This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > World & Business

RASIO KEUANGAN

4.33 (3 votes)
Document Description
Rasio lancar sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, dimana dapat diketahui sampai seberapa jauh sebenarnya jumlah aktiva lancar perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya. Semakin tinggi rasio berarti semakin terjamin hutang-hutang perusahaan kepada kreditor. Current ratio 2.0 kadang-kadang sudah memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi jumlah modal kerja dan besarnya rasio tergantung pada beberapa faktor, suatu standard atau rasio yang umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan. Current ratio 2.0 hanya merupakan kebiasaan dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan penelitian atau analisa lebih lanjut.
File Details
  • Added: August, 21st 2010
  • Reads: 2769
  • Downloads: 222
  • File size: 296.58kb
  • Pages: 9
  • Tags: keuangan, likuiditas, ratio
  • content preview
Submitter
  • Username: monkey
  • Name: monkey
  • Documents: 474
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN TOTAL ASSETS TURN OVER TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

by: monkey, 79 pages

Informasi akuntansi yang tersaji di dalam laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan perusahaan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Dalam ...

Aplikasi Keuangan Sekolah Excel

by: xclmedia, 9 pages

Sekolah adalah lembaga non profit, tentu laporan keuangannya berbeda dengan laporan keuangan lembaga profit atau bisnis. Laporan keuangan sekolah bertumpu pada aliran dana masuk dan keluar. Bagi ...

Kebiasaan Pintar Mengatur Keuangan

by: putrasemeru, 2 pages

Ada 14 cara untuk mengatur keuangan, di antaranya:

Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik

by: sucipto, 2 pages

http://update-seputar-software.blogspot.com/2012/01/software-akuntansi-laporan-keuangan.html

Laporan Keuangan SFI Des2 011-Jan2 012

by: SFI, 2 pages

Laporan Keuangan Seribu For Indonesia bulan Desember 2011-Januari 2012.

Laporan Keuangan Bulan Februari 2012

by: Tabung Amal, 1 pages

Laporan Keuangan Bulan Februari 2012

Laporan Keuangan Bulan Maret 2012

by: Tabung Amal, 2 pages

Laporan Keuangan Bulan Maret 2012

Laporan Keuangan Bulan April 2012

by: Tabung Amal, 2 pages

Laporan Keuangan Bulan April 2012

Laporan Keuangan Bulan Mei 2012

by: Tabung Amal, 1 pages

Laporan Keuangan Bulan Mei 2012

Laporan Keuangan Bulan Juni 2012

by: Tabung Amal, 1 pages

Laporan Keuangan Bulan Juni 2012

Content Preview
BAB IV
RASIO KEUANGAN



1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

A. Rasio Lancar (Current Ratio)
Aktiva Lancar
Current Ratio = --------------------------



Hutang Lancar

Rasio lancar sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi
kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, dimana dapat diketahui sampai seberapa jauh
sebenarnya jumlah aktiva lancar perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya. Semakin
tinggi rasio berarti semakin terjamin hutang-hutang perusahaan kepada kreditor. Current
ratio 2.0
kadang-kadang sudah memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi jumlah modal kerja
dan besarnya rasio tergantung pada beberapa faktor, suatu standard atau rasio yang umum
tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan. Current ratio 2.0 hanya merupakan
kebiasaan dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan penelitian atau analisa
lebih lanjut.
Bagi perusahaan yang mempunyai hubungan baik dengan kreditor atau posisinya kuat
terhadap pemasok, mungkin perusahaan tidak perlu memiliki rasio yang tinggi. Sebagai
contoh supermarket. Posisi supermarket terhadap pemasok biasanya adalah cukup kuat.
Dengan kondisi demikian maka supermarket dapat membayar hutangnya setelah 3 atau 4
bulan, sedangkan penjualan dilakukan secara tunai. Dalam kondisi demikian rasio lacar tidak
perlu terlalu
Rasio lancar mempunyai sifat tingginya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sebagai
contoh, pada toko pakaian ketika menjelang hari-hari raya permintaan akan pakaian mulai
meningkat, kemudian menurun mencapai titik terbawah lagi pada hari raya tersebut. Untuk
menghadapi kenaikan permintaan tersebut toko pakaian harus menaikkan besarnya
persediaan.
Kalau peningkatan persediaan barang dagangan tersebut dibiayai dengan cara
mengurangi uang tunai perusahaan, maka rasio lancar perusahaan tidak mengalami
perubahan. Sebab pada transaksi seperti itu hanya struktur aktiva lancarnya saja yang
mengalami perubahan, sedangkan nilai total aktiva lancar dan nilai total passiva lancarnya
tidak mengalami perubahan, sehingga rasio lancar tidak mengalami perubahan.
Akan tetapi jika penumpukan persediaan dilaksanakan dengan cara dibiayai dari
pinjaman jangka pendek, maka ketika volume penjualan tinggi, rasio lancar perusahaan akan
menurun. Oleh karena itu untuk mengukur tingginya likuiditas perusahaan lebih baik untuk
mempergunakan angka perputaran modal kerja daripada mempergunakan rasio lancar.
Adapun pertimbangannya ialah karena angka perputaran modal kerja tidak banyak
dipengaruhi oleh sifat musiman, relatif dibandingkan dengan rasio lancar.



Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
34 
 

B. Rasio Uji Cair (Acid Test Ratio)
Aktiva Lancar - Persediaan
Acid test ratio = ---------------------------------------



Hutang Lancar

Rasio ini sering juga disebut sebagai Quick ratio, dimana rasio ini merupakan
ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak
memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk
direalisir menjadi uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid
daripada piutang. Jika current ratio tinggi tapi quick rationya rendah menunjukkan adanya
investasi yang sangat besar dalam persediaan.
Sebagai pegangan kasar biasanya angka 1.0 untuk rasio uji cair merupakan angka
minimum yang perlu dipertahankan oleh perusahaan agar perusahaan tidak mengalami
ketidakmampuan dalam membayar hutang-hutang jangka pendeknya.

C. Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
Pengertian kas kadang-kadang diperluas dengan setara kas (cash equivalent) meliputi surat
berharga yang mudah diperjualbelikan. Rumus perhitungannya adalah :
Kas + Surat Berharga
----------------------------------- = X


Hutang Lancar

D. Perputaran Piutang (Turn Over Receivable)

Hasil Penjualan Kredit
Turn Over Receivable = --------------------------------------



Rata-rata Piutang


Rasio perputaran piutang memberikan analisa mengenai beberapa kali tiap tahunnya dana
yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang kebentuk uang tunai, kemudian
kembali kebentuk piutang lagi. Rata-rata piutang kalau memungkinkan dapat dihitung secara
bulanan (saldo tiap-tiap akhir bulan dibagi tigabelas) atau tahunan yaitu saldo awal tahun
ditambah saldo akhir tahun dibagi dua.
Makin tinggi rasio (turn over) menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang
rendah, sebaliknya kalau rasio semakin rendah berarti ada over investment dalam piutang,
mungkin karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif, dll.
Kalau tujuannya hanya sekedar untuk menilai tingginya likuiditas aktiva lancar jangka
pendek, andaikan masa penagihan rata-rata angkanya sudah tersedia, maka rasio perputaran
piutang tidak diperlukan lagi. Apabila masa penagihan rata-ratanya rendah, maka rasio
perputaran piutang mempunyai nilai yang tinggi.

E. Lama Penagihan Rata-rata (Average Collection Period)
Piutang Usaha
------------------------- X 365 hari = …… hari
Penjualan Kredit
Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
35 
 

Atau
365 hari
------------------------- = …… hari
Perputaran Piutang

Rasio ini biasanya dipergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat likuiditas
aktiva lancar yang berbentuk piutang jangka pendek.
Dalam menginterprestasikan rasio lama penagihan rata-rata ini, dasar perbandingan yang
paling tepat dipergunakan ialah jangka waktu kredit penjualan. Misalkan jangka waktu kredit
penjualan yang dipergunakan oleh perusahaan adalah dua bulan (60 hari), dan masa
penagihan rata-rata sebesar 49 hari, maka dapat diinterprestasikan bahwa tingkat likuiditas
sangat tinggi. Sedangkan apabila jangka waktu kredit penjualan yang dipergunakan satu
bulan, maka berarti sekitar 19% dari piutang telah mengalami keterlambatan pembayaran
selama rata-rata 19 hari.

F. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)

Harga Pokok Penjualan
Turn Over Persediaan = -------------------------------------------



Persediaan Barang Dagangan Rata-rata

Turn over ini menunjukkan berapa kali jumlah persediaan barang dagangan diganti atau
dijual dalam satu tahun. Perputaran yang tinggi menunjukkan tingkat persediaan yang ada
cukup baik.
Untuk perusahaan dagang, perputaran persediaannya disebut merchandise turnover.
Sedangkan untuk perusahaan pabrik, perputaran persediaan bisa dalam bentuk perputaran
bahan baku, bahan pembantu, suku cadang, barang setengah jadi atau perputaran persediaan
dalam proses.
Rasio perputaran persediaan hanya perlu dihitung pada perusahaan yang keberadaan
persediaan cukup penting, baik dalam menunjang kegiatan usaha maupun sebagai barang
yang dijual.

2. Rasio Solvabilitas
A. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva (Ratio of Owner’s Equity to Total
Assets)
Rasio ini menunjukan pentingnya sumber modal pinjaman dan tingkat keamanan yang
dimiliki oleh kreditor. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin kecil jumlah modal pinjaman
yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan.
Rasio ini disebut juga proprietory ratio yang menunjukan tingkat solvabilitas
perusahaan dengan anggapan bahwa semua aktiva dapat direalisir sesuai dengan yang
dilaporkan dalam neraca.
Rumus perhitungannya adalah :
Modal Sendiri
---------------------- = X

Total Aktiva

Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
36 
 


B. Rasio Modal Sendiri dengan Aktiva Tetap (Ratio of Owner’s Equity to Fixed
Assets)
Jika rasio ini lebih dari 100 % berarti modal sendiri melebihi total aktiva tetap dan
menunjukan aktiva tetap seluruhnya dibiayai oleh pemilik perusahaan dan sebagian dari
aktiva lancar juga dibiayai oleh pemilik perusahaan. Sebaliknya jika rasio dibawah 100
%berarti sebagian aktiva tetapnya dibiayai dengan modal pinjaman jangka pendek / jangka
panjang sedang aktiva lancarnya seluruhnya dibiayai dengan modal pinjaman.
Rumus perhitungannya :
Modal Sendiri
------------------------ = X
Aktiva Tetap
C. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang
Rasio ini mengukur tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditor jangka panjang .
Disamping itu juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman baru
dengan jaminan aktiva tetap.
Semakin tinggi rasio ini semakin besar jaminan dan kreditor jangka panjang semakin
aman atau terjamin dan semakin besar kemampuan perusahaan untuk mencari pinjaman.
Rumus perhitungannya :
Total Aktiva Tetap
----------------------------------------- = X

Total Hutang Jangka Panjang
D. Nilai Buku Saham
Nilai buku per lembar saham menunjukkan jumlah rupiah yang akan dibayarkan kepada
setiap lembar saham apabila perusahaan pada saat itu dibubarkan dengan anggapan bahwa
semua aktiva dapat direalisir atau dijual dengan harga yang sama dengan nilai bukunya.
Dalam penghitungannya nilai buku saham jika ada saham yang sudah dipesan (subscribed)
walaupun saham tersebut belum diserahkan kepada pemesan, maka jumlah tersebut harus
ditambahkan pada jumlah modal yang sudah beredar. Sebaliknya bila ada saham yang dibeli
kembali oleh perusahaan (treasury stock) maka harus dikurangkan terhadap jumlah modal
saham yang beredar.
Rumus ratio ini adalah sebagai berikut:
Modal Saham
--------------------------------- = X
Jumlah lembar saham
E. Rasio Total Hutang terhadap Total Aktiva (Total Debt to Total Assets Ratio)
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi resiko keuangan perusahaan. Dalam batas
tertentu bank akan sulit untuk mengabulkan permohonan kredit. Hanya saja setiap bank
batasnya berbeda. Rumus perhitungannya adalah :


Total Hutang
--------------------------- = ……. %


Total Aktiva

Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
37 
 

3. Rasio Rentabilitas
A. Rasio Laba Usaha dengan Aktiva Usaha (Ratio Operating Income dengan
Operating Assets)
Profitability suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan antara keuntungan
atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan atau assets yang
digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut (operating assets). Yang dimaksud
dengan operating assets adalah semua aktiva kecuali investasi jangka panjang dan aktiva-
aktiva lain yang tidak digunakan dalam kegiatan atau usaha memperoleh penghasilan yang
rutin atau usaha pokok perusahaan. Rumus perhitungannya adalah :

Laba Usaha
---------------------------- = X



Aktiva Usaha

Rasio ini akan mencerminkan keuntungan yang diperoleh tanpa mengingat dari mana
sumber modal dan menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan dalam melaksanakan operasi
sehari-hari.

B. Perputaran Aktiva Usaha ( Operating Assets Turnover)
Rumus ratio Perputaran Aktiva Usaha:

Penjualan
------------------------- = X



Aktiva Usaha

Rasio ini menunjukkan seberapa jauh aktiva telah dipergunakan di dalam kegiatan
perusahaan atau menunjukkan berapa kali operating assets berputar dalam suatu periode
tertentu, biasanya satu tahun.
Turnover yang tinggi menunjukkan management yang efektif tetapi dapat juga turnover
yang tinggi disebabkan aktiva perusahaan yang sudah tua dan sudah habis disusut, jadi
turnover yang tinggi ini karena keadaan perusahaan.

C. Rasio Laba Kotor atas Penjualan (Gross Profit Margin on Sales)
Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas produk sebelum dibebani oleh biaya-biaya yang
lain. Perubahan rasio laba kotor bisa saja terjadi karena perubahan dalam kebijaksanaan
penjualan, misalnya tingkat potongan atau adanya produk baru. Rumus perhitungannya :




Laba Kotor



------------------------ = ……… %
Penjualan

D. Rasio Laba Usaha atas Penjualan (Operating Margin Ratio)
Laba usaha (laba operasi) adalah laba dari kegiatan utama perusahaan. Oleh karena itu
sudah seharusnya laba ini memberikan hasil lebih besar dibanding dari laba yang bukan
utama. Rumus perhitungannya :

Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
38 
 

Laba Usaha



------------------------ = ……… %
Penjualan

E. Rasio Laba Bersih atas Penjualan (Net Margin Ratio)
Rasio ini mengukur hasil akhir dari kegiatan operasi perusahaan. Selisih laba bersih
dengan rasio laba usaha dapat mencerminkan berapa beban yan ditanggung perusahaan untuk
biaya-biaya non operasional.
Rumus perhitungannya :

Laba Bersih



------------------------ = ……… %
Penjualan

F. Operating Ratio
Operating ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang tinggi
menunjukkan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang
terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil. Tetapi rasio yang tinggi
mungkin tidak hanya disebabkan oleh faktor intern yang dapat dikendalikan oleh manajemen,
tetapi juga faktor ekstern misalnya faktor harga yang sulit dikendalikan oleh manajemen.
Rumus perhitungannya :
Harga Pokok + Biaya Operasi


------------------------------------------ = ……… %
Penjualan

G. Rasio Tingkat Pengembalian Investasi (Return on Investment, ROI)
Tujuan perhitungan rasio ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
digunakan dapat menghasilkan laba. Laba usaha berarti laba dari kegiatan utama perusahaan.
Aktiva operasi adalah aktiva yang dipakai untuk menghasilkan laba usaha tersebut. Dengan
kata lain, aset yang dihitung disini hanya aset yang memberikan konstribusi terhadap
pencapaian laba usaha. Penyertaan yang biasanya menghasilkan pendapatan lain (di luar laba
usaha) tidak dihitung. Demikian halnya dengan aktiva lain-lain. Aktiva lain-lain ada yang
berupa aktiva belum selesai atau aktiva tidak operasional. Oleh karena itu juga tidak
diikutsertakan dalam pengertian aktiva operasi. Rumus perhitungannya adalah :

Laba Usaha


------------------------ = ……… %
Aktiva Operasi


atau

Laba Usaha Penjualan
------------------- X ----------------------
Penjualan Aktiva Operasi

Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
39 
 

H. Rasio Tingkat Pengembalian Aset (Return on Assets, ROA)
Dengan rasio akan nampak seberapa besar tingkat produktifitas seluruh aset. Perbedaan
hasil perhitungan antara ROI dengan ROA akan diketahui sampai seberapa jauh tingkat aset
penunjang atau tidak produktif dan hasil sampingan perusahaan. Rumus perhitungannya
adalah :

Laba Bersih


------------------------ = ……… %
Total Aktiva

I. Rasio Laba Bersih atas Modal (Return on Equity)
Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang diperoleh dari penanam
modal. Pengertian modal disini adalah semua modal yang tertanam di perusahaan, termasuk
di dalamnya saldo laba (laba ditahan). Rumus perhitungannya :

Laba Bersih


------------------------ = ……… %
Modal Sendiri

J. Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share, EPS)


Rasio ini untuk mengukur laba bersih per lembar saham (maksimum) yang mungkin
diperoleh pemegang saham. Dikatakan maksimum, karena yang dibagi biasanya adalah kurang
dari EPS. Rasio ini adalah satu-satunya rasio yang muncul di laporan keuangan, bisanya
dicantumkan di bawah laba bersih. Rumus perhitungannya adalah :

Laba Bersih


--------------------------------- = ……… %
Jumlah Lembar Saham
Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
40 
 

Kasus:
Buatlah sheet dalam File PT. MARGAJAYA HUTAMA dengan nama: Rasio_Keu dan buatlah
format table dengan kolom sebagai berikut:
PT. MARGAJAYA HUTAMA
ANALISA RATIO KEUANGAN




JENIS RATIO
DESKRIPSI
2001
2002
RATIO LIKUIDITAS:



CURRENT RATIO
AKTIVA LANCAR/HUTANG LANCAR


AKTIVA LANCAR-
ACID-TEST RATIO
PERSEDIAAN/HUTANG LANCAR


AVERAGE COLLECTION PERIOD
PIUTANG X 365/PENJUALAN KREDIT


INVENTORY TURNOVER
HPP/PENJUALAN


TOTAL ASSETS TURNOVER
PENJUALAN/TOTAL ASSET


RATIO SOLVABILITAS:



RASIO MODAL SENDIRI
TERHADAP TOTAL AKTIVA
(RATIO OF OWNER’S EQUITY TO
TOTAL ASSETS)
MODAL SENDIRI/TOTAL AKTIVA


RASIO MODAL SENDIRI
DENGAN AKTIVA TETAP (RATIO
OF OWNER’S EQUITY TO FIXED
ASSETS) MODAL
SENDIRI/AKTIVA
TETAP


RASIO AKTIVA TETAP DENGAN
AKTIVA TETAP/HUTANG JANGKA
HUTANG JANGKA PANJANG
PANJANG

MODAL SAHAM/JUMLAH LEMBAR
NILAI BUKU SAHAM
SAHAM


RASIO TOTAL HUTANG
TERHADAP TOTAL AKTIVA
(TOTAL DEBT TO TOTAL ASSETS
RATIO)
TOTAL HUTANG/TOTAL AKTIVA


RATIO RENTABILITAS



RASIO LABA USAHA DENGAN
AKTIVA USAHA (RATIO
OPERATING INCOME DENGAN
OPERATING ASSETS)
LABA USAHA/AKTIVA USAHA


PERPUTARAN AKTIVA USAHA (
OPERATING ASSETS TURNOVER) PENJUALAN/AKTIVA USAHA


RASIO LABA KOTOR ATAS
PENJUALAN (GROSS PROFIT
MARGIN ON SALES)
LABA KOTOR/PENJUALAN


RASIO LABA USAHA ATAS
PENJUALAN (OPERATING
MARGIN RATIO)
LABA USAHA/PENJUALAN


RASIO LABA BERSIH ATAS
PENJUALAN (NET MARGIN
RATIO)
LABA BERSIH/PENJUALAN


Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
41 
 

(HARGA POKOK PENJUALAN+BIAYA
OPERATING RATIO
OPERASI)/PENJUALAN

RASIO TINGKAT
PENGEMBALIAN INVESTASI
(RETURN ON INVESTMENT, ROI)
LABA BERSIH/TOTAL ASSET


RASIO TINGKAT
PENGEMBALIAN ASET (RETURN
ON ASSETS, ROA)
LABA BERSIH/TOTAL AKTIVA


RASIO LABA BERSIH ATAS
MODAL (RETURN ON EQUITY)
LABA BERSIH/MODAL


LABA PER LEMBAR SAHAM
LABA BERSIH/JUMLAH LEMBAR
(EARNING PER SHARE, EPS)
SAHAM BEREDAR



Laboratorium Pengembangan Akuntansi                       
42 
 

Download
RASIO KEUANGAN

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share RASIO KEUANGAN to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share RASIO KEUANGAN as:

From:

To:

Share RASIO KEUANGAN.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share RASIO KEUANGAN as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading