerakan
yang mereka jalankan. YA, saya adalah salah satu korban dari keangkuhan mereka! Korban
dari sosialita kampus yang sudah tidak memiliki nilai kemahasiswaan lagi. Bahkan posisi
mereka masih lemah dan bodoh yang saya rasa mereka hanya sebanding dengan kaki dari
para tokoh mahasiswa pembangun nilai kemahasiswaan ITB seperti Heri Akhmadi, Udaya
Hadibroto, Wimar Witoelar, Muslim Tampubolon, Rizal Ramli, dan masih banyak lagi.
Apa perubahan yang sudah diberikan oleh para sosialita kampus ITB untuk
meningkatkan kondisi bangsa ini? Apa kasus yang sudah kalian dapat selesaikan demi
kesejahteraan masyarakat layaknya tujuan negara Republik Indonesia? Maritim? Agraria?
ESDM? SARA? Ataukah lingkup kalian sudah mengecil seiring dengan terkikisnya nilai
kalian? Baksil? Punclut? Tata kota? ATAUKAH MEMANG KALIAN INI HANYA
MAMPU MENGURUS SOAL KAMPUS SAJA?! Nilai kebangsaan dan kenegaraan di
dalam jiwa mahasiswa ITB seperti kalian semakin lemah!
Kaderisasi? Apakah RUK masih kurang baik untuk dapat diaplikasikan?
Mengundang pemusik dan uang melimpah hanya membuat sebuah acara kenikmatan
sesaat sementara warga sekitar tidak mengerti makna dari acara tersebut?
HMJ yang mendominasi kegiatan terpusat sementara mereka sendiri terlalu naif untuk
bergerak dengan nilai kebangsaan?
Unit sebagai tempat berkumpul satu minat, tapi sangat jarang untuk berjalan harmonis
dengan unit lainnya?
Oleh karena itu, saya membangun kembali kemahasiswaan yang menurut kami lebih baik
seperti layaknya dahulu kala bersama dengan mahasiswa lain yang saya percayai untuk dapat
bergerak bersama. Kami :
Nama
: Gerakan Anti Sosialita Institut Teknologi Bandung
Tanggal
: 4 Juni 2012
Tempat
: Kampus ITB
Jalan Ganesha No. 10 Bandung, Jawa Barat
MEMPROKLAMASIKAN DIRI sebagai bentuk gerakan baru demi tercapainya nilai
kemahasiswaan yang mencakup seluruh aspek kehidupan mahasiswa. Kami akan membentuk
sosialita baru yang terdiri dari para mahasiswa yang memiliki pandangan yang luas, jiwa
yang peka, peduli, kritis, dan memiliki keinginan untuk membangun dan meningkatkan mutu
Indonesia. Kami adalah negasi dari kondisi sosialita mahasiswa sekarang seperti yang sudah
kami jelaskan sebelumnya. Kami adalah mahasiswa yang tidak menganggap non-himpunan,
non-unit, akademisi, apatis, hedonis, dan oportunis sebagai masalah yang besar. Jika memang
kami dan kalian adalah mahasiswa terbaik, seharusnya kita mampu bergerak demi kemajuan
bangsa ini hanya dengan segelintir orang yang mau dan mampu, tidak peduli kuantitas jika
memang kualitasnya melebihi mahasiswa biasa. BUKTIKAN KEPADA KAMI BAHWA
KAMPUS INI MASIH PANTAS SEBAGAI PELOPOR KEMAHASISWAAN BANGSA
ATAU KAMI HANCURKAN SELURUH KEGIATAN KEMAHASISWAAN YANG
AKAN, SEDANG, DAN TELAH KALIAN LAKUKAN !!!
Terima kasih dan salam sejahtera untuk Kami dan Kalian semuanya.
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater!
Add New Comment