This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Health & Fitness

STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ...

3.00 (2 votes)
Document Description
The research has a starting point from assumption that compose accurate social marketing strategy is being needed to overcome social health and environmental problems in the sleim settlement area in Jakarta. The strategy should consider the condition of target area, target adopters and some factors that influence in the community participation to some social products. The research was done in three sleims area, (i) narrow street, (ii) flood plain river and along the railway track. The research was designed as descriptive research correlation which is analyzed by multiple regression and distribution frequency table. The result of the research is being used as material for compilling social marketing strategy. The component strategy consist of consideration of marketing mix and communication elements
File Details
  • Added: October, 22nd 2010
  • Reads: 1373
  • Downloads: 63
  • File size: 60.20kb
  • Pages: 6
  • Tags: social marketing, communication, slum area
  • content preview
Submitter
  • Name: rioko
Embed Code:

Add New Comment




Related Documents

MENGATASI MASALAH SOSIAL DI KALANGAN REMAJA BELIA ISLAM

by: fusao, 9 pages

Muqaddimah Sejak akhir-akhir ini masalah sosial dan keruntuhan akhlak umat Islam, terutama golongan remaja dan belia di rantau ini semakin jelas dan parah sehingga ia sampai ke tahap yang ...

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS [KLHS] SEBAGAI KERANGKA BERFIKIR ...

by: marco, 8 pages

Kebijakan nasional penataan ruang secara formal ditetapkan bersamaan dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang [UU 24/1992], yang kemudian diperbaharui dengan ...

KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

by: sebestyen, 24 pages

Kerusakan lingkungan hidup terjadi karena adanya tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung sifat fisik dan/atau hayati sehingga lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam ...

HERBAL PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN MENGATASI ASAM LAMBUNG DAN SAKIT MAAG.

by: abrahamhandoyo, 3 pages

HERBAL PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN MENGATASI ASAM LAMBUNG DAN SAKIT MAAG. Konsultasi dan Pemesanan hub: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 JAKARTA. http://pengobatanmaag-asamlambung.blogspot ...

KECENDERUNGAN MASALAH GIZI DAN TANTANGAN DI MASA DATANG

by: nayu, 16 pages

Tantangan utama dalam pembangunan suatu bangsa adalah membangun sumber daya manusia yang bekualitas yang sehat, cerdas, dan produktif. Pencapaian pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks ...

Jurnal Infrastruktur dan Lingkungan Binaan

by: monkey, 1 pages

Keputusan strategis investasi modal pada proyek infrastruktur menjadi sangat krusial dan membutuhkan suatu analisis dan pertimbangan yang mendalam. Hal ini terkait dengan karakteristik proyek ...

PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN ENVIRONMENTAL ...

by: elle, 36 pages

Hubungan antara pelestarian lingkungan hidup dan penanggulangan kemiskinan sudah cukup lama menjadi bahan perdebatan, terutama di kalangan penyusun kebijakan. Di Indonesia, topik ini menjadi hangat ...

Kerusakan Lingkungan Oleh Limbah Industri Adalah Masalah Itikad

by: simone, 10 pages

Pengalaman beberapa negara berkembang khususnya negara-negara latin yang gandrung memakai teknologi dalam industri yang ditransfer dari negara-negara maju (core industry) untuk pembangunan ekonominya ...

CARA EFEKTIF MENGECILKAN PERUT, CARA MENGECILKAN PINGGANG DENGAN HERBALIFE. Informasi dan pemesanan Hubungi REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 Jakarta. http://makanankesehatananda.blogspot.com,

by: abrahamhandoyo, 1 pages

CARA EFEKTIF MENGECILKAN PERUT, CARA MENGECILKAN PINGGANG DENGAN HERBALIFE. Informasi dan pemesanan Hubungi REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325 Jakarta. http://makanankesehatananda.blogspot.com, ...

SMERU NEWS The SMERU Research Institute/Lembaga Penelitian SMERU

by: william, 52 pages

Mansour Fakih dari INSIST memberikan pemikirannya mengenai posisi dan peranan LSM di era reformasi dan tantangan yang akan dihadapi LSM bila ingin tetap menjadi bagian dan pemain kunci dalam proses ...

Content Preview
MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN
HIDUP DI PEMUKIMAN KUMUH LEWAT PROGRAM PEMASARAN SOSIAL

Wahyuni Pudjiastuti

Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok, 16424


Abstrak

Penelitian ini bertitik tolak dari asumsi bahwa penyusunan strategi pemasaran sosial yang cermat sangat diperlukan
untuk mengatasi berbagai masalah sosial kesehatan dan lingkungan hidup yang berkembang di pemukiman kumuh di
DKI Jakarta. Strategi harus mempertimbangkan kondisi wilayah sasaran, target adopters serta faktor-faktor yang
berpengaruh pada partisipasi masyarakat akan berbagai produk sosial. Penelitian dilaksanakan di tiga kategori wilayah
kumuh, yaitu gang sempit, bantaran sungai dan tepian rel kereta api. Penelitian didesain sebagai penelitian deskriptif
korelational yang analisisnya menggunakan regresi berganda dan tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian yang
diperoleh kemudian dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun strategi pemasaran sosial. Komponen
strateginya terdiri dari tinjauan marketing mix dan unsur-unsur komunikasi.


Abstract

The research has a starting point from assumption that compose accurate social marketing strategy is being needed to
overcome social health and environmental problems in the sleim settlement area in Jakarta. The strategy should
consider the condition of target area, target adopters and some factors that influence in the community participation to
some social products. The research was done in three sleims area, (i) narrow street, (ii) flood plain river and along the
railway track. The research was designed as descriptive research correlation which is analyzed by multiple regression
and distribution frequency table. The result of the research is being used as material for compilling social marketing
strategy. The component strategy consist of consideration of marketing mix and communication elements.

Keywords : Social Marketing, Communication



1. Pendahuluan
tepatnya strategi yang digunakan. Strategi harusnya

disusun sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik
sasaran serta mempertimbangkan berbagai faktor yang
Kesehatan penduduk merupakan salah satu indikator
berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasinya.
tingkat kesejahteraan masyarakat yang antara lain

dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidup.
Mengacu pada permasalahan di atas maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui (a). karakteristik
Karakteristik lingkungan kumuh sebagai daerah
khalayak; (b). aktivitas komunikasinya, (c). tingkat
penelitian ini ditandai oleh kepadatan penduduk tinggi,
pengetahuannya tentang produk sosial, (d). tingkat
kerapatan bangunan tinggi, drainasi sempit dan dangkal,
pelayanan aparat terkait; (e) tingkat partisipasi pada
tata letak bangunan tidak teratur, sanitasi rumah buruk,
produk sosial serta (f) mengetahui faktor-faktor yang
konstruksi bangunan tidak teratur, jalan sempit dan
berpengaruh nyata pada partisipasi khalayak terhadap
sanitasi lingkungan buruk. Akibatnya khalayak yang
produk sosial.
bermukim di wilayah dengan lingkungan hidup seperti

ini menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit.
Penemuan di atas selanjutnya digunakan sebagai bahan

pertimbangan guna menyusun strategi pemasaran sosial
Kampanye sosial penanganan kesehatan dan
untuk mengatasi masalah kesehatan serta lingkungan
lingkungan hidup yang dilaksanakan selama ini
hidup di pemukiman kumuh di DKI Jakarta.
belum menunjukkan hasil yang nyata. Permasalahannya
antara lain kurangnya partisipasi khalayak karena tidak
76


MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
77
2. Metode Penelitian
Populasi penelitian adalah khalayak di wilayah kumuh

di DKI Jakarta, yaitu di gang sempit, tepi rel kereta api
dan bantaran sungai.
Pemasaran sosial merupakan suatu upaya atau strategi

untuk mengubah sikap dan perilaku khalayak dalam
Sampel dipilih secara perposif pada 3 wilayah yang
rangka mengatasi berbagai masalah sosial seperti
masing-masing mewakili gang sempit (Kelurahan
pergaulan bebas, kekurangan gizi, kesehatan maupun
Galur), tepi sungai dan rel kereta api (Kelurahan
lingkungan hidup.
Manggarai). Kemudian dipilih masing-masing satu RW,

dan setiap RW diambil secara accidental 10 kepala
Alan R. Andersen mengatakan “Social marketing is the
keluarga, 10 ibu rumah tangga dan 10 remaja, sehingga
application of commercial marketing technologies to the
jumlah sampel seluruhnya 90 responden.
analysis, planning, execution and evaluation of

programs designed to influence the voluntary behavior
Desain penelitiannya deskriptif korelational yang
of target audiences in order to improve their personal
pelaksanaannya dengan survei dan FGD. Instrumen
welfare and that of their society” (Andreasen, 1995: 7).
pengumpulan data berupa kuesioner yang pengukuran

variabelnya menggunakan skala nisbah. Variabel
Proses manajemen Pemasaran Sosial meliputi analisa
partisipasi, pengetahuan dan peranan aparat diukur
lingkungan pemasaran sosial, meneliti dan menganalisa
dengan cara skoring. Untuk mengetahui faktor-faktor
target sasaran, merancang strategi, perencanaan
yang berpengaruh nyata pada partisipasi digunakan
program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi (Kotler
analisis “Regresi Berganda”.
et. all., 1989: 28-38). Penahapan manajemen pada

penelitian ini hanya sampai tahap penyusunan strategi.
Secara rinci variabel-variabel yang diamati adalah

partisipasi khalayak terhadap produk sosial (Y), umur
Partisipasi khalayak terhadap produk sosial akan tinggi
(X1), pendidikan (X2), belanja keluarga per bulan (X3),
apabila produk tersebut memang mereka inginkan dan
jumlah tanggungan keluarga (X4), luas tempat tinggal
dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah sosial
(X5), lama tinggal di lokasi (X6), jarak tempat tinggal
kesehatan dan lingkungan hidup yang mereka hadapi.
ke kelurahan (X7), status rumah (X8), aktivitas
Selain itu ada berbagai faktor yang akan berpengaruh
komunikasi (X9), pengetahuan terhadap produk sosial
pula terhadap partisipasi mereka, yaitu karakteristik
(X10), peranan aparat (X11), lokasi tempat tinggal
sosial ekonomi, aktivitas komunikasi, peranan aparat
(X12) dan jenis kelompok (X13). Variabel-variabel ini
terkait dan tingkat pengetahuannya terhadap produk
kemudian dianalisa faktor-faktor mana yang
sosial (Wahyuni, 2002: 37). Gambaran variabel
berpengaruh nyata terhadap partisipasi. Selanjutnya
konseptualnya sebagai berikut:
digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam

menyusun strategi pemasaran sosial. Komponennya

meliputi Marketing Mix (product, price, place dan



Permintaan
promotion) dan sistem komunikasinya (Komunikator,

Produk Sosial
Pesan, Saluran, Komunikan).


-Karakteristik

3. Analisis dan Intepretasi Data
-Aktivitas
-Kom
unikasi
Karak


-Tingka
t Pengetahuan
Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat digambarkan




secara singkat bahwa karakteristik responden kepala
keluarga sebagian besar berumur 40 < 50 tahun (40 %),

Strategi Pemasaran
ibu rumah tangga 30 < 40 tahun (43,33 %) dan remaja



Sosial
10 < 20 tahun (86,67 %) dengan pendidikan formal SD



(kepala keluarga dan ibu rumah tangga) dan SLA



(remaja). Rata-rata jumlah tanggungan keluarga 4-7
PARTISIPASI

orang dengan belanja rata-rata Rp. 374.400,-/bulan.
Ukuran rumah tinggal rata-rata 22,87 meter persegi.


Hipotesa: diduga bahwa partisipasi khalayak terhadap
Aktivitas komunikasi responden cukup tinggi, terbanyak
produk sosial kesehatan dan lingkungan hidup di
dilakukan pada media televisi pada sore atau malam
pemukiman kumuh dipengaruhi oleh karakteristik,
hari. Acara favoritnya berkisar pada sinetron/telenovela
aktivitas komunikasi dan pengetahuan mereka terhadap
(responden wanita) dan berita, sinetron laga, film dan
produk sosial.
olah raga (responden pria).




78
MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
Partisipasi responden pada produk sosial sangat rendah,
pendidikan yang lebih tinggi memungkinkan mereka
rata-rata dengan skor 30<40 dari skor maksimum
untuk dapat memanfaatkan media yang memerlukan
sebesar 190. Hal ini disebabkan karena pengetahuan
kepandaian membaca, sehingga semakin tinggi
responden akan produk sosial yang juga rendah, rata-
pendidikan semakin tinggi pula partisipasinya.
rata dengan skor 13,11 (skor maksimum 38) serta

rendahnya peranan aparat terkait, rata-rata dengan skor
Pada tabel menunjukkan bahwa koefisien regresi
10<15 (skor maksimum 70).
belanja keluarga per bulan menunjukkan angka negatif.

Hal ini dapat dipahami karena pendidikan mereka
Faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada partisipasi
rendah sehingga hanya mampu mengandalkan kekuatan
responden akan produk sosial adalah Pendidikan formal
fisik untuk bekerja dan dengan tingkat pendapatan yang
(X2), Belanja keluarga/bulan (X3), Lama tinggal di
rendah pula. Kondisi demikian akan menghambat
lokasi (X6), Aktivitas komunikasi (X9), Pengetahuan
kemampuannya dalam berpartisipasi. Pendapatan,
akan produk sosial (X10) dan Lokasi tempat tinggal
waktu dan tenaganya sudah habis dipakai untuk
(X12). Hal ini dapat diamati pada tabel 1 berikut ini
memenuhi kebutuhan keluarganya yang relatif banyak.

Karenanya semakin besar jumlah pengeluaran per bulan
Tabel 1. Koefisien Regresi X1, X2, ……X13
semakin rendah partisipasinya.


Variabel Koefisien Nilai T
Keterangan
Lama responden tinggal di lokasi, koefisien regresinya
Regresi
(Df = 76)
negatif artinya mereka yang lama tinggal di wilayah
X1 -0,02
-0,214
kumuh semakin rendah partisipasinya. Hal ini
X2
1,48 3,727 *
menunjukkan bahwa mereka apatis terhadap produk
X3 -0,009
-1,919 *
sosial yang ditawarkan. Mestinya semakin lama
seseorang terlibat dalam masalah atau kegiatan yang ada
X4
0,46 1,140

dilingkungannya semakin paham akan keadaan serta
X5

0,014 0,273

kondisi lingkungannya dan semakin paham bagaimana
X6 -0,23
-2,299 *
bisa berpartisipasi.
X7 -0,30
-0,099

X8 -1,38
-0,702
Koefisien regresi aktivitas komunikasi juga
X9 -0,60
-2,425 *
menunjukkan angka negatif. Hal ini dapat diperkirakan
X10 2,19 13,441 *
bahwa pengetahuan yang diperoleh lewat aktivitas
X11 0,11 0,912

komunikasi tidak menggugah partisipasi mereka,
X12 4,18 1,778 *
sehingga strategi pemasarannya memang harus
X13 3,18 1,304

disempurnakan.
Ket : *) Nyata pada taraf nyata 10% (1,649)

Konstante : 0,056 R2 : 85%
Adanya pengetahuan yang cukup tentang produk sosial
Durbin Watson Test
: 1,97
menyebabkan seseorang mempunyai sikap positif.
Kolinieritas berganda
: tidak ada
Selanjutnya sikap yang positif akan mempengaruhi niat

mereka untuk berpartisipasi. Dengan kata lain untuk
Tingkat pendidikan responden relatif rendah tetapi ini
berpartisipasi seseorang harus mengetahui dan memahami
merupakan salah satu bekal terhadap tanggapannya
benar bagaimana memanfaatkan produk sosial.
mengenai produk sosial serta tingkat kemampuannya
dalam menghadapi masalah. Disamping itu tingkat

Tabel 2. Distribusi Permintaan Produk Sosial Kesehatan

Kelompok Sasaran
Bantaran Sungai
Gang Sempit
Tepian Rel KA
Kepala Keluarga
- Narkoba
- Narkoba & HIV
- Narkoba
- Periksa Mata dan Gigi Gratis
- Peningkatan Pelayanan Kesehatan
- Periksa Mata dan Gigi Gratis
- Demam Berdarah
- Kebersihan Individu
- Pengobatan Gratis
Ibu Rumah Tangga
- Periksa Mata &Gigi
- Pemeriksaan Gratis
- Periksa Mata, Gigi
- Posyandu Dekat
- Demam Berdarah
- Pengobatan Gratis
- Penyuluhan Kesehatan
- Batuk, Thypus
- Posyandu Dekat
- Penyuluhan Gizi
- Demam Berdarah
- Anak Sehat
Remaja -
Narkoba
- Narkoba
- Narkoba
- Periksa Gratis
- Kulit
- Pengobatan Gratis
- Pemberantasan
- Demam Berdarah
- Demam Berdarah
Nyamuk
- Air Bersih
- HIV
Sumber : Analisis Data Primer


MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
79
Tabel 3. Distribusi Permintaan Produk Sosial Lingkungan Hidup

Kelompok Sasaran
Bantaran Sungai
Gang sempit
Tepian Rel KA
Kepala Keluarga
- Kebersihan lingkungan
- Pengaturan warga pendatang
- Program air bersih
- Perhatian pada generasi muda
- Disiplin lingkungan
- MCK umum
Ibu Rumah Tangga
- Penambahan Toilet & MCK
- Penanganan sampah
- MCK dan toilet
- Penanganan sampah
- Kebersihan lingkungan
- Perbaikan selokan
- Sampah
Remaja
- MCK ditambah
- Kebersihan lingkungan
- Penanganan sampah
- Prokasih
- Penanganan sampah
- Penghijauan
- Penanganan sampah
- Limbah RT
- Tawuran remaja
- Air bersih
Sumber : Analisis Data Primer

Karenanya langkah pertama yang harus dilakukan
diharapkan. Selain itu masalah sampah, kebersihan
adalah meningkatkan pengetahuan kemudian mengubah
lingkungan, air bersih dan penanganan limbah tetap
sikap dan perilakunya.
merupakan kendala yang harus dipecahkan.


Mengetahui keadaan umum sasaran pemasaran sosial
Place, rata-rata tingkat pendapatan masyarakat di
dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
wilayah kumuh sangat rendah sementara jumlah
Partisipasinya saja belum menjamin strategi yang
tanggungan keluarganya cukup banyak. Untuk
disusun mampu mempengaruhi khalayak. Karena itu
memenuhi kebutuhan sehari-harinya mereka harus
perlu dilakukan identifikasi terhadap permintaan sasaran
bekerja keras, itupun kadang-kadang tidak cukup untuk
agar produk sosial yang dipasarkan sesuai dengan
memenuhi kebutuhan makan empat sehat, apalagi lima
permintaan dan kemudian mampu memenuhi harapan
sempurna. Kondisi demikian tentu saja membuat
dan keinginannya. Pada tabel 2 dan 3 ditunjukkan
mereka rentan terhadap penyakit. Apalagi kondisi
bagaimana penyebaran permintaan produk sosial
perumahan dan lingkungan yang kumuh mudah
kesehatan dan lingkungan hidup tiga kelompok sasaran
mempercepat berkembangnya bibit penyakit. Oleh
(bantaran sungai, gang sempit dan tepian rel kereta api)
karena itu pemasaran produk sosial kesehatan dan
berdasar hasil survei dan FGD.
lingkungan hidup ini perlu difokuskan pada masyarakat

yang bermukim di wilayah kumuh.
Semakin suatu pemasaran sosial mendekati strategi

pemasaran komersial maka akan semakin sukses
Price, sasaran yang tinggal di wilayah kumuh,
mencapai tujuannya. Karena itu tinjauan marketing mix
umumnya tingkat pendapatannya rendah dengan
(product, price, place, promotion) menjadi bagian
tanggungan keluarga tinggi. Karenanya penambahan
yang sangat penting dalam menyusun suatu strategi
beban biaya (materiil) yang harus mereka keluarkan
pemasaran, sehingga strategi pemasaran sosial
untuk menyerap program sosial akan sangat
kesehatan dan lingkungan hidup di pemukiman kumuh
memberatkan. Sebaiknya untuk melaksanakan produk
ini juga akan ditinjau dari marketing mix
sosial di atas diberikan bantuan secara gratis.


Product, produk sosial yang perlu segera disampaikan
Promotion, kalau ingin meningkatkan pengetahuan,
kepada sasaran untuk mengatasi masalah sosial di
pemahaman atau kesadaran sasaran, maka penggunaan
bidang kesehatan untuk kepala keluarga adalah bahaya
media massa dipandang paling efektif. Tetapi untuk
narkoba, perbaikan pelayanan kesehatan dan
lebih meyakinkan sasaran maka penggunaan
pemeriksaan (umum, mata dan gigi) gratis. Ibu rumah
komunikasi interpersonal akan lebih efektif. Sementara
tangga memerlukan informasi tentang pengobatan
penggunaan kedua media ini merupakan cara terbaik
gratis, demam berdarah dan anak sehat. Sedangkan
untuk mengubah sikap dan perilaku sasaran. Karenanya
remaja membutuhkan produk sosial narkoba, HIV dan
media yang dipilih untuk menyampaikan pesan produk
demam berdarah.
sosial kesehatan dan lingkungan hidup yang akan

dipasarkan kepada masyarakat di wilayah kumuh adalah
Produk sosial lingkungan hidup yang dibutuhkan


media massa dan media interpersonal.
sangat diharapkan. Selain itu masalah sampah,

kebersihan lingkungan, air bersih dan penanganan
Agar pesan yang disampaikan dapat dengan mudah
limbah tetap merupakan kendala yang harus
diterima oleh khalayak sasaran maka pemilihan media
dipecahkan dan perlu disampaikan segera kepada
perlu dilakukan secara cermat dan teliti. Nampaknya
sasaran adalah masalah ketersediaan WC. Keterbatasan
media massa yang paling tepat digunakan untuk
lahan yang dimiliki tidak memungkinkan mereka untuk
menyampaikan pesan adalah media televisi dan
membuat tempat MCK sendiri sehingga keberadaan
folder/leaflet. Disamping itu pesan yang disampaikan
MCK umum yang memenuhi syarat sangat
perlu direncanakan dan dikembangkan secara baik.


80
MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
Pesan disusun sedemikian rupa agar terlihat praktis,
lewat televisi dari pada yang tidak sama sekali.
efektif tetapi berbobot, sehingga sasaran tertarik untuk

pengetahui lebih jauh pesan yang disampaikan.
Folder merupakan salah satu media cetak yang
Petunjuk langkah-langkah yang diberikan jelas dan
menyajikan pesannya melalui tulisan, dan terdiri dari
menggunakan bahasa sederhana yang digunakan sehari-
sebuah lembaran kertas yang dilipat sesuai dengan
hari oleh sasaran.
keinginan dari pembuatnya.


Memanfaatkan media massa perlu mempertimbangkan
Ada beberapa keunggulan yang dimiliki folder. Bila
berbagai unsur, yaitu proses komunikasi, keputusan
dibandingkan dengan booklet, folder lebih murah
komunikasi, media komunikasi, waktu komunikasi dan
karena tidak memerlukan biaya untuk penjilidan, tetapi
evaluasi (Kotler, 1989: 193)
cukup dilipat saja. Selain itu kelebihan lain, diantaranya

dapat dibaca berulang-ulang, menarik, dan dapat
Proses Komunikasi, dengan mempertimbangkan
dirancang sesuai kehendak komunikator, pembuatannya
bahwa tingkat pemahaman responden terhadap produk-
sederhana, dapat dibawa kemana-mana dan sebagainya.
produk sosial yang akan dipasarkan sangat rendah maka

model hirarki efek komunikasi yang disarankan adalah
Waktu Komunikasi, setiap program acara televisi
The Learn – Feel – Do. Diharapkan sasaran akan
mempunyai segmen penonton yang berbeda-beda,
mempelajari terlebih dahulu tentang produk yang
karena itu agar iklan layanan masyarakat untuk
ditawarkan. Kemudian muncul kesadaran bahwa produk
memasarkan produk sosial dapat mencapai sasaran,
sosial tersebut sangat mereka butuhkan dan akhirnya
maka iklan harus ditayangkan pada program acara yang
akan memahami dengan baik isi pesan produk sosial
memungkinkan paling banyak ditonton sasaran.
yang disampaikan.


Kepala keluarga di lokasi penelitian ini lebih memilih
Keputusan Komunikasi, tujuan komunikasi adalah
berita, sinetron laga atau olah raga sebagai acara
mengubah tingkat pengetahuan dan pemahaman sasaran
favoritnya. Sementara remaja laki-laki lebih memilih
akan berbagai produk sosial kesehatan dan lingkungan
olah raga, musik atau berita. Sedangkan ibu rumah
hidup yang ditawarkan untuk kemudian dapat
tangga dan remaja putri sebagai target adpoters dari
mengubah sikap dan perilakunya sesuai dengan tujuan
produk sosial ini umumnya menyukai acara-acara
pemasaran sosial yang diharapkan.
hiburan seperti telenovela dan sinetron. Sedangkan

waktu terdedah umumnya dilakukan pada pagi, sore dan
Dalam pengemasan pesan imbauan emosional lebih
malam hari. Sebaiknya iklan ditayangkan minimal
efektif dalam mengubah sikap, terutama imbauan yang
selama tiga bulan berturut-turut. Pesan akan diingat oleh
menekankan emosi-emosi negatif., seperti menakut-
sasaran dalam waktu lama jika ditayangkan berulang-
nakuti. Ada beberapa alasan yang dapat ditunjukkan,
ulang dan dalam jangka waktu yang lama.
antara lain karena kemampuannya menyentuh perasaan

dan emosi sasaran, sehingga lebih mudah diubah
Pada waktu yang bersamaan sasaran lebih ditingkatkan
sikapnya.
lagi pengetahuannya dengan menyebarkan folder atau

komunikasi interpersonal. Folder sebaiknya dibuat
Media Komunikasi, media televisi menjadi pilihan
dengan warna yang menarik, dengan bahasa yang
responden untuk mendapatkan program sosial dan
sederhana, dilengkapi dengan gambar, dengan jumlah
sebagian lagi memilih media cetak. Karenanya bisa
lipatan antara 1-2 buah (2 - 4 halaman) dan kalau perlu
menjadi pertimbangan untuk memilih kedua media
dilengkapi dengan langkah-langkah yang jelas dalam
tersebut. Nampaknya televisi dan folder dapat dipilih
melaksanakan produk sosial yang ditawarkan.
karena ada beberapa kelebihan yang dapat diandalkan

dari kedua media ini.
Evaluasi, program untuk tayangan televisi maupun

folder sebelum disebar luaskan kesasaran harus
Kekuatan Televisi (a). Efisiensi Biaya : Keunggulan
dirancang dan diuji coba keefektifannya. Materi
televisi adalah kemampuan menjangkau khalayak
dicobakan dulu pada sebagian kecil sasaran, kalau ada
sasaran yang sangat luas. Ia menjangkau khalayak
yang perlu disempurnakan harus segera dilakukan.
sasaran yang tidak dapat dijangkau oleh media lain.
Setelah diperbaiki dicoba lagi sampai mendapatkan
Jangkauan masal ini menimbulkan efisiensi biaya untuk
hasil yang maksimum. Setelah itu produk bisa
menjangkau setiap sasaran; (b). Dampak Kuat :
diproduksi dalam jumlah banyak untuk kemudian
Kemampuannya untuk menimbulkan dampak yang kuat
disampaikan kepada seluruh sasaran.
bagi konsumen dengan penekanan pada dua indra

sekaligus, yaitu penglihatan dan pendengaran; (c).
Komunikasi massa kurang mampu menunjukkan
Pengaruh Kuat : Kemampuannya yang kuat untuk
peranannya tanpa didukung oleh komunikasi tatap
mempengaruhi persepsi khalayak sasaran. Kebanyakan
muka/interpersonal. Media ini paling mampu
sasaran lebih percaya pada pesan yang disampaikan
meyakinkan sasaran, namun memerlukan banyak biaya,


MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002
81
waktu dan tenaga.
komunikasi, serta tingkat pengetahuan terhadap produk

sosial kesehatan dan lingkungan hidup. Langkah awal
Pada proses komunikasi tatap muka, kridibilitas
yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah
komunikator sangat diharapkan. Komponen kridibilitas
kesehatan dan lingkungan hidup di pemukiman kumuh
yang penting adalah keahlian, yaitu kesan yang dibentuk
adalah meningkatkan pengetahuan mereka akan
sasaran tentang kemampuan komunikator dalam
berbagai produk sosial kemudian mengubah sikap dan
kaitannya dengan topik yang dibicarakan. Komponen
perilakunya.
yang lain adalah kepercayaan, yaitu kesan komunikan

tentang komunikator berkaitan dengan wataknya
Masalah sosial yang krusial untuk segera diatasi adalah
(Jalaluddin, 1989: 295). Kedua komponen ini perlu
masalah narkoba, pelayanan kesehatan, sampah,
dimiliki oleh agen perubahan untuk mencapai dampak
kepadatan penduduk dan MCK, karenanya produk
yang positif.
sosial yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah

tersebut perlu segera dilakukan. Penggunaan media
Ketika komunikator berkomunikasi, yang berpengaruh
massa televisi dan folder merupakan media massa yang
bukan saja apa yang ia katakan, tetapi juga keadaannya.
paling tepat untuk khalayak sasaran dan dilengkapi
Orang cenderung untuk menyukai orang yang memiliki
dengan komunikasi interpersonal.
daya tarik fisik dan banyak kesamaan dengannya

(Jalaluddin, 1989: 296). Karenanya kemampuan atraksi
Agar strategi yang disusun ini aplicable pada khalayak
fisik dan empati komunikator sangat dituntut disini agar
sasaran maka perlu diujicobakan pada sekelompok kecil
daya persuasinya tinggi.
sasaran, disempurnakan dan selanjutnya dapat

diterapkan pada khalayak yang lebih luas.
Faktor lain yang berpengaruh pada efektivitas

komunikator adalah kekuasaan, yaitu kemampuan
Daftar Acuan
menimbulkan ketundukan. Karenanya memanfaatkan

tokoh masyarakat (opinion leaders) merupakan salah
Andreasen, Alan R. 1995. Marketing Social Change.
satu cara untuk menundukkan sasaran agar mau
Changing Behavior to Promote Healt, Social
menyerap produk sosial yang dipasarkan.
Development and The Inveromental. Jossey-Bass

Publishers. San Francisco.
Selain hal di atas, agen perubahan hendaknya

mempunyai kemampuan dalam mempresentasikan
Fine, Seymour. 1990. Social Marketing: Promoting The
pesan yang akan disampaikan. Pesan yang disampaikan
Cause of Public and Nonprofit Agencies, Allyn and
menggunakan dua bentuk sekaligus, yaitu berupa pesan
Bacon.
verbal dan non verbal.


I Gusti Ngurah Agung. 1988. Analisis Regresi Ganda
Pesan dalam komunikasi hendaknya disusun dengan
untuk Data Kependudukan. Ed. Ketiga. Pusat Penelitian
baik agar mudah diserap sasaran, dengan gaya dan
Kependudukan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
bahasa yang sederhana, tidak menggunakan bahasa

asing dan dikemas dengan menarik. Pesan dimulai dari
Kotler, Philip and Roberto, Eduardo. 1989. Social
gagasan utama, kemudian diperjelas dengan keterangan
Marketing: Strategies for changing public behavior.
penunjang, serta diberikan kesimpulan dan bukti.
The Free Press, New York.


Mengingat tingkat pendidikan responden hanya setara
Rakhmat, Jalaluddin. 1989. Psikologi Komunikasi.
SD atau SLTP yang berarti wawasannya kurang luas,
Remadja Karya. Ed 2. Bandung
maka sebaiknya penyampaian pesan lewat komunikasi

interpersonal dilakukan dengan materi yang tidak terlalu
The-Wei Hu. 1973. Econometrics: An Introductory
banyak. Pada kesempatan lain materi bisa ditambah
Analysis. University Prk. Press. Meryland. USA.
secara berangsur-angsur dan selalu diadakan

pengulangan pesan agar pesan benar-benar dapat
Wahyuni Pudjiastuti. 2002. “Faktor-Faktor yang
diserap sasaran.
Mempengaruhi Tindakan Petani Mengikuti Lomba

Intensifikasi Pertanian di Pasuruhan Jawa Timur,
4. Kesimpulan
Depok: PUSKA FISIP UI dan Departemen Pertanian.


Faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada partisipasi

khalayak di wilayah kumuh di DKI Jakarta adalah

pendidikan, lama tinggal di lokasi penelitian, aktivitas






Download
STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ...

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ... to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ... as:

From:

To:

Share STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ....

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share STRATEGI MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DI ... as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading