This is not the document you are looking for? Use the search form below to find more!

Report home > Others

Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif

0.00 (0 votes)
Document Description
Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif
File Details
  • Added: April, 25th 2011
  • Reads: 669
  • Downloads: 6
  • File size: 162.15kb
  • Tags: teori, pembangunan, analisis, alto, perencanaan, teoriteori pembangunan sebuah analisis komparatif, palo
  • content preview
Submitter
  • Name: lantos

We are unable to create an online viewer for this document. Please download the document instead.

Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif screenshot

Add New Comment




Related Documents

BUKU ANALISIS JALUR DENGAN LISREL UNTUK TESIS DAN DISERTASI

by: Dr Edi Riadi MPd, 3 pages

Buku ini menjelaskan teori dan aplikasi analisis jalur dengan memanfaatkan LISREL untuk tesis dan disertasi

Ketika Sebuah Jendela Menjadi Kunci Segala Mimpi

by: Mathilda Nadine Nadira Tangie, 84 pages

Sebuah Analisis Unsur Intrinsik Sastra dalam novel "Rumah Tanpa Jendela" karya Asma Nadia :)

Perjalanan Seorang Pribumi dalam Memperjuangkan Hak-Hak Bangsanya

by: teresatamara, 76 pages

Sebuah analisis latar, relevansi, dan pesan moral dari novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer

Teori Dasar Analisis Jalur

by: Dr Edi Riadi MPd, 6 pages

teori analisis data dengan lisrel

Teori dan riset

by: hasyim ali imran, 13 pages

membahas hubungan antara teori dan metode riset komunikasi

teori

by: hasyim ali imran, 9 pages

menggambarkan bekerjanya konsep teoritik teori genderlect style.

BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI LINGKUNGAN

by: jenci, 12 pages

Ada tiga tradisi besar orientasi teori Psikologi dalam menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. Pertama, perilaku disebabkan faktor dari dalam (deterministik). Kedua, perilaku disebabkan faktor ...

KEARIFAN BUDAYA LOKAL DALAM PERSFEKTIF TEORI PERENCANAAN

by: seijun, 26 pages

Secara garis besar, teori perencanaan berkembang dari alur besar instrumental rasionalitas menuju komunikatif rasionalitas, yaitu mengalir dari alur authoritative knowledge ke alur pelibatan ...

Teori belajar bruner

by: sylwester, 14 pages

TEORI BELAJAR Menurut Jerome S BrunerOleh :KELOMPOK 71. AndriSyarifudin 07041662.AndhikaRahmadian07040673. EnengImasMasriah07006894. Eris ...

4.teori motivasi,content theories

by: wasil, 13 pages

4. Teori Motivasi : Content Theories Perilaku Organisasi Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung 2004 Pengertian dan Model Motivasi Teori hirarki ...

Content Preview
  1. Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif F E- Universitas Darma Persada Jakarta, 28 Maret 2005 Drs. H. Dadang Solihin, MA
  2. Teori-teori Utama Pembangunan Ekonomi: Lima Pendekatan
    • Teori Tahapan Linier ( linear-stages-of-growth models );
    • Model Perubahan Struktural ( the structural change theories and patterns );
    • Revolusi Ketergantungan Internasional ( international dependence revolution );
    • Kontrarevolusi P asar B ebas Neoklasik ( neoclassical free-market counterrevolution );
    • Teori Pertumbuhan yang Baru ( new or endogenous theory of economic growth ) .
  3. D ekade 1950-an dan 1960-an
    • Para teorisi cenderung memandang proses pembangunan sebagai serangkaian tahapan pertumbuhan ekonomi yang berurutan, yang pasti akan dialami oleh setiap negara yang menjalankan pembangunan.
    • P andangan ini merupakan suatu bentuk teori ekonomi yang menyoroti pembangunan sebagai paduan dan kuantitas tabungan nasional, penanaman modal, dan bantuan asing dalam jumlah yang tepat.
    • Kesemuanya itu harus sedapat mungkin diupayakan serta diadakan oleh negara-negara Dunia Ketiga agar mereka juga dapat menapaki jalur-jalur pertumbuhan ekonomi modern yang menurut sejarahnya telah dilalui dengan sukses oleh negara-negara yang sekarang maju.
    • Dengan demikian, pembangunan itu diidentikkan dengan pertumbuhan ekonomi agregat secara cepat.
  4. D ekade 1970-an
    • P endekatan tahapan-linier tergusur oleh dua aliran pemikiran ekonomi , yang sesungguhnya lebih berbau ideologis daripada akademis.
    • Aliran pemikiran yang pertama menitikberatkan pada teori dan pola perubahan .
    • Aliran pemikiran yang kedua adalah revolusi ketergantungan internasional .
  5. Aliran P emikiran yang P ertama
    • menggunakan teori-teori ekonomi modern dan analisis statistik guna melukiskan proses struktural internal yang harus dialami oleh negara-negara berkembang agar mampu dan berhasil menciptakan serta sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonominya yang cepat.
  6. Aliran P emikiran yang K edua
    • B ersifat radikal dan lebih berorientasi politik.
    • M emandang keterbelakangan negara-negara berkembang sebagai akibat pola hubungan kekuasaan internasional yang tidak adil.
    • Perhatian utama teori ini ditujukan pada pentingnya menyusun kebijakan baru untuk menghapuskan kemiskinan secara total, menyediakan kesempatan kerja yang lebih bervariasi, dan mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan.
    • Teori ini cenderung menyangsikan bahwasanya pertumbuhan ekonomi akan dapat diraih melalui cara-cara yang dianjurkan secara gencar oleh model-model pertumbuhan bertahap linier maupun teori-teori perubahan struktural.
  7. D ekade 1980-an
    • Kontrarevolusi neoklasik (seringkali disebut neoliberal)
    • menekankan pada peranan menguntungkan yang dimainkan oleh pasar­pasar bebas, perekonomian terbuka, dan swastanisasi perusahaan-perusahaan milik pemerintah atau negara yang kebanyakan memang tidak efisien dan boros.
    • Menurut teori ini, kegagalan pembangunan tidak disebabkan oleh kekuatan-kekuatan eksternal maupun internal sebagaimana diyakini oleh para tokoh teorisi ketergantungan, melainkan diakibatkan oleh terlalu banyaknya campur tangan dan regulasi pemerintah dalam kehidupan perekonomian nasional.
  8. Akhir 1980-an dan A wal 1990-an
    • T eori baru pertumbuhan ekonomi.
    • Teori ini mencoba memodifikasikan dan mengembangkan teori pertumbuhan tradisional sedemikian rupa sehingga ia dapat menjelaskan mengapa ada sebagian negara yang mampu berkembang begitu cepat sedangkan yang lain begitu sulit atau bahkan mengalami stagnasi (kemacetan).
    • Teori baru ini juga bermaksud menjelaskan mengapa meskipun konsep-konsep neoklasik seperti pasar bebas dan otonomi sektor swasta begitu gencar didengungkan, tetapi peranan pemerintah dalam keseluruhan proses pembangunan masih tetap sangat besar.
  9. 1. Teori Tahapan Linier
    • Tahap-tahap Pertumbuhan Rostow .
    • Model Pertumbuhan Harrod-Domar .
    • Syarat-syarat yang Diperlukan dan yang Harus Ada : Beberapa Kritik Terhadap Model Pembangunan Bertahap .
  10. Rostow : Stages-of-growth-models of development (Model-model pembangunan pertumbuhan bertahap)
    • Menurut Rostow, dalam proses pembangunannya , suatu negara akan melalui beberapa tahapan yang utama sebagai berikut:
    • tahapan tradisional, dengan pendapatan per kapita yang rendah dan kegiatan ekonomi yang stagnan;
    • tahapan transisional, di mana tahap prakondisi bagi pertumbuhan dipersiapkan;
    • tahapan lepas landas (ini merupakan permulaan bagi adanya proses pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan);
    • tahapan awal menuju ke kematangan ekonomi ; serta
    • tahapan produksi dan konsumsi massal yang bersifat industri (inilah tahapan pembangunan atau development stage ).
  11. Harrod-Domar growth model (Model pertumbuhan Harrod-Domar)
    • Sebuah persamaan yang menunjukkan hubungan fungsional secara ekonomis antara berbagai variabel pokok ekonomi.
    • Pada intinya model ini menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan GDP (g) secara langsung tergantung pada tingkat tabungan nasional (s) dan sebaliknya akan menentukan rasio modal-output (k), sehingga persamaannya adalah g = s/k.
    • Persamaan tersebut mengambil nama dari dua orang ekonom terkemuka, yakni Sir Roy Harrod dari Inggris dan E. V. Domar dari Amerika Serikat.
  12. Syarat-syarat yang Diperlukan dan yang Harus Ada: Beberapa Kritik Terhadap Model Pembangunan Bertahap
    • G agasan dasar tentang pembangunan yang terkandung dalam teori-teori pertumbuhan bertahap tersebut di atas tidak selalu berlaku.
    • Alasan utama tidak berlakunya teori tersebut bukan karena tabungan dan investasi tidak lagi merupakan syarat penting ( necessary condition ) bagi pemacuan pertumbuhan ekonomi,
    • akan tetapi karena dalam kenyataannya telah terbukti bahwa pengadaan tabungan dan investasi itu saja belumlah syarat cukup ( sufficient condition ) untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
  13. Necessary C ondition (Syarat P erlu)
    • Syarat yang diperlukan demi terjadinya suatu peristiwa meskipun mungkin jika syarat itu tidak disertai oleh yang lain, maka peristiwa tersebut bisa tidak terjadi.
    • Sebagai contoh, pembentukan modal (capital) merupakan syarat perlu guna menunjang pertumbuhan ekonomi (sebelum pertumbuhan output terjadi, harus ada alatnya dahulu untuk menghasilkan output tersebut).
    • Akan tetapi, agar pertumbuhan tersebut bisa berlangsung secara berkesinambungan, maka harus ada pula perubahan sosial, kelembagaan dan sikap yang bersifat menunjang.
  14. Sufficient C ondition (Syarat C ukup)
    • Suatu kondisi atau syarat yang harus dipenuhi guna memungkinkan sesuatu hal bisa terjadi.
    • Sebagai contoh, menjadi mahasiswa dari sebuah universitas tertentu merupakan syarat cukup untuk menerima pinjaman dana dari Program Kredit Mahasiswa.
    • Model pembangunan Rostow dan Harrod-Domar secara implisit ternyata mengasumsikan adanya sikap-sikap dan pengaturan yang sama di negara-negara terbelakang.
    • Akan tetapi, asumsi itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di negara-negara Dunia Ketiga.
    • Negara-negara tersebut masih sangat kekurangan faktor-faktor komplementer yang paling penting seperti halnya kecakapan manajerial, tenaga kerja yang terlatih, kemampuan perencanaan dan pengelolaan berbagai proyek pembangunan, dsb .
    • T eori-teori pertumbuhan bertahap boleh dikatakan telah gagal total dalam memperhitungkan pelbagai kenyataan penting lainnya.
    • N egara-negara Dunia Ketiga sekarang ini merupakan bagian integral dari suatu sistem internasional yang sedemikian rumit dan integratif, sehingga strategi-strategi pembangunan yang paling hebat dan terencana secara matang sekalipun dapat dimentahkan begitu saja oleh kekuatan-kekuatan asing yang keberadaan dan sepak-terjangnya sama sekali di luar kendali negara-negara yang bersangkutan.
    • M aka muncullah pendekatan yang lebih baru dan radikal yang mencoba mengkombinasikan faktor-faktor ekonomi dan institusional ke dalam suatu model sistem baru mengenai kemajuan dan keterbelakangan internasional.
    • Pendekatan itu selanjutnya disebut sebagai paradigma ketergantungan internasional .
  15. 2. Model Perubahan Struktural
    • M ekanisme yang memungkinkan negara-negara terbelakang untuk mentransformasikan struktur perekonomian dalam negeri mereka dari pola perekonomian pertanian subsisten tradisional ke perekonomian yang lebih modern, lebih berorientasi ke kehidupan perkotaan, dan lebih bervariasi, serta memiliki sektor industri manufaktur dan sektor jasa-jasa yang tangguh.
    • Model perubahan struktural tersebut dalam analisisnya menggunakan perangkat-perangkat neoklasik berupa konsep-konsep harga dan alokasi sumber daya, serta metode-metode ekonometri untuk menjelaskan terjadinya proses transformasi.
    • Aliran pendekatan perubahan struktural ini didukung oleh ekonom-ekonom yang sangat terkemuka seperti W. Arthur Lewis yang termasyur dengan model teoretisnya tentang "surplus tenaga kerja dua sektor" ( two sector surplus labor ) dan Hollis B. Chenery yang sangat terkenal dengan analisis empirisnya tentang "pola-pola pembangunan" ( patterns of development ).
  16. Model Perubahan Struktural
    • Teori Pembangunan Lewis :
      • T ransformasi struktural ( structural transformation )
      • Model dua-sektor Lewis ( Lewis two-sector model )
    • Perubahan Struktural dan Pola-pola Pembangunan .
    • Kesimpulan-kesimpulan dan Implikasinya .
  17. Structural T ransformation (Transformasi S truktural)
    • Proses pengubahan struktur industri dari suatu perekonomian agar kontribusi sektor manufaktur terhadap pendapatan nasional (national income) lebih tinggi daripada sektor pertanian.
    • D apat juga diartikan sebagai perubahan komposisi industri dalam perekonomian.
    • Misalnya: primary sector, secondary sector, dan tertiary industrial sector.
  18. Lewis T wo- S ector M model (Model dua-sektor Lewis)
    • Teori pembangunan yang menyatakan bahwa jika surplus tenaga kerja (surplus labor) dari sektor pertanian tradisional bisa dialihkan ke sektor industri modern yang daya serap tenaga kerjanya semakin tinggi, maka hal itu akan mempromosikan industrialisasi dan dengan sendirinya akan memacu adanya pembangunan secara berkesinambungan.
  19. 3. Revolusi Ketergantungan Internasional ( international dependence revolution )
    • Model Ketergantungan Neokolonial .
    • Model Paradigma Palsu .
    • Tesis Pembangunan Dualistik .
  20. Model Ketergantungan Neokolonial ( Neocolonial dependence model )
    • Suatu model yang dalil utamanya menyatakan bahwa terjadi dan berlarut-larutnya keterbelakangan di negara-negara Dunia Ketiga disebabkan oleh aneka kebijakan ekonomi, sosial, politik, dan bahkan budaya eksploitatif yang dimainkan oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang, se h ingga tidak ubahnya ketika mereka memperlakukan wilayah jajahannya di masa sebelumnya.
  21. Model Paradigma Palsu ( False-paradigm model of underemployment )
    • B ahwa negara-negara Dunia Ketiga telah gagal mencapai kemajuan yang cukup berarti karena strategi pembangunan mereka (biasanya disarankan oleh pakar ekonomi Barat) didasarkan pada model-model pembangunan "yang keliru" yang jelas tidak cocok dengan kebutuhan mereka yang mendasar.
    • Model pembangunan yang selama ini telah mereka terapkan terlalu menekankan pada akumulasi kapital (capital accumulation) tanpa memberi perhatian secukupnya pada perlunya untuk mengadakan perubahan-perubahan sosial dan kelembagaan.
  22. Tesis Pembangunan Dualistik
    • P andangan ini melihat dunia terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni negara-negara kaya dan miskin.
    • Di negara-negara kaya memang masih ada sebagian penduduknya yang miskin, dan sebaliknya di negara-negara miskin pun ada segelintir penduduknya yang makmur sejahtera.
    • Dualisme (dualism) adalah sebuah konsep yang dibahas secara luas dalam ilmu ekonomi pembangunan.
    • Konsep ini menunjukkan adanya jurang pemisah yang kian lama terus melebar antara negara-negara kaya dan miskin, serta di antara orang-orang kaya dan miskin pada berbagai tingkatan di setiap negara.
    • Pada dasarnya, konsep dualisme ini terdiri dari empat elemen kunci sebagai berikut:
      • Di setiap tempat dan konteks, selalu saja ada sejumlah elemen "superior" dan sekaligus elemen "inferior".
      • Koeksistensi tersebut bukanlah suatu hal yang bersifat sementara atau transisional, melainkan. sesuatu yang bersifat baku, permanen atau kronis.
      • Kadar superioritas serta inferioritas dari masing-masing elemen tersebut bukan hanya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berkurang, melainkan bahkan cenderung meningkat.
      • Hubungan saling-keterkaitan antara elemen-elemen yang superior dengan elemen­elemen lainnya yang inferior tersebut terbentuk dan berlangsung sedemikian rupa sehingga keberadaan elemen-elemen superior sangat sedikit atau sama sekali tidak membawa manfaat untuk meningkatkan kedudukan elemen-elemen yang inferior.
    • Dengan demikian, apa yang disebut sebagai prinsip "penetesan kemakmuran ke bawah" ( trickle down effect ) itu sesungguhnya sulit diterima.
    • Bahkan di dalam kenyataannya, elemen-elemen superior tersebut justru tidak jarang memanfaatkan, memanipulasi, mengekploitasi ataupun menggencet elemen-elemen yang inferior.
    • Jadi, yang mereka kembangkan justru keterbelakangannya.
  23. 4. Kontrarevolusi P asar B ebas Neoklasik ( neoclassical free-market counterrevolution );
    • Tantangan bagi Pendekatan Statis
      • Pasar Bebas
      • Pilihan Rasional
      • Ramah Terhadap Pasar
    • Teori Pertumbuhan Neoklasik Tradisional (‘lama’)
  24. Pasar Bebas
    • K ondisi keterbelakangan negara-negara berkembang bersumber dari buruknya keseluruhan alokasi sumber daya yang selama ini bertumpu pada kebijakan-kebijakan pengaturan harga yang tidak tepat dan adanya campur tangan pemerintah yang berlebihan.
    • Oleh karena itu, dengan membiarkan pasar bebas ( free markets ) hadir dan beroperasi secara penuh, pelaksanaan swastanisasi perusahaan milik pemerintah, promosi perdagangan bebas dan pengembangan ekspor, menarik para investasi asing (misalnya, investor dari negara-negara maju), serta pembatasan regulasi dan distorsi harga pada pasar input, pasar output maupun pasar keuangan, maka, efisiensi serta pertumbuhan ekonomi akan terpacu secara lebih optimal.
  25. Pilihan Rasional
    • B ahwa apa yang dilakukan pemerintah dalam urusan-urusan ekonomi selalu salah, sehingga setiap bentuk intervensi pemerintah harus dijauhi.
    • Pandangan pedas ini bertolak dari asumsi dasa r yang meyakini bahwa sikap, tindakan, dan keputusan para politisi, birokrat, warga negara biasa, apalagi pejabat pemerintah, senantiasa bertolak dari kepentingan-kepentingan mereka sendiri, tidak peduli apa konsekuensinya terhadap pihak lain.
  26. Ramah t erhadap Pasar
    • Pendekatan ini mengakui adanya berbagai kelemahan atau ketidaksempurnaan pasar, baik itu pasar produk maupun pasar faktor, di negara-negara Dunia Ketiga, dan bahwa pemerintah memang perlu menjalankan peran aktif dalam perekonomian, khususnya untuk mengoreksi pelbagai ketidaksempurnaan pasar itu.
    • Yang ditekankan oleh pendekatan ini adalah, intervensi pemerintah itu haruslah bersifat "nonselektif" atau ramah terhadap (disesuaikan dengan) mekanisme pasar.
  27. Teori Pertumbuhan Neoklasik Tradisional (‘lama’) Traditional (Old) neoclassical growth theory
    • Model pertumbuhan Robert Solow yang menyatakan bahwasanya ekuilibrium pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang itu sama dengan nol, dan pendapatan per kapita dari semua negara cenderung merasa atau menjadi sama besarnya.
    • Teori ini sendiri bertolak dari konsep persaingan sempurna (perfect competition) dan prinsip skala hasil (returns to scale) yang konstan.
  28. 5. Teori Pertumbuhan yang Baru ( new or endogenous theory of economic growth ) .
    • M erupakan pengembangan dan modifikasi dari teori pertumbuhan tradisional (traditional growth theory) yang khusus dirancang untuk menjelaskan alasan mengapa ekuilibrium pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang bisa positif dan bervariasi di kalangan negara-negara, dan mengapa pula arus modal justru cenderung mengalir dari negara-negara miskin ke negara-negara maju yang tentunya lebih kaya, meskipun rasio modal-tenaga kerja (capital-labor ratio) di negara-negara miskin tersebut masih rendah.
    • Terima Kasih
  29. Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin’s Profile

Download
Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif

 

 

Your download will begin in a moment.
If it doesn't, click here to try again.

Share Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif to:

Insert your wordpress URL:

example:

http://myblog.wordpress.com/
or
http://myblog.com/

Share Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif as:

From:

To:

Share Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif.

Enter two words as shown below. If you cannot read the words, click the refresh icon.

loading

Share Teori-teori Pembangunan: Sebuah Analisis Komparatif as:

Copy html code above and paste to your web page.

loading