This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK

3.40 (5 votes)
Document Description
Pada awalnya, psikolinguistik bukanlah ilmu mandiri yang dikaji secara khusus. Psikolinguistik merupakan ilmu yang dikaji secara terpisah baik oleh pakar linguistik maupun pakar psikologi. Istilah psikolinguistik sendiri pertama kali digunakan oleh Thomas A. Sebeok dan Charles E. Osgood pada tahun 1954 pada sebuah buku yang berjudul Psycholinguistik : A Survey of Theory and Research Problems. Walaupun sebetulnya, pengkajian ilmunya telah dimulai sejak zaman Sokrates dan Panini.
File Details
  • Added: February, 07th 2011
  • Reads: 5643
  • Downloads: 116
  • File size: 165.03kb
  • Pages: 11
  • Tags: psikolinguistik, sejarah perkembangan, linguistik, bahasa
  • content preview
Submitter
  • Name: marijse
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

Sejarah Perkembangan Internet

by: Taufiq, 3 pages

Versi PDF dari post di blog: https://blog.ub.ac.id/hamidhi

PENGARUH PENGENALAN KOMPUTER PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK ...

by: alta, 3 pages

Meningkatnya jumlah waktu yang dipergunakan oleh anak-anak di rumah dan di sekolah dalam berinteraksi dengan komputer menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi komputer mempengaruhi ...

Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo

by: irwin, 3 pages

Sejarah Kampung wisata Batik Kauman Solo

Sejarah Maenpo Cikalong

by: budiraspati, 20 pages

Sejarah Maenpo Cikalong, Djunaedi S, MM, MPd

Sejarah Bahasa Pemrograman

by: Rudi Wijayanto, 8 pages

Penjelasan sejarah bahasa pemrograman

DINAMIKA PERKEMBANGAN KRISTEN [-PROTESTAN] DI INDONESIA dalam ...

by: regina, 15 pages

Sekarang ini di Indonesia tidak mudah lagi bagi kita untuk menggunakan istilah Protestan , karena banyak gereja, yang dulu dimasukkan pemerintah ke 'keranjang' Protestan, misalnya gereja-gereja ...

SEJARAH PENCAK SILAT CIKALONG

by: budiraspati, 5 pages

Sekilas Mengenal MAENPO Cikalong, Djunaedi S, MM, MPd

Sejarah Dan Fakta-Fakta Menarik Seputar Toyota

by: eventfeast2, 2 pages

"Orang Tua" Perusahaan Toyota Motor K...

SOEKARNO DALAM PERJALANAN SEJARAH BANGSA1

by: hakem, 6 pages

Buku ini diterbitkan ulang pada waktu yang tepat, tahun 2005 ketika Indonesia merayakan peringatan 60 tahun kemerdekaannya. Saat ini pula saat yang tepat mengingat bahkan melihat kembali peran ...

100724 perkembangan ekonomi kreatif di indonesia artepolis 2010 rev 1

by: chan, 32 pages

100724 perkembangan ekonomi kreatif di indonesia artepolis 2010 rev 1

Content Preview
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK
Oleh
Suci Sundusiah

1. Pendahuluan

Pada awalnya, psikolinguistik bukanlah ilmu mandiri yang dikaji
secara khusus. Psikolinguistik merupakan ilmu yang dikaji secara terpisah
baik oleh pakar linguistik maupun pakar psikologi. Istilah psikolinguistik
sendiri pertama kali digunakan oleh Thomas A. Sebeok dan Charles E.
Osgood pada tahun 1954 pada sebuah buku yang berjudul Psycholinguistik : A
Survey of Theory and Research Problems. Walaupun sebetulnya, pengkajian
ilmunya telah dimulai sejak zaman Sokrates dan Panini.
Dua aliran filsafat, yakni empirisme dan rasionalisme turut
berkontribusi dalam perkembangan pemikiran para ilmuan di dua ranah
ilmu tadi. Filsafat empirisme mengagnggap bahwa ilmu merupakan objek
kajian yang dapat dikenali secara inderawi. Filsafat ini erat kaitannnya
dengan psikologi asosiasi. Aliran ini mengkaji objek ilmu dengan
menganalisis unsur-unsur pembentuknya sampai sekecil-kecilnya. Aliran
filsafat rasionalisme mengkaji bahwa akal sebagai faktor yang harus dikaji
agar memahami perilaku manusia. Turunan aliran rasionalisme ini adalah
faham nativisme, idealisme, dan mentalisme.

2. Psikologi dalam Linguistik

Beberapa tokoh linguistik yang tertarik untuk mengkaji bahasa secara
psikologi adalah Von Humbolt, Ferdinand de Saussure, Edward Sapir,
Leonard Bloomfield, dan Otto Jespersen.
Von Humbolt (1767-1835) ialah ahli linguitik asal Jeman yang
membandingkan tatabahasa antar bahasa yang berlainan dengan tabiat
penutur bahasa. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tatabahasa suatu

1

bangsa menunjukkan pandangan hidup bangsa tersebut. Von Humbolt
sangat dipengaruhi aliran rasionalisme yang menganggap bahwa bahasa
adalah bagian yang tidak dapat dipotong-potong atau diklasifikasikan seperti
pada pendapat aliran empirisme.
Ferdinand de Saussure (1858-1913), dalam perkuliahannya
memperkenalkan tiga istilah penting dalam linguistik, yaitu langue, langage
dan parole. Langue bermakna bahasa tertentu yang masih bersifat abstrak,
langage bermakna bahasa yang bersifat umum, sedangkan parole merupakan
bahasa tuturan secara konkret. Saussure menegaskan bahwa kajian linguistik
adalah langue, sedangkan objek kajian psikologi adalah parole. Oleh karena
itu, linguis berkebangsaan Swiss ini berpendapat, jika ingin mengkaji bahasa
secara utuh, maka ilmu yang dapat mengkajinya adalah linguistik dan
psikologi.
Edward Sapir (1884-1939), mengkaji hubungan antara bahasa dengan
pikiran. Berdasarkan kajiannya, linguis dan antropologis asal Amerika ini
berkesimpulan bahwa bahasa terutama strukturnya merupakan unsur yang
mennetukan struktur pikiran manusia. Dia pun menambahkan bahwa
linguistik dapat berkontribusi pada teori psikologi Gestalt, begitu pula
sebaliknya.
Leonard Bloomfield (1887-1949), pada perkembangan ilmunya banyak
dipengaruhi oleh dua aliran psikologi yang bertentangan, yakni behaviorisme
dan mentalisme. Pada awalnya, linguis Amerika ini mengkaji bahasa
dengan pendekatan mentalisme. Dia berpendapat bahwa berbahasa dimulai
dari melahirkan pengalaman luar biasa , terutama karena penjelmaan tekanan
emosi yang sangat kuat. Karena tekanan emosi itulah maka akan keluar
ucapan atau kalimat berbentuk eklamasi, lalu keluar keinginan berkomunikasi
berupa deklarasi. Jika keinginan deklasi ini keluar dalam bentuk
keingintahuan maka keluarlah interogasi. Pada tahun 1925 Bloomfield
meninggalkan aliran empirisme dan beralih pada aliran behaviorisme, yang
memunculkan teori bahasa “linguistik struktural” dan “linguistik
taksonomi”.

2

Otto Jesperson, beraliran mentalistik dan berbau behaviorisme.
Jesperson berpendapat bahwa bahasa bukanlah suatu wujud pengertian satu
benda tetapi merupakan fungsi-fungsi lambang di dalam otak manusia yang
melambangkan pikiran. Menurutnya, satu kata pun dapat diwujudkan
dalam perilaku.


3. Linguistik dalam Psikologi

Pada perkembangannya, ada beberapa pakar psikologi yang juga
mengkaji psikologi secara linguistis. Pakar-pakar itu adalah John Dewey,
Karl Buchler, Wundt, Watson, dan Weiss.
John Dewey (1859-1952) merupakan psikolog kebangsaan Amerika
yang menganut empirisme murni. Beliau menafsirkan bahasa kanak-kanak
berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Beliau menyarankan agar
penggolongan kata-kata untuk anak-anak berdasarkan pada makna yang
dipahami anak-anak.
Karl Buchler, ialah pakar psilogi kebangsaan Jerman. Beliau menulis
buku berjudul Sparch Theorie (1934) yang menyatakan bahwa bahasa manusia
memiliki tiga fungsi yang disebut Organon Modell der Saprch yaitu Kungabe
(Ausdruck) Appell (Auslosung) dan Darstellung. Kungabe adalah tindakan
komunikatif berwujud verbal. Appell adalah permintaan yang ditujukan
kepada orang lain. Darstellung adalah penggambaran masalah pokok yang
dikomunikasikan.
Wundt (1932-1920), ialah pakar psikologi Jerman yang pertama kali
mengembangkan teori mentalistik bahasa. Wundt mengjelaskan bahasa alat
untuk melahirkan pikiran. Hal ini terjadi karena terdapat perasaan-perasaan
serta gerak-gerak yang melahirkan bahasa secara tidak sadar. Menurut
Wund, satu kalimat merupakan suatu kejadian akal yang terjadi secara
serempak. Wundt pun terkenal dengan teori performansi bahasa (language

3

performance). Teori ini menjelaskan dua aspek, yakni fenomena luar (citra
bunyi) dan fenomena dalam (rekaman pikiran).
Watson (1878-1958), menyamakan antara perilaku berbahasa dengan
perilaku lainnya seperti makan, berjalan, dll. Perilaku bahasa menurut
Watson adalah hubungan stimulus-respons (S-R) yang menyamakan perilaku
kata-kata dengan benda-benda. Dengan demikian, pakar psikologi
berkebangsaan Amerika ini menganut aliran psikologi behaviorisme.
Weiss, mengakui adanya aspek mental dalam bahasa. Hanya saja,
karena wujud bahasa tidak tampil secara fisik maka sukar dikaji dan
diwujudkan kecuali jika bahasa berada pada konteks sosialnya. Weiss
banyak berjasa bagi perkembangan awal psikolinguistik, beberapa masalah
yang berhasil dipecahkan Weiss secara psikologi-bahasa menurut alirannya,
behaviorisme adalah :
a. bahasa merupakan satu kumpulan respons yang jumlahnya tidak
terbatas terhadap suatu stimulus.
b. pada dasarnya, perilaku bahasa menyatukan anggota suatu
masyarakat ke dalam organisasi gerak syaraf.
c. perilaku bahasa adalah sebuah alat untuk mengubah dan meragamkan
kegiatan seseorang sebagai hasil warisan dan hasil perolehan.
d. Bahasa dapat merupakan stimulus terhadap suatu respons.
e. respons bahasa sebagai suatu stimulus pengganti untuk benda dan
keadaan yang sebenarnya memungkinkan kita untuk memunculkan
kembali suatu hal yang pernah terjadi, dan menganalisis kejadian ini
dalam bagian-bagian.

4. Kerja sama Psikologi dan Linguistik

Kerja sama kedua disiplin ilmu ini pertama kali berlangsung pada
tahun 1860. Pada saat itu, Heyman Steinthal seorang ahli psikologi yang
beralih menjadi linguis dan Moritz Lazarus ahli linguistik yang beralih
menjadi ahli psikologi menerbitkan jurnal “Zeitschrift fur Volkerpsychologie und

4

Sparch Wissenschaft” (Jurnal Psikologi sosial dan Linguistik). Menurut
Steinthal, ilmu psikologi tidak mungkin dapat hidup tanpa ilmu linguitik.

Pada tahun 1901, Albert Thumb (ahlilinguistik) dan Karl Marbe (ahli
psikologi) menerbitkan buku berjudul Experimentelle Untersuchungen iiber die
PsychologishenGrundallen der Sparchichen Analogiebieldung. Kedua pakar tadi
menggunakan kaidah-kaidah psikologi eksperimental untuk meneliti
hipotesis-hipotesis linguistik yang menghasilkan pengaruh sangat kuat akan
lahirnya psikolinguistik.

Sebuah lembaga sosial Amerika bernama Social Science Research Council
menyelenggarakan sebuah seminar tahun 1951 mempertemukan para pakar
linguistik, psikologi, patologi, ahli-ahli teori informasi, dan pembelajaran
bahasa. Mereka merumuskan hubungan kerjasama antara psikologi dan
linguistik. Kemudian pada tahun 1953, Osgood (linguis), Sebeok (linguis),
dan Caroll (ahli psikologi) bertemu dalam seminar di Universitas Indiana
Amerika Serikat. Pertemuan ini menghasilkan buku Pscholinguistics : A
Survey of Theory and Research Problems. Buku ini kemudian disunting oleh
Osgoods dan Sebeok. Inilah buku psikolinguistik pertama yang
menggunakan istilah psikolinguistik. Sebelumnya Albert Thumb dan Karl
Marbe tidak memakai nama itu. Tahun 1946, N.H. Pronko dalam artikelnya
yang berjudul “Language and Psycholinguistics : A Review” dimuat dalam
jurnal Psychological Bulletin. Pronko mengaku istilah psikolinguistiknya
diperoleh dari gurunya Jacob Robert Kantor dalam buku An Objective
Psycology of Grammar( 1936).

Dasar-dasar ilmu psikologi menurut Osgoods dan Sebeok adalah :
a. Psikolinguistik adalah suatu teori linguistik berdasarkan bahasa yang
dianggap sistem elemen yang saling berhubungan erat.
b. Psikolinguistik adalah satu teori pembelajaran (menurut behaviorisme)
yang berdasar pada bahasa yang dianggap sebagai sistem tabiat.
c. Psikolinguistik adalah satu teori informasi yang menganggap bahasa
sebagai alat untuk menyampaikan suatu benda.


5



5. Psikolinguistik sebagai Disiplin Mandiri

Dibukanya program khusus psikolinguistik pada tahun 1953 oleh R.
Brown meruapakn tanda formal ilmu ini adalah disiplin mandiri. Sarjana
pertama disiplin ilmu ini adalah Eric Lenneberg. Pakar lain yang kemudian
muncul adalah Leshley, Osgoods, Skinner, Chomsky, dan Miller yang
kesemuanya sangat berjasa bagi perkembangan psikolinguistik.

Pada tahun 1957 Skinner menerbitkan buku Verbal Behaviour. Pada
tahun yang sama Chomsky mengeluarkan buku Syntactic Structure.
Kemudian Leshley berpendapat bahwa lahirnya suatu ucapan bukanlah
pertalian serentetan respeons tetapi merupakan kejadian serempak, dan
secara tidak langsung struktur sintaksis ucapan itu dihubungkan dengan
bentuk urutannya.

George Miller dalam artikelnya yang berjudul “The Psycolinguistics”
(1965) menjelaskan bahwa lahirnya ilmu psikinguistik karena kontribusi ilmu
psikologi yang mengakui bahwa akal manusia menerima lambang-lambang
linguistik, sedangkan linguistik mengakui bahwa diperlukan psiko-motor-
sosial untuk menggerakkan tata bahasa. Miller pun memperkenalkan teori
generatif transformasi Chomsky yang menganggap bahwa bahasa
merupakan kemampuan manusia yang sangat rumit. Oileh karena itu,
tugas peikolinguiatik adalah meneliti kemampuan yang rumit itu dengan
terperinci. Miller pun menegaskan bahwa bahasa bukan hanya
mempermasalahkan arti tetapi bagaimana kekmampuan manusia dalam
mengatur syaraf-sayaraf atau kalimat-kalimat baru yang sangat berguna.

Jika disimpulkan, pada awalnya, psikolinguistik beraliran
behaviorisme. Namun, berdasarkan perkembangannya yang bersifat
mentalis dan mencoba menjelaskan hakikat rumus yang dihipotesiskan, maka
kajian psikolinguistik pun semakin berkembang pada arah kognitif. Lahirnya
tata bahasa generatif oleh Chomsky merupakan inovasi tersendiri di bisang

6

ini. Oleh karena itu, Chomsky disebut sebagai “Bapak Linguistik Modern”
sedangkan Wilhem Wundt disebut sebagai “Bapak Psikolinguistik Klasik”.

6. Tiga Generasi Psikolinguistik

Perkembangan disiplin ilmu psikolinguistik telah merangsang
Mehler dan Noizet untuk menulis artikel “Vers une Modelle
Psycholinguistique du Locuter” (1974) yang dimuat di Textes Pour une
Psycholinguistique. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa ada tiga generasi
perkembangan psikolinguistik.

6.1 Psikolinguistik Generasi Pertama

Psikolinguistik generasi pertama ini ditandai oelh penulisan
artikel “Psycholinguistics : A Survey of Thery and Research Problems”
yang disunting oleh C. Osgoods dan Sebeok. Maka kedua tokoh ini
dinobatkan sebagai tokoh psikolinguistik generasi pertama. Titik
pandang Osgoods dan Sebeok dipengaruhi aliran behaviorisme.
Menurut Parera (1996) dalam Abdul Chaer generasi pertama memiliki
tida kelemahan :
a. adanya sifat reaktif dari psikolinguistik tentang bahasa yang
memandang bahwa bahasa bukanlah satu tindakan atau
perbuatan manusiawi melainkan dipandang sebagai satu
stimulus-respons.
b. psikolinguistik bersifat atomistik. Sifat ini nampak jelas ketika
Osgoods mengungkapkan teori pemerolehan bahasa bahwa
jumlah pemerolehan bahasa adalah kemampuan untuk
membedakan kata atau bentuk yang berbeda, dan kemampuan
untuk melakukan generalisasi.
c. bersifat individualis. Teorinya menekankah pada eprilaku
berbahasa individu-individu yang terisolasi dari amsyarakat
dan komunikasi nyata.

7

Tokoh lain psikolinguistik generasi pertama ini adalah Bloomfoeld dan
Skinner.

6.2 Psikolinguistik Generasi Kedua

Teori-teori generasi pertama ditolak oleh beberapa tokoh seperi Noam
Chomsky dan George Miller. Menurut Mehler dan Noizet, psikologi generasi
kedua telah menagatasi ciri-ciri atomistik psikolinguistik. Psikologi generasi
ini berpendapat bahwa dalam proses berbahasa bukanlah butir-butir bahasa
yang diperoleh, melaikan kaidah dan sistem kaidahnya. Di sini, orientasi
psikologis digantikan oleh orientasi linguistik. Penggabungan antara Miller
dan Chomsky meruapakan penggabungan model-model linguistik tatabahasa
Chomsky yang relatif berbeda dengan proses-proses psikologi. Malah Mehler
dan Noizet mengatakan bahwa psilinguistik generasi kedua anti-psikologi.
Tokoh fase ini lebih mengarah pada manifestasi ujaran sebagai bentuk
linguistik.
G.S. Miller dan Noam Chomsky menyatakan beberapa hal tentang
psikolinguistik generasi kedua ini dalam artikel “Some Preliminaries to
Psycholinguistics” :
a. Dalam komunikasi verbal, tidak semua ciri-ciri fisiknya jelas dan
terang, dan tidak semua ciri-ciri yang etrang dalam ujaran mempunyai
representasi fisik.
b. makna sebuah tuturan tidak boleh dikacaukan dengan apa yang
ditunjukkan. Makna adalah sesuatu yang sangat kompleks yang
menyangkut antar hubungan simbol-simbol atau lambang-lambang.
Respons yang terpenggal-penggal terlalu menyederhanakan manka
secara keseluruhan.
c. Struktur sintaksis sebuah kalimat terdiri atas satuan-satuan interaksi
anatara makna kata yang terdapay dalam kalimat tersebut. Kalimat-
kalimat itu tersusun secara hierarkis, tetapi belum cukup menjelaskan
wujud luar linguistik.

8

d. Jumlah kalimat dan jumlah makna yang dapat diejawantahkan tidak
terbatas jumlahnya. Pengetahuan seseorang akan bahasa harus
dikaitkan dengan kemampuan seseorang menyusun bahasa dalam
sisitem sintaksis dan semantik.
e. Harus dibedakan antara pendeksripsian bahasa denga pendeskripsian
pemakaian bahasa. Seorang ahli psikolinguistik harus merumuskan
model-model pengejawantahan bahasa yang dapat meliputi
pengetahuan kaidah bahasa.
f. Ada komponen biologis yang besar untuk menentukan kemampuan
berbahasa. Kemampuan berbahasa ini tidak tergantung apada
intelegensi dan besarnya otak, melainkan bergantung pada “manusia”.

6.3 Psikolinguistik Gegerasi Ketiga

Psikolinguistik generasi kedua menyatakan bahwa analisis mereka
mengakui bahasa telah melampaui batas kalimat. Namun, pada
kenyataannya, analisis mereka baru sampai pada tahap kalimat saja, belum
pada wacana. Kekurangan analisis pada psikolinguistik generasi kedua
kemudian diperbaharui oleh psikolinguistik generasi ketiga. G. Werstch
dalam bukunya Two Problems for the New Psycholinguistics memberi
karakteristik baru ilmu ini sebagai “psikolinguistik baru”. Beberapa ciri
psiklonguistik generasi ketiga ini adalah :
a. Orientasi mereka kepada psikologi, tetapi bukan psikologi perilaku.
Seperti yang diungkapkan Fresse dan Al Vallon (Prancis) dan
psikolog Uni Soviet, telah terjadi proses serempak dari informasi
psikologi dan linguistik.
b. Keterlepasan mereka dari kerangka “psikolinguistik kalimat”, dan
lebih mengarah pada “psikolnguistik situasi dan konteks”.
c. Adanya pergeseran dari analisis proses ujaran yang abstrak ke satu
analisis psikologis mengenai komunikasi dan pikiran.


9

Sebetulnya, psikolinguistik di Rusia lebih dahulu berkembang
dari pada di negara-negara Barat. Hal ini terjadi karena sejak awal
psikolinguistik di Rusia telah memperhitungkan perilaku komunikasi
dan perpikiran dalam analisis psikolinguistik. Selain itu,
psikolinguistik di Rusia dikenal dengan istilah “Teori Aktivitas
Ujaran” yang mendasarkan dirinya pada postulat bahwa perilaku
manusia bersifat aktif, porpusif, dan inovatif. Postulat ini di negara
batar belum tercapai.


























10

Download
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK as:

From:

To:

Share SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading