This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Psychology

Psikologi anak usia dini

0.00 (0 votes)
Document Description
Mengasuh dan mendidik anak usia dini. Mengasuh dan mendidik anak merupakan suatu tugas yang penuh tantangan yang sangat menarik. Pada saat mengamati anak tumbuh dan berkembang kita sering menemukan hal-hal baru yang mengagumkan dan yang sering kali justru menimbulkan dorongan-dorongan baru untuk mempelajari lebih lanjut apa yang terjadi pada anak-. anak asuhan kita. Dari kegiatan mengasuh sehari-hari yang kita lakukan pada anak didik kita, kita seringkali (bisa) mempelajari berbagai bagai hal antara lain bagaimana membuat anak didik/ asuh kita selalu berminat, bagaimana membuat agar anak didik kita selalu bergembira saat mempelajari sesuatu.
File Details
  • Added: October, 17th 2010
  • Reads: 1074
  • Downloads: 64
  • File size: 49.52kb
  • Pages: 14
  • Tags: ketrampilan dasar, perkembangan anak, gerakan motorik
  • content preview
Submitter
  • Name: justin
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Fungsi Terapeutik Bermain Bagi Anak Usia Sekolah

by: reijo, 2 pages

Fungsi Terapeutik Bermain Bagi Anak Usia Sekolah Monty P.Satiadarma Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta Bermain Bermain merupakan sarana bagai anak-anak untuk belajar mengenal ...

PENGARUH PENGENALAN KOMPUTER PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK ...

by: alta, 3 pages

Meningkatnya jumlah waktu yang dipergunakan oleh anak-anak di rumah dan di sekolah dalam berinteraksi dengan komputer menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi komputer mempengaruhi ...

PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSI ANAK USIA TK ...

by: lantos, 42 pages

Musik merupakan suatu kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Musik bisa menjadi efektif di bidang akademis dengan membantu ...

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BERWAWASAN KEWIRAUSAHAAN SEJAK USIA DINI

by: rioko, 17 pages

Upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, telah lama dilakukan. Bahkan setiap Repelita, peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan. Berbagai ...

OBAT PENYAKIT SAKIT ASMA, PENGOBATAN PENYAKIT ASMA, OBAT ASMA ANAK, OBAT ASMA ALAMI. INFO DAN PEMESANAN HUBUNGI REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA http://produkherbalsehat.blogspot.com

by: abrahamhandoyo, 3 pages

OBAT PENYAKIT SAKIT ASMA, PENGOBATAN PENYAKIT ASMA, OBAT ASMA ANAK, OBAT ASMA ALAMI. INFO DAN PEMESANAN HUBUNGI REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA http://produkherbalsehat.blogspot.com ...

ADD/ADHD

by: petra, 10 pages

Attention Deficit DisorderAttention Deficit Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD) Panduan Bagi Keluarga oleh:T. Bradley Tanner, MDUniversity Of Pittsburgh Medical Center Pittsburgh, PA Diterjemahkan ...

Atikah Anindyarini Sri Ningsih

by: song, 164 pages

Buku ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan kalian akan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Materi yang disajikan dalam buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum terbaru yang harus ...

CARA LANGSING TANPA OBAT, DIET SEHAT, KURUS CEPAT. INFO DAN KONSULTASI HUBUNGI REKO HANDOYO 081389411679, 081932985325 JAKARTA. http://makananuntukdiet.blogspot.com

by: abrahamhandoyo, 2 pages

CARA LANGSING TANPA OBAT, DIET SEHAT, KURUS CEPAT. INFO DAN KONSULTASI HUBUNGI REKO HANDOYO 081389411679, 081932985325 JAKARTA. http://makananuntukdiet.blogspot.com Solusi anda untuk langsing tanpa ...

OBAT ASMA ALAMI, OBAT TRADISIONAL ASMA, OBAT SAKIT ASMA, OBAT ASMA ANAK, PENGOBATAN PENYAKIT ASMA dari NRG Tea Herbal for Life . Pemesanan Hubungi: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA INDONESIA. http://produkherbalsehat.blogspot.com

by: abrahamhandoyo, 2 pages

OBAT ASMA ALAMI, OBAT TRADISIONAL ASMA, OBAT SAKIT ASMA, OBAT ASMA ANAK, PENGOBATAN PENYAKIT ASMA dari NRG Tea Herbal for Life . Pemesanan Hubungi: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA ...

MEMBAHAS KEMBALI IHWAL HAK PENGASUHAN ANAK

by: secondo, 0 pages

Kehebohan menyusul perceraian sepasang suami isteri kerap kali begitu dahsyat hingga mengaburkan derajat keseriusan pengaruh yang muncul terhadap anak-anak. Salah satu isu yang justru sering menjadi ...

Content Preview

Psikologi anak usia dini
Oleh: Sutji Martiningsih Wibowo
Diajukan pada Ceramah Guru PAUD se Jabar
Di selenggarakan di PAUD UNGGULAN JAWA BARAT,
BUNDA GANESA
17 Desember 2008



Mengasuh dan mendidik anak usia dini.
Mengasuh dan mendidik anak merupakan suatu tugas yang penuh tantangan yang
sangat menarik. Pada saat mengamati anak tumbuh dan berkembang kita sering
menemukan hal-hal baru yang mengagumkan dan yang sering kali justru
menimbulkan dorongan-dorongan baru untuk mempelajari lebih lanjut apa yang
terjadi pada anak-.anak asuhan kita. Dari kegiatan mengasuh sehari-hari yang
kita lakukan pada anak didik kita, kita seringkali (bisa) mempelajari berbagai
bagai hal antara lain bagaimana membuat anak didik/ asuh kita selalu berminat,
bagaimana membuat agar anak didik kita selalu bergembira saat mempelajari
sesuatu.
Makalah ini mencoba menggambarkan secara umum hal apa yang perlu disadari
pengasuh dan pendidik anak usia dini berdasarkan beberapa penelitian mutakhir.
Untuk memulai pembicaraan ini maka kita perlu mengingat ada 3 hal penting
yang terjadi pada anak didik kita yaitu:


1


2

(1) Kita menghadapi individu anak yang baru mulai memunculkan/
mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar, dengan lain perkataan
kita bertugas untuk mengoptimalkan perkembangan anak.
Seorang pendidik/ pengasuh seyogyanya sadar bahwa anak usia dini sedang
mulai memunculkan ketrampilan-ketrampilan baru, baik berupa ketrampilan-
ketrampilan fisik maupun ketrampilan mentalnya. Biasanya ketrampilan-
ketrampilan baru akan sering dicoba berulang-ulang oleh anak, misalnya anak
usia 2 tahun akan sering mengulangi kata-kata yang baru dia kenali, anak usia
3 tahun saat mulai bisa menggunting akan sibuk sekali mengunting-gunting
benda-benda( kertas atau kain) yang dia temui, anak usia 4 tahun pada saat dia
mulai menguasai ketrampilan motoriknya, dia akan menyukai gerakan
gerakan motorik kasar (meloncat-loncat, memanjat, meluncur dan lain
sebagainya), anak usia 4- 5 tahun pada saat dia mulai mengenali huruf- huruf,
maka ia akan sibuk sekali membaca huruf- huruf yang dia temui .

Yang perlu menjadi perhatian adalah:
1.1 Kita perlu memahami apa yang sedang terjadi pada anak. Dan mengenali
apa yang dibutuhkan anak untuk berkembang saat ini (apakah saat ini anak
sedang
ingin
melati
h
kemampuan-kemampuan
dasar
untuk
berkomunikasi? Apakah saat ini anak sedang minta perhatian untuk
memastikan bahwa dia memang akan mendapat perhatian dan rasa aman?
Apakah anak sedang ingin mengembangkan kemampuan motoriknya?
Apakah anak sedang mengungkapkan sesuatu? dan lain selanjutnya.


3


1.2 Kita perlu mengetahui, hal apa saja yang harus kita l
akukan untuk
memenuhi kebutuhan perkembangan anak. Dalam hal ini pengasuh dan
pendidik yang baik akan memusatkan pertimbangan-pertimbangannya,
pada anak, bukan memusatkan sepenuhnya pada kebutuhan pengasuh
sendiri (waktunya mendesak, sehingga anak harus dipaksa).

1.3 Dengan mengenali kebutuhan anak, pengasuh dan pendidik bisa
mengambil tindakan tindakan yang justru mengoptimalkan perkembangan
anak (misalnya memberi dorongan yang tepat pada anak yang kurang
percaya diri untuk mencoba, mengajak anak-anak lain untuk membantu
anak dan lain sebagainya).

1.4 Untuk bisa melakukan hal tersebut diatas, maka pengasuh perlu belajar
mengenali berbagai media yang menarik baik berupa cara-cara, kegiatan-
kegiatan atau materi yang bisa menarik anak dan mengemasnya dalam
program-program kegiatan yang menarik, sedemikian rupa sehingga anak
selalu merasa tertantang ingin mencobanya sendiri.

(2). Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu unik.
Pengasuh dan pendidik harus sadar bahwa ada karakteristik umum pada
anak-anak di tahapan usia bayi dan pada tahapan usia dini. Namun para
pengasuh juga harus menyadari bahwa pada masing-masing anak di tahapan


4

bayi dan tahapan usia dini me
miliki sifat yang berbeda-beda. Bila
pengasuh/pendidik
menyadari
hal
ini
maka
proses
pengembangan

ketrampilan pada anak-anak yang berbeda akan lebih mudah di lakukan.
Untuk mengenali perbedaan-perbedaan yang menyolok, atau mengenali
apakah hal yang ditampilkan anak masih berada pada batas batas normal atau
tidak, perlu bantuan dari ahlinya (psikolog).
Hal
lain
yang
merupakan keunik
an anak adalah temperamen
nya.
Pendidik/pengasuh perlu menyadari ada anak yang mudah menyesuaikan diri,
ada pula anak yang membutuh waktu lebih banyak untuk menyesuaikan diri
dengan situasi baru. Sebagai contoh, ada anak yang bila datang terlambat,
maka dia jadi merasa gelisah, sehingga mereka cenderung minta perhatian
yang lebih dari anak-anak lain. Ada juga anak lain yang mengalami masalah
masalah mengutarakan diri, atau anak-anak yang kepekaannya amat tinggi,
cengeng, atau anak-anak yang sangat kaku dan lain sebagainya. Membuat
anak merasa aman adalah salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan oleh
pengasuh dan pendidik. Dengan landasan rasa aman dengan kesabaran dan
dukungan pengasuh dan pendidik, maka anak dengan masalah temperamen
(yang membutuhkan waktu untuk berkembang) akan lebih mudah
mengembangkan dan melatih ketrampilan-ketrampilannya.

(3). Anak perlu dipahami dan dihargai .
Bila kita menyadari bahwa anak
merupakan individu yang sedan
g
memunculkan ketrampilan-ketrampilannya dan bila kita menyadari bahwa


5

mereka adalah individu yang unik, maka pada saat kita berperan menjadi
pengasuh atau pendidik maka kita harus belajar mengikuti perkembangan
anak itu sendiri. Beri kesempatan pada anak untuk mengikuti derapnya
sendiri. Dengan memahami anak dan dengan menghargai keinginannya
untuk belajar dan berkembang, maka pelaksanaan program optimasi
perkembangan anak akan bisa berjalan memuaskan.

Pendapat-pendapat mutakhir dalam pengasuhan anak usia dini.
Selain ke 3 hal tersebut diatas, ada hasil hasil penelitian yang baru yang perlu kita
pertimbangkan. Penelitian-penelitian mengenai
perkembangan
otak
yan
g
mutakhir, memberikan banyak sumbang saran bagi pelaksanaan optimasi
perkembangan anak usia dini. Beberapa hal yang bisa diungkapkan disini adalah
sebagai berikut :
(1) Masa dini merupakan sebuah mas
a yang amat penting bagi
pembentukan otak.
Pada saat dilahirkan, otak bayi terdiri dari beribu ribu cel yang disebut
neurons dan synapsis yang merupakan cikal bakal bagi pengembangan
semua aspek tingkah lakunya kelak pada masa mereka dewasa. Otak bayi
ini berada dalam keadaan siap kembang artinya otak ini bisa berkembang
kearah mana saja, tergantung pada bagaimana lingkungan tempat dia diasuh
dan dibesarkan itu bertindak dan mungkin membutuhkan usaha besar untuk
mengembalikannya. Selama bayi berkembang synapsis yang tidak pernah
digunakan akan dibuang, hingga pada saat dia berusia 12 tahun, maka otak


6

tersebut memiliki bentuk dan pola tertentu yang relatif mantap dimana
selanjutnya bentuk dan pola otak itu akan dipertahankan namun akan terus
diperkaya melalui proses belajar sehingga individu menjadi dewasa.
Bagaimana bentuk dan pola yang dicapai hingga bayi berkembang dan
mencapai usia 12 tahun, amat tergantung pada apa yang biasa digunakan
individu dan bagaimana dia menggunakannya. Begitulah keadaan otak si
bayi. Neuron dan synaps yang sering digunakan dengan baik dan
menyenangkan biasanya akan makin lama makin tumbuh dengan sempurna,
sedangkan neuron dan synaps yang tidak digunakan atau digunakan secara
tidak tepat maka akan mengalami kemunduran atau perkembangannya
terganggu. Synapsis yang digambarkan sebagai tumbuh dengan baik diatas
bisa terjadi pada saat bayi mengalami pengalaman-pengalaman melalui
indranya, misalnya dia mengamati berbagai warna, ekspresi wajah pengasuh
yang menyenangkan, meraba, membaui, mengecap dan mendengar. Dengan
demikian bagaimana sel-sel otak bayi bisa terangsang, amat tergantung
pada bagaimana lingkungan memberikan rangsangannya. Bila bayi itu
dibesarkan di sebuah ruang yang steril, yang tidak memberikan rangsang
rangsang, tidak distimulasi, maka besar kemungkinan kecerdasannya tidak
tumbuh.
Kesimpulannya : pengasuh dan pendidik berkewajiban menciptakan situasi
dan suasana yang mengandung berbagai pengalaman yang memperkaya
jiwa anak dan yang bisa mengembangkan seluruh aspek perkembangan yang
dimiliki anak.


7

(2) Emosi merupakan hal penting dalam pembentukan otak.
Pengalaman emosi dan pengalaman sosial masa dini, amat mempengaruhi
perkembangan fungsi otak. Stress yang berkepanjangan pada anak akan
merubah struktur otaknya, dan akan mengembangkan kecenderungan
kecenderungan untuk menjadi depresif atau menjadi agresif.
Stres negative seperti marah, atau takut akan menghambat proses belajar.
(Bayangkan pada saat anda belajar ketika duduk di bangku sekolah, apakah
anda bisa memusatkan perhatian anda pada saat guru anda tersebut marah
besar?, atau apakah pelajaran yang diajarkan guru yang terkenal galak dan
suka menghukum bisa masuk dalam pikiran anda?, Contoh lain, apakah
anda bisa mengajarkan sesuatu pada saat anak sedang menangis?).
Dalam keadaan stress, otak akan memproduksi zat cortisol. Pada saat
synapsis di otak disiram dengan cortisol, maka synapsis itu tidak peka
terhadap stimulasi. Artinya, proses belajar dalam otak seolah olah tertutup.
Cortisol meningkatkan kewaspadaan dan perhatian pada ancaman
ancaman dan mengurangi kewaspadaan serta mengurangi perhatian
anak pada hal-hal yang lain misalnya belajar. (contoh : bila anda dalam
ketakutan maka anda anda tidak bisa memfokuskan pada apa yang dikatakan
oleh orang itu). Bila hal ini terjadi terus menerus maka, synaps-synaps yang
tidak dipergunakan itu akan dibuang oleh otak. Dalam keadaan ini maka
perlu diadakan intervensi oleh ahlinya (psikolog) untuk bisa mengenali hal
apa yang menyebabkan stress dan langkah-langkah intervensi apa yang bisa
dilakukan untuk mengurangi stress.


8


Apa yang membuat seorang bayi atau seorang anak menjadi stress? Pada
bayi dan anak usia dini, stress bisa terjadi bila merasa kesakitan dan bila
kebutuhan kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi, misalnya, haus, lapar, tidak
mendapatkan kasih saying yang konsisten, terabaikan dan diperlakukan
kasar.
Sebaliknya, situasi emosi yang positif, misalnya kegembiraan, kebahagiaan,
relasi sosial yang menenangkan akan menyebabkan otak memproduksi
serotonin. Serotonin ini merupakan zat yang diproduksi oleh otak yang akan
membuat otak/ memerintahkan pikiran supaya tenang dan
bisa
mencerna informasi-informasi yang masuk. Pada saat ini, synaps-synaps
menjadi bisa menerima stimulasi sehingga terjadi proses belajar. (Dulu pada
saat kita masih bersekolah, guru yang cara mengajarnya mudah kita pahami
adalah guru yang mengajarnya sering disertai lelucon-lelucon, sehingga kita
merasa santai dan mudah memahami pelajaran. Orang yang bisa membuat
kita tertawa, membuat kita merasa dihargai, dan bisa membagikan pikiran
pikirannya dengan kita untuk memahami sesuatu, biasanya orang tersebut
berhasil
mengajarkan
sesuatu
pada.
Hasil
penelitian
memang
mengungkapkan bahwa tertawa lepas karena bahagia dan senang membuat
pemikiran kita lebih segar dan lebih siaga untuk menerima informasi baru.
Bayi dan anak usia d
ini yang bicaranyanya belum s
empurna
mengekspresikan emosinya melalui tangisan atau melalui bunyi-bunyian.
Agar terjadi perkembangan yang optimal maka pengasuh seyogyanya


9

menjawab tangisan bayi atau bunyi bunyian yang diungkapkan oleh bayi.
Pengasuh yang responsif adalah pengasuh yang mengenali ekspresi emosi
bayi dan anak asuhnya, dan yang kemudian menjawab ungkapan ungkapan
emosi bayi dan anak asuhnya sesuai dengan apa yang mereka dibutuhkan.
Dengan demikian pengasuhan yang responsif, pengasuhan yang hangat,
berfungsi
melindungi
anak
dan bayi
dari
stress dan
berperan
mengoptimalkan perkembangan emosi bayi.

Kesimpulannya:
Seorang pengasuh atau pendidik anak usia dini, seyogyanya menampilkan
sikap yang penuh kehangatan, yang konsisten, dan mampu memahami
kebutuhan emosi anak, serta bereaksi sesuai kebutuhan kebutuhan bayi dan
anak tersebut.
Dalam kegiatan pengasuhan anak, pengasuh dan pendidik, seyogyanya
menciptakan suasana yang menyenangkan, yang menggembirakan, supaya
anak tidak menjadi tegang dan tidak merasa stress/tertekan.

(3) Berbicara pada bayi dan membacakan cerita pada anak.
Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa bayi yang sering diajak
berbicara mengenai hal-hal yang riil (nyata) yang sedang dialami bayi,
diiringi oleh sikap pengasuh yang memahami kebutuhan bayi saat ini,
disertai tatapan wajah yang menyenangkan, kelak pada usia 2 tahun akan


10

memiliki perbendaharaan kata-kata yang relatif lebih banyak bila
dibandingkan dengan bayi-bayi yang stimulasi kata-katanya terbatas.
Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa anak usia dini yang sering di
bacakan cerita, sambil bersama-sama memandangi gambar yang sesuai
cerita, yang dibacakan dalam cara pendeka
tan yang hangat dan
menyenangkan, maka anak-anak ini akan belajar membaca lebih mudah dari
pada anak-anak yang tidak pernah di ceritai oleh pengasuhnya.
Dibacakan buku pada anak ,fungsinya sama dengan diajak berbicara pada
bayi. Kedua peristiwa tersebut mengandung beberapa hal yang penting
untuk mengoptimasikan perkembangan, yaitu:
a. Kedua pihak, anak dan pengasuh, sama-sama memfokuskan perhatian
pada gambar dan cerita.Walaupun bayi masih amat muda dan belum
memahami arti kata-kata, hanya dengan mendengarkan kata-kata,
kegiatan ini bisa membangun kemampuan otak untuk menyerap
beberapa kata.
b. Dalam kegiatan ini terdapat rangsangan emosional yang penting yaitu
yang memberikan rasa aman pada anak maupun bayi. Duduk dalam
pangkuan pengasuh, menimbulkan rasa aman, dan anak merasa bahwa
membaca dan berkata kata merupakan hal yang menyenangkan untuk
dipelajari.
c. Dengan melihat dan membaca, serta mendengar kata kata dikaitkan
dengan keadaan riil, anak dilatih untuk memfokuskan pada sesuatu hal,


Download
Psikologi anak usia dini

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Psikologi anak usia dini to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Psikologi anak usia dini as:

From:

To:

Share Psikologi anak usia dini.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Psikologi anak usia dini as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading