This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Education

SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL)

1.25 (4 votes)
Document Description
DJUNAEDI S, MM, MPd - SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Untuk Diklat Prajabatan Golongan II dan III Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur Tahun 2008
File Details
  • Added: May, 14th 2011
  • Reads: 3912
  • Downloads: 11
  • File size: 231.38kb
  • Pages: 60
  • Tags: sistem penyelenggaraan, pemerintahan negara kesatuan, republik indonesia
  • content preview
Submitter
  • Username: budiraspati
  • Name: budiraspati
  • Documents: 77
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NKRI

by: budiraspati, 64 pages

SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA (ISI)

SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NKRI

by: budiraspati, 5 pages

ISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN COVER

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010

by: detriman, 42 pages

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1960 Tentang Pokok ...

by: aldous, 6 pages

. bahwa kesehatan rakyat adalah salah satu modal pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam penyelesaian revolusi nasional dan penyusunan masyarakat ...

LAMPIRAN 8 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2005

by: wick, 192 pages

Pada tanggal 26 Desember 2004, telah terjadi bencana alam gempa tektonik dengan kekuatan 8,9 Skala Richter dan diikuti oleh gelombang Tsunami yang menerjang sebagian besar wilayah pantai barat dan ...

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1985

by: detriman, 33 pages

ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Uu No 20 2003 Sistem Pendidikan Nasional

by: erin, 31 pages

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 20 TAHUN 2003TENTANGSISTEM PENDIDIKAN NASIONALDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMANFAATAN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DALAM PENGAJARAN BAHASA ...

by: regina, 9 pages

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus bahasa negara Indonesia. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia sudah dikumandangkan dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 oleh para pemuda ...

Paper of Chief Justice of Indonesia - Final - 081211

by: joline, 36 pages

The Constitutional Court of the Republic of Indonesia ( Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia or MK) came into existence at the beginning of the reformation era through Amendments to the 1945 ...

Content Preview


SISTEM PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA






MAKALAH BAHAN AJAR

Untuk Diklat Prajabatan Golongan II dan III
Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur
Tahun 2008









Disusun Oleh :
DJUNAEDI SAJIDIMAN
Widyaiswara Kab. Cianjur











PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT
-2008-


KATA PENGANTAR

Untuk keperluan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Negeri Sipil (PNS)
khususnya Diklat Prajabatan Tingkat II dan III serta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dan
III, penulis berupaya membuat rangkuman materi bahan ajar dari berbagai sumber termasuk
modul dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengenai Sistem
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Hal ini penulis
lakukan di samping untuk memudahkan dalam penyampaiannya, juga untuk memenuhi
keinginan para peserta diklat, oleh karena modul pembelajaran yang seharusnya diterima oleh
mereka, ternyata tidak, berhubung terbatasnya anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten
Cianjur untuk pengadaannya. Lain daripada itu juga untuk kelengkapan dari GBPP dan SAP
sebagai salah satu persyaratan dalam proses pembelajaran diklat.
Sesuai dengan tujuan pembelajaran umum, maka setelah mengikuti diklat, peserta
diharapkan mampu memahami berbagai hal berkaitan dengan sistem penyelenggaraan
pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia di mana para CPNS/PNS berkiprah
sebagai unsur aparatur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat, yang notabene adalah
sebagai perencana, pelaksana, sekaligus pengawas dan pengendali penyelenggaraan
pemerintahan dan pelaksanaan pemba-ngunan. Karenanya kiprah mereka diharapkan akan
berhasil dengan gemilang dalam rangka mewujudkan tujuan nasional, yaitu masyarakat adil
dan makmur berdasarkan Pancasila.
Semoga kiranya upaya ini ada manfaatnya.

Cianjur, Pebruari 2008.
Penulis




i


DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
BAB I. SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA ........ 1
A. Pendahuluan .......................................................................................... 1
B. Deskripsi Singkat ................................................................................... 1
C. Tujuan Pembelajaran .............................................................................. 1
D. Pengertian Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara .................... 2
E. Asas-asas Sistem Pemerintahan Negara ................................................. 2

BAB II. PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BAIK DAN BEBAS DARI
KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME ................................................ 3
A. Pemerintahan yang Baik ......................................................................... 3
B. Tiga Domein Governance ....................................................................... 3
C. Ciri Kepemerintahan yang Baik .............................................................. 4
D. Asas-asas Umum Penyelenggaraan Negara ............................................ 4
E. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .............................................. 5
F. Perencanaan Strategik .............................................................................. 6
G. Pengukuran Kinerja ................................................................................. 7
H. Evaluasi Kinerja ...................................................................................... 7
I. Pelaporan .................................................................................................. 7
J. Peradilan Tata Usaha Negara ................................................................... 8

BAB III. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ......................................... 9
A. Maksud .................................................................................................... 9
B. Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan .......................................... 9
C. Tatacara Pengajuan RUU dari Pemerintah, dan RPP serta
Teknik Penyusunannya ........................................................................... 10

BAB IV. URUSAN PEMERINTAHAN .................................................................... 12
A. Pengertian ................................................................................................ 12
B. Pembagian Urusan Pemerintahan ............................................................ 12
C. Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan .................................................. 15
D. Pembinaan Urusan Pemerintahan ............................................................ 16

BAB V. LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAH ................................................. 17
A. Fungsi-fungsi Penyelenggara Pemerintahan ........................................... 17
B. Lembaga Penyelenggara Pemerintahan ................................................... 21

BAB VI. HUBUNGAN PRESIDEN DENGAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGA-
RA LAINNYA DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN PEME-
RINTAHAN NEGARA ............................................................................... 37
A. Lembaga-lembaga Negara ...................................................................... 37

ii

B. Penjelasan tentang Lembaga-lembaga Negara ...................................... 38
C. Hubungan Presiden dengan Lembaga-lembaga Negara ......................... 46

BAB VII. PROSES MANAJEMEN PEMERINTAHAN ......................................... 50
A. Perencanaan ........................................................................................... 50
B. Beberapa Pengertian .............................................................................. 50
C. Proses Perencanaan Pembangunan ........................................................ 52
D. Pengorganisasian ................................................................................... 54
E. Pelaksanaan ............................................................................................ 56
F. Pengawasan ............................................................................................ 57

DAFTAR KEPUSTAKAAN ...................................................................................... 62
























iii

BAB I
SISTEM PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN NEGARA

A. Pendahuluan
Kedudukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur aparatur negara, abdi negara, dan
abdi masyarakat yang berperan dalam proses perencanaan, pelak-sanaan, dan
pengawasan/pengendalian penyelenggaraan pemerintahan, pelak-sanaan pembangunan,
dan pembinaan kemasyarakatan, tentu harus memiliki pengetahuan mengenai sistem
penyelenggaraan pemerintahan negara dan budaya organisasinya agar mampu
melaksanakan tugas dan perannya itu.

B. Deskripsi Singkat
Mata diklat ini membahas pengertian tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan
negara RI, asas-asas pemerintahan (tujuh kunci pokok), asas-asas umum penyelenggaraan
negara yang bersih dari KKN, lembaga-lembaga pemerintah, serta hubungan Presiden
dengan lembaga-lembaga negara dalam rangka penyelenggaraan negara dan proses
manajemen pemerintahan.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar :
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu memahami hal ihwal
tentang penyelenggaraan pemerintahan negara RI.
2. Indikator Keberhasilan :
Setelah selesai pembelajaran ini peserta diharapkan dapat :
a. Menjelaskan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara RI;
b. Menjelaskan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN;
c. Menjelaskan tata urut peraturan perundang-undangan, rancangan per-aturan
perundang-undangan serta teknik penyusunannya;
d. Menjelaskan lembaga-lembaga penyelenggara pemerintahan;
e. Menjelaskan hubungan Presiden (eksekutif) dengan lembaga-lembaga negara
lainnya (legislatif dan yudikatif).
D. Pengertian Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

1. Sistem pemerintahan negara RI adalah uraian tentang mekanisme pemerin-tahan
negara yang dijalankan oleh Presiden sebagai pemegang kekuasaan menurut Undang-
undang Dasar 1945 {Ps. 4 Ayat (1)}.
2. Jadi sistem bekerjanya pemerintah sebagai fungsi yang ada pada Presiden (eksekutif).
Di sini tidak dibicarakan sistem penyelenggaraan negara oleh lembaga-lembaga
negara lain (legislatif dan yudikatif) secara keseluruhan.
3. Disinggungnya fungsi lembaga-lembaga negara lain (MPR, DPR, DPD, BPK, MA,
MK, KY) adalah untuk memberi keterangan yang lebih jelas tentang fungsi-fungsi
Presiden selaku pemegang kekuasaan pemerintahan negara.

E. Asas-asas Sistem Pemerintahan Negara
Sistem pemerintahan negara tercantum dalam Penjelasan UUD 1945 sebagai “Tujuh
Kunci Pokok” dan setelah mengalami perubahan (amandemen) empat kali, tercantum
juga dalam batang tubuh UUD 1945. Sistem dimaksud adalah :
1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum {Ps.1 Ayat (3)}.
2. Sistem konstitusional {Ps. 4 Ayat (11)}.
3. Kekuasaan negara tertinggi di tangan rakyat {Ps. 1 Ayat(2)}.
4. Presiden ialah pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan negara {Ps. 4 Ayat (1)}.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR.
6. Menteri negara ialah pembantu Presiden.
7. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas (Ps. 7, 7A).







BAB II
PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BAIK DAN BEBAS
DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME


A. Pemerintahan yang Baik
1. Ide Negara :

a. Negara Kesejahteraan (Welfare State);
b. Negara Kepolisian (Police State);
c. Negara Administratif (Administrative State).
2. Istilah “Governance” ada tiga terjemahan :
a. Kepemerintahan;
b. Pengelolaan;
c. Penyelenggaraan.
3. Pengertian Pemerintahan atau Kepemerintahan yang Baik (Governance) :
a. Merupakan paradigma baru dalam administrasi negara, sebagai peng-ganti istilah
surrogate” atau “companion.
b. ESCAP : Proses pengambilan keputusan dan proses dilaksanakan atau tidak
dilaksanakannya keputusan. (The process of decision making and the process by
which the decision are implemented or not implemen-ted). Menurut ESCAP
istilah governance dapat dipergunakan dalam beberapa konteks seperti “corporate
governance,” “international governance,” “national governance,” atau “local
governance.”
c. David Osborne & Ted Gaebler (1992 : 24) : Proses di mana kita memecahkan
masalah kita bersama dan memenuhi kebutuhan masyarakat. (The process in
which we solve our problem collectivity and meet the society needs);
d. Meuthia Gani & Rahman : Pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang
melibatkan negara dan sektor non pemerintah dalam suatu usaha kolektif.

B. Tiga Domein Governance
1. Pemerintah.
2. Swasta (dunia usaha).
3. Masyarakat.

C. Ciri Kepemerintahan yang Baik (Good Governance)
Menurut UNDP (1999) ciri-ciri kepemerintahan yang baik adalah :
1. Partisipasi masyarakat (warga negara).
2. Aturan hukum (rule of law).
3. Transparansi.
4. Ketanggapan (responsiveness).
5. Orientasi pada konsensus.

6. Kesetaraan (equity).
7. Efektifitas dan efisiensi.

D. Asas-asas Umum Penyelenggaraan Negara
1. Asas Kepastian Hukum.
2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara.
3. Asas Kepentingan Umum.
4. Asas Keterbukaan.
5. Asas Proporsionalitas.
6. Asas Profesionalitas.
7. Asas Akuntabilitas. (UU No. 28 Tahun1999 jo. Tap. MPR No. XI/ MPR/1998).
Untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN, dengan Kepres
No. 27 Tahun 1999 dibentuk Komisi Pemeriksaan Kekayaan Penyelenggara Negara
(KPKPN) dan Setjen KPKPN. Ada 4 (empat) Sub Komisi :
1. Sub Komisi Eksekutif.
2. Sub Komisi Legislatif.
3. Sub Komisi Yudikatif.
4. Sub Komisi BUMN/BUMD.
Tugas wewenang KPKPN :
1. Melakukan pemantauan dan klarifikasi atas harta kekayaan penyelenggara negara.
2. Meneliti laporan atau pengaduan masyarakat, LSM, atau instansi peme-rintah tentang
dugaanadanya KKN dari penyelenggara negara.
3. Melakukan penyelidikan atas inisiatif sendiri mengenai harta kekayaan penyelenggara
negara berdasarkan petunjuk adanya KKN terhadap penye-lenggara bersangkutan.
4. Mencari dan memperoleh bukti-bukti, menghadirkan saksi-saksi untuk penyelidikan
penyelenggara negara yang diduga melakukan KKN, atau meminta dokumen-
dokumen dari pihak-pihak yang terkait dari penyeli-dikan harta kekayaan
penyelenggara negara bersangkutan.
5. Jika dianggap perlu, selain meminta bukti kepemilikan sebagian atau seluruh harta
kekayaan penyelenggara negara yang diduga diperoleh dari KKN selama menjabat,
juga meminta pejabat berwenang membuktikan dugaan tersebut sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sekretariat Jenderal Komisi bertugas membantu di bidang pelayanan adminis-trasi untuk
kelancaran pelaksanaan tugas komisi pemeriksa.


E. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) berdasarkan Instruksi Presiden No. 7
Tahun 1999 adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk
mempertanggung jawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksa-naan misi organisasi dalam
mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertang-gung jawaban
secara periodik.
1. Pengertian Akuntabilitas :
Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban, atau
menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/ pimpinan
suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenang-an untuk
meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Dalam hal ini semua instansi
pemerintah di pusat dan daerah sesuai dengan tupoksinya masing-masing harus
memahami lingkup akunta-bilitasnya.

2. Prinsip-prinsip Akuntabilitas :
a. Harus ada komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi untuk melakukan
pengelolaan pelaksanaan misi agar akuntabel;
b. Harus merupakan suatu sistem yang dapat menjamin penggunaan sumber-
sumber daya secara konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
c. Harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan;
d. Harus berorientasi pasa pencapaian visi dan misi serta hasil dan mafaat yang
diperoleh;
e. Harus jujur, obyektif, transparan, dan inovatif sebagai katalisator perubahan
manajemen instansi pemerintah dalam bentuk pemutakhiran metode serta teknik
pengukuran kinerja dan penyusunan laporan akuntabilitas (LAKIP).

F. Perencanaan Strategik
Perencanaan strategik memerlukan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dengan
sumber-sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan
strategis, nasional, dan global. Analisis terhadap lingkungan organisasi baik internal
maupun eksternal merupakan langkah penting dalam memperhitungkan kekuatan

(strengths), kelemahan (weak-nesses), peluang (opportunities), dan tantangan/kendala
(threats) yang ada. Perencanaan strategis yang disusun harus mencakup :
1. Pernyataan visi, misi, strategi, dan faktor-faktor keberhasilan organisasi.
2. Rumusan tujuan, sasaran dan uraian aktivitas organisasi.
3. Uraian cara mencapai tujuan dan sasaran.
Dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, instansi pemerintah diharapkan dapat
menyelaraskan dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi. Perencanaan
strategis, pengukuran kinerja, dan evaluasinya merupakan rangkaian sistem akuntabilitas
kinerja yang penting.


G. Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja mempunyai makna ganda, yaitu pengukuran kinerja sendiri, dan
evaluasi kinerja. Pengukuran kinerja merupakan jembatan antara perencanaan strategis
dengan akuntabilitas. Dalam pengukuran kinerja perlu adanya :
1. Penetapan Indikator Kinerja untuk proses identifikasi dan klasifikasi indikator kinerja
melalui sistem pengumpulan dan pengolahan data/ informasi untuk menentukan
capaian tingkat kinerja kegiatan/program.
2. Penetapan Capaian Kinerja untuk mengetahui dan menilai capaian indikator kinerja
pelaksanaan kegiatan/program dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh instansi
pemerintah.

H. Evaluasi Kinerja
Dimulai dengan menghitung nilai capaian dari pelaksanaan per kegiatan, kemudian
dilanjutkan dengan menghitung capaian kinerja dari pelaksanaan program yang
didasarkan pembobotan dari setiap kegiatan yang ada dalam suatu program.

I. Pelaporan
LAKIP harus disampaikan oleh instansi baik dari Pemerintah Pusat, Pemda Provinsi,
maupun Pemda Kabupaten/Kota. Laporan harus disusun secara jujur, obyektif, dan
transparan. Perlu memperhatikan prinsip-prinsip :
1. Pertanggungjawaban
harus jelas hal-hal yang dikelola/dikendalikan yang tidak
oleh pihak yang melaporkan.

Download
SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL)

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL) to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL) as:

From:

To:

Share SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL).

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share SISTEM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (FULL) as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading