This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo

0.00 (0 votes)
Document Description
Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo
File Details
Submitter
  • Name: irwin
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Batik Fractal : Traditional Art to Modern Complexity

by: fazila, 10 pages

Fractal Dimension Analysis with Fourier Transformation for Batik shows the presence of fractal with range between 1 and 2. The Isen process ( filling smaller motifs after the bigger motifs are done ) ...

Batik Sasirangan Batik Indonesia Store Batik Online Murah 1

by: batiksasirangan, 9 pages

http://batiksasirangan.co.cc - Belanja baju batik sasirangan murah, batik online shop Indonesia, store jual fashion batik antique, butik batik sasirangan pria wanita, clothing batik modern.

Batik Sasirangan Batik Indonesia Store Batik Online Murah 2

by: batiksasirangan, 9 pages

http://batiksasirangan.co.cc - Belanja baju batik sasirangan murah, batik online shop Indonesia, store jual fashion batik antique, butik batik sasirangan pria wanita, clothing batik modern.

Solo Small Business Gateway

by: sophe, 19 pages

Solo Small Business Gateway

Sejarah Maenpo Cikalong

by: budiraspati, 20 pages

Sejarah Maenpo Cikalong, Djunaedi S, MM, MPd

Solo escala harmonica menor en F#

by: Andoni Diaz, 1 pages

Un solo que he creado para practicar velocidad + habilidad

purple rain solo

by: monk, 4 pages

purple rain solo

Gateway Solo 3100 DC Jack

by: hf005, 1 pages

Gateway Solo 3100 DC Jack is designed to replace the piece in your laptop where the power plugs in from your AC power adapter. A damaged DC jack can cause your laptop or notebook to no power. This DC ...

JASA VIDEO SHOOTING PROMOSI WISATA KULINER, VIDEO SHOOTING PROMOSI MAKANAN. HUBUNGI REKO HANDOYO 085319906869 ; 081932985325 Jakarta http://jasavideoshootingmurah.com

by: abrahamhandoyo, 1 pages

JASA VIDEO SHOOTING PROMOSI WISATA KULINER, VIDEO SHOOTING PROMOSI MAKANAN. HUBUNGI REKO HANDOYO 085319906869 ; 081932985325 Jakarta http://jasavideoshootingmurah.com Tempat wisata menjadi sangat ...

Sejarah Bahasa Pemrograman

by: Rudi Wijayanto, 8 pages

Penjelasan sejarah bahasa pemrograman

Content Preview

Sejarah Kampung Batik Kauman, Solo
Oleh Irwin Noor Setyawan
Mahasiswa Jurusan PWK Universitas Brawijaya
3.1
Wilayah Studi Kampung Wisata Batik Kauman
3.1.1
Sejarah Kampung Wisata Batik Kauman
Kauman, merupakan sebuah nama kampung yang hampir dikenal di masyarakat
Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kampung Kauman terletak di tengah-tengah kota dan
berdekatan dengan Masjid Agung (Jami’) dan Alun-alun. Kampung Kauman di Kota
Surakarta terletak di sebelah barat laut Masjid Agung dan memiliki keterkaitan dengan
keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta. Kampung Kauman berdiri bersamaan dengan
pembangunan Masjid Agung Surakarta Oleh Paku Buwono III pada tahun 1757. Keraton
Kasunanan Surakarta yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Islam dan berujung
pada Kerajaan Surakarta Hadiningrat dipimpin oleh seorang raja dan dibantu oleh seorang
penghulu yang bertugas sebagai ahli agama yang ditempatkan di masjid tersebut.
Penghulu tersebut berhak atas memakai sebidang tanah yang terletak di sebelah
utara Masjid Agung. Musyawaroh dalam tulisan berjudul “Deskripsi Tata Fisik Rumah
Pengusaha Batik di Kauman Surakarta” menyebutkan bahwa Masjid Agung dan sekitarnya,
tanahnya adalah milik keraton. Sedangkan Kauman disebut bumi mutihan atau bumi
pamethakan, yaitu wilayah yang hanya boleh ditinggali oleh rakyat yang beragama Islam.
Oleh keraton, tanah yang ditempati penghulu dan para abdi dalem mutihan tersebut diberi
nama Perkauman yang artinya tanah tempat tinggal para kaum, dan menjadi Kauman.( Buku
Sejarah Kauman Solo).
Dari pernyataan-pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Kampung
Kauman memang dikehendaki oleh keraton sebagai bagian dari empat komponen pola kota
pemerintahan kerajaan Mataram Islam yang terdiri dari keraton, alun-alun, masjid, dan pasa.
Keberadaan Kampung Kauman tidak terlepas dari keberadaan Masjid Agung yang oleh raja
diberi hak untuk meng-Islamkan masyarakat di sekitar Masjid Agung dan Keraton. Selain itu
juga kampong kauman jg dikenal sebagai kampong santri . keberadaannya pun dikehendaki
oleh raja sebagai tempat domisili para abdi dalem pamethakan dan sebagai pusat dakwah /
syiar islam. Kampong kauman mempunyai aturan yang ditetapkan raja. Dalam undang
undang tersebut masyarakat harus patuh terhadap raja, jangan berbuat zina, mabuk mabukan,
tidak boleh membunyikan gamelan kecuali ada hajat pernikahan, apabila melanggar dianggap
berani merusak agama rosul dan akan di hokum.

Sebagaimana yang tertulis sebelumnya kampong kauman merupakan kampong
santri tentunya terdapat mesjid. Hal ini di karenakan kerajaaan Surakarta merupakan kerjaaan
islam.
Masjid Agung adalah salah satu masjid kerajaan jawa yang di bangun oleh Raja
Pakubuwono II pada tahun 1727 M. Rupa mesjid ini mirip dengan masjid demak. Selama
dari tahun ke tahun rupa masjid Agung selalu mengalami perubahan baik penambahan
ruangan maupun perbaikan. Dan pada akhirnya Masjid agung mengalami penyempurnaan
dalam masa Pakubwono X. pada masa itu di bangun tempat wudlu di utara masjid,
pembangunan menara adzan dan pembangunan gapura masjid.(sumber : Buku Sejarah
Kampung wisata Batik Kauman)
Perkembangan Batik Kampung Kauman tidak lepas dari peran keraton. Pada
mulanya, penduduk Kampung Kauman hanya berprofesi sebagai abdi dalem ulama saja, dan
kemudian berkembang menjadi pengusaha batik yang diajarkan oleh pihak keraton. Pelaku
usaha batik tersebut adalah para istri dari abdi dalem yang suaminya bekerja mengajar agama
dan mereka melihat batik adalah alternatif yang paling memungkinkan bagi mereka.
Ketrampilan membatik yang dikuasai ini diperoleh dari sesama kerabat abdi dalem
yang memiliki kekerabatan yang kuat antarsesama. Dengan mengembangkan ketrampilan ini,
sebagian besar warga Kampung Kauman mampu memproduksi jumlah besar dan kemudian
dikomersilkan. Busana batik yang juga merupakan busana adat bagi masyarakat Jawa
membuat produksi batik semakin besar.
Perkembangan batik di Kampung Kauman ere baru dimana terjadi inovasi teknis di
mulai pada tahun 1850-an. Pada masa tersebut metode batik yang baru diperkenalkan dari
Semarang oleh seorang pedagang batik di Kuaman. Metode baru ini menggunakan cap yang
terbuat dari garis-garis tembaga yang ditempelkan pada sebuah alas. Pada masa ini, pusat
industri batik di Surakarta terletak di bagian tengah kota sperti Kauman, Keprabon, dan Pasar
Kliwon. Walau metode cap banyak membawa perubahan, namun cap tersebut tidak bisa
diaggap sebagai canthing.
Pada tahun 1870-an, produksi dan distribusi batik semakin meningkat seiring
dibukanya jalur kereta api yang menghubungkan wilayah kerajaan dengan kota-kota lain
seperti Semarang, Surabaya, Batavia, dan Bandung. Metode cap semakin berkembang dan
ukurannya semakin besar, yang dari awalnya berukuran 1x2cm menjadi 10x15cm. Produksi
batik tidak hanya di tengah kota, melainkan daerah pinggiran pun juga semakin berkembang
pesat terutama daerah pinggir sungai. Hal ini dikarnakan penyediaan air dalam jumlah besar
dapat menunjang bagi industri skala besar seperti daerah Tegalsari dan khususnya Laweyan.

Perkembangan batik yang sangat signifikan membuat masyarakat Kampung
Kauman semakin makmur. Hal itu dapat dilihat pada bangunan rumah-rumah kuno yang
bertahan hingga sekarang. Pada rumah-rumah tersebut tercantum tahun pembuatan rumah
tersebut seperti pada beberapa rumah yang mencantumkan tahun 1828, juga tahun 1913.
Selain itu, rumah-rumah lain juga mencantumkan tahun 1903 dan 1905 pada dindingnya.
Namun demikian, menurut pemilik rumah, angka 1828 adalah tahun Jawa, apabila dijadikan
masehi adalah 1898 M.

Namun sekrang ini rumah rumah bekas pengusaha batik di kauman banyak yang
beralih fungsi . rumah yang dulunya berfungsi untuk produksi barik dan memasarkannya, kini
sudah banyak berubah. Hal ini disebabkan karena tuntutan kebutuhan ekonomi dari generasi
penerus para pengusaha batik yang sudah tidak lagi membuka usaha di bidang batik. Dan
tdak sepenuhnya generasi penerus pengusaha batik ini mempunyai status ekonomi yang sama
dengan para pendahulunya. Bahkan ada beberapa rumah yang sudah dihancurkan. Hal ini
menyebabkan tidak adanya keterkaitan dengan bangunan kuno di sekitarnya.

Perubahan perubahan yang terjadi adalah rumah tersebut diwarisi kemudian di
petakkan dan kemudian dikembangkan sendiri tanpa adanya keterkaitan. Ada rumah
pengusaha batik yang dijual kemudian dijadikan sekolah. Ada juga yang sebagian di jadikan
untuk rumah kontrakan dan kost. Hal ini dikarenakan ahli warisnya sudah tergolong mampu
sehingga tidak lagi berdomisili di Kauman

Download
Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo as:

From:

To:

Share Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading